Pureman, kerajaan / P. Alor – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Pureman terletak di Pulau Alor, NTT.
Kerajaan Pureman oleh Belanda pada tahun 1917 digabung lagi ke Erana dan tahun 1932 ke Kolana.

The kingdom of Pureman was located on the island of Alor, prov. of Nusa Tenggara Timur.
The Pureman Kingdom was merged by the Dutch in 1917 into Erana and 1932 to Kolana.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Lokasi pulau Alor

Provinsi Nusa Tenggara Timur


* Foto foto kerajaan / kingdom di pulau Alor: link


Sejarah kerajaan Pureman

Sejarah mencatat bahwa kekuasaan Portugis di Alor hanya terbatas pada pengibaran bendera Portugis pada beberapa daerah pesisir. Misalnya, di Kui, Mataru, Batulolong, Kolana, dan Blagar. Begitu pula dengan Belanda pada awal menduduki Alor, hanya terbatas pada pengakuan atas penguasa-penguasa yang berada di pesisir sebagai raja-raja dan pada penempatan seorang Posthouder di Alor Kecil yang terlepat tepat di pintu teluk Kabola pada tahun 1861.
Dalam seputar 1910 -1916, Belanda begitu banyak mendapat tantangan dari rakyat Alor-Pantar. Kerajaan-kerajaan yang terkenal yang tak kurang membuat pusing Belanda seperti Kerajaan Bunga Bali, Kerajaan Kui, Kerajaan Kolana, Kerajaan Pureman, Kerajaan Mataru, Kerajaan Batulolong, Kerajaan Baranusa, Kerajaan Pandai, dan Kerajaan Blagar. Namun, Belanda dengan pisau devide et impera dan Korte Verklaring (Perjanjian Pendek) berhasil menaklukkan para raja tersebut.


Kerajaan kerajaan di pulau Alor

* Kerajaan Abui,
* Kerajaan Alor,
* Kerajaan Batulolong,
* Kerajaan Bungabali,
* Kerajaan Kolana,
* Kerajaan Kui,
* Kerajaan Mataru,
* Kerajaan Munaseli,
* Kerajaan Pandai,
* Kerajaan Pureman.


Sejarah lengkap kerajaan-kerajaan di pulau Alor: klik di sini


Sejarah pulau Alor

Lebih dari 15 bahasa asli yang berbeda diucapkan di Alor, sebagian besar diklasifikasikan sebagai orang Papua atau non-Austronesia. Ini termasuk Abui, Adang, Hamap, Kabola, Kafoa, Woisika, Kelon, dan Kui. Selain itu, Alorese adalah bahasa Melayu-Polinesia.
Dalam sebuah kuburan di Alor, lima tangkapan ikan ditemukan di bawah dagu dan rahang seorang wanita, yang berusia sekitar 12.000 tahun.
Orang Portugis adalah orang Eropa pertama di wilayah ini pada abad ke-16. Alor kemudian dianggap sebagai rumah kanibal, yang tidak ingin diubah menjadi Katolik Katolik. Baru kemudian Kalvinis berhasil mengubah sebagian dari populasi. Sebelumnya, Islam bisa membangun dirinya sendiri di beberapa bagian pulau. Di Alor Besar (Alor Besar), sebuah Alquran abad ke-12 disimpan, yang dibawa ke sini pada tahun 1500 dari pulau Ternate di Maluku oleh lima misionaris.
Pada tahun 1851, Gubernur Portugal José Joaquim Lopes de Lima, tanpa izin dari Lisabon, menjual klaim Portugal tentang Kepulauan Alor dan wilayah lainnya di Kepulauan Sunda Kecil, yang berada di bawah kekuasaan Portugis, ke Belanda dengan harga 200.000 florin.
Lopes de Lima tidak disukai dan digulingkan dan ditangkap saat Lisabon mengetahui perjanjian tersebut. Dalam perjalanan pulang ke Portugal dia meninggal di Batavia. Dari tahun 1854 perjanjian tersebut dinegosiasi ulang. Perjanjian Lisbon akhirnya mengkonfirmasi penjualan tersebut. Ratifikasi tersebut terjadi pada tahun 1859. Namun, hubungan lama antara Alor dan Timor Portugis masih ada sejak lama. Pada tahun 1886, penduduk setempat memberi penghormatan tahunan kepada Liurai Liquiçá, berupa nasi, jagung, kapas dan banyak lagi.

 


Sumber sejarah pulau Alor

– Sejarah pulau Alor di Wiki: link
– Alor dulu dan sekarang:  http://alor-kenari.blogspot.co.id/2012/01/alor-dulu-dan-sekarang.html
– Tentang Suku Alor: http://suku-dunia.blogspot.nl/2014/08/sejarah-suku-alor-di-nusa-tenggara.html
– Sejarah pulau Alor: http://posalor.blogspot.co.id/2014/02/sejarah-pulau-alor.html
– Masuknya Islam di Alor: http://bz69elzam.blogspot.nl/2008/08/sekilas-sejarah-masuknya-islam-di-alor.html


 

Advertisements