Ammatoa (Kajang Ammatoa), wilayah adat / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Bulukumba

Suku Kajang Ammatoa, merupakan salah satu suku tradisional, yang terletak di desa Ammatoa, kabupaten Bulukumba, tepatnya sekitar 200 km arah timur kota Makassar.
Kajang di bagi dua secara geografis, yaitu:
* Kajang dalam (“tau kajang”) atau Ammatoa dan
* Kajang luar (“tau lembang”).

The Kajang Amatoa Traditional Community is located in a region called Tana Toa. In the District of Bulukumba, sub-district Kajang, province of South Sulawsi.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Bulukumba



* Foto Wilayah Adat Ammatoa: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Wilayah Adat Kajang Ammatoa

Suku Kajang Ammatoa merupakan salah satu suku tradisional, yang terletak di Kabupaten Bulukumba, prov. Sulawesi Selatan, tepatnya sekitar 200 km arah timur Kota Makassar. Daerah Kajang terbagi dalam 8 desa, dan 6 dusun. Namun perlu diketahui, Kajang di bagi dua secara geografis, yaitu:
– Kajang dalam (suku Ammatoa Kajang, mereka disebut “tau kajang”) dan
– Kajang luar (orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relative modern, mereka disebut “orang-orang yang berdiam di sekitar suku Kajang yang relative modern, mereka disebut “tau lembang”).

Daerah Kajang luar adalah daerah yang sudah bisa menerima peradaban teknologi seperti listrik, berbeda halnya dengan Kajang dalam yang tidak dapat menerima peradaban, itulah sebabnya di daerah Kajang dalam tidak ada listrik bukan hanya itu apabila kita ingin masuk ke daerah kawasan Ammatoa (kajang dalam) kita tidak boleh memakai sandal hal ini dikarenakan oleh sandal yang dibuat dari teknologi.

Bukan hanya itu bentuk rumah Kajang dalam dan kajang luar sangat berbeda. Di Kajang luar dapur dan tempat buang airnya terletak di bagian belakang rumah sama halnya dengan rumah-rumah pada umumnya, tidak seperti dengan Kajang dalam (kawasan ammatoa) yang menempatkan dapur dan tempat buang airnya didepan.

Hal ini dikarenakan pada zaman perang prajurit Kajang sering masuk kerumah penduduk untuk mencari makan itulah sebabnya dapur dan tempat buang air kecilnya ditempatkan didepan rumah bukan hanya itu agar prajurit juga tidak melihat anak dari pemilik rumah karena prajurit beranggapan apapun yamg berada di dalam rumah itu adalah miliknya.

Suku Kajang merupakan suku yang masih memegang teguh ritual adatnya hingga saat ini. Meskipun sekarang sudah banyak suku pedalaman yang meninggalkan ritual adatnya. Suku Kajang juga merupakan suku yang sangat tidak bisa menerima perubahan meskipun hanya sedikit. Mereka menganggap perubahan itu melanggar hukum adat yang di buat oleh nenek moyang mereka.


Pemimpin desa Tana Toa

Di jantung Kajang terdapat sebuah desa yang di sebut Tana Toa, ”negeri tua“, terkenal sebagai sebuah tempat bercokolnya kekuatan mistik yang kuat. Desa ini di pimpin oleh “Amma Toa’’, “ayah tua“. Tokoh ini di kelilingi banyak kisah mistik,yang di percaya sebagai reinkarnasi Amma Toa sebelumnya.
Kandidat yang berhasil menggantikan Amma Toa sebelumnya di pilih lewat proses panjang dan rumit. Serangkaian pertanda (seekor kerbau, ayam jantan, dan asap dupa) seluruhnya harus menunjuk pada kandidat yang sama, yang kemudian harus mampu menuturkan serangkaian mitos dan silsilah tanpa cacat dan tanpa perlu mempelajarinya.
– Untuk lengkap: http://kkucluk.blogspot.com/2012/04/ammatoa-sang-pemimpin-tana-toa.html


 

Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

– Wilayah Adat Kajang Amatoa: https://www.liputan6.com/news/read/117906/jejak-kegemilangan-nenek-moyang-di-tana-toa
– Wilayah Adat Kajang Amatoa: http://www.makassarguide.com/2014/10/kawasan-adat-amatoa.html
– Wilayah Adat Kajang Amatoa: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Kajang
– Wilayah Adat Kajang Amatoa: http://syaifulafdhal.blogspot.co.id/2013/09/selaras-dengan-alam-sebagai-kosmologi.html
– Ammatoa sang pemimpin Tana Toa: http://kkucluk.blogspot.co.id/2012/04/ammatoa-sang-pemimpin-tana-toa.html

Jalan masuk ke Desa Adat Ammatoa


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: