Banggai – kerajaan Banggai / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Banggai

Kerajaan Banggai, 1600-1959: berdiri sejak abad ke14. Terletak di Sulawesi, Kab. Banggai, prov. Sulawesi Tengah.
Raja bergelar Tomundo.

The Kingdom of Banggai: founded 14th century; located on Sulawesi, the district Banggai, Central Sulawesi.
The title of the king is Tomundo.
For english, click here

Lokasi kabupaten Banggai


Foto kerajaan Banggai: link
Foto istana kerajaan Banggai: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN  BANGGAI

1 Tentang Raja
2 Sejarah 
3 Kerajaan Banggai tercatat dalam 2 Kitab
4 Daftar Raja 
5 Istana 
6 Peta-peta kuno Sulawesi

7 Sumber / Source


Lihat juga:
* Sejarah dan daftar kerajaan2 kecil di daerah Banggai: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/banggai-kerajaan2-kecil-daerah-banggai/


1) Tentang Tomundo (Raja), 2020

– Sumber: Wiki

29 okt. 2014
Adik laki-laki Irwan Zaman menjadi raja / tomundo untuk putra tertua Raja Iskandar: Muhammad Figran Ramadhan, yang masih muda pada tahun 2010.
Kemudian dewan kerajaan Banggai mengubah keadaan dengan melantik Bupati Irwan Zaman sebagai raja ke-23 / tomundo Banggai pada 29-10-2014.

27 Januari 2010 – 28 Januari 2010
Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin-Pemangku (pertama kali)

27 Januari 2010 – 28 Januari 2010
Muhammad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman (lahir 1993 – wafat 2010)

28 Januari 2010
Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin-Pemangku (kedua kali)

27 jan. 2010
Tomundo Iskandar Zaman adalah raja / tomundo kerajaan Banggai, meninggal 27-1-2010.

Sejak 29 okt. 2014: Irwan Zaman, tomundo Banggai

————————

Tomundo Banggai: Mohamad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman, meninggal 27-1-2010.


2) Sejarah kerajaan Banggai, 1600-1959

Menurut cerita sejarah, awal mula terbentuknya kerajaan Banggai karena ada pengaruh dari kerajaan Ternate. Pada awal abad ke-16 kerajaan Ternate membentuk kerajaan Banggai yang terdiri dari empat distrik yaitu:

* kerajaan Babulau,
* kerajaan Kokini,
* kerajaan Katapean,
* kerajaan Singgolok.

Nama pemimpin dari setiap distrik disebut Basalo Sangkap yang terdiri dari Basalo Dodung (raja Babolu), Basalo Gong-gong (raja Singgolok), Basalo Bonunungan (raja Kookini) dan Basalo Monsongan (raja Katapean). Dengan adanya pembagian ini menjadikan kerajaan Banggai merupakan salah satu kerajaan yang sudah menerapkan sistem demokrasi dimana pemimpin kerajaan dipilih bukan berdasarkan dari satu garis keturunan melainkan dari golongan bangsawan atau bahkan rakyat biasa yang dianggap mampu untuk memimpin suatu kerajaan.

Bukti bahwa kerajaan Banggai sudah di kenal sejak zaman Majapahit dengan nama Benggawi setidaknya dapat di lihat dari tulisan seorang pujangga Majapahit yang bernama Mpu Prapanca dalam bukunya, “Nagarakretagama” bertarikh tahun 1365, yang dimuat dalam seuntai syair nomor 14 bait kelima sebagai berikut: “Ikang Saka Nusa-Nusa Mangkasara, Buntun Benggawi, Kuni, Galiayo, Murang Ling.”

Raja pertama kerajaan Banggai adalah Abu Kasim yang merupakan anak dari Adi Cokro, seorang Panglima perang dari Kerajaan Ternate. Dalam melaksanakan pemerintahannya, raja dibantu oleh empat menteri yaitu Mayor Ngopa yang merupakan Raja Muda, Kapitan laut yang merupakan panglima perang, Hukum Tua yang merupakan Pengadilan dan Jogugu yang merupakan staff yang mengatur dalam negeri Kerajaan Banggai.

Kerajaan Banggai memang kurang terkenal dari kerajaan-kerajaan di Pulau Jawa, karena kerajaan Banggai tidak menjajah daerah lain di Nusantara. Sistem pemerintahan kerajaan Banggai lebih memilih untuk mengurus urusan dalam negeri dibanding untuk urusan luar. Kepemimpinan kerajaan Banggai berakhir pada raja yang ke-20 yaitu Syukuran Aminuddin Amir yang wafat pada tahun 1957.

Pada tanggal 12 Desember 1959 dilakukan serah terima pemerintahan dari raja terakhir kerajaan Banggai, Syukuran Aminuddin Amir selaku Pejabat Kepala Pemerintahan Negeri Banggai di Luwuk kepada Bidin selaku bupati pertama Daerah Tingkat II Banggai.

Tomundo di depan keraton

3) Kerajaan Banggai tercatat dalam 2 Kitab

– Sumber: Mohamad Antho Heriantho, FB.

Kerajaan Banggai, tercatat dalam 2 Kitab yang terkenal pada zamannya, yaitu :
1. Kitab pertama menyebutkan nama Baggawi, merupakan kitab tulisan Mpu Prapanca di Abad 14, yang berjudul Nagara Kartagama beliau menuliskan: “Ikang Saka Nusa-Nusa Mangkasara, Buntun Benggawi, Kuni, Galiayo, Murang Ling Salayah, Sumba, Solor, Munar, Muah, Tikang, I Wandleha, Athawa Maloko, Wiwawunri Serani Timur Mukadi Ningagaku Nusantara”.
2. Kitab kedua adalah tulisan Chou Ku-fei yang berjudul Ling-wai-tai-ta (嶺外代答; pinyin: Lĭngwài Dàidā) tahun 1178, yang menggambaran keadaan Jawa pada masa kerajaan Kadiri. Buku ini kemudian dikutip oleh Chau Ju-Kua dalam karyanya yang berjudul Chu-fan-chi (諸蕃志; pinyin: Zhufan zhi) tahun 1225.
Dalam terjemaahan oleh beberapa pakar, Chu Ku fei menulis bahwa Banggai adalah kerajaan kecil yang termasuk kedalam sebelas wilayah dari Kerajaan Kediri, Panjalu (1041 Masehi), yang meliputi Ping ye (Banggai), Pai Hua yuan (Pacitan), Me tung (Medang), Ta pen (Tumapel), Jung ya lu (Hujung Galu), Ta kang (Sumba), Huang ma chu (Papua Barat daya), Ma li (Bali), Khu lun (Gurun Lombok), Ti wu (Timor), Ping ye (Banggai) dan Wa nu ku (Maluku).

Foto yang menggambarkan keterkaitan Antara Kerajaan Una-una, Todjo dan Banggai.
Dari kiri ke kanan: Lapalege Laborahima (Togean Una Una), Tandjumbulu (Tojo), Amir (Banggai Luwuk).
Sumber foto dan keterangan Foto: Fachmee dan Isone Laborahima.

Kerajaan Banggai: kanan: Amir (Banggai Luwuk) | Kesultanan dan ...


4) Daftar Raja, Tomundo

Ada beberapa versi

Versi 1 (sumber: https://santimontoian.wordpress.com/2016/08/13/kerajaan-banggai/

  1. Maulana Prins Mandapar/Mumbu doi Godong (1571-1601)
  2. Mumbu doi Kintom (1602-1630)
  3. Mumbu doi Benteng (1630-1650)
  4. Mumbu doi Balantak Mulang (1650-1689)
  5. Mumbu doi Kota (1690-1705)
  6. Mumbu doi Bacan / Abu Kasim (1705-1749)
  7. Mumbu doi Mendono (1749-1753)
  8. Mumbu doi Pedongko (1754-1763)
  9. Mumbu doi Dinadat Raja Mandaria (1763-1808)
  10. Mumbu doi Galela Raja Atondeng (1808-1815)
  11. Mumbu Tenebak Raja Laota (1815-1831)
  12. Mumbu doi Pawu Raja Taja (1831-1847)
  13. Mumbu doi Bugis Raja Agama (1847-1852)
  14. Mumbu doi Jere Raja Tatu Tanga (1852-1858)
  15. Raja Saok (1858-1870)
  16. Raja Nurdin (1872-1880)
  17. Raja H. Abdul Azis (1880-1900)
  18. Raja H. Abdurracman (1901-1922)
  19. Haji Awaludin (1925-1940)
  20. Raja Nurdin Daud (1940-1949)
  21. Raja H. Syukuran Aminuddin Amir (1941-1957)

Versi 2 (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banggai)

  • 1648 – 1689:  Benteng Paudagar
  • 1689 – 1705:  Balantik Mbulang
  • 1705 – 1728:  Kota Abdul Gani
  • 1728 – 1753:  Bacan Abu Kasim
  • 1753 – 1768:  Mondonu Kabudo
  • 1768 – 1773:  Padongko Ansyara
  • 1773 – 1809:  Dinadat Mandaria
  • 1809 – 1821:  Galila Atondeng
  • 1821 – 1827:  Sau Tadja
  • 1827 – 1847:  Tenebak Laota
  • 1847 – 1852:  Bugis Agama
  • 1852 – 1858:  Jere Tatu Tonga
  • 1858 – 1870:  Banggai Soak
  • 1870 – 1882:  Raja Haji Labusana Nurdin
  • 1882 – 1900:  Raja Haji Abdul Aziz
  • 1900 – 1922:  Raja Haji Abdul Rahman
  • 1922 – 1925:  Majelis Perwalian Banggai
  • 1925 – 1939:  Raja Haji Awaluddin (lahir 1939)
  • 1939 – 1959:  Raja Haji Syukuran Aminuddin Amir (lahir 1902 – wafat 1960
  • 1939 – 1941:  Raja Nurdin Daud-Pemangku Tomundu
  • 1959 – 14 Agustus 2005: perantaraan
  • 14 Agustus 2005 – 27 Januari 2010: Iskandar Zaman Awaluddin (lahir 1960 – wafat 2010)
  • 27 Januari 2010 – 28 Januari 2010: Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin-Pemangku (pertama kali)
  • 27 Januari 2010 – 28 Januari 2010: Muhammad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman (lahir 1993 – wafat 2010)
  • 28 Januari 2010: – Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin-Pemangku (kedua kali)
  • Sejak 29 okt. 2014: Irwan Zaman, tomundo Banggai

Silsilah raja-raja Banggai

banggai


5) Istana

Bangunan istana terdiri dari bangunan induk, dapur dan sanitasi. dengan luas tanah keseluruhan 3.218 meter persegi. Dinding bangunan terbuat dari kayu walian (semacam kayu jati), lantai dari plesteran semen dan atap dari seng.
– Foto istana kerajaan Banggai: link

Keraton Raja Banggai merupakan peninggalan Raja Banggai yang keadaannya masih terpelihara dengan baik.

Studi Teknis Pemugaran Keraton (Istana) Raja Banggai | Balai ...


6) Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


7) Sumber / Source

– Sejarah kerajaan2 kecil di daerah Banggai: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/banggai-kerajaan2-kecil-daerah-banggai/
– Daftar kerajaan2 kecil di daerah Banggai: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/banggai-daftar-kerajaan-2-kecil-daerah-banggai/

Sejarah kerajaan Banggai di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banggai
– Sejarah kerajaan Banggai: https://santimontoian.wordpress.com/2016/08/13/kerajaan-banggai/
Sejarah kerajaan Banggai: https://sites.google.com/site/sejarahkerajaanbanggai/
– Sejarah kerajaan Banggai: http://wawanmulyanabreg2012.blogspot.co.id/2012/10/kerajaan-banggai.htm
.
Daftar raja Banggai: https://santimontoian.wordpress.com/2016/08/13/kerajaan-banggai/
– Daftar raja Banggai: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banggai
Tentang gelar Raja sebagai Maraqdia: link
Foto pelantikan raja Banggai (maret 2011): link


Peta kerajaan Banggai akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

Luwu akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20


9 Comments

9 thoughts on “Banggai – kerajaan Banggai / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Banggai

  1. Kenapa adi lambal bukan raja pertama
    Apakah ada distorsi sejarah?
    Padahal adi lambal polambal adalah Tomundo yang pertama menyatukan raja2 kecil di Banggai/ini fakta yang tak terbanthkan
    Adi lambal polambal adlah raja dari Bebengketan atau kerajaan yang ada di Salakan yang biasa di sebut raja salange yang di kenal dengan emas nya, yaitu emas pau2
    Atau adakah ketakutan dari pihak kerajaan untuk mnyembunyikan perihal ini
    Mohon penjelasannya

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Info tentang raja raja Banggai di internet cuma sedikit. Tidak ada ketakutan dari pihak kerajaan untuk mnyembunyikan perihal ini. Kalau ada info tambahan, mohon kirim, biar website komplit. Dengan hormat, paul, penerbit website.

  2. Adi lambal polambal tidak masuk
    Apakah ada distorsi sejarah???
    Mohon penjelasannya…
    Padahal adi lambal polambal secara tidak langsung menyatukan raja2 kecil yang ada di Banggai dan saya rasa dia yang raja/Tomundo pertama Kerajaan Banggai dan di lanjutkan Adi cokro yang kaki tangan sultan ternate
    dan adi lambal polambal adalah raja dari Kerajaan Babengketan yang ada di Salakan yang bernanama Raja Salange dengan emas nya yaitu mas pau2
    Ini jelas fakta real

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Info tentang kerajaan Banggai di internet tidak lengkap. Yang punya info tambahan, mohon kirim, biar website lebih lengkap. Dengan hormat, paul, penerbit website

  3. Kerajaan yang ada di Sulawesi Barat tidak dikenal nama Banggai, yang ada adalah kerajaan Banggae. Pada rubrik ini saya melihat redaksi salah kamar dalam memasukkan potingan sebab yang diuraikan adalah kerajaan yang ada di Sulawesi Tengah.

    • Sultans in Indonesia

      KYT,
      Terima kasih atas mail anda.
      Benar, kami bersalah. Adalah kerajaan Banggae di Sulawesi Barat, dan adalah kerajaan Banggai di Sulawesi Tengah.
      Kami sudah ganti isi di halaman Kerajaan Banggai, Sul. Tengah.
      Dan kami juga pasang halaman baru: Kerajaan Banggae, Sul. Barat.
      Terima kasih banyak atas kommen anda.
      Dengan hormat.
      Penerbit website, Paul

  4. SALAH KAPRAH apabila dikatakan “KERAJAAN BANGGAI” telah ada dan dikenal sejak Abad 13…
    Merujuk pada Kitab Kertagama PUPUH 14 AYAT 5…
    Hanya dikatakan “NUSA – NUSA” yang artinya “PULAU-PULAU”..
    Tidak pernah ada kata “KENALENDRAN” atau dalam bahasa Indonesianya “KERAJAAN” disana..
    Dalam buku sejarah yang disusun Batumundoan Banggai saja disebutkan bahwa kerajaan Banggai dimulai sejak abad XVI..

    “ikaɳ saka saNUSA-NUSA makhasar butun / bangawi, kunir ggaliyau mwan i salaya sumba solot / muar, muwah tikhan i wandan ambwan athawa maloko wwanin, ri seran i timur makadinin aneka nusatutur”

    “Tersebut pula PULAU-PULAU Makasar, Buton, Banggawi, Kunir, Galian serta Salayar, Sumba, Solot, Muar, lagi pula Wanda(n), Ambon atau pulau Maluku, Wanin, Seran, Timor dan beberapa lagi pulau-pulau lain”

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas info Anda. Sudah dimasukkan di website kami. Sumber kami untuk info kerajaan kerajaan indonesia internet aja. Sebab itu kami senang, kalau ada komentar dikirim. Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: