Kandhar-Taruna, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kepulauan Sangihe

Kerajaan Kandhar-Taruna terletak di pulau Sangihe, Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara. 1898 itu Kandhar dan Taruna dengan persetujuan para kepalanya sepakat bersatu. Kerajaan ini berdiri sampai 1949.

The kingdom of Kandhar-Taruna was located on the island of Sangihe, Prov. of North Sulawesi. 1898 Kandhar and Taruna with the approval of their heads agreed to unite. This kingdom existed until 1949.
For english, click here

Lokasi kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

———————————
Lokasi pulau Sangihe


Foto kerajaan2 di pulau Sangihe dulu: link


Video sejarah kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, 1295-2018: link


KERAJAAN KANDHAR-TARUNA

Sejarah kerajaan Kandhar-Taruna

Ada kerajaan Taruna dan kerajaan Kendahe (Kandhar)

Kandhar-Taruna adalah dua kerajaan bertetangga di pulau Sangihe yang pernah saling bersaing, tapi kemudian disatukan jadi satu kerajaan.
Kandhar atau sering ditulis juga Kandahar atau Kandar, sekarang lebih dikenal sebagai Kendahe. Kedua kerajaan kecil saja.

Bergabungan Kerajaan Kendahe (Kandhar) dan kerajaan Taruna, 1898

Raja kerajaan Kendahe (Kandhar) Daniel Petrus Ambat Janis memerintah sejak 25 juli 1861. Tahun 1894 ia meninggal dunia dan tidak ditunjuk seorang raja pengganti. Untuk mejalankan pemerintahan sementara diangkat Salmon Ponto yang berpangkat Jogugu.
Sementara di kerajaan Taruna, raja terakhir adalah Egenos Laurens Tamarol Rasubala. Raja Egenos naik tahta dengan meneken  Akte van Verband 31 desember 1880, menggantikan Raja Martens Jacobz dan memerintah hingga tahun 1898.
Untuk efesiansi tahun 1898 itu Kandhar dan Taruna dengan persetujuan para kepalanya sepakat bersatu, dengan nama kerajaan Kandhar-Taruna, beribukotakan Taruna.
Raja Taruna Salmon Dumalang yang telah mulai berdinas di bawah Raja Egenos Rasubala sebagai Jogugu, dipilih menjadi raja pertama kerajaan Kandhar-Taruna.

Christiaan Ponto sekitar tahun 1920. Sumber: Coll. Tropenmuseum Netherlands


Daftar raja Kandhar-Taruna

– Sumber: http://adrianuskojongian.blogspot.com/2016/05/mengenal-raja-raja-kandhar-taruna.html

Kapal uap KPM ‘Van Overstraten’ di Teluk Tahuna sekitar 1912-1914. Sumber: Coll.  Tropenmuseum Netherlands

Kapal uap KPM 'Van Overstraten' di Teluk Tahuna sekitar 1912-1914, koleksi Tropenmuseum.


Sejarah singkat kerajaan2 di kepulauan Sangihe

Abad ke-13: Kerajaan Tampunganglawo.

Sesudah 1400 kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).
Setelah tahun 1530 kedua kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan kerajaan ini disebut Rimpulaeng dengan pusat pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai tahun 1575.

Kemudian di Tampunganglawo timbul lagi 3 buah kerajaan seperti:
* Kerajaan Tahuna (Malahasa) berpusat di Tahuna (Bukide), dengan Rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625).
* Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan Rajanya Boo atau disebut juga Liung Tolosang (1600-1630).
* Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).

1670: Kira-kira tahun 1670-an, selain kerajaan Tagulandang dan kerajaan Siau yang sudah ada sebelumnya di batas selatan (Kepulauan Siau Tagulandang Biaro), di Sangihe muncul sembilan kerajaan, yaitu:
Kerajaan Kendahe,
Kerajaan Taruna,
Kerajaan Kolongan,
Kerajaan Manganitu,
– Kerajaan Kauhis,
Kerajaan Limau,
Kerajaan Tabukan,
– Kerajaan Sawang (Saban) dan
– Kerajaan Tamako.

1900: Namun pada tahun 1900-an tersisa tiga kerajaan saja di Sangihe yaitu :
Kerajaan Tabukan,
Kerajaan Manganitu,
Kerajaan Kendahe-Taruna.
Kerajaan-kerajaan sebelumnya mengempis catat sejumlah sumber. Kerajaan Tamako menjadi bagian kerajaan Siau di Kepulauan Siau. Sementara, Raja kerajaan Limau ditumpas pasukan kiriman Gubernur Belanda di Maluku, Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Kerajaan Sawang bergabung dengan kerajaan Tahuna. Kerajaan Kauhis bergabung dengan kerajaan Manganitu. Pada tahun 1898 kerajaan Kendahe dan kerajaan Taruna digabung menjadi satu.

Raja Taruna 1905-1914. Sumber: Coll. Tropenmuseum Netherlands 

Raja Taruna 1905-1914 Koleksi NMVW-Tropenmuseum


Sumber kerajaan Kandhar-Taruna

– Sejarah kerajaan Kandhar-Taruna: http://adrianuskojongian.blogspot.co.id/2016/05/mengenal-raja-raja-kandhar-taruna.html
– Sejarah kerajaan Kendahe: http://9soputan9.blogspot.nl/2011/11/kerajaan-kendahe-dan-sekitarnya.html?spref=bl

Sumber sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe, bagian 1: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-1/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe, bagian 2: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-2/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.com/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: