Arangkaa, kerajaan / Prov. Sulawesi Utara- P. Karakelong

Kerajaan Arangkaa terletak di P. Karakelong, prov. Sulawesi Utara, Kab. Kepulauan Talaud.
Terletak di pulau Karakelang, di selatan dari pulau Talaud.
Kerajaan Arangkaa menolak tunduk pada Belanda. Ini sebabnya Arangkaa diserbu dan dibumihanguskan pada 1893.

The kingdom of Arangkaa is located on the island of Karakelong, prov. Sulawesi Utara, Kab. Kepulauan Talaud.
Karakelang is located south of the island of Talaud.
The Arangkaa kingdom refused to submit to the Dutch. This is why Arangkaa was invaded and burned to the ground in 1893.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara

———————–

Lokasi kerajaan Arangkaa dan kerajaan lain di P. Siau, P. Tagulandang, P. Talaud, P. Sangihe, 1850 M

Kerajaan-kerajaan di P. Siau, P. Tagulandang, P. Talaud, P. Sangihe, 1850 M


* Foto kerajaan2 di kep. Talaud: link


* Kerajaan-kerajaan di kepulauan-kepulauan di Prov. Sulawesi Utara, klik di sini


KERAJAAN ARANGKAA

Sejarah kerajaan Arangkaa

Kerajaan Arangkaa sendiri berada di timur laut Pulau Karakelang (kep. Talaud), dan wilayahnya mencakup Arangkaa, Taruan, Gemeh, dan Taturan. Sewaktu masuknya pemerintah kolonial Belanda, Arangkaa diperintah Raja Manee. Oleh karena kedudukannya juga diturunkan menjadi jogugu, maka Raja Manee murka dan ia menuntut agar tetap diakui sebagai raja oleh pemerintah kolonial. Beliau menyatakan bahwa jabatan jogugu itu lebih tepat bagi anaknya beranma Andrias Binilang atau Rumenta (halaman 28). Kendati demikian, pemerintah kolonial tidak mau memenuhi tuntutan ini.

Pada 23 Juli 1893 meletuslah perang Arangkaa, karena kerajaan Arangkaa dibawah raja Mane’e dengan panglima perangnya raja Larenggam menolak menandatangani Korte Verklaring atau Perjanjian Pendek yang dipaksakan oleh penguasa penjajah Belanda. Akibat politik Devide et Impera, maka kerajaan Arangkaa dapat ditaklukan dan rajanya ditembak mati bersama isterinya.

Sumber dan sejarah lengkap: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.co.id/


Tentang Raja Larenggam

Puluhan kapal perang tentara Hindia Belanda tiba di perairan Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Peristiwa itu terjadi sekitar akhir abad ke-19. Kapal-kapal itu siap menggempur kerajaan-kerajaan kecil yang berada di sekitar Kepulauan Talaud.
Pemimpin tentara Belanda melakukan negosiasi dengan raja-raja kecil di sana.
Namun, raja-raja kecil itu menolak. Mereka tidak ingin tentara Hindia Belanda masuk dan mengobrak-abrik wilayah mereka. Termasuk di antara raja kecil itu adalah Raja Larenggam.
– Sumber dan lengkap: talaudnews.wordpress.com

Makam raja Larenggam di desa Bannada


Raja kerajaan Arangkaa

Kerajaan Arangkaa dipimpin berturut-turut oleh tiga orang raja yaitu:
1) 1810-1851: Raja Tawoe,
2) 1851-1890: Raja Manee Binilang,
3) 1891-1893: Raja Larenggam Semalle.

Lengkap tentang raja Binilang dan Raja Larenggam: klik di sini


KERAJAAN-KERAJAAN DI KEPAULAUAN DI SULAWESI UTARA

Untuk daftar kerajaan-kerajaan di kepulauan di Sulawesi utara, klik di sini.

Kerajaan Siau dan kerajaan Rimpulaeng, 1550 M

P. Siau, 1550 M


Sumber kerajaan Arangkaa

– Sejarah kerajaan Arangkaa: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.co.id/
– Sejarah kerajaan Arangkaa: https://talaudnews.wordpress.com/
Larenggam, kelicikan Belanda dan penyerbuan Arangkaa Talaud, 1893: https://barta1.com/v2/


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: