Tabukan, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara

Kerajaan Tabukan terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.

The kingdom of Tabukan is located on the island of Sangihe, province of North Sulawesi (Nusa Utara).
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Wilayah kerajaan p. Sangihe sampai tahun 1957.


* Foto kerajaan Tabukan: link
* Foto kepulauan Sangihe: link


Sejarah kerajaan Tabukan

Raja Matandatu adalah Putra Raja Bulegalangi Raja ke-13 Kerajaan Sangihe.
Kerajaan Tabukan dulunya di sebut Kerajaan Saluhang atau yang di eluh-eluhkan saat Raja Matandatu lagi ke Tabukan. Kerajaan Tabukan adalah Kerajaan yang di bentuk pada jamannya Raja Sangihe ke 13 yaitu Raja BulegaLangi cucu dari Raja Gumansalangi Raja Sangihe pertama. Kerajaan Tabukan didirikan secara serentak dengan Kerajaan Kendahe waktu itu merupakan dua Kerajaan baru didirikan dan diberikan kepada Generasi Raja Gumansalangi dari Kerajaan Sangihe.

Sebagai Nama Julukkan atau Sasahara dari Kerajaan Tabukan dulu adalah :
– Kerajaan Sesaluhang berpusat di Salurang
– Kerajaan Sahabe berpusat di moade.

Nama-nama julukan atau Sasahara tersebut mengartikan Tabukan sebagai suatu kesatuan dari Kerajaan Sangihe yang tak terpisahkan.
Pemekaran Wilayah Kekuasaan Kerajaan Sangihe yang pertama di tahun 1300an, sbb :
1. Kerajaan Tabukan – Raja Matandatu (1342 – 1402)
2. Kerajaan Kendahe – Raja Balanaung (1343 – 1403)

Kulano atau Pangeran yang di nobatkan sebagai Raja Pertama di Kerajaan Tabukan adalah Raja Matandatu. Raja Matandatu di berikan kuasa melalui penobatannya di Kerajaan Tabukan sebagai Kerajaan yang baru di bentuk dan merupakan kesatuan dari kerajaan Sangihe yang tak bisa di pisahkan. Dalam Penobatannya sebagai Raja, Raja Matandatu berjanji sangat setia dan patuh terhadap Raja Bulegalangi sebagai Pimpinan kekuasaan tertinggi di Kerajaan Sangihe, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta menghormati Ritual para leluhur dari garisan generasi Medelu dan Mekila juga Raja Pertama Gumansalangi hingga ke para Datuk-datuk Sangihe sebagi Generasinya dari Mekila dan Medelu. Setia menjalankan tugas di masing-masing wilayah Kekuasaan Kerajaannya, dan menjaga seluruh keutuhan Kerajaan Sangihe dan wilayah masing-masing Kerajaan.
Pusat Kekuasaan Pemerintahan Kerajaan Tabukan di pusatkan di Salurang.

Titah Raja sesuai dengan apa yang di amanatkan oleh Raja Pertama Gumansalangi terus kepada Raja Melintasnusa dan Melikunusa kemudian kepada Raja Bulegalangi tetap di berlakukan hingga seterusnya kepada generasi selanjutnya di setiap penobatan Datuk atau Raja di Kerajaan Sangihe.

Wilayah Kekuasaan Kerajaan Tabukan meliputi :
Salurang/Moade, Sahabe, Kuma, Kuluhe, Peta, Enemawira, Manalu, Ngalipaeng I, Ngalipaeng II, Sowaeng, Batunderang, Lapango, Bebalang.

– Sumber: http://sahandarumangblog.blogspot.co.id/2017/11/kerajaan-tabukan-sangihe.html

Keluarga Raja Sarapil (Raja Tabukan), Keluarga K.G.F. Steller dan Kel G.F Schroder (Penginjil Sangihe)


Daftar Raja / List of kings

Versi 1 – Sumber: https://sitaro.wordpress.com/raja-raja-tabukan/

* 1530-1575: Raja don Macaampo / Wawenggehe
* 1575-1610: Raja Pahawuateng / Wuatengsemba, putera
* 1610-1677: R. Hama / Gamanbanua / Gadma, putera. From 1654 Markus Vascoda Filianena (penguasa pertama yang bergelar Raja)
* 1677-1700: R. Don Francesco/Franciscus Macaampo Juda I/Rolongsego Juda I. (dibunuh), putera – link
* 1700-1718: R. Mehengkelangki /Matheus Fransicscos Macaampo. Putera
* 1718-1722: R. Jacob Markus Dalero. Saudara.
* 1722-1757:
A) R. Don Philip Macaampo/Karula. Putera 5.
B) Around 1748 t; dari 1748-17.e Raja sakit. The Jogugu (district chief) was temporary-ruler: Jacobus Takalima.
* 1757-1782: R. David Johan Philip/ Macaampo Sani/Mawu Sinaka. Cucu.
* 1782-1785?: Hendrik Daniel Paparang/Pahawuateng II. Cucu.
* 1……-1847: R. Willem Alexander Paparang/Juda II. Putera

* 1847?-1851: Jacob Nicolaas Paparang/Bebesang. Putera
* 1851-1880: Hendrik David Paparang/Kumuku/Mawu Nilawu. Saudara
* 1880-1881: Regent Ahogho Paparang/Herman Paparang. Saudara
* 1881-1882: Regent L.W. Israel Kakomba
* 1882-1883: Regent Labanasse Manossoh
* 1883: Regent Manganguling Laihad
* 1883: Regent Buli-Wuli (W.) Janis. Memerintah 6 bulan.
* 1883-1885: Regent Ansa Dulage Kansil
* 1885-1892: Regent Cornelis Sirih Darea (1885-1892 (meninggal saat ditangkap)
* 1892-1922: Raja David Jonathan Papukule Sarapil. Sampai 1897 regen.
Keturunan Raja 7, Who had no legal royal children. One son was prince Sarapil, whose descendent after some generations was Raja David Sarapil, who was much praised by the dutch as a superb ruler. Born in 1850.

* 1922-1929: R. Willem Alexander Kahendage Sarapil (dibuang ke Sulawesi tahun 1928. .Already ruled 1-9-1922
* 1929-1944: R. Lefinus Israel Petrus Macpal. Dibunuh Jepang.
* 1944-1946: Temporary-Raja Umar Muhammad (Colonial official from Minahass) (also ruler of Tahuna 1942-1945?)
* 1946: Temp. Raja Abdullah Mohammad (Colonial official From Gorontalo)
* 1949-1951: Rudolf A. Tasin. Former Jogugu)
* 1951-1952: J.M. Laihad; Highest Ruler of the Self Governed State/Pejabat Swapraja
* 1952-1953: Buol Pontoh. Chief / Kepala Swaparaja

———————————–

Versi 2  – Sumber: http://sahandarumangblog.blogspot.co.id/2017/11/kerajaan-tabukan-sangihe.html

1342-1402: Raja Matandatu dari Salurang
1402-1457: Raja Pahawonseke dari Sahabe
1457-1512: Raja Mamatanusa
1512-1567: Raja Wuatengsemba
1567-1662: Raja Gamanbanua Nena
1662-1672: Raja Don Franciscus Rolongsenggo Juda I
1672-1712: Raja Franciscus Mehengkenglangi
1712-1722: Raja Jacob Markus Dalero
1722-1757: Raja Don Philip Karula. Around 1748 the Raja was sickly; From 1748 the Jogugu (A District Chief) was temporary-Ruler: Jacobus Takalima
1757-1782: Raja David Johan Philip Sani (mawu sinaka)
1782-1785: Raja Hendrik Daniel Paparang Pahawuateng II
1785-1847: Raja Raja Willem Paparang Juda II
1847- 1851: Raja Jacob Nocolaas Paparang Bebesang
1851-1892: Raja David Paparang Kumuku (mawu nilawu)
1880-1881: Regent Aghogho Paparang
1881-1882: Regent L.W. Israel Kakomba
1882-1883: Regent Labanasse Manossoh 
1883: Regent Manganguling Laihad 
1883: Regent Buli Wuli Janis 
1883-1885: Regent Ansa Dulage 
1885-1892: Regent Cornelis Sirih Darea
1892-1922: Raja Jonathan Papukule Sarapil
1922-1929: Raja Willem Kahendage Sarapil
1929-1944: Raja Lefinus Israel Macpal


Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejak abad 15 di P. Sangihe muncul pemerintahan lokal/tradisional. Pertama kali, dibuktikan lewat catatan jurutulis Magellan tahun 1421, Antonio Pigaffeta. Di Sangihe, Pigafetta mencatat ada empat raja. Dua di Siau dan satu di Tagulandang. Tapi sumber sejarah tiga abad sesudahnya, hasil tulisan F. Valentijn yang datang ke Sangihe awal abad ke-18, menyebut awalnya hanya dua saja kerajaan di Sangihe, yaitu Tabukan dan Kalongan. Menurutnya, nanti kira-kira tahun 1670 muncul sembilan kerajaan di Sangihe, yaitu:
* Kerajaan Kendahe,
* Kerajaan Taruna,
* Kerajaan Kolongan,
* Kerajaan Manganitu (Kauhis),
* Kerajaan Limau,
* Kerajaan Tabukan,
* Kerajaan Sawang (Saban) dan
* Kerajaan Tamako.

Namun, kemudian kerajaan yang terakhir (Tamako) menjadi bagian Siau. Sementara, Raja Limau ditumpas pasukan kiriman Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Dan, Sawang bergabung dengan Kerajaan Taruna dan Kerajaan Kolongan. Sedangkan Kauhis bergabung dengan Manganitu.

Pada tahun 1898 Kerajaan Kendahe dan Kerajaan Taruna digabung menjadi satu. Di dua wilayah inilah tahun 1919 Raja Soleman Ponto memerintah dengan pusatnya di Kota Tahuna kini. Artinya, pada tahun 1900-an tersisa empat kerajaan saja: Tabukan, Manganitu, Siau dan Kendahe-Taruna.
– Sumber: http://thekawanua.blogspot.co.id/2010/02/kerajaan-kendahe-dan-sekitarnya.html


Sumber kerajaan Tabukan

– Sejarah kerajaan Tabukan:  http://historyroemahboenga.blogspot.co.id/2009/12/kerajaan-tabukan.html?zx=3fd9667434ec7f07
Sejarah kerajaan Tabukan: http://sahandarumangblog.blogspot.co.id/2017/11/kerajaan-tabukan-sangihe.html
Daftar Raja Tabukan:  https://sitaro.wordpress.com/raja-raja-tabukan/
– Makam raja Tabukan Ampo Wawengeh (1530): http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbgorontalo/2014/07/01/makam-raja-maka-ampo-wawengeh-raja-pertama-tabukan-1530/

Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah kerajaan di Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.co.id/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://manado.tribunnews.com/2013/06/25/asal-usul-manado-siau-dan-sangihe-talaud
– Raja raja Sangihe Talaud: http://raja-rajasangihetalaud.blogspot.co.id/2016/08/800×600-normal-0-false-false-false-en.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi Utara: https://arkeologiriset.wordpress.com/2017/11/01/sejarah-sangihe-pilipina/


Foto

Di Kampung Salurang Kecamatan Tabukan Selatan Tengah merupakan cikal bakal lahirnya kerajaan – kerajaan di Bumi Pulau Sangihe Besar ini dengan Kerajaan yang pertama yaitu Kerajaan Tabukan dengan Rajanya yang pertama yaitu Raja Makaampo (1530 – 1575), yang dimakamkan di Pulau Sura.Makam ini terbuat dari batu lapis.


Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s