Banggai, Kerajaan / Sul. Tengah – Kab. Banggai

Kerajaan Banggai: berdiri sejak abad ke13. Terletak di Sulawesi, Kab. Banggai, prov. Sulawesi Tengah.
Raja bergelar Tomundo.

The Kingdom of Banggai: founded 13th century; located on Sulawesi, the district Banggai, Central Sulawesi.
The title of the king is Tomundo.

Klik foto untuk besar !

Lokasi Banggai

Lokasi Banggai

Kabupaten Banggai

Kabupaten Banggai

prov. Sulawesi Tengah (hijau)

prov. Sulawesi Tengah (hijau)


* Foto kerajaan / kingdom Banggai: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


1 Tentang Raja / About the King
2 Sejarah / History
3 Kerajaan Banggai tercatat dalam 2 Kitab
4 Daftar Raja / List of kings
5 Istana / Palace
6 Peta-peta kuno Sulawesi

7 Sumber / Source


1) Tentang Tomundo (Raja) / About the Tomundo (King)

Present Raja: Tomundo Mohamad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman, Tomundo ke-23.
Foto pelantikan raja Banggai (maret 2011): link

Dari kerajaan indonesia: Raja Mohamad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman, diproklamasikan Tomundo ke-23.
Dia adalah putra tertua dari Raja Ir. Iskandar Zaman Awaluddin, yang meninggal 27-1-2010 dan memerintah sejak 2008. Karena raja baru adalah baru 16 tahun, pamannya Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin akan menjadi bupati-raja.
Bukan tradisi, bahwa raja baru selalu harus anak seorang raja sebelumnya, tapi dalam situasi ini dewan raja (yang disebut dewan sangkap basalo, atau Kommisi Ampat) telah memutuskan, bahwa sekarang adalah Keputusan yang terbaik tentang itu harus dibuat.
Dengan proklamasi ini Raja Mohamad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman mungkin adalah raja termuda ke-2 di Indonesia sekarang.
Raja Indonesia termuda saat ini adalah Sultan Deli di TimorSumatera, yang berusia 12 tahun.
Sultan Sambas di Kalimantan Barat adalah seperti raja baru Banggai juga lahir pada tahun 1993.

————————

From kerajaan indonesia: The 23rd Tomundo (raja) of Banggai is proclaimed Raja Mohamad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman.

He is the oldest son of Raja Ir. Iskandar Zaman Awaluddin, who died 27-1-2010 and was raja from 2008. Because the new raja is a minor of 16 years, his uncle Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin will be the regent-raja.
It is not the tradition, that the new raja always must be the son of a previous raja, but in this situation the raja council (the so-called council of the basalo sangkap, or Kommisi Ampat) had decided, that now it is the best decission about it to be made.
With this proclamation Raja Mohamad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman is probably the 2nd youngest king of Indonesia now.
The youngest Indonesian king at this moment is the sultan of Deli in East-Sumatra, who is 12 years old.
The sultan of Sambas in West-Kalimantan is like the new raja of Banggai also born in 1993.

With this proclamation Raja Mohamad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman is probably the 2nd youngest king of Indonesia now.
The youngest Indonesian king at this moment is the sultan of Deli in East-Sumatra, who is 12 years old.
The sultan of Sambas in West-Kalimantan is like the new raja of Banggai also born in 1993.


2) Sejarah / History kerajaan Banggai

Kerajaan Banggai sudah dikenal sejak abad ke 13, sebagaimana termuat dalam buku Negara Kertagama yang ditulis oleh Empu Prapancan pada tahun saka 1478/1365 M. Saat ini keraton Raja Banggai keadaannya masih terpelihara dengan baik. Kerajaan ini tidak dikenal mengenal putera mahkkota.
Siapapun bisa diangkat menjadi Raja atas keputusan Basalo Sangkap. Terbentuknya Basalo Sangkep berawal dari empat kerajaan kecil di Pulau Banggai, yaitu Kerajaan Babolau,Singgolok,Kookini dan Katapen.
Kerajaan Banggai pada awalnya hanya meliputi wilayah Banggai Kepulauan namun kemudian oleh Adi Cokro, panglima perang kesultanan Ternate yang berasal dari Jawa, kemudian menyatukan keempat Raja Banggai, kerajaan itu menjadi Kerajaan Banggai.
Keempat rajanya kemudian dijadikan Basalo Sangkap yang terdiri dari Basalo Dodung (Raja Babolau), Basalo Gong – gong (Raja Singgolok),Basalo Bonunungan (Raja Kookini) dan Basalo Mongosong (Raja Katapean). Setelah Adi Cokro menyatukan keempat kerajaan itu bahkan memperluas wilayahnya sampai ke Banggai Daratan ia kemudian kembali ke Jawa sehingga terjadilah kekosongan kepemimpinan.
Basalo Sangkap lantas memilih  Abu Kasim,putera Adi Cokro hasil perkawinan dengan Nurussapa-puteri Raj Singgolok menjadi raja Banggai. Namun, sebelum dilantik Abu Kasim tewas terbunuh oleh bajak laut dalam sebuah pelayaran.
Basalo Sangkap kemudian memilih Maulana Prins Mandapar, anak Adi Cokro yang lain, hasil perkawinannya dengan seorang puteri Portugis. Basalo Sangkap ini pula yang melantik Mandapar menjadi raja Banggai pertama dan berkuasa tahun 1600 – 1625.
.
Peta kerajaan Banggai akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20:
 klik foto untuk besar
 .
Luwu akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20

3) Kerajaan Banggai tercatat dalam 2 Kitab

– Sumber: Mohamad Antho Heriantho, FB.

Kerajaan Banggai, tercatat dalam 2 Kitab yang terkenal pada zamannya, yaitu :
1. Kitab pertama menyebutkan nama Baggawi, merupakan kitab tulisan Mpu Prapanca di Abad 14, yang berjudul Nagara Kartagama beliau menuliskan: “Ikang Saka Nusa-Nusa Mangkasara, Buntun Benggawi, Kuni, Galiayo, Murang Ling Salayah, Sumba, Solor, Munar, Muah, Tikang, I Wandleha, Athawa Maloko, Wiwawunri Serani Timur Mukadi Ningagaku Nusantara”.
2. Kitab kedua adalah tulisan Chou Ku-fei yang berjudul Ling-wai-tai-ta (嶺外代答; pinyin: Lĭngwài Dàidā) tahun 1178, yang menggambaran keadaan Jawa pada masa kerajaan Kadiri. Buku ini kemudian dikutip oleh Chau Ju-Kua dalam karyanya yang berjudul Chu-fan-chi (諸蕃志; pinyin: Zhufan zhi) tahun 1225.
Dalam terjemaahan oleh beberapa pakar, Chu Ku fei menulis bahwa Banggai adalah kerajaan kecil yang termasuk kedalam sebelas wilayah dari Kerajaan Kediri, Panjalu (1041 Masehi), yang meliputi Ping ye (Banggai), Pai Hua yuan (Pacitan), Me tung (Medang), Ta pen (Tumapel), Jung ya lu (Hujung Galu), Ta kang (Sumba), Huang ma chu (Papua Barat daya), Ma li (Bali), Khu lun (Gurun Lombok), Ti wu (Timor), Ping ye (Banggai) dan Wa nu ku (Maluku).


4) Daftar Raja / list of kings (Tomundo)

Ada beberapa versi

Versi 1 (– sumber: http://www.wacana.co/2015/01/kerajaan-banggai/)

  1. Maulana Prins Mandapar/Mumbu doi Godong (1571-1601)
  2. Mumbu doi Kintom (1602-1630)
  3. Mumbu doi Benteng (1630-1650)
  4. Mumbu doi Balantak Mulang (1650-1689)
  5. Mumbu doi Kota (1690-1705)
  6. Mumbu doi Bacan / Abu Kasim (1705-1749)
  7. Mumbu doi Mendono (1749-1753)
  8. Mumbu doi Pedongko (1754-1763)
  9. Mumbu doi Dinadat Raja Mandaria (1763-1808)
  10. Mumbu doi Galela Raja Atondeng (1808-1815)
  11. Mumbu Tenebak Raja Laota (1815-1831)
  12. Mumbu doi Pawu Raja Taja (1831-1847)
  13. Mumbu doi Bugis Raja Agama (1847-1852)
  14. Mumbu doi Jere Raja Tatu Tanga (1852-1858)
  15. Raja Saok (1858-1870)
  16. Raja Nurdin (1872-1880)
  17. Raja H. Abdul Azis (1880-1900)
  18. Raja H. Abdurracman (1901-1922)
  19. Haji Awaludin (1925-1940)
  20. Raja Nurdin Daud (1940-1949)
  21. Raja H. Syukuran Aminuddin Amir (1941-1957)

Versi 2 (– sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banggai)

  • 1648 – 1689:  Benteng Paudagar
  • 1689 – 1705:  Balantik Mbulang
  • 1795 – 1728:  Kota Abdul Gani
  • 1728 – 1753:  Bacan Abu Kasim
  • 1753 – 1768:  Mondonu Kabudo
  • 1768 – 1773: Padongko Ansyara
  • 1773 – 1809:  Dinadat Mandaria
  • 1809 – 1821:  Galila Atondeng
  • 1821 – 1827:  Sau Tadja
  • 1827 – 1847:  Tenebak Laota
  • 1847 – 1852:  Bugis Agama
  • 1852 – 1858:  Jere Tatu Tonga
  • 1858 – 1870:  Banggai Soak
  • 1870 – 1882:  Raja Haji Labusana Nurdin
  • 1882 – 1900:  Raja Haji Abdul Aziz
  • 1900 – 1922:  Raja Haji Abdul Rahman
  • 1922 – 1925:  Majelis Perwalian Banggai
  • 1925 – 1939:  Raja Haji Awaluddin (lahir 1939)
  • 1939 – 1959:  Raja Haji Syukuran Aminuddin Amir (lahir 1902 – wafat 1960
  • 1939 – 1941:   Raja Nurdin Daud-Pemangku Tomundu
  • 1959 – 14 Agustus 2005: perantaraan
  • 14 Agustus 2005 – 27 Januari 2010: Iskandar Zaman Awaluddin (lahir 1960 – wafat 2010)
  • 27 Januari 2010 – 28 Januari 2010: Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin-Pemangku (pertama kali)
  • 27 Januari 2010 – 28 Januari 2010: Muhammad Fikran Ramadhan Iskandar Zaman (lahir 1993 – wafat 2010)
  • 28 Januari 2010: – Raja Muda Irawan Zaman Awaluddin-Pemangku (kedua kali)

Silsilah raja-raja Banggai
Klik foto untuk besar

banggai


5) Istana / Palace

– Tentang Istana: link

Keraton Raja banggai merupakan peninggalan Raja Banggai yang keadaannya masih terpelihara dengan baik.

Keraton Raja banggai merupakan peninggalan Raja Banggai yang keadaannya masih terpelihara dengan baik.


6) Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


7) Sumber / Source

– Kerajaan Banggai di Melayuonlinelink
Kerajaan Banggai di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Banggai
– Sejarah kerajaan Banggai: http://www.wacananusantara.org/kerajaan-banggai/
Sejarah kerajaan Banggai: https://sites.google.com/site/sejarahkerajaanbanggai/
.
Daftar raja Banggai: http://www.wacananusantara.org/kerajaan-banggai/
– Daftar raja Banggai (melayuonline): http://melayuonline.com/ind/history/dig/505/kerajaan-banggai
Tentang gelar Raja sebagai Maraqdia: link
Foto pelantikan raja Banggai (maret 2011): link


* Foto kerajaan / kingdom Banggai: link

Foto pelantikan / installation raja Banggai (2011): link


 

5 Comments

5 thoughts on “Banggai, Kerajaan / Sul. Tengah – Kab. Banggai

  1. Kerajaan yang ada di Sulawesi Barat tidak dikenal nama Banggai, yang ada adalah kerajaan Banggae. Pada rubrik ini saya melihat redaksi salah kamar dalam memasukkan potingan sebab yang diuraikan adalah kerajaan yang ada di Sulawesi Tengah.

    • Sultans in Indonesia

      KYT,
      Terima kasih atas mail anda.
      Benar, kami bersalah. Adalah kerajaan Banggae di Sulawesi Barat, dan adalah kerajaan Banggai di Sulawesi Tengah.
      Kami sudah ganti isi di halaman Kerajaan Banggai, Sul. Tengah.
      Dan kami juga pasang halaman baru: Kerajaan Banggae, Sul. Barat.
      Terima kasih banyak atas kommen anda.
      Dengan hormat.
      Penerbit website, Paul

  2. SALAH KAPRAH apabila dikatakan “KERAJAAN BANGGAI” telah ada dan dikenal sejak Abad 13…
    Merujuk pada Kitab Kertagama PUPUH 14 AYAT 5…
    Hanya dikatakan “NUSA – NUSA” yang artinya “PULAU-PULAU”..
    Tidak pernah ada kata “KENALENDRAN” atau dalam bahasa Indonesianya “KERAJAAN” disana..
    Dalam buku sejarah yang disusun Batumundoan Banggai saja disebutkan bahwa kerajaan Banggai dimulai sejak abad XVI..

    “ikaɳ saka saNUSA-NUSA makhasar butun / bangawi, kunir ggaliyau mwan i salaya sumba solot / muar, muwah tikhan i wandan ambwan athawa maloko wwanin, ri seran i timur makadinin aneka nusatutur”

    “Tersebut pula PULAU-PULAU Makasar, Buton, Banggawi, Kunir, Galian serta Salayar, Sumba, Solot, Muar, lagi pula Wanda(n), Ambon atau pulau Maluku, Wanin, Seran, Timor dan beberapa lagi pulau-pulau lain”

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas info Anda. Sudah dimasukkan di website kami. Sumber kami untuk info kerajaan kerajaan indonesia internet aja. Sebab itu kami senang, kalau ada komentar dikirim. Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: