Surabaya, kerajaan / Jawa Timur

Kerajaan Surabaya: 1365 sampai abad ke-17. Surabaya terletak di prov. Jawa Timur.

The kingdom of Surabaya: 1365 – 17th century. Located in the province of East Jawa.
For english, click here

Lokasi Surabaya, Jawa Timur


* Foto kerajaan Surabaya: di bawah


Garis kerajaan-kerajaan di Jawa: link


Foto sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link
* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link
* Foto situs kuno di Jawa: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Untuk video-video sejarah Jawa, klik di sini


KERAJAAN SURABAYA

Sejarah kerajaan Surabaya, 1365 sampai abad ke-17

Seorang penulis Portugis Tomé Pires menyebutkan bahwa seorang penguasa muslim berkuasa di Surabaya pada tahun 1513, meskipun menjadi bawahan kerajaan Majapahit yang Hindu-Buddha. Pada waktu itu, Surabaya sudah menjadi pelabuhan dagang utama, karena lokasinya di delta Sungai Brantas dan pada rute perdagangan antara Malaka dan Kepulauan Maluku melalui Laut Jawa.

Selama kejatuhan Majapahit, penguasa dari Surabaya menolak penguasa dari kesultanan Demak, dan akhirnya takluk pada kekuasaannya pada tahun 1530. Surabaya menjadi merdeka setelah kematian Sultan Trenggana dari Demak pada tahun 1546.
Pada tahun 1589 Surabaya memimpin kerajaan kecil lain dalam menentang kesultanan Pajang, penerus negara Demak, di Japan /Japanan (hari ini Mojokerto), yang akhirnya mengakhiri ekspansi Pajang ke timur.

Pada tahun-tahun awal abad ke-17, Surabaya, bersekutu dengan Pasuruan, memperluas pengaruhnya ke seluruh Jawa Timur. Ia kemudian menjadi negara yang paling kuat di Jawa Timur, menyaingi kesultanan Mataram di Jawa Tengah. Saat tahun 1622, mulai mengontrol Gresik dan Sedayu di Jawa Timur. Keraton ini juga membawahi Sukadana dan Banjarmasin di selatan Kalimantan.

VOC mendirikan sebuah pos perdagangan di Gresik, di bawah kontrol Surabaya, pada tahun 1602. Penulis Belanda menulis tentang pengaruh Surabaya yang meluas. Pada tahun 1620 penulis Belanda menjelaskan Surabaya sebagai negara yang kaya dan kuat dengan 30.000 tentara. Kota berukuran 37 kilometer (23 mi), dikelilingi oleh kanal dan dilindungi dengan meriam.

Lokasi kerajaan Surabaya, 1650 M

Kerajaan-kerajaan di Jawa timur, abad ke-17

Ketika Mataram dan Surabaya memperluas wilayah mereka dan pengaruhnya, mereka mulai bersaing untuk hegemoni di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pada tahun 1590, Mataram, di bawah pemerintahan Panembahan Senopati, menyerang dan mengambil alih Madiun, yang didukung oleh bawahan Surabaya. Mataram dan Surabaya yang didukung saingan pewaris takhta di Kediri. Pihak Surabaya menang pada tahun 1591, dan pihak yang kalah melarikan diri ke Mataram.
Pada tahun 1598 dan 1599 Mataram gagal menyerang Tuban, anggota sekutu Surabaya. Pada tahun 1610 Mataram mulai melakukan penggerebekan di Surabaya sendiri,  menghancurkan tanaman padi dan menjarah Gresik pada tahun 1613. Belanda penulis laporan dari pos perdagangan Gresik menulis sering terjadi konflik Mataram–Surabaya di awal abad ke-17. Belanda menutup posnya pada tahun 1615 ketika konflik semakin intensif.

Pada tahun 1620 Mataram menyerang Kota Surabaya itu sendiri. Karena kombinasi geografis, logistik, dan faktor iklim, Mataram tidak mampu melancarkan serangan langsung di Surabaya, atau mempertahankan pengepungan di kota ini. Sebagai gantinya, Mataram secara berkala menyerang Surabaya selama musim kemarau, mengadakan pengepungan, menghancurkan sawah, dan menjarah hasil panen dari daerah sekitarnya. Akhir pengepungan berlangsung pada tahun 1625.
Pasukan Mataram membendung sungai Brantas, membatasi pasokan air kota, dan membusukkan sisa pasokan air menggunakan hewan yang mati. Dengan kota kelaparan dan penuh dengan penyakit, Jayalengkara, adipati Surabaya, memutuskan untuk menyerah. Ia diizinkan untuk tinggal di Surabaya sebagai bawahan Sultan Agung, tapi adipati tua itu meninggal segera sesudahnya.

Kejatuhan Surabaya dan kota-kota pesisir lainnya di timur laut Jawa menyebabkan penurunan perdagangan Jawa pada periode berikutnya, dan munculnya kesultanan Makassar di Sulawesi sebagai pusat utama perdagangan rempah-rempah di Nusantara.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kadipaten_Surabaya


Tentang raja / penguasa Surabaya

Keraton Surabaya tak dipimpin raja, melainkan adipati. Yang terkenal pada masa kejayaannya adalah Adipati Jayalengkara. Meski buta, Jayalengkara mampu memimpin Surabaya hingga menjadi kerajaan terjaya di pesisir. Bahkan, Surabaya sudah memiliki daerah jajahan di Kalimantan seperti Sukadana dan Banjarmasin. Nah, sebagian orang jajahan dari sana datang ke Surabaya dan menetap di suatu wilayah. Tepatnya di daerah Ampel.

Catatan Padmosusastro menyebut nama Raja Surabaya itu adalah Jayalengkara. Putra raja ini lebih tersohor, yaitu Pangeran Pekik. “Pengeran Pekik sempat menggantikan ayahnya menjadi Raja Surabaya. Dia menikahi Adik Mas Rangsang alias Sultan Agung Hanyokrokusumo yang bernama Ratu Mas Pandan atau Ratu Pandansari,” begitu tulis Padmosusastro dalam bahasa Jawa di kitabnya.

Dijelaskannya, sejak Panembahan Senopati Ingalaga alias Sutawijaya memimpin Mataram Islam 1577, dia telah melihat potensi Surabaya yang sulit ditundukkan. Padahal Senopati bermimpi bahwa Mataram mewarisi tradisi Pajang yang berarti berkewajiban melanjutkan tradisi penguasaan atas seluruh tanah Jawa. Namun faktanya, Surabaya menjadi slilit bagi mimpi Senopati itu.

Catatan lain juga muncul. Kali ini seorang antropolog zaman Belanda, Dr de Graaf, yang menjelaskan jika Panembahan Senopati (1586 – 1601) yang bernafsu menguasai Surabaya tidak terlaksana hingga akhir kekuasaannya.
Penggantinya, Mas Jolang atau Panembahan Seda ing Krapyak (1550-1613) juga gagal mewujudkan keinginan ayahnya menyatukan Jawa karena ganjalan Surabaya. Setiap raja Mataram selalu mencoba menyerang Surabaya namun selalu mental.

Hingga Raja Mataram ketiga, Sultan Agung (1613-1645), yang berkeinginan mewujudkan mimpi buyutnya. Namun kekuatan militer Mataram tidak pernah benar-benar bisa menyeberang sungai Brantas.
Di dalam catatan yang saya temukan, Surabaya tidak hanya bertahan. Kerajaan ini sempat dua kali menyerang pusat kerjaaan Mataram di Kotagede selatan Jogjakarta. Yaitu pada 1614-1616. Namun dua kali pula serangan balasan ini juga kandas.


Daftar raja Surabaya

  • Kyai Sinuhun Ngampeldenta (Pangeran Rakhman) (c. 1500)
  • Pecat Tanda Terung (Pate Bubat?) (fl. 1513?)
  • Pangeran Tundungmusuh [putera]
  • Pangeran Lena [putera]
  • Pangeran Jebuk [putera]
  • Pangeran Wanakrama (Wiryakrama?) (late16 th century) [putera]
  • Panembahan Rama [putera]
  • Pangeran Surabaya [putera]
  • Pangeran Sunjaya [saudara]
  • Raden Jayalengkara (?-1625; wafat 1630)
  • 1625: Surabaya ditaklukkan Mataram

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_monarchs_of_Java#Rulers_of_Surabaya.5B16.5D

Raden Ajoe, isteri regen Soerabaja. Ca. 1890.


Keraton Surabaya

Rupanya Surabaya yang menjadi calon kota metropolitan ini juga pernah mempunyai keraton. Tentu namanya adalah Keraton Surabaya. Memang nggak banyak yang tau tentang keberadaan Keraton Surabaya.
Adanya Perang Soerabaia yang dipimpin oleh Ario Joyopuspito dari tahun 1710 hingga berakhir pada tahun 1723 membuat bangunan Keraton dan ceritanya hilang begitu saja. Ditempat ini sekarang yang tersisa hanyalah berupa nama jalan dan gapura. Memang tidak ada bukti nyata Keraton Surabaya berbentuk monumen maupun literatur sejarah.
Kawasan Baliwerti atau daerah Jalan Kramat Gantung, terdapat beberapa gang diberi nama Kraton. Salah satu penanda fisik keberadaan kerajaan Surabaya adalah sebuah bangunan yang diperkirakan merupakan gapura pintu masuk kraton. Gapura itu terletak di Gang II. Kondisi saat ini terjepit di antara namgunan rumah toko.
https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/keraton-bekas-kerajaan-surabaya-prov-jawa-timur/

Bekas gapura keraton Kadipaten SurabayaBekas gapura keraton Kadipaten Surabaya



Sumber Keraton Surabaya

– Keraton Surabaya: https://surabaya.go.id/
– Keraton Surabaya: https://surabaya.liputan6.com/

Sumber kerajaan Surabaya

– Sejarah kerajaan Surabaya:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kota_Surabaya#Asal-usul_Surabaya
Sejarah kerajaan Surabaya:  https://kissanak.wordpress.com/
Pernah ada kerajaan Surabaya: https://www.facebook.com/notes
Daftar raja Surabaya: https://en.wikipedia.org


Foto foto kerajaan Surabaya

Surabaya

Surabaya

 

———————————
Gambaran raja Surabaya yang direka pelukis Belanda 1860

Gambaran raja Surabaya yang direka pelukis Belanda 1860

 ———————————

Keturunan raja Surabaya menjabat regent van Soerabaia 1920

Keturunan raja Surabaya menjabat regent van Soerabaia 1920———————————–
Kawasan Baliwerti atau daerah Jalan Kramat Gantung, terdapat beberapa gang diberi nama Kraton. Salah satu penanda fisik keberadaan kerajaan Surabaya adalah sebuah bangunan yang diperkirakan merupakan gapura pintu masuk kraton. Gapura itu terletak di Gang II. Kondisi saat ini terjepit di antara namgunan rumah toko. Sumber: http://kabarindiependen.com/2014/11/gang-kraton-penanda-kebesaran-kerajaan-surabaya/

Gang Kraton, Penanda Kebesaran Kerajaan Surabaya

————————————-
Gang kraton Jl Pahlawan Surabaya

Gang kraton Jl Pahlawan Surabaya

—————————————-
Ini lukisan 1722 dari pelukis belanda yang menggabrakan pintu masuk kerajaan Surabaya. data ini dari pusat dokumentasi Indonesia dan Karibia di Leiden Nederland

Surabaya - ini lukisan 1722 dari pelukis belanda yang menggabrakn pintu masuk kerajaan Surabaya. data ini ini dari pusat dokumentasi Indonesia dan Karibia di Leiden Nederland

———————————
Menelusuri kerajaan Majapahit di kota Surabaya.  

Sumber: http://oldtimejava.blogspot.co.id/2014/07/menelusuri-kerajaan-majapahit-di-kota.html

MENELUSURI KERAJAAN MAJAPAHIT DI KOTA SURABAYA Sumber: http://oldtimejava.blogspot.co.id/2014/07/menelusuri-kerajaan-majapahit-di-kota.html


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: