Tabukan, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Sangihe

Kerajaan Tabukan terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara. Kerajaan Tabukan, merupakan kerajaan yang dulunya disebut dengan kerajaan Saluhang muncul pada abad ke-13. Kerajaan ini didirikan serentak dengan kerajaan Kendahe kala itu. Kerajaan ini berdiri sampai 1942.

The kingdom of Tabukan is located on the island of Sangihe, province of North Sulawesi (Nusa Utara). Tabukan Kingdom was formerly known as the Saluhang Kingdom, emerged in the 13th century. This kingdom was founded simultaneously with the Kingdom of Kendahe at that time. This kingdom existed until 1942.
For english, click here

Lokasi kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara


Pulau Sangihe


* Foto kerajaan Tabukan: link


Foto kerajaan2 di pulau Sangihe dulu: link


Video sejarah kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, 1295-2018: link


KERAJAAN TABUKAN

Sejarah kerajaan Tabukan

– Sejarah lengkap kerajaan2 dan sistem pemerintahan di Kep. Sangihe: klik di sini

Raja Matandatu adalah Putra Raja Bulegalangi Raja ke-13 kerajaan Sangihe.
Kerajaan Tabukan dulunya di sebut kerajaan Saluhang atau yang di eluh-eluhkan saat Raja Matandatu lagi ke Tabukan. Kerajaan Tabukan adalah kerajaan yang di bentuk pada jamannya Raja Sangihe ke-13 yaitu Raja BulegaLangi cucu dari Raja Gumansalangi Raja Sangihe pertama. Kerajaan Tabukan didirikan secara serentak dengan kerajaan Kendahe waktu itu merupakan dua kerajaan baru didirikan dan diberikan kepada Generasi Raja Gumansalangi dari kerajaan Sangihe.

Sebagai Nama Julukkan atau Sasahara dari kerajaan Tabukan dulu adalah:
– Kerajaan Sesaluhang berpusat di Salurang
– Kerajaan Sahabe berpusat di Moade.

Kerajaan2 di P. Sangihe

Nama-nama julukan atau Sasahara tersebut mengartikan Tabukan sebagai suatu kesatuan dari kerajaan Sangihe yang tak terpisahkan.
Pemekaran wilayah kekuasaan kerajaan Sangihe yang pertama di tahun 1300an, sbb :
1. Kerajaan Tabukan – Raja Matandatu (1342 – 1402)
2. Kerajaan Kendahe – Raja Balanaung (1343 – 1403)

Kulano atau Pangeran yang di nobatkan sebagai Raja pertama di kerajaan Tabukan adalah Raja Matandatu. Raja Matandatu di berikan kuasa melalui penobatannya di kerajaan Tabukan sebagai kerajaan yang baru di bentuk dan merupakan kesatuan dari kerajaan Sangihe yang tak bisa di pisahkan. Dalam Penobatannya sebagai Raja, Raja Matandatu berjanji sangat setia dan patuh terhadap Raja Bulegalangi sebagai Pimpinan kekuasaan tertinggi di kerajaan Sangihe, dan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta menghormati Ritual para leluhur dari garisan generasi Medelu dan Mekila juga Raja pertama Gumansalangi hingga ke para Datuk-datuk Sangihe sebagi Generasinya dari Mekila dan Medelu. Setia menjalankan tugas di masing-masing wilayah kekuasaan kerajaannya, dan menjaga seluruh keutuhan kerajaan Sangihe dan wilayah masing-masing kerajaan.
Pusat kekuasaan pemerintahan kerajaan Tabukan di pusatkan di Salurang.

Titah Raja sesuai dengan apa yang di amanatkan oleh Raja pertama Gumansalangi terus kepada Raja Melintasnusa dan Melikunusa kemudian kepada Raja Bulegalangi tetap di berlakukan hingga seterusnya kepada generasi selanjutnya di setiap penobatan Datuk atau Raja di kerajaan Sangihe.

Wilayah kekuasaan kerajaan Tabukan meliputi :
Salurang/Moade, Sahabe, Kuma, Kuluhe, Peta, Enemawira, Manalu, Ngalipaeng I, Ngalipaeng II, Sowaeng, Batunderang, Lapango, Bebalang.

– Sumber: http://sahandarumangblog.blogspot.co.id/2017/11/kerajaan-tabukan-sangihe.html

Keluarga Raja Sarapil (Raja Tabukan), Keluarga K.G.F. Steller dan Kel G.F Schroder (Penginjil Sangihe)


Pelengseran 3 raja Sangihe ( raja raja Tabukan, Kendahe-Tahuna, Siau), awal abad ke-20

Untuk pelengseran raja raja Sangihe, klik di sini


Daftar Raja

– Sumber: https://sitaro.wordpress.com/raja-raja-tabukan/

* 1530-1575: Raja don Macaampo / Wawenggehe
* 1575-1610: Raja Pahawuateng / Wuatengsemba, putera
* 1610-1677: R. Hama / Gamanbanua / Gadma, putera. From 1654 Markus Vascoda Filianena (penguasa pertama yang bergelar Raja)
* 1677-1700: R. Don Francesco/Franciscus Macaampo Juda I/Rolongsego Juda I. (dibunuh), putera – link
* 1700-1718: R. Mehengkelangki /Matheus Fransicscos Macaampo. Putera
* 1718-1722: R. Jacob Markus Dalero. Saudara.
* 1722-1757:
A) R. Don Philip Macaampo/Karula. Putera 5.
B) Around 1748 t; dari 1748-17.e Raja sakit. The Jogugu (district chief) was temporary-ruler: Jacobus Takalima.
* 1757-1782: R. David Johan Philip/ Macaampo Sani/Mawu Sinaka. Cucu.
* 1782-1785?: Hendrik Daniel Paparang/Pahawuateng II. Cucu.
* 1……-1847: R. Willem Alexander Paparang/Juda II. Putera

* 1847?-1851: Jacob Nicolaas Paparang/Bebesang. Putera
* 1851-1880: Hendrik David Paparang/Kumuku/Mawu Nilawu. Saudara
* 1880-1881: Regent Ahogho Paparang/Herman Paparang. Saudara
* 1881-1882: Regent L.W. Israel Kakomba
* 1882-1883: Regent Labanasse Manossoh
* 1883: Regent Manganguling Laihad
* 1883: Regent Buli-Wuli (W.) Janis. Memerintah 6 bulan.
* 1883-1885: Regent Ansa Dulage Kansil
* 1885-1892: Regent Cornelis Sirih Darea (1885-1892 (meninggal saat ditangkap)
* 1892-1922: Raja David Jonathan Papukule Sarapil. Sampai 1897 regen.
Info Tentang Raja David Jonathan Papukule Sarapil dikirim Wawoe Bokie Dolly Schädli – Lumiu,
Rachel Mairang De Morle adalah Adik Perempuan dari Auria Tontong De Morle Wawoe Bokie Raja Taboekan XIV D.J.P. Sarapil. Rachel Mairang Sani – De Morle, anak mantu perempuan dari William Fransicus De Sani, Raja Taboekan ke VIII Thn 1752 – 1780. Cucu nya Raja De Sani adalah Ibu saya Rachel Loholembang Lumiu – De Sani. Ibu saya Rachel L De Sani adalah ank Mantu perempuan dari Nesar David De Ruyter Lumiu Penulis Buku Kerajaan Taboekan Raya Sangihe. Nesar David De Ruyter Lumiu ank Mantu Laki2 dari Henry Martin Mocodompis Raja Manganitoe Thn 1864 – 1880.

Di Kampung Salurang Kecamatan Tabukan Selatan Tengah merupakan cikal bakal lahirnya kerajaan – kerajaan di Bumi Pulau Sangihe Besar ini dengan Kerajaan yang pertama yaitu Kerajaan Tabukan dengan Rajanya yang pertama yaitu Raja Makaampo (1530 – 1575), yang dimakamkan di Pulau Sura.Makam ini terbuat dari batu lapis.

* 1922-1929: R. Willem Alexander Kahendage Sarapil (dibuang ke Sulawesi tahun 1928. .Already ruled 1-9-1922
* 1929-1944: R. Lefinus Israel Petrus Macpal. Dibunuh Jepang.
* 1944-1946: Temporary-Raja Umar Muhammad (Colonial official from Minahass) (also ruler of Tahuna 1942-1945?)
* 1946: Temp. Raja Abdullah Mohammad (Colonial official From Gorontalo)
* 1949-1951: Rudolf A. Tasin. Former Jogugu)
* 1951-1952: J.M. Laihad; Highest Ruler of the Self Governed State/Pejabat Swapraja
* 1952-1953: Buol Pontoh. Chief / Kepala Swaparaja

Ada beberapa versi daftar raja-raja Tabukan:
https://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html#Tabukan
http://historyroemahboenga.blogspot.com/2009/12/kerajaan-tabukan.html

Raja dari Tabukan, 1948. Sumber foto: donald tick, https://www.facebook.com/donald.tick


Sejarah singkat kerajaan2 di kepulauan Sangihe

Abad ke-13: Kerajaan Tampunganglawo.

Sesudah 1400 kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).
Setelah tahun 1530 kedua kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan kerajaan ini disebut Rimpulaeng dengan pusat pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai tahun 1575.

Kemudian di Tampunganglawo timbul lagi 3 buah kerajaan seperti:
* Kerajaan Tahuna (Malahasa) berpusat di Tahuna (Bukide), dengan Rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625).
* Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan Rajanya Boo atau disebut juga Liung Tolosang (1600-1630).
* Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).

1670: Kira-kira tahun 1670-an, selain kerajaan Tagulandang dan kerajaan Siau yang sudah ada sebelumnya di batas selatan (Kepulauan Siau Tagulandang Biaro), di Sangihe muncul sembilan kerajaan, yaitu:
Kerajaan Kendahe,
Kerajaan Taruna,
Kerajaan Kolongan,
Kerajaan Manganitu,
– Kerajaan Kauhis,
Kerajaan Limau,
Kerajaan Tabukan,
– Kerajaan Sawang (Saban) dan
– Kerajaan Tamako.

1900: Namun pada tahun 1900-an tersisa tiga kerajaan saja di Sangihe yaitu :
Kerajaan Tabukan,
Kerajaan Manganitu,
Kerajaan Kendahe-Taruna.
Kerajaan-kerajaan sebelumnya mengempis catat sejumlah sumber. Kerajaan Tamako menjadi bagian kerajaan Siau di Kepulauan Siau. Sementara, Raja kerajaan Limau ditumpas pasukan kiriman Gubernur Belanda di Maluku, Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Kerajaan Sawang bergabung dengan kerajaan Tahuna. Kerajaan Kauhis bergabung dengan kerajaan Manganitu. Pada tahun 1898 kerajaan Kendahe dan kerajaan Taruna digabung menjadi satu.


Sumber kerajaan Tabukan

– Sejarah kerajaan Tabukan:  http://historyroemahboenga.blogspot.co.id/2009/12/kerajaan-tabukan.html?zx=3fd9667434ec7f07
Sejarah kerajaan Tabukan: http://sahandarumangblog.blogspot.co.id/2017/11/kerajaan-tabukan-sangihe.html
Daftar Raja Tabukan:  https://sitaro.wordpress.com/raja-raja-tabukan/
– Makam raja Tabukan Ampo Wawengeh (1530): http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbgorontalo/2014/07/01/makam-raja-maka-ampo-wawengeh-raja-pertama-tabukan-1530/

Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah lengkap kerajaan2 dan sistem pemerintahan di Kep. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kendahe-kerajaan-p-sangihe-prov-sulawesi-utara/sejarah-lengkap-kerajaan2-di-kep-sangihe/

– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
–Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://wisatasangihe.blogspot.com/2018/10/sejarah-perkembangan-kerajaan-sangihe.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-1/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-2/
Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.com/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html


2 Comments

2 thoughts on “Tabukan, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Sangihe

  1. Ik naam Meiky Sadio Lamberto Koto Warokka,

    Thank’s voor thus info&voor jouw additional informasi:Mijn famillie wilhelmina’Mien”Warokka Married to Exaverius’Pius’Walewangko jackob tobe king Sangir in 5jaar&Mijn other Famillie Berend(Bern)Emaril Mamahit zoon of van Hellebrand Ferdinand Mamahit en Mariana Adriana Parera geb ca.1896 Gehuwd te Makassar met Matahari Petta Lolo geb ca.1910 of komstig van West-Celebes Dochter van de Radja of Maharadja op west celebes.Radja of Maharadja Van Majene-1907 tot ca.1950

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Thank you for your info. Hartelijk dank voor uw reactie. Uw reactie is geplaatst. Paul, uitgever website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: