Soppeng ri Lau, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Soppeng

Kerajaan Soppeng ri Lau adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Soppeng, prov. Sulawesi Selatan.
Jauh sebelum terbentuknya kerajaan Soppeng, ada 60 komunitas yang dipimpin oleh matoa. Kedatangan To Manurung ri Sekkanyili yaitu La Temmamala dan We Tenripuppu Manurungnge ri GoariE kemudian membentuk kedatuan Soppeng Riaja dan kedatuan Soppeng riLau. Kedua kerajaan kembar ini akhirnya menyatu.

The kingdom of Soppeng ri Lau was a kingdom on Sulawesi, in Kab. Barru, prov. South Sulawesi.
It has the same history as the kingdom of Soppengriaja; click here for kingdom of Soppengriaja.

Lokasi kab. Soppeng


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


KERAJAAN SOPPENG RI LAU

Sejarah kerajaan Soppeng, Soppeng Ri Lau dan Soppeng Riaja

Umum

Berakhirnya masa prasejarah di daerah Soppeng, maka fase baru muncul yaitu adanya masyarakat yang hidup secara berkelompok yang terbagi dalam dua kelompok besar. Kelompok-kelompok masyarakat tersebut terbagi dan menyebar pada dua wilayah besar yang ada di daerah ini, yaitu:
Soppeng Riaja, sebanyak 30 kelompok yang berpusat di Sewo.
Soppeng Rilau, sebanyak 30 kelompok lainnya berpusat Gattareng.

Masing-masing masyarakatnya hidup berkelompok-kelompok, baik dalam kelompok besar di dalam wanua, maupun kelompok kecil di dalam limpo. Masing-masing kelompok besar dan kecil menempati wilayahnya serta memiliki pemimpin yang disebut matoa. Limpo-limpo yang ada kemudian menggabungkan dirinya ke dalam satuan kelompok besar yang disebut wanua.

Kemunculan Soppeng Riaja dan Soppeng ri Lau

Kerajaan Soppeng bermula dengan kedatangan To Manurung ri Sekkanyili yaitu La Temmamala dan We Tenripuppu Manurungnge ri GoariE; kemudian membentuk kedatuan Soppeng Riaja dan kedatuan Soppeng ri Lau, lalu para pemangku adat sepakat menikahkan mereka, untuk menyatukan dua kerajaan mereka yang berbeda.
Fase kedamaian ini berlangsung hingga kurang lebih 260 tahun lamanya, yaitu mulai tahun 1300-an sebagai masa awal pemerintahan La Temmamala sebagai Datu I di Soppeng Riaja dan We Temmabubbu sebagai Datu I di Soppeng Rilau hingga terjadinya konflik perselisihan antara Datu La Mataesso Puang Lipué Patolaé dengan Datu La Makkarodda Latenribali masing-masing sebagai Datu di Soppeng Riaja dengan Soppeng Rilau.
Kerajaan Soppeng Rilau akhirnya berintegrasi dengan Soppeng Riaja (abad ke-16).

Terbentuknya kerajaan Soppeng

Sejarah Soppeng awal adalah sejarah Soppeng ri Aja: kerajaan atau kedatuan (bukan kesultanan) Soppeng didirikan c.1550 oleh La Mataesso dari Soppeng ri Aja, Soppeng ri Lau, dan tanah Cina di Lembah Walennae yang disita oleh La Malaesso.

Satu hal menarik sekali dalam lontara tersebut bahwa jauh sebelum terbentuknya kerajaan Soppeng telah ada kekuasaan yang mengatur jalannya pemerintahan yang berdasarkan kesepakatan 60 Pemuka Masyarakat, hal ini dilihat dari jumlah Arung, Sullewatang, Paddanreng, dan Pabbicara yang mempunyai daerah kekuasaan sendiri yang dikoordini oleh lili-lili.

Namun suatu waktu terjadi suatu musim kemarau disana sini timbul huru-hara, kekacauan sehingga kemiskinan dan kemelaratan terjadi dimana-mana olehnya itu 60 Pemuka Masyarakat bersepakat untuk mengangkat seorang junjungan yang dapat mengatasi semua masalah tersebut.
Tampil Arung Bila mengambil inisiatif mengadakan musyawarah besar yang dihadiri 30 orang matoa dari Soppeng Riaja dan 30 orang Matoa dari Soppeng Rilau, sementara musyawarah berlangsung, seekor burung kakak tua terbang mengganggu diantara para hadirin dan Arung Bila memerintahkan untuk menghalau burung tersebut dan mengikuti kemana mereka terbang.
Burung Kakak Tua tersebut akhirnya sampai di Sekkanyili dan ditempat inilah ditemukan seorang berpakaian indah sementara duduk diatas batu, yang bergelar Manurungnge Ri Sekkanyili atau La Temmamala sebagai pemimpin yang diikuti dengan ikrar, ikrar tersebut terjadi antara La Temmamala dengan rakyat Soppeng. Demikianlah komitmen yang lahir antara Latemmamala dengan rakyat Soppeng, dan saat itulah Latemmamala menerima pengangkatan dengan gelar Datu Soppeng, sekaligus sebagai awal terbentuknya kerajaan Soppeng. Kerajaan ini merupakan cikal bakal dari Kabupaten Soppeng.

Soppeng dan Sidenreng memeluk Islam tahun 1609, Wajo 1610 dan akhirnya Bone pada tahun 1611.
Perkembangan berikutnya sepanjang abad ke-17, menempatkan Soppeng pada beberapa perubahan keputusan politik ketika persaingan Bone dan Goa semakin menguat.

Jauh sebelum perjanjian Timurung yang melahirkan persekutuan Tellumpocco, sebenarnya Soppeng sudah berada di pihak kerajaan Goa dan terikat dengan perjanjian Lamogo antara Goa dan Soppeng. Persekutuan Tellumpocco sendiri lahir atas “restu” Goa.

Namun, ketika terjadi gejolak politik antara Bugis dan Makassar disebabkan oleh gerakan yang dipelopori oleh Arung Palakka dari Bone, Soppeng sempat terpecah dua ketika Datu Soppeng, Arung Mampu, dan Arung Bila bersekutu dengan Bone pada tahun 1660 sementara sebagian besar bangsawan Soppeng yang lain menolak perjanjian di atas rakit di Atappang itu.

– Kerajaan Soppeng: klik di sini

Lokasi kerajaan Soppeng, 1550 M

Soppeng


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber kerajaan Soppeng, Soppeng Riaja, Soppeng ri Lau

– Kerajaan Soppeng: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Soppeng
Sejarah kerajaan Soppeng:  http://anshar-grt.blogspot.co.id/
– Sejarah kerajaan Soppeng: http://makkawaruwe.blogspot.co.id/
Daftar raja Soppeng:  http://anshar-grt.blogspot.co.id/

– Sejarah Soppengrilau dan Soppengriaja: http://makkawaruwe.blogspot.com/
Sejarah Soppengrilau dan Soppengriaja : https://soppengkab.go.id/sejarah-soppeng/
– Sejarah Soppengrilau dan Soppengriaja : https://ayokesoppeng.blogspot.com/

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: