Huamual, kerajaan / P. Seram – prov Maluku

Kerajaan Huamual terletak di P. Seram, prov. Maluku.

Lokasi Pulau Seram


Sejarah kerajaan Huamual

Kerajaan Huamual, berdiri pada tahun 1256 dengan demikian memiliki kekuasaan terbentang dari ujung selatan seram barat yaitu tanjung sial menuju utara, tanah genting kota nia yang disebut “Jazirah Huamual” termasuk didalamnya pulau Buano, Kelang, dan pulau Manipa.
Ibu kota kerajaan Huamual adalah Luhu.

Sebelum kedatangan bangsa portugis, spanyol dan Belanda Negeri Luhu berada dalam bingkai kerajaan Huamual dari 99 Negeri di semenanjung Jazirah Huamual. Perang Huamual berkobar di tahun 1602-1651 (50 Tahun Perang Huamual) telah membumihanguskan 98 negeri dan tinggal satu-satunya negeri yaitu Negeri Luhu sebagaimana yang dituangkan dalam bahasa Huamual yang sekarang ini menjadi bahasa adat Luhu dan sering dipakai dalam upacara adat (ritual adat) disaat pelantikan raja atau Upulatu Luhu.

Pulau Seram

Perubahan besar di Huamual terjadi di masa kekuasaan Belanda.
Sejak masa pemerintahan Gubernur Van Diemen serta gubernur Jan Pieters Coen dan yang terakhir gubernur Arnold De Vlamingh Van Oudshoorn pada periodesasi (1655-1661) merupakan gubernur VOC/Belanda yang paling kejam, dalam masa jabatannya tersebut  mengakibatkan sedikitnya sekitar 50.000 jiwa tewas, dan dihancurkannya kehidupan masayarakat di Huamual. Para gubernur itu menggunakan kekerasan untuk monopoli perdagangan rempah-rempah di Maluku, terkhusus di Huamual. Kemudian ada negeri Luhu (Huamual).

Ke mana penduduk Huamual yang melarikan diri

Banyak penduduk Huamual yang melarikan diri keluar dari daerahnya dan mencari pemukiman baru tersebar hampir di seluruh pelosok adapun di pulau Ambon contohnya, Negeri Hatu yang semua penduduknya adalah merupakan pelarian dari daerah (Hena Hatu) Piru Jasirah Huamual.

Demikian juga di Negri Liang, ada tempat tinggal masyarakat Huamual sehingga tempat itu di beri nama Hunimua, yang kemudian membaur dengan masyarakat setempat.

Beberapa mata rumah di ujung Nusaniwe, Latuhalat, Seilale dan Amahussu adalah merupakan anak2 cucu Huamual yang sampe sekarang masih menempati daerah tersebut. Demikian juga di negeri Soya, Kilang, Naku, Ema, Hatalai dan Hutumury, merupakan daerah2 yang didatangi masyarakat Huamual ketika terjadi peperangan di daerahnya.

Sebagian masyarakat Pulau Buru, merupakan keturunan dan anak cucu Huamual yang hingga saat ini menepati pulau tersebut. Dan masih banyak lagi yang tidak disebutakan seperti di pulau Saparua, [pada saat perang Ama ihal, kerajaan Huamual mengirimkan 66 pucuk meriam dengan pasukannya untuk membantu kerajaan Iha, pasukan2 tersebut akhirnya menetap di Saparua hingga kini.

Bendera kerajaan Huamual


Sumber

– Sejarah kerajaan Huamual: http://seramsquad15.blogspot.com/2017/11/jejak-rempah-dan-arus-budaya-negeri.html
– Sejarah kerajaan Huamual: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Huamual
– Sejarah kerajaan Huamual: http://juliansoplanit.blogspot.com/2012/02/huamual.html


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: