Raijua, kerajaan / P. Sawu – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Raijua  terletak di pulau Sawu. Kab. Sabu Raijua, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Raijua was a kingdom on the island of Savu. District of Sabu Raijua.
For english, click here

Klik foto untuk besar !

Provinsi Nusa Tenggara Timur

Provinsi Nusa Tenggara Timur


* Foto pulau (island) Sawu: link
*
Foto situs kuno / megalitik Sawu: link


Tentang raja sekarang (2018)

Di foto di kanan: Raja Raijua. Tetapi tidak ada konfirmasi akurasi raja ini.

Raja Hernimus Riwu of Liae, Sabu Raijua-right.


Tentang kerajaan Raijua

Pada akhir abad ke-19, Rai Jua adalah rumah bagi 25 suku; termasuk Oedjoe D’ima, Kolo Hab’a, Lede Talo, Koro (Koroh), untuk beberapa nama. Belanda disebut pulau Randjoea dan juga Bendjoar. Pada waktu itu memiliki 1.300 penduduk, di antaranya banyak yang Kristen.
Sumber: link


Daftar raja / List of kings Raijua

1) Lomi Tulu (died 1794).
2) Raja Tulu (brother 1794 – ?) There is also mention of a J’ara Lay in this same year (1794), so perhaps the two brothers were actually Fettors/vice-rulers.
3) B’aku Ruha was the first King recognized by the Dutch.
4) (Ama Mehe) Tarie….. (Messe Tari) (1830-1868).
5) (Ama Loni) Kudji…..(1868-death 7/4/1915).
6) (Ama Med’a) Lay….. (son; 1915-19 the first Christian King, taking after baptism the extra name of Paulus, born 1865; until 16/6/1918 last independent King).
7) Pia Lay (died 1954).
8) Jeremias Huru (Heremia Huru; installed 1956; when rule of Savu-area became more together, he became also gov. fettor; 2nd one; born ca. 1901; died 18/4/1990; his son is Ama Kudji, if he is King now is not known).
9) Herminus Radja Kudji (first Gov/Fettor; probably not of royal lineage.
10) Bu Weler was a principality ruler; but probably not of royal lineage; f.i. in 1986; because Rai Jua was not easy to reach, was made seperate sub-district) (cq) traditional ruler. “Bu” is used to address an adult (male) as in “Your Excelency”.
11) In 1905-1907, Radja…(Ama Dj’aga) was Fettor, or vice-Regal of Rai Jua. His contract with the Dutch was recognized 3/6/1885. Supposedly that the Fettors of Savu also had to sign a contract, so that their status could be confirmed by the Dutch.
12) Lay Nj’eb’e (Nyeb’e) (mentioned in 1767).

Sumber Source: link (tidak ada lagi di internet)


Sejarah pulau Sawu

Terjemahan dari Google

Pulau Sabu juga dikenal sebagai Savu atau Sawu. Warga di pulau itu sendiri menyebut pulau mereka Rai Hawu, yang berarti Tanah Hawu. Dan orang Sabu menyebut diri mereka sendiri Hawu. Nama resmi yang digunakan oleh pemerintah daerah adalah Sabu. Orang Sabu menjelaskan, bahwa nama pulau itu berasal dari nama Ga Hawu, nama salah satu nenek moyang mereka, yang dianggap datang ke pulau dulu.
Kontak awal adalah dengan Vereenigde Belanda Oost-Indische Companie pada tahun 1648. Referensi untuk Savu dari periode tersebut selalu menyangkut tentara Savati, tentara bayaran atau budak. Pada tahun 1674, awak kapal Belanda dibantai di Savu Timur, setelah kapal mereka kandas. Belanda menanggapi dengan membentuk sebuah aliansi dengan raja Seba, sehingga pasukan dapat dikirim untuk melakukan pembalasan. Namun, mereka gagal memasuki benteng Hurati, di Desa B’olou, Eastern Savu, karena dikelilingi oleh tiga dinding pertahanan. Untuk menyelamatkan muka, pasukan Belanda menerima pembayaran berupa budak, emas dan manik-manik.

Sabu tidak termasuk dalam daftar kerajaan Majapahit (abad ke-12-14). Tapi di beberapa tempat dan di beberapa benda purba, terutama yang ada di Pulau Raijua, ada judul Maja.
Pada tahun 1674, kapal VOC de Carper menabrak batu di daerah Dimu. Kapal tersebut dirampok dan krunya terbunuh. Dengan bantuan raja-raja atau pemimpin suku Amarasi (Timor), Termanu (Roti) dan suku Seba, VOC berhasil mengepung puri Hurati di daerah Dimu selama beberapa bulan.
Pada tahun 1756, VOC menandatangani sebuah kesepakatan dengan lima wilayah di Sabu; Seba, Mesara, Menia, Dimu dan Liae. Setelah beberapa orang masuk agama Kristen pada masa-masa awal populasi Portugis dan Belanda, Kristenisasi dan pendidikan tumbuh perlahan di Sabu daripada pulau-pulau lain seperti Roti, Timor atau Flores.
Savu memiliki ikatan sejarah yang kuat dengan Hinduisme di Jawa dan orang-orang menganggap diri mereka berasal dari Hindu. Masyarakat masih melakukan kepercayaan animistik tradisional, yang dikenal dengan Djingi Tiu. Misionaris Belanda memperkenalkan Protestantisme yang tetap berada di pulau-pulau saat ini.


Peta kuno

klik peta untuk besar

Nusantara, tahun 1493

Kepulauan Sunda Kecil, tahun 1725


Sumber

– Sejarah Raijua: link
Daftar raja: link

– Sejarah Kab. Savu Raijua: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sabu_Raijua#Sejarah
– Suku Sabu (Savu): http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-sabu-nusa-tenggara-timur.html
– Sejarah Savu: http://savuraijuatourism.com/2/page/26/sejarah
– Sejarah Savu: http://nttonlinenow.com/home/89-cerita-ntt/3912-sejarah-sabu-raijua
– Sejarah Suku Savu: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-suku-sawu.html


Foto foto

Istana Teni Hawu adalah istana yang ada di pulau Sabu, di Raijua.

Istana Teni Hawu adalah istana yang ada di pulau Sabu, di Raijua. wisata-kota-malang.blogspot.com/2013/04/istana-teni-hawu-…” target=”_blank”>Link

Raijua - Rumah Adat Boko

Raijua – Rumah Adat Boko

Pintu masuk kerajaan Raijua

Pintu masuk kerajaan Raijua


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s