Jambi, kesultanan / Prov. Jambi, Sumatera

Kesultanan Jambi: ca. 1600 – 1903.  Terletak di Sumatera, Provinsi Jambi.

Sultanate of Jambi: ca. 1600 – 1903. Located in the province of Jambi.

Klik foto untuk besar !

Lokasi kesultanan Jambi

Provinsi Jambi (hijau)

Provinsi Jambi (hijau)


* Foto kesultanan / sultanate Jambi: link

* Foto foto situs kuno dan suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


1 Tentang Raja / About the King
2 Hidup kembali kesultanan
3 Sejarah kerajaan Melayu

4 Sejarah / History kesultanan Jambi
5 Peta kota Jambi tahun 1886

6 Struktur pemerintahan kesultanan Jambi
7 Daftar Raja / List of kings
8 Peta-peta kuno Sumatera
9 Sumber / Source


1) Tentang raja / About the King

Sultan: Sultan Abdurrachman Thaha Safiuddin (Dinobatkan 18 march 2012).

Dinobatkan Sultan tahun 2012: link
The Sultan was installed in 2012.


2) Hidup kembali kesultanan Jambi, 2012

Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi hingga awal tahun 2012 ini, sebagai bagian pelestarian aset sejarah dan budaya Melayu Nusantara, malahan belum berdiri tegak. Namun kejayaan dan kemasyuran Kesultanan Jambi di era Sultan Thaha Syaifuddin tempo dulu bakal terwujud dengan digelarnya prosesi adat agung penobatan penerus Sultan Thaha Syaifuddin kepada Raden Abdurrachman Bin Raden Djak’far Kertopati gelar Pangeran Mudo, sebagai Sultan Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi (pelestarian) yang baru, beserta permaisuri Ratu Mas Siti Aisah Bin Raden Haji Usman Yasin gelar Ratu Aisah Kusumo Ningrat.

18 maret 2012: Penobatan yang digelar di Ball Room Hotel Novita pada Minggu.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Jambi#Raden_Abdurrahman_Dinobat_Sebagai_Sultan_Jambi


3) Sejarah kerajaan Melayu

Masa berdirinya Kerajaan Malayu di Pulau Sumatera hampir sama dengan Kerajaan Sriwijaya . Letak dua kerajaan relatif tidak jauh. Pada umumnya, kerajaan ini dibedakan atas dua periode, yaitu Kerajaan Malayu Tua pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga Tamwa, dan Kerajaan Malayu Muda pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya.

Kerajaan Malayu Tua atau Malayu Kuno sering disebut sebagai Kerajaan Malayu Jambi. Ibukotanya di Minanga Tamwa atau sekarang di sekitar Muara Tebo (atau Kabupaten Tebo di Provinsi Jambi. Sedangkan Kerajaan Malayu Muda sering pula disebut dengan nama Kerajaan (Malayu) Dharmasraya, dengan ibukota Dharmasraya.

Kerajaan Dharmasraya, Melayu Muda: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/dharmasraya-malayu-muda-kerajaan/

Kerajaan Melayu Jambi, Melayu Tua: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/malayu-kerajaan-kuno-abad-ke7-ke13/


4) Sejarah / History kesultanan Jambi

Kesultanan Jambi adalah kerajaan Islam yang berkedudukan di provinsi Jambi sekarang. Kerajaan ini berbatasan dengan Kerajaan Indragiri dan kerajaan-kerajaan Minangkabau seperti Siguntur dan Lima Kota di utara.
Wilayah Jambi dulunya merupakan wilayah Kerajaan Malayu, dan kemudian menjadi bagian dari Sriwijaya. Pada akhir abad ke-14 Jambi merupakan vasal Majapahit dan pengaruh Jawa masih terus mewarnai kesultanan Jambi selama abad ke-17 dan ke-18.

Berdirinya kesultanan Jambi bersamaan dengan bangkitnya Islam di wilayah itu. Pada 1616 Jambi merupakan pelabuhan terkaya kedua di Sumatera setelah Aceh,dan pada 1670 kerajaan ini sebanding dengan tetangga-tetangganya seperti Johor dan Palembang.Namun kejayaan Jambi tidak berumur panjang. Tahun 1680-an Jambi kehilangan kedudukan sebagai pelabuhan lada utama, setelah perang dengan Johor dan konflik internal.
Tahun 1903 Pangeran Ratu Martaningrat, keturunan Sultan Thaha, sultan yang terakhir, menyerah Belanda. Jambi digabungkan dengan keresidenan Palembang.
Tahun 1906 kesultanan Jambi resmi dibubarkan oleh pemerintah Hinndia Belanda.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Jambi 

——————
The Sultanate of Jambi was located in northern Sumatra. It was centered in the modern-day province of Jambi in Indonesia.
Jambi in the past was a part of the Kingdom Sriwijaya.
In 1682 it was disputed as a vassal state between the Dutch East Indies Company (VOC) and the Kingdom of Siam.
In the late 19th century the sultanate was slowly annexed by the Dutch, with the sultan degraded to a puppet ruler. By 1907 the last vestiges of indigeous rule had been abolished.

– History: link


5) Peta kota Jambi tahun 1886


6) Struktur pemerintahan kesultanan Jambi

Menurut R. Sahabuddin (1954) dalam buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi (1978/1979), pemerintahan di pusat Kesultanan Jambi dipimpin oleh seorang sultan yang dibantu oleh pangeran ratu (putra mahkota) yang memimpin Rapat Dua Belas. Rapat Dua Belas terdiri atas dua bagian:
1. Kerapatan Patih Dalam (Dewan Menteri Dalam)
2. Kerapatan Patih Luar (Dewan Menteri Luar)
Masing-masing kerapatan terdiri dari 6 orang, 1 orang ketua dan 5 orang anggota.

Kerapatan Patih Dalam diketuai oleh Putra Mahkota yang bergelar Pangeran Ratu dengan para anggota yang diberi gelar :
1. Pangeran Adipati
2. Pangeran Suryo Notokusumo
3. Pangeran Jayadiningrat
4. Pangeran Aryo Jayakusumo
5. Pangeran Notomenggolo atau Pangeran Werokusumo

Kerapatan Patih Dalam pada hakekatnya merupakan Majelis Kerajaan (Rijksraad) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif (DPR) pada masa sekarang.

Klik foto untuk besar !

jambi - Struktur Pemerintahan Kesultanan Jambi

– Sumber dan lengkap: http://tasman1959.blogspot.co.id/2015/06/membongkar-adat-lamo-pusako-usang-167.html


7) Daftar Raja / List of Kings

* 1790 – 1812: Mas’ud Badruddin bin Ahmad Sultan Ratu Seri Ingalaga
* 1812 – 1833: Mahmud Muhieddin bin Ahmad Sultan Seri Ingalaga
* 1833 – 1841: Muhammad Fakhruddin bin Mahmud Sultan Keramat
* 1841 – 1855: Abdul Rahman Nazaruddin bin Mahmud
* 1855 – 1858: Thaha Safiuddin bin Muhammad (1st time)

* 1858 – 1881: Ahmad Nazaruddin bin Mahmud
* 1881 – 1885: Muhammad Muhieddin bin Abdul Rahman
* 1885 – 1899: Ahmad Zainul Abidin bin Muhammad
* 1900 – 1904: Thaha Safiuddin bin Muhammad (2nd time)
* 1904: Dihancurkan Belanda / Abolished by the Dutch
* 2012: Abdurrachman Thah Safiuddin (dinobatkan / installation 18 maret 2012)

– Sumber / Source: Wiki


8) Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


9) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Jambi di Wiki: link
Sejarah kesultanan Jambi di Melayuonline: link
– Bangkitnya kesultanan Jambi: http://www.kompasiana.com/fahman_habibi/bangkitnya-kerajaan-jambi_552a2e1ff17e61a467d623e5
– Sejarah kesultanan Islam Jambi: http://www.assajidin.com/2015/04/06/591/kesultanan-islam-jambi-dari-masa-ke-masa
– Sekitar tahun 600: Kerajaan Melayu Jambi Dharmasraya: http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Archive/Sejarah-Indonesia/Zaman-Pra-Kolonial/Tahun-600-799/Sekitar-Tahun-600-Kerajaan-Malayu-Jambi-Dharmasraya
Daftar Raja:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Jambi#Pemerintahan
Dinobatkan Sultan  baru 2012:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Jambi#Raden_Abdurrahman_Dinobat_Sebagai_Sultan_Jambi

Kerajaan Dharmasraya, Melayu Muda: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/dharmasraya-malayu-muda-kerajaan/
– Kerajaan Melayu Jambi, Malayu Tua: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/malayu-kerajaan-kuno-abad-ke7-ke13/

English

– History on Wiki: Wiki
History on Melayuonline: link
History: link
List of kings: link


* Foto kesultanan / sultanate Jambi: link


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: