Badung, kerajaan / Bali

Kerajaan Badung, 1788–1950. Terletak di pulau Bali, prov. Bali.

The Kingdom of Badung, 1788–1950.  Located on the province of Bali.
For english, click here




* Foto Puri Agung Denpasar, Badung: link
* Foto foto Bali dulu, situs kuno dan puputan: link


Present King: Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan / Raja Denpasar IX  ( 2005 – sekarang )


Sejarah / History Kerajaan Badung, 1788–1950

For english, click here

Kerajaan Badung adalah suatu kerajaan yang berdiri di Pulau Bali bagian selatan. Pusat pemerintahan Kerajaan Badung berada di Puri Agung Denpasar.

Abad ke-14 Ki Bendesa membangun istana untuk Sira Arya Tegeh Kori yang diberi nama Puri Benculuk dan menetapkan nama wilayah kekuasaannya menjadi Badung yang berasal dari kata Badeng, sesuai dengan titah Ida Bhatari Batur yakni “Tonja Yang Jakang Wana Badeng“. Kemudian Sira Arya Tegeh Kori menghadap kepada penguasa Bali, Sri Kresna Dalem Kepakisan, yang bertahta di Samprangan dan melaporkan bahwa ia telah diangkat menjadi penguasa Badung pertama. Pada masa selanjutnya, para penguasa Badung sebagai bawahan dari Kerajaan Gelgel juga membangun Puri Ksatriya dan Puri Tegal Agung. Masa Pemerintahan para keturunan Tegeh Kori ini diperkirakan berlangsung pada tahun 1360-1750.

Pada akhir abad ke-18, kekuasaan Puri Ksatriya jatuh kepada Kyayi Ngurah Made, sebagai penerima tahta dari Kyayi Ngurah Jambe Ksatriya. Karena Puri Ksatriya telah rusak karena perang perebutan kekuasaan, maka pada masa kekuasaan Kyayi Ngurah Made, dia memerintahkan untuk membuat puri baru yang terletak di Tetaman Den-Pasar, yang berada di sebelah selatan reruntuhan Puri Ksatriya. Pada tahun 1788 Puri Agung Denpasar secara resmi digunakan sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Badung dan Kyayi Ngurah Made sebagai Raja Badung I menggunakan gelar “I Gusti Ngurah Made Pemecutan”, mengingat dia keturunan dari Dinasti Pemecutan (1788-1813).

Puputan Badung 1906

Pada tahun 1904 sebuah kapal wangkang berbendera Belanda milik seorang Tionghoa dari Banjarmasin bernama “Sri Komala” kandas di Pantai Sanur. Pemilik kapal dan pemerintah Hindia Belanda menuduh masyarakat setempat melucuti, merusak, dan merampas isi kapal serta menuntut kepada raja-raja Badung atas segala kerusakan itu sebesar 3.000 dolar perak dan menghukum orang-orang yang merusak kapal. Penolakan raja atas tuduhan dan pembayaran kompensasi itu, menyebabkan pemerintah Hindia Belanda mempersiapkan ekspedisi militernya ke Bali pada tanggal 20 September 1906. Tiga batalyon infantri dan 2 batalyon pasukan artileri segera mendarat dan menyerang Kerajaan Badung.

Setelah menyerang Badung, Belanda menyerbu kota Denpasar, hingga mencapai pintu gerbang kota, mereka belum mendapatkan perlawanan yang berarti namun tiba-tiba mereka disambut oleh segerombolan orang-orang berpakaian serba putih, siap melakukan “perang puputan” (mati berperang sampai titik darah terakhir). Dipimpin oleh Raja I Gusti Ngurah Made Agung dan para pendeta, pengawal, sanak saudara, laki-laki serta perempuan menghiasi diri dengan batu permata dan berpakaian perang keluar menuju tengah-tengah medan pertempuran. Hal itu dilakukan karena dalam ajaran Hindu, bahwa tujuan kesatria adalah mati di medan perang sehingga arwah dapat masuk langsung ke surga. Menyerah dan mati dalam pengasingan adalah hal yang paling memalukan. Dikabarkan bahwa sebelum terjadi puputan, putra mahkota dari I Gusti Ngurah Made Agung bernama I Gusti Alit Ngurah yang usianya sudah menginjak 10 tahun, terlebih dahulu dilarikan oleh beberapa laskar khusus pengawal kerajaan didampingi ibunya serta beberapa keluarga dekat puri, pergi ke daerah barat tepatnya di Desa Seminyak, Kuta. Pada tanggal 17 Januari 1907, I Gusti Alit Ngurah pun ditangkap dan menjadi tawanan perang, serta diasingkan ke Mataram, Lombok, oleh pemerintah Hindia Belanda.

Pada tahun 1929, setelah pembangunan kembali Puri Agung Denpasar yang hancur saat puputan, I Gusti Alit Ngurah diangkat oleh Hindia Belanda sebagai Regent Badung dengan gelar Cokorda Alit Ngurah. Pemerintah Hindia Belanda mulai menerapkan sistem pemerintahan yang baru yaitu Zelfbestuur (pemerintahan swapraja) guna dapat mempermudah mengatur daerah jajahan yang demikian luasnya pada tanggal 1 Juli 1938.


Istana / Palace: Puri Agung Badung

For english, click here

Puri Agung Denpasar (Puri Agung Satria) merupakan sebuah puri peninggalan raja-raja bali khususnya di daerah Bali selatan. Puri ini didirikan oleh Kyai Agung Made Ngurah (I Gusti Ngurah Made Pemecutan) sebagai Raja Denpasar pertama dan pembangunannya selesai pada tahun 1788 setelah sebelumnya beliau memindahkan pusat pemerintahan Kerajaan Badung dari Puri Jambe Kesatria. Selanjutnya pusat pemerintahan Kerajaan Badung berada di Puri Agung Denpasar sampai akhirnya Pasukan Belanda mengalahkan Kerajaan Badung melalui Perang Puputan Badung tahun 1906.

– Tentang Puri di Bali: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/kerajaan-bangli/puri-istana-di-bali/

* Foto Puri Agung Denpasar, Badung: link


Daftar Raja / list of kings

For english, click here

1 Puri Pinatih

* Kekuasaan I Gusti Ngurah Pinatih

2 Puri Tegeh Kori (daerah tegal)

* Kyayi Tegeh Kori

3 Puri Alang Badung ( — sampai 1750 )

* Kyayi Ketut Bendesa / Kyayi Notor Wandira  (masa kekuasaan Tegeh Kori)
* Kyayi Gede Raka / Kyayi Jambe Pule  (kerajaan badung di bawah kendali Puri Alang Badung)
* Kyayi Jambe Merik / Raja Badung I
* Kyayi Jambe Ketewel / Raja Badung II
* Kyayi Jambe Tangkeban Raja Badung III

4 Puri Ksatria  ( 1750 – 1788)

* Kyayi Jambe Aji ( Kyayi Jambe Aeng ) / Raja Badung IV
* Kyayi Jambe Ksatria / Raja Badung V
* Kyayi Ngurah Made  (I Gusti Ngurah made Pemecutan) / Raja Badung VI

5 Puri Agung Denpasar (1779 – Sekarang)

* I Gusti Ngurah Made Pemecutan / Raja Badung VI / Raja Denpasar I  ( 1779/1788 – 1813 )
* I Gusti Ngurah Jambe Pemecutan / Raja Denpasar II  ( 1813 – 1817 )
* I Gusti Made Ngurah Pemecutan / Raja Denpasar III  ( 1817 – 1829 )
* I Gusti Gede Ngurah Pemecutan / Raja Denpasar IV  ( 1829 – 1848 )
* I Gusti Alit Ngurah Pemecutan / Raja Denpasar V  ( 1848 – 1902 )
* I Gusti Ngurah Made Agung / Raja Denpasar VI  ( 1902 – 1906 )  [masa puputan badung]
* Cokorda Alit Ngurah / Raja Denpasar VII  ( 1929 – 1947 )  [masa penjajahan]
* Cokorda Ngurah Agung / Ida Cokorda Denpasar VIII  [awal kedaulatan NKRI]
* Ida Cokorda Ngurah Jambe Pemecutan / Raja Denpasar IX  ( 2005 – sekarang )

– Sumber / source: link


Peta kuno Bali

klik peta-peta di bawah untuk besar

Peta Bali abad ke-16

Peta Bali tahun 1750

Kerajaan di Bali, sekitar tahun 1900.

9 Kerajaan di Bali, sekitar tahun 1900.


Intervensi Belanda di Bali, 1846, 1848, 1849, 1906, 1908

– 1846: Perang Bali I: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-i-1846/
– 1848: Perang Bali II: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-ii-1848/
– 1849: Perang Bali III: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/perang-bali-iii-1849/
– 1906: Intervensi belanda di Bali / Puputan 1906: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-bali-1906/
– 1908: Intervensi Belanda di Bali / Puputan 1908: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/bali/puputan-klungkung-1908/


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Badung di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Badung
– Sejarah kerajaan Badung: http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.co.id/2011/04/sejarah-puri-denpasar.html
– Sejarah kerajaan Badung: http://puriagungdenpasar.com/sejarah-2/sejarah/

Website Puri Agung Denpasar: link
————————-

– Sejarah pulau Bali di Wiki: link
– Asal usul sejarah pulau Bali: http://asal-usul-motivasi.blogspot.co.id/2012/02/asal-usul-sejarah-pulau-bali.html
– Sejarah pulau Bali:
http://www.id.baliglory.com/2015/06/bali-pulau-dewata.html
– Sejarah Bali kuno masa 1343:
http://rah-toem.blogspot.co.id/2011/10/sejarah-bali-kuno-masa-1343.html
Sejarah adanya Kasta di Bali: http://inputbali.com/sejarah-bali/sejarah-adanya-kasta-di-bali
– Sejarah Bali 1914-1950: http://www.kompasiana.com/jurnalgemini/sejarah-bali-1914-1950-an-1-dari-pariwisata-eksotis-ke-nasional_551f83ec813311186e9de31f
Leluhur orang Bali Aga, penduduk asli pulau Bali: http://jadiberita.com/1007/leluhur-orang-bali-aga-penduduk-asli-pulau-bali.html
– Agama Hindu Bali: https://id.wikipedia.org/wiki/Agama_Hindu_Bali


* Foto Puri Agung Denpasar, Badung: link

official emblem of our family.

Official emblem of the family of Puri Agung Denpasar.
“Ratu Hawir Bhuja Puri Agung Denpasar”,
which has the meaning of the sentence is: the King of kings. same as in the system of government in the Malaysia kingdom.


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s