Aceh – Tentang Uleebalang

Lihat pula: Aceh – Tentang Mukim

—————————————–

Ulèëbalang adalah kepala pemerintah dalam kesultanan Aceh yang memimpin sebuah daerah atau sagoë, yaitu wilayah setingkat kabupaten dalam struktur pemerintahan Indonesia sekarang. Pemegang jabatan Uleebalang digelari dengan gelar Teuku untuk laki-laki atau Cut untuk perempuan.

Penetapan Uleebalang

Uleebalang, ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka menerima kekuasaan langsung dari Sultan Aceh. Uleebalang ini merupakan penguasa nanggroe atau raja-raja kecil yang sangat berkuasa di daerah mereka masing-masing. Sewaktu mereka memangku jabatan sebagai Uleebalang di daerahnya, mereka harus disahkan pengangkatannya oleh Sultan Aceh. Surat Pengangkatan ini dinamakan Sarakata yang dibubuhi stempel Kerajaan Aceh Cap Sikureung.

Kewajiban

Tugas Uleebalang adalah:

  1. Memimpin Nangroe-nya dan mengkoordinir tenaga-tenaga tempur dari daerah kekuasaannya bila ada peperangan.
  2. Menjalankan perintah-perintah atau instruksi dari Sultan; menyediakan tentara atau perbekalan perang bila dibutuhkan oleh Sultan, dan membayar upeti kepada Sultan.

Namun mereka masih tetap sebagai pemimpin yang merdeka dan bebas melakukan apa saja terhadap rakyat yang berada di wilayahnya. Misalnya dalam hal pengadilan atau melaksanakan hukuman.

Ketika kewibawaan Kesultanan Aceh masih kuat, Sultan memiliki hak istimewa atas wilayah Nangroe. Hak-hak ini hanya dimiliki oleh Sultan, sedangkan Uleebalang tidak.
Misalnya hak untuk menghukum seseorang yang bersalah, hak untuk me- ngeluarkan mata uang, hak untuk membunyikan meriam pada waktu matahari terbenam, dan hak untuk mendapat panggilan dengan sebutan Daulat.
Hak-hak ini sebenarnya dimaksudkan untuk mencegah Uleebalang melakukan kesewenang-wenangan, terutama yang berhubungan dengan pemberian hukuman terhadap seorang yang bersalah.

Namun ketika kewibawaan Sultan sudah melemah, terutama pada abad ke XIX dan awal abad XX (sesudah kesultanan Aceh tidak ada lagi). Yang menetapkan hukuman terhadap seseorang yang bersalah di Nangroe-nangroe adalah para Uleebalang.

Aparatur

Dalam memimpin pemerintahan Nangroe, Uleebalang dibantu oleh:

  1. Banta, yaitu adik laki-laki atau saudara Uleebalang, yang juga bertindak sebagai Uleebalang, bila yang bersangkutan berhalangan.
  2. Kadhi atau Kali, yang membantu dalam hukum, yaitu yang dipandang mengerti mengenai hukum Islam.
  3. Rakan, yaitu sebagai pengawal Uleebalang, yang dapat diperintahnya untuk bertindak dengan tangan besi. Rakan yang terbaik dalam perang diberi gelar Panglima Prang, sedangkan pimpinan-pimpinan pasukan kecil yang biasa diberi gelar Pang.

Sumber

* Tentang Uleebalang: https://id.wikipedia.org/wiki/Ul%C3%A8%C3%ABbalang
* Siapakah Uleebalang ?: https://www.kompasiana.com/ruslan./siapakah-uleebalang_552c324c6ea83444128b4580
* Daftar 100 Uleebalang: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/xx/aceh/
* Gelar dalam kerajaan kerajaan Aceh: http://acehtourismagency.blogspot.co.id/2012/11/9-gelar-dalam-kerajaan-aceh.html
* Struktur pemerintahan kerajaan kerajaan keci dalam kesulltanan Aceh: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/xx/aceh-struktur-pemerintahan-kerajaan-kecil-dalam-kesultanan-aceh/


 

 

 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: