Turikale, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan, Kab. Maros

Kerajaan Turikale adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Maros, prov. Sulawesi Selatan. Berdiri sejak 1796.

The kingdom of Turikale was a kingdom Sulawesi, in the Maros region, south Sulawesi. Exists since 1796.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Maros

Kabupaten Maros

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah kerajaan Turikale

Wilayah Turikale pada awalnya hanya didiami segelintir manusia dengan cara hidup tidak menetap. Daerahnya pun masih merupakan hutan-hutan dan daerah persawahan. Sungai Maros melintas ditengahnya. Setelah Karaeng LoE ri Marusu (Raja Maros III) memindahkan pusat kerajaan dari Pakere ke Marusu, penduduk Pakere dan beberapa kampung di sekitarnya yang banyak penduduknya mulai berpindah mendekati pusat kerajaan yang baru membuka perkampungan dan pemukiman baru.

I Mappibare Daeng Mangiri memperistrikan seorang puteri bangsawan Gowa bernama I Duppi Daeng Ma’lino dan setelah mangkat kepemimpinannya digantikan oleh puteranya bernama I Daeng Silassa. Keadaan Turikale dari waktu ke waktu, tahun ke tahun menjadi semakin ramai dan berkembang. I Daeng Silassa memperistrikan sanak keluarganya dari Gowa/Tallo yang bernama Habiba Daeng Matasa, yang melahirkan sepasang putera-puteri, yaitu I Lamo Daeng Ngiri dan I Tate Daeng Masiang.
I Lamo Daeng Ngiri inilah yang kemudian membuka babakan baru di Turikale setelah menjadikan Turikale tidak saja sebagai daerah pengembangan Agama Islam tetapi juga sebagai sebuah daerah berotonomi dan berpemerintahan sendiri. Hal ini tentu sangat memungkinkan bagi I Lamo Daeng Ngiri, sebab Turikale telah memiliki pengaruh yang sangat luas bahkan meliputi kurang lebih 40 kampung menyatakan ikut dalam wilayah hukum Turikale.
Sejak itu, sekitar tahun 1796, kurang lebih lima puluh tahun sejak dibuka oleh I Mappibare Daeng Mangiri, akhirnya oleh cucunya I Lamo Daeng Ngiri memproklamirkan berdirinya Turikale sebagai sebuah Kerajaan berpemerintahan sendiri yang lepas dari kekuasaan hukum kerajaan manapun juga.

Peta Sulawesi Selatan (incl. Maros) tahun 1909


Daftar Raja / list of kings
.
1) 1796-1831: I Lamo Daeng Ngiri
2) 1831-1859: Muhammad Yunus Daeng Mumang
3) 1859-1872: La Oemma Daeng Manrapi
4) 1872-1882: I Sanrima Daeng Parukka
5) 1882-1917: I Palaguna Daeng Marowa
6) 1917-1946: Andi Abdul Hamid Daeng Manessa
7) 1946-1959: Haji Andi Mapparessa Daeng Sitaba
8) 1959-1963: Andi Kamaruddin Syahban Daeng Mambani

Sejarah kerajaan-kerajaan wilayah Maros

Perjanjian Bungaya 1667/1669 yang dilakukan antara Sultan Hasanuddin Raja Gowa XVI dengan Admiral Cornelis Spelman ternyata memberi dampak besar tidak saja bagi Kerajaan Gowa sebagai fihak yang dirugikan tetapi juga membiaskan pengaruh ke kerajaan lain termasuk kerajaan yang berada di sekitar Gowa antara lain Maros.

Dalam Perjanjian Bungaya, Maros ditetapkan sebagai daerah yang dikuasai langsung oleh Belanda (direct rule) sehingga bentuk-bentuk pemerintahan kerajaan-kerajaan yang berada di Maros diformulasikan dalam bentuk Regentschaap yang dipimpin oleh penguasa bangsawan lokal yang bergelar Regent (Bupati).

Pada akhirnya sekitar abad XVII di Wilayah Maros dan sekitarnya telah berdiri sekitar 8 buah kerajaan yang berotonom. Kerajaan-kerajaan itu adalah:

* Kerajaan Simbang,
* Kerajaan Tanralili,
* Kerajaan Marusu,
* Kerajaan Bontoa,
* Kerajaan Lau,
* Kerajaan Turikale.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source:
.
 .

Turikale

La Palaguna Daeng Marowa’ Syeikh Muhammad Salahuddin KaraEng Turikale V,,,beliau juga adalah keturunan Puatta La Patau Matanna Tikka dari garis salah seorang cucunya, La Massellomo Ponggawa sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/raja-of-tur… ri Luwu dari isterinya, I Apalang Arung Batu Pute.Sumber: La Patau Matanna Tikka ( Raja Bone ke XVI (1696 – 1714), FB

Muhammad Riza, FB - Makam Syeikh Muhammad Salahuddin La Palaguna Dg. Marowa KaraEng Mangento',KaraEng Turikale V

Makam Syeikh Muhammad Salahuddin La Palaguna Dg. Marowa KaraEng Mangento’,KaraEng Turikale V. Sumber: Muhammad Riza, FB.

- A. Abd. Hamid Dg. Manessa KaraEng Turikale VI. Sumber: Muhammad Riza Makam, FB

Makam A. Abd. Hamid Dg. Manessa KaraEng Turikale VI. Sumber: Muhammad Riza Makam, FB.

Turikale

Masjid Lompoe Urwatul Wudska Turikale di Kabupaten Maros, Juni 2016. Masjid yang berada di wilayah Kelurahan Boribellaya, Kecamatan Turikale ini didirikan tahun 1854 oleh Raja Turikale ke-IV, Karaeng Andi Sanrima Dg Parukka, bergelar Syeikh Abdul Qadir Djaelani. Sumber: makassar.tribunnews.com/2016/06/13/menengok-keunikan-masj…

Makam I Sanrima Dg ParukkaSyeikh Abd. Qadir Djaelani, Karaeng Turikale IV MatinroE ri Masigi’na

Makam H.A.Mapparessa Dg. Sitaba KaraEng Turikale VII

Ir. Soekarno bersama H. A. Mapparessa Dg. Sitaba KaraEng Turikale, para KaraEng Toddo’limayya, Arung/Puwatta Lebbo’tengngae, Gallarang Appaka dan para tokoh politik di Alun-alun Maros. Maros, 1953


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.