Suku Bacan – P. Halmahera, prov. Maluku Utara

Suku Bacan adalah suatu kelompok sosial yang berdiam terutama di pulau Bacan, kabupaten Halmahera Selatan, tetapi mereka juga berada di pulau Obi dan daratan sebelah selatan pulau Halmahera.
Jumlah penduduk kecamatan Bacan, misalnya pada tahun 1987 berjumlah 49.597 jiwa.

Lihat juga: Kesultanan Bacan

Lokasi pulau Bacan


Lokasi Bacan


Tentang Suku Bacan

Sumber: Ensiklopedi Suku Bangsa Di Indonesia oleh M. Junus Melalatoa

Sebelum disatukan oleh Kesultanan Bacan, masyarakat ini terdiri dari beberapa kelompok yang masing-masing dikepalai oleh seorang ambasaya atau datu. Setelah berada dalam Kesultanan Bacan, gelar kepemimpinan lama itu diganti dengan sangaji dan kumelaha.

Masyarakat Bacan pada masa sebelum masuknya pengaruh Islam merupakan sebuah Kolano, yang didasarkan ikatan genealogis dan teritorial. Setelah Islam masuk sekitar tahun 1322, organisasi sosialnya mengambil bentuk Kesultanan dan Agama Islam sebagai faktor pengikat. Di Maluku Utara ada empat Kolano dan Kesultanan, di samping Bacan adalah Ternate, Tidore, dan Jailolo, yang kesemuanya disebut Moloko Kie Raha.
Dari keempat kelompok ini Bacan mempunyai kekhususan sendiri terutama dalam hal bahasa. Bacan mempunyai bahasa sendiri, dan termasuk ke dalam keluarga bahasa Austronesia bersama-sama dengan bahasa di Kepulauan Sula di sebelah baratnya, sebaliknya ketiga kelompok lainnya (Ternate, Tidore, dan Jailolo) bahasa non-Austronesia. Bacan juga dianggap sebagai satu wilayah kultural lainnya Ternate dan Tidore.
.
Sultan Bacan: Dede Muhammad Gary Ridwan Sjah.
Wilayah kultural Bacan meliputi kepulauan Bacan dan Obi. Namun, Bacan merupakan bagian yang integral dari pola pikir di Maluku Utara yang serba empat tadi.

Sumber

– Suku Bacan: http://suku-dunia.blogspot.com/2015/12/sejarah-suku-bacan.html
– Suku Bacan: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bacan