Timu, kerajaan / P. Sawu – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Timu terletak di pulau Sawu. Kab. Sabu Raijua, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The Kingdom of Timu was a kingdom on the island of Savu. District of Sabu Raijua.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Provinsi NusaTenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur


* Foto pulau (island) Sawu: link
*
Foto situs kuno / megalitik Sawu: link


Tentang raja sekarang (2018)

Tidak ada info tentang raja sekarang.


Tentang sejarah kerajaan

Tidak ada info tentang sejarah kerajaan ini.


Daftar raja / List of kings Timu

* 1672-….: Talo
* 1676: Ama Rohi ….(Ama Rosi)
* 1696: Ludji ….
* 1710-1731: Rohi Rano (Rosi Rano) (until March 1731).
This Rohi Rano (Rosi Rano) ruled until March 1731 when two of his temukungs, Ama Rati ….. and Leba….. ?, rebelled, since he wished to hand over his throne to his daughter’s son Hili (Sili). Ama Rati thought he had the right to become Du Ae (King). The rebels were supported by Heb’a (Seba) and Liae but Hili (Sili) slipped away to Kupang on 11 March 1731. The Dutch intervened and succeeded to bring about a successful solution. Rohi Rano (Rosi Rano) declared that he was unable to rule any more, being quite old. Therefore his daughter’s son Hili (Sili) (born 1705) succeeded. Hili Hab’a ( Sili Sab’a) then governed from 1731 until his death in 1798, being succeeded by his son Elias J’ara Hili (Elias Dj’ara Sili) (1798-after 1805). In other words, he ruled an astonishing 67 years – must be something of a record in documented Indonesian history! During his reign he was known as the upper regent (hoofd-regent) of Savu. His son, Elias J’ara Hili (Elias Dj’ara Sili) who was alive 1798-1806.

* 1731-1798: Hili Hab’a (Sili Sab’a) (until his death in 1798).
* 1798-1805: Elias J’ara (Dj’ara) Hili (Sili) (after 1805).
* 1832: Rewa D’aga
* 1851-18..: (Ama Hili) Hab’a…..(Sili Sab’a) ruled before 1851-18 ??.
* 1858-186.: Ama Lai (Lay) D’aga…..
* Eduard Dj’ara Ludji.
* 1868: (Ama Piga) Dj’ara….. (until his death in 1911).

Royal dynasty then extinct in direct line. Then the Fettor-lineage began to rule.

* 1908: Saul Wé Tanja (Tanya) Ludji (Fettor of Dimu (Timu) from 1908/Fettor, ruler of Dimu (Timu) from 1911; Fettor of the Sawu-“federation” from 1918. Born ca.1890. Died:???)
* 1905: Tanja Ludji was temporary-Fettor (died 1908)
* Radja Tanja (chief dynasty; son).
* Ludji Wé Tanya; nephew (was known to be the last nominated fettor, but never once ruled). Died early 1990s. By the 1980s the fettors could no longer play their role and fettors’ decendants could no longer be nominated to rule as fettors and are thus now commoners.

Sumber: link (tidak ada lagi di internet)


Sejarah pulau Sawu

Terjemahan dari Google

Pulau Sabu juga dikenal sebagai Savu atau Sawu. Warga di pulau itu sendiri menyebut pulau mereka Rai Hawu, yang berarti Tanah Hawu. Dan orang Sabu menyebut diri mereka sendiri Hawu. Nama resmi yang digunakan oleh pemerintah daerah adalah Sabu. Orang Sabu menjelaskan, bahwa nama pulau itu berasal dari nama Ga Hawu, nama salah satu nenek moyang mereka, yang dianggap datang ke pulau dulu.
Kontak awal adalah dengan Vereenigde Belanda Oost-Indische Companie pada tahun 1648. Referensi untuk Savu dari periode tersebut selalu menyangkut tentara Savati, tentara bayaran atau budak. Pada tahun 1674, awak kapal Belanda dibantai di Savu Timur, setelah kapal mereka kandas. Belanda menanggapi dengan membentuk sebuah aliansi dengan raja Seba, sehingga pasukan dapat dikirim untuk melakukan pembalasan. Namun, mereka gagal memasuki benteng Hurati, di Desa B’olou, Eastern Savu, karena dikelilingi oleh tiga dinding pertahanan. Untuk menyelamatkan muka, pasukan Belanda menerima pembayaran berupa budak, emas dan manik-manik.

Sabu tidak termasuk dalam daftar kerajaan Majapahit (abad ke-12-14). Tapi di beberapa tempat dan di beberapa benda purba, terutama yang ada di Pulau Raijua, ada judul Maja.
Pada tahun 1674, kapal VOC de Carper menabrak batu di daerah Dimu. Kapal tersebut dirampok dan krunya terbunuh. Dengan bantuan raja-raja atau pemimpin suku Amarasi (Timor), Termanu (Roti) dan suku Seba, VOC berhasil mengepung puri Hurati di daerah Dimu selama beberapa bulan.
Pada tahun 1756, VOC menandatangani sebuah kesepakatan dengan lima wilayah di Sabu; Seba, Mesara, Menia, Dimu dan Liae. Setelah beberapa orang masuk agama Kristen pada masa-masa awal populasi Portugis dan Belanda, Kristenisasi dan pendidikan tumbuh perlahan di Sabu daripada pulau-pulau lain seperti Roti, Timor atau Flores.
Savu memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Hinduisme di Jawa dan orang-orang menganggap diri mereka berasal dari Hindu. Masyarakat masih melakukan kepercayaan animistik tradisional, yang dikenal dengan Djingi Tiu. Misionaris Belanda memperkenalkan Protestantisme yang tetap berada di pulau-pulau saat ini.


Peta kuno

klik peta untuk besar

Nusantara, tahun 1493

Kepulauan Sunda Kecil, tahun 1725


Sumber / Source

– Sejarah: link (tidak ada lagi di internet)
Daftar Raja: link (tidak ada lagi di internet)

– Sejarah Kab. Savu Raijua: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sabu_Raijua#Sejarah
– Suku Sabu (Savu): http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-sabu-nusa-tenggara-timur.html
– Sejarah Savu: http://savuraijuatourism.com/2/page/26/sejarah
– Sejarah Savu: http://nttonlinenow.com/home/89-cerita-ntt/3912-sejarah-sabu-raijua
– Sejarah Suku Savu: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-suku-sawu.html


Raja kerajaan Timu.


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s