Arungkeke, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Jeneponto

Kerajaan Arungkeke adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Jeneponto, prov. Sulawesi Selatan.

The Kingdom of Arungkeke is a kingdom in the Jeneponto region, south Sulawesi.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Jeneponto


* Foto foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto foto raja2 di Sulawesi dulu: link
* Foto foto situs kuno di Sulawesi: link


Tentang Raja kerajaan  Arungkeke

Raja Arungkeke tahun 2010: Arifin Ngalle.


Sejarah / History kerajaan Arungkeke

Sejarah 1

Dulu, di Jeneponto setidak-tidaknya ada 4 kerajaan yang pernah eksis. Yaitu kerajaan Binamu, kerajaan Bangkala, kerajaan Tarowang dan kerajaan Arungkeke.

Meskipun berada dalam lintas politik tiga kerajaan besar di Sulawesi Selatan, yaitu Kerajaan Luwu, Kerajaan Gowa dan Kerajaan Bone, dan juga tiga kerajaan lokal di sekitarnya, yaitu Binamu, Bangkala dan Tarowang. Tapi kerajaan Arungkeke masih tetap memperlihatkan identitas lokalnya yang khas, tanpa menafikan adanya asimilasi ragam budaya antar kerajaan yang juga ikut mewarnai perjalanan panjang kerajaan ini. Bahkan ketika Binamu dijadikan sebagai kerajaan besar, namun Kerajaan Arungkeke tetap berdaulat dan tidak bersedia menjadi naungannya.

Sebagaimana halnya kerajaan lainnya yang ada di Sulawesi Selatan, kerajaan Arungkeke juga diyakini bermula dari munculnya sosok wanita cantik dari Kayangan yang bernama Tumanurung. Tumanurung ini yang diberi nama Toalu’ Daeng Taba’, turun di Arungkeke tepatnya di bawah Pohon Asam sambil di ayun oleh pengawal dan budak yang menyertainya.

Kemudian, ada pula versi lain dari asal mula kerajaan ini. Katanya, sebenarnya Kerajaan Arungkeke berawal dari larinya Arung Mutara’ Daeng Tabba dari kerajaan Bone, Ia lari dari Bone karena tidak jadi dilantik menjadi Arung Pone. Ia membawa pelayan, prajurit, dan seluruh harta kekayaannya menuju Arungkeke, dan pada akhirnya dijadikan raja oleh rakyatnya. Setelah pelantikannya, ia terpikat dengan salah seorang anak karaeng yang bernama Karaeng Intang. Karaeng Intang inilah yang melahirkan anak dan kelak meneruskan pemerintahan ayahnya sebagai Karaeng Arungkeke.

– Sumber dan sejarah lengkap: http://jufridaengnigga80.blogspot.co.id/2012/12/kerajaan-arungkeke-kerajaan-kecil-yang.html

Sejarah 2

Sejarah Kerajaan Arungkeke diawali dengan munculnya wanita cantik yang bernama Tumanurung (Manusia yang turun dari Khayangan) Toalu’ Daeng Taba’ ia turun di Kerajaan Arungkeke tepatnya di bawah Pohon Asam sambil di temani oleh Pengawal dan budaknya sambil ia di ayun di bawah pohon tersebut ia konon Berasal dari emas dan semua alat-alat yang dipakainya berasal dari emas termasuk Baju, Mahkota, Lesung dan Alu, Perhiasan dan benda-benda yang lainnya.

Saat ia muncul ia menggunakan Lesung dan Alu di bawah Pohon Asam maka dari itulah dari dulu sampai sekarang Pelantikan Raja Arungkeke di lakukan dibawah pohon asam sambil ia di ayun, disaat Pelantikan itulah suara gendang/ganrang bulo dan alat musik lainnya yang berusia beratus-ratus tahun lamanya di perdengarkan. Suara alat musik ini dikenal dengan nama Ganrang Talluna Arungkeke.

Sejarah kedua ialah asal Nama Arungkeke yang berawal dari larinya Arung Mutara’ Daeng Tabba dari kerajaan Bone karena ia tidak jadi dilantik menjadi Arung Pone. Beliau membawa pelayan, prajurit, dan seluruh harta kekayaannya menuju Arungkeke dan setelah pelariannya dari Bone, ia dijadikan raja oleh rakyat.

Setelah pelantikannya itu ia terpikat oleh salah satu anak karaeng yang bernama Karaeng Intang. Karaeng Intang melahirkan anak yang kelak meneruskan pemerintahan ayahnya sebagai Karaeng Arungkeke. Namun, ada juga versi lain yang mengatakan bahwa Arung Mutara’ lari karena ia tidak ingin terlibat dalam peperangan antara Kakaknya Arung Palakka dan Pamannya Sultan Hasanuddin Kata Arungkeke berasal dari Rajanya yang seorang bangsawan tinggi dari daerah Bugis dengan kerajaan Bone, lalu rakyat memutuskan kerajaan itu namanya menjadi Arungkeke.

Arung dalam bahasa bugis adalah Penguasa/Raja. Di masa lalu, Arungkeke adalah daerah dimana Islam pertama kali disebarkan dan terkenal sebagai Serambi Mekahnya Jeneponto. Arungkeke juga sebuah kerajaan yang besar sama seperti Binamu, Bangkala dan Tarowang kerajaan ini diperhitungkan kebesarannya dan disegani di daerah Sulawesi Selatan. Dan daerah kekuasaannya meliputi Palajau, Bulo-bulo, Arungkeke Tamanroya, Arungkeke Pallantikang, Pettang dan satu Kerajaan Palili yaitu Kerajaan Bungeng yang kini menjadi Kecamatan Arungkeke.

Arungkeke merupakan kerajaan exist di Sulawesi Selatan pada abad ke 17 berikut daftarnya: 1. Gowa 2. Mandar 3. Sanrobone (Takalar) 4. Bulo-bulo (Sinjai) 5. Arungkeke (Jeneponto) 6. Binamu (Jeneponto) 7. Suppa 8. Balanipa (Mandar).
Arungkeke dari zaman dahulu tidak pernah di perintah oleh kerajaan-kerajaan besar manapun di Jeneponto tidak seperti Sidenre yang menjadi palili’ (kerajaan bawahan), dan juga tidak sama dengan Togo-togo yang menjadi Wanua (kerajaan yang di perintah langsung) oleh Binamu oleh karena itu strata kebangsawanan Arungkeke sama dengan kerajaan Binamu, Bangkala dan Tarowang.

Saat terjadinya Perang Makassar, Arungkeke ikut melawan penjajah Belanda di bawah pimpinan Karaeng Arungkeke ke 12 yaitu Djarigau’ Karaeng Cambang mengibarkan bendera Kerajaan Arungkeke yang bergambar Ratu Pertama Kerajaan Arungkeke yang konon Seorang Wanita Cantik yang berasal dari Emas menggunakan lesung dan alu yang juga terbuat dari Emas, Beliau mengibarkannya ketika prajuritnya melihat penjajah dan pasukan Bugis di bukit dekat pantai Arungkeke dan bukit itu masih ada sampai sekarang.

Dan di waktu perang sedang berkecamuk, rakyat dan Raja Arungkeke ikut dalam peperangan tersebut untuk membantu Gowa. Dalam Perang Makassar itu juga, Arungkeke bersama Bantaeng, kerajaan bawahan Arungkeke, dan kerajaan-kerajaan palili’ Gowa yang masih setia kepada Kerajaan Gowa untuk melawan Penjajah Belanda dan Para Sekutunya.

Sebab Kerajaan Arungkeke membantu Gowa karena Kerajaan ini adalah Palili’ Gowa serta raja-raja terdahulunya banyak memperistri anak Raja Gowa dan banyak juga rajanya berasal dari Gowa.

– Sumber: https://www.rujukannews.com/04/08/2019/read/berita/daerah/jeneponto/mengenal-sejarah-kabupaten-jeneponto-turatea-sulawesi-selatan.html


Daftar Raja / List of Kings

Raja yang pernah memerintah di Kerajaan Arungkeke

1. Ratu/ Karaeng Baine Toalu’Daeng/Karaeng Taba

2. Arung Mutara’/butara’ Daeng Tabba(asal Bone,adik Arung Pone)

3. Makkumala Daeng irawa (dari Bantaeng)

4. Daeng malonjo’  (dari Bantaeng)

5. Daeng Mattinri Karaeng Pakado Bukkuru (Putra Karaeng Loeyya Karaeng Bantaeng)

6. Supara’  Dg. Nara  (Gantarang kindang Gowa)

7. Mannjaurang Dg.Tau (Putra raja ke 6)

8. Danta’ Mappasang/Mappa Daeng Pasang Karaeng Toa (Putra Karaeng Tarowang)

9. Pagonra Daeng Momo’ Karaeng Abbua baka (Putra Raja ke 8)

10. Sallawa Daeng Saju Karaeng assuluka Kr.Arungkeke(Putra Raja ke 8/Saudara Raja ke 9)

11. Patoreang Daeng Kanna Karaeng Loloa (Putra Raja ke 9)

12. Jarigau’ Karaeng Cambang (dari Binamu-Gowa)

13. Makkodo’ Karaeng Bukkuka (Putra Raja ke 12)

14. Kadieng Daeng Ma’ro Karaeng Ponyaya (Putra Raja ke 13)

15. Jannang Karaeng Ra’ra (Putra Raja ke 14)

16. Timummmung Daeng Mabatu Karaeng Amadaka (Putra Raja ke 15)

17. Pabeta Daeng Buang Karaeng tinggia (Putra Raja ke 15)

18. Jannang Karaeng Ra’ra (Putra Raja ke 17)

19. Pilla Karaeng Loloa (Cucu Raja ke 15)

20. Kadieng Karaeng Caddi (Putra Raja ke 19)

21. Lawing Daeng Paliwang Karaeng Ngilanga (Cucu Raja ke 15)

22. Jangkang Karaeng Ma’ro (Cucu Raja Ke 15)

23. Kuri Karaeng Jalling Karaeng Toaya-Kepala Distrik Arungkeke( Putra Raja ke 21)

 Kepala Distrik Arungkeke (Setelah kemerdekaan)

1. Mattuppuang Karaeng Loloa (Cucu Raja ke 19)

2. Tempo Karaeng Gau (Karaeng Tunijallo Ripassuki)-Putra Raja ke 19

3. A.Burhan Karaeng Gassing (Putra Raja ke 23)

4. Mahdi Kulle Karaeng Kulle (Putra Raja ke 23)

5. Rudda Karaeng Moke (Cucu Kr.Bungeng, Keponakan Raja ke 20, 23, dan 25)

6. Muh.Yunus Karaeng Nojeng (Cucu Raja ke 22)

7. Muh.Sa’ing Karaeng Bulu (Putra Raja ke 25)

8. Pakihi Raja Karaeng Raja (Putra Raja ke 25)

9. Muh.Thalib Karaeng Giling (Keponakan Raja ke 20,23, dan 25,)

– Sumber: https://histourismaniac.wordpress.com/2013/02/25/sejarah-arungkeke/


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Arungkeke: https://www.rujukannews.com/04/08/2019/read/berita/daerah/jeneponto/mengenal-sejarah-kabupaten-jeneponto-turatea-sulawesi-selatan.html
– Sejarah kerajaan Arungkeke:  http://www.kompasiana.com/amir/sejarah-arung-keke-jeneponto-sulsel_550018a6813311255efa73a1
Sejarah kerajaan Arungkeke:  http://disinilahgudangnya.blogspot.co.id/2014/02/kerajaan-arungkeke.html
– Sejarah kerajaan Arungkeke: http://jufridaengnigga80.blogspot.co.id/2012/12/kerajaan-arungkeke-kerajaan-kecil-yang.html
– Daftar raja Arungkeke:  http://jufridaengnigga80.blogspot.co.id/2012/12/kerajaan-arungkeke-kerajaan-kecil-yang.html


nov. 2010: Festival Keraton Nusantara VII, Raja Arungkeke: Arifin Ngalle

nov. 2010: Festival Keraton Nusantara VII Selamat Datang di Kesultanan Palembang Darussalam——————————–

Makam Karaeng Bainea Karaeng Intang (Permasuri Karaeng Raja Arungkeke, Arung Mutara’-Butara’ Daeng Tabba).


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s