Buton, Kesultanan / Sul. Tenggara – Kab. Buton

Kesultanan Buton, berdiri tahun 1332. Terletak di Sulawesi, Kab. Buton, prov. Sulawesi Tenggara.
Kesultanan Buton pada zaman dahulu memiliki kerajaan sendiri yang bernama kerajaan Buton dan berubah menjadi bentuk kesultanan yang dikenal dengan nama Kesultanan Buton.

The Sultanate of Buton was founded in 1332. It is located on the island of Buton. South-east Sulawesi.

Klik foto untuk besar !

Provinsi Sulawesi Tenggara

Provinsi Sulawesi Tenggara  (hijau)


* Foto kesultanan / sultanate Buton: link
* Video: pelantikan / installation Sultan Buton (2012): link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


1 Hidup kembali kesultanan / revival of the sultanate 2012
2 Tentang Raja
/ About the Sultan
3 Sejarah / History
4 Pemerintahan

5 Daftar Raja / List of kings
6 Istana / Palace
7 Sumber / Source


1) Hidup kembali kesultanan / revival of the sultanate 2012

Setelah vakum selama lebih kurang 52 tahun, pada tanggal 25 mei 2012 dilantik Sultan baru di Masjid Agung Keraton Buton.

Pelantikan Sultan ke-40th pada 13 des. 2012: link
Sumber (des. 2011): http://www.antaranews.com/berita/287523/kesultanan-buton-kembali-memiliki-sultan
– Sumber (mei 2012): http://opinion-publika.blogspot.co.id/2012/05/la-ode-muhammad-jafar-dinobatkan.html
—————–

After 52 years a new Sultan was installed on 13-12-2012: dr La Ode Izzat Manarfa, Sultan Buton the 40th.


2) Tentang sultan / About the Sultan

Present Sultan (febr. 2014): dr La Ode Izzat Manarfa, Sultan Buton ke 40.


3) Sejarah / History kesultanan Buton

Sebelum kerajaan Buton adalah kerajaan Wolio.
Cikal bakal kerajaan Buton untuk menjadi sebuah Kerajaan pertama kali dirintis oleh kelompok Mia Patamiana (si empat orang) yaitu Sipanjonga, Simalui, Sitamanajo, Sijawangkati yang oleh sumber lisan mereka berasal dari Semenanjung Tanah Melayu pada akhir abad ke – 13.

Mpu Prapanca juga menyebut nama Pulau Buton di dalam bukunya, Kakawin Nagarakretagama. Sejarah yang umum diketahui orang, bahwa Kerajaan Bone di Sulawesi lebih dulu menerima agama Islam yang dibawa oleh Datuk ri Bandang yang berasal dari Minangkabau sekitar tahun 1605 M. Sebenarnya Sayid Jamaluddin al-Kubra lebih dulu sampai di Pulau Buton, yaitu pada tahun 815 H/1412 M.

Kerajaan Buton didirikan atas kesepakatan tiga kelompok atau rombongan yang datang secara bergelombang. Gelombang pertama berasal dari kerajaan Sriwijaya. Kelompok berikutnya berasal dari Kekaisaran Cina dan menetap di Buton. Kelompok ketiga berasal dari Kerajaan Majapahit.

Kerajaan Buton berdiri tahun 1332 M. Awal pemerintahan dipimpin seorang perempuan bergelar Ratu Wa Kaa Kaa. Kemudian raja kedua pun perempuan yaitu Ratu Bulawambona. Setelah dua raja perempuan, dilanjutkan Raja Bataraguru, Raja Tuarade, Raja Rajamulae, dan terakhir Raja Murhum. Ketika Buton memeluk agama Islam, maka Raja Murhum bergelar Sultan Murhum.
Kerajaan Buton secara resminya menjadi sebuah kerajaan Islam pada masa pemerintahan Raja Buton ke-6, yaitu Timbang Timbangan atau Lakilaponto atau Halu Oleo.

Setelah vakum selama lebih kurang 52 tahun, pada tanggal 25 mei 2012 dilantik Sultan baru di Masjid Agung Keraton Buton.

Sumber: Wiki

Peta wilayah kekuasaan kesultanan Buton (tahun ?)
klik foto untuk besar

————————–

In ancient times there was the kingdom of Buton; later it changed into the sultanate of Buton.
The name of Buton island is known since the time of the Majapahit; Gajah Mada in Sumpah Palapa named the island of Buton.
MPU Prapanca also named Buton Island in his book, Kakawin Nagarakretagama.
Generally people know, that in the past the kingdom of Buton received the Islam by Datuk ri Bandang from Minangkabau around 1605 AD. Actually Syed Jamaluddin al-Kubra came earlier to Buton Island, namely in the year 1412 AD.


4) Pemerintahan

Sistem kekuasaan di Buton ini bisa dibilang menarik karena konsep kekuasaannya tidak serupa dengan konsep kekuasaan di kerajaan-kerajaan lain di nusantara. Struktur kekuasaan kesultanan ditopang dua golongan bangsawan: golongan Kaomu dan Walaka. Wewenang pemilihan dan pengangkatan sultan berada di tangan golongan Walaka, namun yang menjadi sultan harus dari golongan Kaomu. Jadi bisa dikatakan kalau seorang raja dipilih bukan berdasarkan keturunan, tetapi berdasarkan pilihan di antara yang terbaik.

Kelompok Walaka yang merupakan keturunan dari Si Panjonga memiliki tugas untuk mengumpulkan bibit-bibit unggul untuk dilatih dan dididik sedemikian rupa sehingga para calon raja memiliki bekal yang cukup ketika berkuasa nanti. Berdasarkan penelitian, Ratu Waa Kaa Kaa adalah proyek percobaan pertama kelompok Walaka ini Selain sistem pemilihan raja yang unik, sistem pemerintahannya juga bisa dikatakan lebih maju dari jamannya. Sistem pemerintahan kerajaan/kesultanan Buton dibagi dalam tiga bentuk kekuasaan:
* Sara Pangka sebagai lembaga eksekutif,
* Sara Gau sebagai lembaga legislatif, dan
* Sara Bhitara sebagai lembaga yudikatif.

– Sumber dan lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Buton#Pemerintahan


5) Daftar sultan / List of sultans

1) 1491-1537: Sultan Murhum
2) 1545-1552: Sultan La Tumparasi
3) 1566-1570: Sultan La Sangaji
4) 1578-1615: Sultan La Elangi
5) 1617-1619: Sultan La Balawo
6) 1632-1645: Sultan La Buke
7) 1645-1646: Sultan La Saparagau
8) 1647-1654: Sultan La Cila
9) 1654-1664: Sultan La Awu
10) 1664-1669: Sultan La Simbata

11) 1669-1680: Sultan La Tangkaraja
12)1680-1689: Sultan La Tumpamana
13) 1689-1697: Sultan La Umati
14) 1697-1702: Sultan La Dini
15) 1702: Sultan La Rabaenga
16) 1702-1709: Sultan La Sadaha
17) 1709-1711: Sultan La Ibi
18) 1711-1712: Sultan La Tumparasi
19) 1712-1750: Sultan Langkariri
20) 1750-1752: Sultan La Karambau

21) 1752-1759: Sultan Hamim
22) 1759-1760: Sultan La Seha
23) 1760-1763: Sultan La Karambau
24) 1763-1788: Sultan La Jampi
25) 1788-1791: Sultan La Masalalamu
26) 1791-1799: Sultan La Kopuru
27) 1799-1823: Sultan La Badaru
28) 1823-1824: Sultan La Dani
29) 1824-1851: Sultan Muh. Idrus
30) 1851-1861: Sultan Muh. Isa

31) 1871-1886: Sultan Muh. Salihi
32) 1886-1906: Sultan Muh. Umar
33) 1906-1911: Sultan Muh. Asikin
34) 1914: Sultan Muh. Husain
35) 1918-1921: Sultan Muh. Ali
36) 1922-1924: Sultan Muh. Saifu
37) 1928-1937: Sultan Muh. Hamidi
38) 1937-1960: Sultan Muh. Falihi
39) mei 2012-19 july 2013: La Ode Muhammad Jafar
40) 13 des. 2013 – sekarang La Ode Muhammad Izat Manarfa.

– Sumber: Wiki


6)  Istana / Palace

Nama Istana: Kamali, atau Malige

– Tentang Istana:  http://kendarirentalmobil.com/2011/06/137/
Tentang istana:  https://springocean83.wordpress.com/2014/04/01/istana-istana-kerajaan-di-indonesia-yang-masih-ada-di-pulau-sulawesi/

– About the palace: link

Istana Malige - Kesultanan Buton

Istana Malige – Kesultanan Buton


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

Cikal bakal kerajaan Buton adalah kerajaan Wolio: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/wolio-kerajaan-sul-tenggara-kab-buton/

– Sejarah kerajaan Buton di Wiki: link
Sejarah kerajaan Buton di Melayuonline: link
– Sejarah kerajaan Buton: http://tanjungkona.blogspot.co.id/2011/02/kerajaan-kesultanan-buton.html
Daftar Raja Buton:  http://sample-semua.blogspot.co.id/2013/12/daftar-nama-raja-dan-sultan-buton.html
– Sejarah masuk Islam di Buton: http://kota-islam.blogspot.co.id/2013/09/sejarah-masuk-islam-di-kepulauan-buton.html

– Tentang Istana:  http://kendarirentalmobil.com/2011/06/137/
Tentang istana:  https://springocean83.wordpress.com/2014/04/01/istana-istana-kerajaan-di-indonesia-yang-masih-ada-di-pulau-sulawesi/

Pelantikan Sultan ke-40th pada 13 des. 2012:  http://www.timur-angin.com/2012/05/bangkitnya-kesultanan-buton.html
Sumber (des. 2011): http://www.antaranews.com/berita/287523/kesultanan-buton-kembali-memiliki-sultan
– Sumber (mei 2012): http://opinion-publika.blogspot.co.id/2012/05/la-ode-muhammad-jafar-dinobatkan.html

See Y-tube: report

English

– History of Buton: link
About the palace: link


* Foto kesultanan / sultanate Buton: link

Setelah vakum selama lebih kurang 52 tahun, pada tanggal 25 mei 2012 dilantik Sultan baru di Masjid Agung Keraton Buton.


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: