Jambi, kesultanan / Sumatera – Prov. Jambi

Kesultanan Jambi, ca. 1600 – 1903.  Terletak di Sumatera, Provinsi Jambi.
Wilayah Jambi dulunya merupakan wilayah Kerajaan Malayu, dan kemudian menjadi bagian dari Sriwijaya. Pada akhir abad ke-14 Jambi merupakan vasal Majapahit, dan pengaruh Jawa masih terus mewarnai kesultanan Jambi selama abad ke-17 dan ke-18.
Berdirinya kesultanan Jambi bersamaan dengan bangkitnya Islam di wilayah itu. Pada 1616 Jambi merupakan pelabuhan terkaya kedua di Sumatera setelah Aceh.
Tahun 1906 kesultanan Jambi resmi dibubarkan oleh pemerintah Hindia Belanda.

Sultanate of Jambi, ca. 1600 – 1903. Located in the province of Jambi. This sultanate was abolished by the dutch in 1906.
For english, click here

Provinsi Jambi


* Foto kesultanan / sultanate Jambi: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto suku Minangkabau: link
* Foto suku Batak: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


ISI

Tentang Raja / About the King
Hidup kembali kesultanan
Sejarah kerajaan Melayu

Sejarah / History kesultanan Jambi
Peta kota Jambi tahun 1886

Struktur pemerintahan kesultanan Jambi
Daftar Raja / List of kings
Peta-peta kuno Sumatera
Sumber / Source


Tentang raja sekarang (2020)

Sultan: Sultan Abdurrachman Thaha Safiuddin.
Dinobatkan 18 march 2012.


Hidup kembali kesultanan Jambi, 2012

Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi hingga awal tahun 2012 ini, sebagai bagian pelestarian aset sejarah dan budaya Melayu Nusantara, malahan belum berdiri tegak. Namun kejayaan dan kemasyuran Kesultanan Jambi di era Sultan Thaha Syaifuddin tempo dulu bakal terwujud dengan digelarnya prosesi adat agung penobatan penerus Sultan Thaha Syaifuddin kepada Raden Abdurrachman Bin Raden Djak’far Kertopati gelar Pangeran Mudo, sebagai Sultan Kerajaan Melayu Kesultanan Jambi (pelestarian) yang baru, beserta permaisuri Ratu Mas Siti Aisah Bin Raden Haji Usman Yasin gelar Ratu Aisah Kusumo Ningrat.
18 maret 2012: Penobatan Sultan Abdurrachman Thaha Safiuddin.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Jambi#Raden_Abdurrahman_Dinobat_Sebagai_Sultan_Jambi

Sebuah Foto yang memperlihatkan Sultan Jambi dan Punggawanya menurut sumber: Tropenmuseum


Sejarah kesultanan Jambi, 1600 – 1903

Kesultanan Jambi adalah kerajaan Islam yang berkedudukan di provinsi Jambi sekarang. Kerajaan ini berbatasan dengan Kerajaan Indragiri dan kerajaan-kerajaan Minangkabau seperti Siguntur dan Lima Kota di utara.
Wilayah Jambi dulunya merupakan wilayah Kerajaan Malayu, dan kemudian menjadi bagian dari Sriwijaya. Pada akhir abad ke-14 Jambi merupakan vasal Majapahit dan pengaruh Jawa masih terus mewarnai kesultanan Jambi selama abad ke-17 dan ke-18.

Berdirinya kesultanan Jambi bersamaan dengan bangkitnya Islam di wilayah itu. Pada 1616 Jambi merupakan pelabuhan terkaya kedua di Sumatera setelah Aceh,dan pada 1670 kerajaan ini sebanding dengan tetangga-tetangganya seperti Johor dan Palembang.Namun kejayaan Jambi tidak berumur panjang. Tahun 1680-an Jambi kehilangan kedudukan sebagai pelabuhan lada utama, setelah perang dengan Johor dan konflik internal.
Tahun 1903 Pangeran Ratu Martaningrat, keturunan Sultan Thaha, sultan yang terakhir, menyerah Belanda. Jambi digabungkan dengan keresidenan Palembang.
Tahun 1906 kesultanan Jambi resmi dibubarkan oleh pemerintah Hinndia Belanda.

Makam Sultan Abdul Qahhar yang tidak terawat dan berada di tengah-tengah permukiman, sumber: Via Dicky

Setelah Istana Tanah Pilih Kota Jambi di hancurkan Belanda, dan Sultan Thaha mundur ke pedalaman Jambi. Oleh Kerabat Orang Kerajaan Jambi dipilih lah Pangeran Singkat Lengan menjadi Sultan menggantikan Thaha dengan gelar Sultan Ahmad Nazaruddin. Masa itu Kesultanan Jambi masih mengendalikan Ibukota (Kota Jambi) namun Sultan Ahmad Nazaruddin tinggal di Dusun Tengah, tiga atau empat hari perjalanan dari Ibukota., disebuah rumah sederhana dari papan.
Sumber: http://rensyrn.blogspot.co.id/2014/05/sejarah-kedaan-daerah-jambi.html

Pangeran Ratu Martaningrat menyerah ke Belanda tahun 1903.


Struktur pemerintahan kesultanan Jambi

Kesultanan Jambi dipimpin oleh raja yang bergelar sultan. Raja ini dipilih dari perwakilan empat keluarga bangsawan (suku): suku Kraton, Kedipan, Perban dan Raja Empat Puluh. Selain memilih raja keempat suku tersebut juga memilih pangeran ratu, yang mengendalikan jalan pemerintahan sehari-hari. Dalam menjalankan pemerintahan pangeran ratu dibantu oleh para menteri dan dewan penasihat yang anggotanya berasal dari keluarga bangsawan. Sultan berfungsi sebagai pemersatu dan mewakili negara bagi dunia luar.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Jambi

Menurut R. Sahabuddin (1954) dalam buku Sejarah Kebangkitan Nasional Daerah Jambi (1978/1979), pemerintahan di pusat Kesultanan Jambi dipimpin oleh seorang sultan yang dibantu oleh pangeran ratu (putra mahkota) yang memimpin Rapat Dua Belas. Rapat Dua Belas terdiri atas dua bagian:
1. Kerapatan Patih Dalam (Dewan Menteri Dalam)
2. Kerapatan Patih Luar (Dewan Menteri Luar)
Masing-masing kerapatan terdiri dari 6 orang, 1 orang ketua dan 5 orang anggota.

Kerapatan Patih Dalam diketuai oleh Putra Mahkota yang bergelar Pangeran Ratu dengan para anggota yang diberi gelar :
1. Pangeran Adipati
2. Pangeran Suryo Notokusumo
3. Pangeran Jayadiningrat
4. Pangeran Aryo Jayakusumo
5. Pangeran Notomenggolo atau Pangeran Werokusumo

Kerapatan Patih Dalam pada hakekatnya merupakan Majelis Kerajaan (Rijksraad) yang berfungsi sebagai lembaga legislatif (DPR) pada masa sekarang.

jambi - Struktur Pemerintahan Kesultanan Jambi

– Sumber dan lengkap: http://tasman1959.blogspot.co.id/2015/06/membongkar-adat-lamo-pusako-usang-167.html


Daftar Raja / List of Kings

* 1790 – 1812: Mas’ud Badruddin bin Ahmad Sultan Ratu Seri Ingalaga
* 1812 – 1833: Mahmud Muhieddin bin Ahmad Sultan Seri Ingalaga
* 1833 – 1841: Muhammad Fakhruddin bin Mahmud Sultan Keramat
* 1841 – 1855: Abdul Rahman Nazaruddin bin Mahmud
* 1855 – 1858: Thaha Safiuddin bin Muhammad (1st time)

* 1858 – 1881: Ahmad Nazaruddin bin Mahmud
* 1881 – 1885: Muhammad Muhieddin bin Abdul Rahman
* 1885 – 1899: Ahmad Zainul Abidin bin Muhammad
* 1900 – 1904: Thaha Safiuddin bin Muhammad (2nd time)
* 1904: Dihancurkan Belanda / Abolished by the Dutch
* 2012: Abdurrachman Thah Safiuddin (dinobatkan / installation 18 maret 2012)

– Sumber / Source: Wiki

Perjanjian kesultanan Jambi – kolonial belanda


Sejarah kerajaan-kerajaan Melayu

Masa berdirinya Kerajaan Malayu di Pulau Sumatera hampir sama dengan Kerajaan Sriwijaya. Letak dua kerajaan relatif tidak jauh. Pada umumnya, kerajaan ini dibedakan atas dua periode, yaitu Kerajaan Malayu Tua pada abad ke-7 yang berpusat di Minanga Tamwa, dan Kerajaan Malayu Muda pada abad ke-13 yang berpusat di Dharmasraya.

Kerajaan Malayu Tua atau Malayu Kuno sering disebut sebagai Kerajaan Malayu Jambi. Ibukotanya di Minanga Tamwa atau sekarang di sekitar Muara Tebo (atau Kabupaten Tebo di Provinsi Jambi. Sedangkan Kerajaan Malayu Muda sering pula disebut dengan nama Kerajaan (Malayu) Dharmasraya, dengan ibukota Dharmasraya.

Kerajaan Dharmasraya, Melayu Muda: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/dharmasraya-malayu-muda-kerajaan/

Kerajaan Melayu Jambi, Melayu Tua: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/malayu-kerajaan-kuno-abad-ke7-ke13/


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


9) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Jambi di Wiki: link
– Bangkitnya kesultanan Jambi: http://www.kompasiana.com/fahman_habibi/bangkitnya-kerajaan-jambi_552a2e1ff17e61a467d623e5
– Sejarah kesultanan Islam Jambi: http://www.assajidin.com/2015/04/06/591/kesultanan-islam-jambi-dari-masa-ke-masa
– Sekitar tahun 600: Kerajaan Melayu Jambi Dharmasraya: http://www.kidnesia.com/Kidnesia/Archive/Sejarah-Indonesia/Zaman-Pra-Kolonial/Tahun-600-799/Sekitar-Tahun-600-Kerajaan-Malayu-Jambi-Dharmasraya
Daftar Raja:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Jambi#Pemerintahan
Dinobatkan Sultan  baru 2012:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Jambi#Raden_Abdurrahman_Dinobat_Sebagai_Sultan_Jambi

Kerajaan Dharmasraya, Melayu Muda: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/dharmasraya-malayu-muda-kerajaan/
– Kerajaan Melayu Jambi, Malayu Tua: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/malayu-kerajaan-kuno-abad-ke7-ke13/



Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: