Bulukumba – suku Konjo Pesisir dan suku Konjo Pegunungan

Suku Konjo adalah suku di Sulawesi Selatan terutama di kab. Bulukumba, yang terbagi dua, yaitu suku Konjo Pegunungan dan suku Konjo Pesisir. Masing-masing dari kedua suku; Konjo pegunungan dan pesisir memiliki adat dan budaya yang agak berbeda. Kedua suku ini memiliki keunikan, baik dari sisi tradisi dan adat istiadat dan cara hidupnya, sistem perkawinannya, dan masih banyak lagi.

Kabupaten Bulukumba


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


SUKU KONJO

Umum

Suku Konjo adalah suku di Sulawesi Selatan terutama di kab. Bulukumba, yang terbagi dua, yaitu suku Konjo Pegunungan dan suku Konjo Pesisir. Masing-masing dari kedua suku; Konjo pegunungan dan pesisir memiliki adat dan budaya yang agak berbeda. Kedua suku ini memiliki keunikan, baik dari sisi tradisi dan adat istiadat dan cara hidupnya, sistem perkawinannya, dan masih banyak lagi.

Suku Konjo Pesisir

Suku Konjo Pesisir mendiami Kabupaten Bulukumba, Provinsi Sulawesi Selatan. Suku Konjo mendiami 4 Kecamatan (Bonto Tiro, Kajang, Bonto Bahari dan Herlang), yang kesemuanya berada di wilayah bagian Timur Kabupaten Bulukumba.

Orang Konjo membangun kapal layar pinisi yang biasanya dikira dibuat oleh suku Bugis dan suku Makassar.

Salah satunya adalah Suku Kajang – merupakan perkampungan tradisional khas suku Konjo. Di daerah ini terdapat hutan lindung yang memasuki tempat sakral ini, para pelancong atau pendatang yang akan masuk ke wilayah ini harus memakai pakaian serba hitam.

Di wilayah Sulawesi Selatan, selain di Kabupaten Bulukumba, Suku Konjo juga terdapat di Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Barru (beberapa Desa di Kecamatan Pujananting).


Suku Konjo Pegungunan

Suku Konjo pegunungan umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Sistem pertanian bagi hasil sangat lazim di kalangan suku Konjo, di mana para pekerja/penggarap menerima 1/2 atau 1/3 dari keuntungan, tergantung siapa yang membayar untuk benih dan keperluan tanam.

Cara hidup gotong royong sangat melekat dalam kehidupan suku Konjo, misalnya dalam membangun rumah, mempersiapkan pesta, atau waktu panen. Tetapi segala hal yang telah dilakukan itu diperhitungkan, dan mereka biasanya mengharapkan bantuan serupa bila kelak diperlukan.

Keramah tamahan dan interaksi sosial sangat ditekankan pada suku Konjo. Orang Konjo 100 persen beragama Islam. Tetapi 75 persen dari orang Konjo masih mempertahankan praktik animisme mereka.Kebutuhan suku Konjo ini adalah teknik pengairan/irigasi yang tepat, sehingga bisa meningkatkan hasil pertanian mereka. Selain itu hasil perkebunan mereka juga potensial untuk dikelola dengan lebih baik.

Sikap orang Konjo yang positif terhadap pendidikan membuka kesempatan bagi para tenaga pendidik yang bisa beradaptasi dengan adat istiadat mereka untuk memotivasi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi.


Daftar kerajaan kerajaan Suku Konjo

* Kerajaan Tanete (Bulukumba),
* kerajaan Kindang,
* kerajaan Ujung Loe,
* kerajaan Tiro,
* kerajaan Herlang
* kerajaan Kajang,
* kerajaan Ara,
* kerajaan Bira,
* kerajaan Lemo Lemo,
* kerajaan Tanah Beru,
* kerajaan Batang,
* kerajaan Tangnga
* kerajaan Sudiang


Sumber

– Sejarah kerajaan di Bulukumba: https://id.wikipedia.org/wiki/
– Sejarah kerajaan di Bulukumba: http://kerajaanbira.blogspot.co.id/
Sejarah kerajaan Konjo di Bulukumba: http://materiardhyansyah.blogspot.com/

Suku Konjo Pegunungan: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Konjo_Pegunungan
Suku Konjo Pesisir: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Konjo_Pesisir
Suku Konjo Pegunungan dan suku Konjo Pesisir: Suku Konjo


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: