Palembang Darussalam, Kesultanan / Sumatera – Sum. Selatan, Wilayah Kota Palembang

Kesultanan Palembang: 1659 – 1823. Kesultanan Palembang Darussalam adalah suatu kerajaan Islam di Indonesia yang berlokasi di Sumatera, sekitar kota Palembang, prov. Sumatera Selatan.
Sebelum kesultanan Palembang ada Kerajaan Palembang (abad ke15 – 1659)

The Sultanate of Palembang: 1659 – 1823. Located in the region of Palembang City. Prov. of South Sumatera.
Before the sultanate of Palembang, there was the kingdom of Palembang (15th century – 1659)..

Kota Palembang

Lokasi Kota Palembang

1 sum sel

Provinsi Sumatera Selatan


* Foto kerajaan dan kesultanan Palembang: link
* Foto Istana (Museum) Sultan Mahmud Badaruddin II: link

* Foto Sultan Mahmud Badaruddin III: link
*
Foto Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin III: link
.
*
Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
* Foto situs kuno di Sumatera:
link


1 Tentang Raja / About the king
2 Sejarah / History
3 Daftar Raja / List of kings
4 Istana / Palace
5 Sumber / Source


1) Tentang Raja / About the king

Hari ini ada 2 saingan Sultan Palembang:
Today there are 2 rival Sultans of Palembang:

1) Sultan Mahmud Badaruddin III
Dia adalah keturunan sultan besar terakhir yang berkuasa: abad ke-19 Sultan Mahmud Badaruddin II. Setelah sultan ini adalah 2 sultan lain, tapi tidak begitu berpengaruh. Dia dilantik maret 2003.
He is descendant of the last great ruling sultan of Palembang: the 19th century Sultan Mahmud Badaruddin II. After this sultan were 2 other sultans, but not so influential.  He was installed in march 2003.
Sumber / Source: link
– Foto Sultan Mahmud Badaruddin III: link

2) Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin III
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin adalah  keturunan dari Tiga Sultan yang pernah berkuasa di Palembang.
Dilantik / installed: november 2006.
– Foto Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin III: link

Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin III. Dilantik / installed: november 2006.

Sultan Mahmud Badaruddin III. Dilantik / installed 2003.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


2) Sejarah / History kesultanan Palembang

Sebelum kesultanan Palembang ada Kerajaan Palembang (abad ke15 – 1659).

Pada tahun 1659, di Palembang berdiri sebuah kesultanan yang memiliki corak tersendiri dan berbeda dengan Kerajaan Palembang sebelumnya, yaitu Kesultanan Palembang Darussalam. Pendiri kesultanan ini adalah Sultan Jamaluddin atau dikenal dengan sebutan Sultan Ratu Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Iman, yang pada masa akhir hayatnya bergelar Sunan Cinde Walang. Sejarah kekuasaan dirinya beserta sultan-sultan setelahnya akan dibahas tersendiri dalam bagian periode pemerintahan.

Kesultanan Palembang Darussalam berdiri selama hampir dua abad, yaitu sejak tahun 1659 hingga tahun 1825.
Sultan Ratu Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Iman atau disebut dengan Sunan Cinde Walang adalah raja pertama di Kesultanan Palembang Darussalam.

Masa kekuasaan Sultan Muhammad Bahauddin (1776-1804) juga dikenal sebagai periode pemerintahan Kesultanan Palembang Darussalam yang cukup berhasil. Pada masanya, perekonomian kesultanan meningkat tajam karena sultan sangat menguasai teknik bagaimana caranya berdagang yang bagus, termasuk berdagang dengan VOC. Bahkan, VOC merasa kesal dengan monopoli perdagangan Sultan Bahauddin yang menyebabkan kontrak-kontrak mereka sering ditolaknya. Ternyata, Sultan Bahauddin lebih suka berdagang dengan Inggris, China, dan orang-orang Melayu di Riau. Dampak dari kebijakan seperti ini justru menghasilkan kekayaan yang sangat besar bagi kekuangan kesultanan. Sehingga, kemakmuran Kesultanan Palembang Darussalam meningkat tajam.

Sultan Ahmad Najamudin II atau Sunan Husin Dhiauddin meneruskan tahta kesultanan berikutnya (1813-1817).
Masa pemerintahan Sultan badaruddin II dikenal sebagai masa perjuangan melawan kolonialisme Inggris dan Belanda. Pada tahun 1811, Sultan Badaruddin II berperang dengan Belanda-Perancis yang dikenal dengan Peristiwa Loji Sungai Aur. Pada tahun 1812, ia menghadapi serbuan armada Inggris. Selain itu, ia juga berperan dalam peperangan lain, seperti Perang Palembang 1819 Babak I dan II serta Perang Palembang 1821.
Pada tangga 14 Juli 1821, ketika Belanda berhasil menguasai Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarga ditangkap dan diasingkan ke Ternate.

Sumber / Source: link
——————-
Sultanate of Palembang Darussalam is an Islamic kingdom in Indonesia, which is located around the city of Palembang, South Sumatra now. The sultanate was proclaimed by Sri Abdurrahman, a noble Javanese descent Palembang in 1659.
In 1821 the third son of Sultan Ahmad Sultan Ahmad Najamuddin Najamuddin II became the next king, but in 1823 the Dutch made Palembang sultanate under its supervision. In 1824 war broke out again, but the Sultan was easily defeated by the Dutch. In 1825 Sultan Ahmad Najamuddin III surrendered and was exiled to Banda Neira.


3) Daftar Raja / List of Kings

* 1659-1706: Sultan Abdurrahman Kholifatul Mukminin Sayidul Iman
* 1706-1714: Sultan Muhammad Mansyur Jayo Ing Lago
* 1714-1724: Sultan Agung Komaruddin Sri Truno
* Sultan Anom Alimudin (Meskipun menjadi sultan tetapi tidak memerintah)
* 1724-1758: Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo (Sultan Badaruddin I)
* 1758-1776: Sultan Ahmad Najamuddin I
* 1776-1804: Sultan Muhammad Bahauddin I
* 1804-1821: Paduka Sultan Mahmud Badaruddin Khalifatul Mukminin Sayidul Iman (Sultan Badaruddin II)
* 1813-1817: Sultan Ahmad Najamuddin II Husin Diauddin
* 1819-1821: Sultan Ahmad Najamuddin III Pangeran Ratu
* 1821-1823: Sultan Ahmad Najamuddin IV Prabu Anom
.
* 2003-sekarang / today (= 2017): Sultan Mahmud Badaruddin Prabudiradja (Sultan Mahmud Badaruddin III)
* 2006-sekarang / today (= 2017): Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin

– Sumber / Source: Wiki


4) Istana / Palace

Ada 2 istana:

1) Istano Kuto Lamo

Sekarang: Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Foto foto Museum (Istana) Mahmud Badaruddin II: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/sultan-palembang/25501-2/

Museum ini dulunya merupakan Benteng Kuto Lama dimana Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo dan Sultan Mahmud Badaruddin I (1724-1758) menjadikannya istana kesultanan. Tahun 1821, istana ini diserang Belanda dan pada 17 Oktober 1823 dihancurkan atas perintah Komisaris Belanda.
Museum ini dibangun kembali tahun 1825 dan menjadi kantor perwakilan pemerintahan pendudukan Belanda.

This museum was once the Fortress Kuto Lama where Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Badaruddin Wikramo and Sultan Mahmud I (1724-1758) made it a royal palace. In 1821, this palace was attacked by the dutch and on October 17, 1823 it was destroyed by order of the Commissioner Netherlands. It was rebuild in 1825 and became a office for the dutch.

Tentang Istana:  http://www.palembang.go.id/v1/gis/detail/205/museum-sultan-mahmud-badaruddin-ii

Istano Kuto Lamo - Kesultanan Palembang Darussalam

Istano Kuto Lamo – Kesultanan Palembang Darussalam

2) Benteng Kuto Besak

Menurut sejarah, Kuto Besak dibangun dalam dua masa pemerintahan yang berbeda, yaitu masa pemerintahan Sultan Mahmud Badaruddin I pada tahun 1724 hingga tahun 1758 dan masa pemerintahan Sultan Mahmud Bahauddin pada tahun 1776 hingga tahun 1803. Sebenarnya, Kuto Besak sendiri merupakan sebuah keraton yang pada abad ke-18 menjadi pusat Kesultanan Palembang. Nilai sejarah yang dimiliki Kuto Besak pun sangat tinggi.

http://mypalembang.blogspot.co.id/2014/06/sejarah-benteng-kuto-besak-bkb-palembang.html
http://travel.grivy.com/h/i/134837018-mengunjungi-benteng-kuto-besak-di-kota-palembang

1 p


5) Sumber

Kesultanan Palembang

– Sejarah kesultanan Palembang Darussalem di Wiki: link
Sejarah kesultanan Palembang Darussalem di Melayuonline: link
Sejarah masuknya Islam ke Palembang: http://www.kompasiana.com/ardhani-reswari/sejarah-masuknya-islam-ke-palembang_5528d8166ea834d97c8b45c6
Sejarah kesultanan Palembang Darussalem: http://keratonpalembang.blogspot.co.id/p/sejarah.html
– Sejarah kerajaan dan kesultanan Palembang: http://esempen2palki.blogspot.co.id/2012/12/kesultanan-palembang-darussalam.html
Daftar Raja: http://pematangpanggang.blogspot.co.id/2008/05/silsilah-raja-kesultanan-palembang.html
– Sultan Mahmud Badaruddin II: https://id.wikipedia.org/wiki/Sultan_Mahmud_Badaruddin_II
.
Tentang Museum Mahmud Badaruddin II: http://www.palembang.go.id/v1/gis/detail/205/museum-sultan-mahmud-badaruddin-ii
– Tentang Benteng Kuto Besak: http://mypalembang.blogspot.co.id/2014/06/sejarah-benteng-kuto-besak-bkb-palembang.html
– Tentang Benteng Kuto Besak: http://travel.grivy.com/h/i/134837018-mengunjungi-benteng-kuto-besak-di-kota-palembang Museum Istana Mahmud Badaruddin II:
link

————————–
Kerajaan Palembang

– Sejarah kerajaan Palembang: http://makalah-mantap.blogspot.co.id/2014/05/kerajaan-palembang.html
– Sejarah kerajaan Palembang: http://esempen2palki.blogspot.co.id/2012/12/kesultanan-palembang-darussalam.html
– Kerajaan Palembang: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/palembang-kerajaan-abad-ke15-1660-wilayah-kota-palembang/
————————–
Sultan Mahmud Badaruddin III

– Website Sultan Mahmud Badaruddin III: link
Polemik sultan: link
Polemik rebutan sultan: link
—————-
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin III

– Website: link
Facebook: link
Polemik sultan: link
Polemik rebutan sultan: link
—————-
English

– History of the sultanate: link
List of kings: link
Website Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin III: link
Website Sultan Mahmud Badaruddin III: link


Sultan Palembang, Mahmud Badaruddin III

Sultan Palembang, Mahmud Badaruddin III

Sultan Palembang, Iskandar Mahmud Badaruddin III.

Sultan Palembang, Iskandar Mahmud Badaruddin III.

 

 

 

 

 

 


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: