Jipang (Djipang), kadipaten, abad ke-16 / Jawa Tengah – Kab. Blora

Kadipaten Jipang (Djipang), abad ke-16. Terletak di Jawa, kecamatan Cepu, Kab. Blora, prov. Jawa Tengah.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Blora

Kabupaten Blora, prov. Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah


* Foto foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link


Sejarah kadipaten Jipang

Jipang adalah desa di kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah. Desa yang terletak di tepi Bengawan Solo.

Desa ini pernah menjadi pusat pemerintahan Kerajaan DJipang pada abad XVI, yang selanjutnya menjadi suatu wilayah kerajaan vazal di bawah Kerajaan Demak. Salah satu Rajanya yang terkenal adalah Arya Penangsang atau Arya Jipang.
Di desa ini masih terdapat beberapa sisa-sisa peninggalan Kerajaan ini dan belum pernah diteliti secara tuntas, seperti makam tua (dan dikeramatkan) Gedong Ageng dan Santri Sembilan Walisongo. Daerah kekuasaan Kerajaan DJipang meliputi: Pati, Lasem,Blora, dan Jipang sendiri.
Ketika Arya Penangsang menjadi Sultan Demak ke V atau Sultan Demak terakhir dimana situasi kota Demak pada saat itu sudah tidak kondusif lagi untuk di jadikan Pusat Pemerintahan, maka Arya Penangsang memerintah Kesultananan Demak dari desa Jipang. Akan tetapi setelah Jaka Tingkir (Hadiwijaya) merebut takhta Demak dari tangan Arya Penangsang yang membuat hilangnya Kedaulatan Kesultanan Demak dengan berdirinya Kerajaan Pajang, maka sejak itu Blora masuk dalam wilayah Kerajaan Pajang. Tempat-tempat ini ramai didatangi peziarah yang berkeinginan mengubah nasib, khususnya hari Kamis.

Aryo Penangsang

Aryo Penangsang merupakan putra dari Pangeran Sekar Sedalepen, adik dari Raja Demak yang kedua: Pangeran Pati Unus, dan merupakan anak kedua dari Raden Patah, raja pertama dan pendiri Kerajaan Demak.
Pati Unus hanya sebentar menjadi raja di Demak, karena kemudian ia gugur ketika memimpin pasukan yang mencoba mengusir sepasukan bangsa Portugis yang menguasai Malaka. Karena Pangeran Sekar Sedalepen adik kedua dari Pati Unus juga meninggal.

Posisi raja di Demak kemudian diambil alih oleh Sultan Trenggono, anak ketiga dari Raden Patah. Bayi dari Pangeran Sekar kemudian ditemukan oleh Sunan Kudus, ia dinamai Aryo Penangsang, karena saat ditemukan ia tersangkut pada tumbuhan di pinggir sungai.
Setelah dewasa, Aryo Penangsang menjadi Adipati Jipang dan berebut kekuasaan bekas Kerajaan Demak dengan Raja Pajang Sultan Hadiwijaya alias Jaka Tingkir yang memindahkan pusat Kerajaan Demak ke Pajang. Jaka Tingkir atau Mas Karebet atau Sultan Hadiwijaya ini merupakan menantu dari Sultan Trenggono.


Peta-peta kuno Jawa

Untuk peta kuno Jawa (1598,  1612, 1614, 1650, 1660, 1800-an, abad ke-18, 1840) klik di sini

Jawa, tahun 1650


Sumber

– Sejarah Kadipaten Jipang: https://id.wikipedia.org/wiki/Jipang,_Cepu,_Blora
– Sejarah Kadipaten Jipang: http://www.murianews.com/2016/04/08/78360/desa-kecil-di-blora-ini-pernah-jadi-pusat-pemerintahan-kerajaan-djipang.html
– Daerah Jipang pusat kadipaten Jipang: http://www.konfrontasi.com/content/budaya/daerah-jipang-adalah-pusat-kerajaan-jipang-panolan-kata-ahli
Kawasan Jipang Cepu diyakini jadi pusat kadipaten Jipang: http://berita.suaramerdeka.com/kawasan-jipang-cepu-diyakini-jadi-pusat-kerajaan-jipang/

– Aryo Penangsang: https://id.wikipedia.org/wiki/Arya_Penangsang


Foto foto

Situs Kerajaan Jipang Panolan yang dipimpin Adipati Aryo Penangsang di tepi Bengawan Solo di Desa Jipang, Kecamatan Cepu

Makam Gedong Ageng Jipang. Situs Kerajaan Jipang Panolan yang dipimpin Adipati Aryo Penangsang di tepi Bengawan Solo di Desa Jipang, Kecamatan Cepu. Sumber: http://kabare.co/welcome/article/menelusuri-kearifan-lokal-kerajaan-jipang

Pasarean Arya Penangsang


Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: