Ammatoa (Kajang Ammatoa), wilayah adat / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Bulukumba

Suku Kajang Ammatoa merupakan salah satu suku tradisional, yang terletak di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, tepatnya sekitar 200 km arah timur kota Makassar.
Kajang di bagi dua secara geografis, yaitu Kajang dalam (“tau kajang”) dan Kajang luar (“tau lembang”).

The Kajang Amatoa Traditiona; Community is located in a region called Tana Toa. In the District of Bulukumba, sub-district Kajang, province of South Sulawsi.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Bulukumba



* Foto Wilayah Adat Ammatoa: link
* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Wilayah Adat Kajang Ammatoa

Kajang di bagi dua secara geografis, yaitu kajang dalam (suku kajang, mereka disebut “tau kajang”) dan kajang luar (orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relative modern, mereka disebut “orang-orang yang berdiam di sekitar suku kajang yang relative modern, mereka disebut “tau lembang”).

Daerah kajang luar adalah daerah yang sudah bisa menerima peradaban teknologi seperti listrik, berbeda halnya dengan kajang dalam yang tidak dapat menerima peradaban, itulah sebabnya di daerah kajang dalam tidak ada listrik bukan hanya itu apabila kita ingin masuk ke daerah kawasan ammatoa (kajang dalam) kita tidak boleh memakai sandal hal ini dikarenakan oleh sandal yang dibuat dari teknologi.

Bukan hanya itu bentuk rumah kajang dalam dan Kajang luar sangat berbeda. Di Kajang luar dapur dan tempat buang airnya terletak di bagian belakang rumah sama halnya dengan rumah-rumah pada umumnya, tidak seperti dengan Kajang dalam (kawasan ammatoa) yang menempatkan dapur dan tempat buang airnya didepan.

Suku Kajang merupakan suku yang masih memegang teguh ritual adatnya hingga saat ini. Meskipun sekarang sudah banyak suku pedalaman yang meninggalkan ritual adatnya. Suku Kajang juga merupakan suku yang sangat tidak bisa menerima perubahan meskipun hanya sedikit. Mereka menganggap perubahan itu melanggar hukum adat yang di buat oleh nenek moyang mereka.

Suku unik, alami, sederhana, alam yang masih asri, hutan yang masih terjaga, dan lain-lain, menjadikan Kajang adalah salah satu faforit wisata budaya. Salah satunya yang membuat terhambatnya wisata kesana adalah, ketakukan orang luar memasuki Kajang. Karena mendengar orang Kajang sendiri orang akan takut akan “dotinya”, semacam sihir dan kekuatan ghaib yang bisa mematikan. Selain itu, “tau kajang” sendiri agak tertutup dengan orang-orang luar.


Latar belakang Wilayah Adat Ammatoa

Komunitas adat Ammatoa memiliki hirarki structural dalam mengatur  tata kelola acara adat maupun system pemerintahan. Komunitas adat percaya bahwa Ammatoa merupakan wakil dari Bohe Amma atau Tu’re’a’ra’na (Yang Satu atau Tuhan) di dunia. Manusia pertama dalam adat Ammatoa juga diyakini berasal dari Tana Toa. Konon kabarnya, sewaktu beliau masih hidup selalu dilindungi oleh awan apabila berjalan di bawah terik matahari dan beliau selalu terlihat awet muda. Sedangkan sewaktu sepeninggalnya, beliau tidak dikuburkan karena beliau lenyap.

Masyarakat adat Ammatoa juga meyakini bahwa awal kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan berasal dari Tana Toa. Berdasarkan pembagian territorial, orang-orang Kajang yang keluar dari kawasan adat dan memimpin suatu wilayang masing-masing. Teritorialisasi dan kepercayaan akan pengaruh Ammatoa terhadap eksistensi tersebut lantas dituangkan dalam suatu sebutan: Ammatoa ri Kajang, sombayya ri Gowa, Pajung ri Luwu, Mangkawu ri Bone. Ammatoa merupakan representasi pemimpin tertinggi dari segi spiritualitas dan pemerintahan dari kerajaan-kerajaan besar yang pernah ada tersebut.
– Sumber: http://uchy-red.blogspot.co.id/2011/11/kajang-ammatoa-desa-tanatoa-kecamatan.html


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

– Tentang Desa Ammatoa: http://www.lunibuk.com/page/view.php?id=250
– Tentang Desa Ammatoa: http://www.makassarguide.com/2014/10/kawasan-adat-amatoa.html
– Suku Kajang Amatoa: https://www.libmagz.com/read/suku-kajang-ammatoa-salah-satu-suku-yang-ditakuti-di-dunia-karena-ilmu-sihirnya
– Sejarah Suku Kajang (Ammatoa): http://syaifulafdhal.blogspot.co.id/2013/09/selaras-dengan-alam-sebagai-kosmologi.html
– Ammatoa sang pemimpin Tana Toa: http://kkucluk.blogspot.co.id/2012/04/ammatoa-sang-pemimpin-tana-toa.html


* Foto Wilayah Adat Ammatoa: link

Jalan masuk ke Desa Adat Ammatoa


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: