Katapean, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Banggai

Kerajaan Katapean terletak di Sulawesi, Kab. Banggai, prov. Sulawesi Tengah. Banggai berdiri empat kerajaan, antara lain Babulau. Kerajaan ini berdiri abad ke-13.

Lokasi kabupaten Banggai


Sejarah kerajaan Katapean

– Kerajaan Banggai: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/raja-van-banggai/

Banggai dipercaya telah menjadi kerajaan sebelum abad ke-14, informasi tersebut oleh beberapa pihak —selain dihubungkan dengan pernyataan Prapanca dalam Nagarakrtagama—  juga kerap dihubungkan dengan kronik Cina tahun 1178 M karya Chu Ku fei, yang dalam bukunya berjudul  Ling-wai,.

Banggai berdiri empat kerajaan yang memiliki wilayah yang berdaulat atas wilayahnya:
* Babulau + 5 km dari desa Tolise Tubuno,
* Kokini berkedudukan di desa Lambako,
* Katapean berkedudukan di desa Sasaba + 5 km. Monsongan dan
* Singgolok berkedudukan di Bungkuko Tatandak+ 7 km dari desa Gonggong.

Keempat kerajaan tersebut dipimpin oleh sekumpulan pemimpin yang di sebut dengan “Basalo Sangkap” (Empat Besar) yang pada masa Kerajaan Banggai mereka selanjutnya berfungsi sebagai Dewan Kerajaan. Basalo Sangkap inilah orang-orang Tano Bolukan, atau orang-orang Banggai menamakan dan menganggap mereka itu “Tano Bukuno” atau “Tano Tumbuno” artinya yang mempunyai tanah atau orang Banggai asli.

Kerajaan-kerajaan yang berada di Teluk Tomini juga mendapat pengaruh dari Kerajaan-kerajaan Gorontalo dan Ternate terutama struktur pemerintahannya meliputi pembagian dan wilayah kekuasaanya seperti Kepala Negara (Olongian), Perdana Mentri  (Jogugu), Mentri Pertahanan laut (Kapitan Laut), Mentri Keuangan (Walaapulu), Mentri Perhubungan (Ukum), dan Mentri Penerangan (Madinu).

Untuk urusan pemerintahan di Kerajaan Banggai, di pegang langsung oleh seorang Raja atau Tomundo atau Tuutuu. Raja di pilih dan di angkat oleh Basalo Sangkap (Dewan Kerajaan) langsung dari keturunan atau sekurang-kurangnya ada ikatan hubungan keluarga dengan raja.

Selain itu, Basalo Sangkap juga memperhatikan kesanggupan dan kecakapan untuk memimpin. Basalo Sangkap menjadi seperti lembaga legislatif yang kemudian bertugas dalam memilih serta melantik, dan juga memberhentikan raja Banggai. Basalo Sangkap dengan kedudukannya sebagai lembaga tinggi yang sejajar dengan Raja (Tomundo).Basalo Sangkap mengurusi urusan Legislatif dan juga penasihat Tomundo. SedangkanTomundo membidangi urusan Eksekutif (pemerintahan kerajaan).

Adapun Dewan Kerajaan (Basalo Sangkap) yaitu terdiri dari:

* Raja Singgolok atau Basalo Gong-gong.
* Raja Katapean atau Basalo Monsongan.
* Raja Babulau atau Raja Dodung.
* Raja Kokini atau Basalo Tano Bonunungan.

Ketika keempat raja yang men­jadi Basalo Sangkap itu meninggal, posisi mereka kemudian digantikan keturunannya atau mereka yang memi­liki hubungan keluarga. Hingga kini, ketu­runan dari Basalo Sangkap kabarnya masih ada.


Sumber sejarah kerajaan Katapean

https://santimontoian.wordpress.com/2016/08/13/kerajaan-banggai/
http://benggawi1222.blogspot.com/2012/12/awal-mula-lahirnya-kerajaan-benggawi.html