Daya, Meureuhom Daya, kesultanan / Sumatera – Prov. Aceh

Kerajaan (Meureuhom) Daya terletak di Provinsi Aceh, Kab. Aceh Jaya, wilayah Lamno, prov. Aceh.
Kerajaan Negeri Daya didirikan pada tahun 1480.

The Kingdom of (Meureuhom) Daya is located in Aceh, north Sumatera, district Aceh Barat Daya, province of Aceh.
The kingdom was founded in 1480.
For english, click here

Kab. Aceh Jaya, prov. Aceh


* Foto Aceh: Kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto Aceh: Raja kerajaan-kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh: Aceh dulu: link
*
Foto Aceh: Perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Tentang Raja / About the King

Present Raja (2017): Teuku Saifullah bin Teuku Hasymi El Hakimi, keturunan ke-13 raja Daya.


Sejarah / History kerajaan Meureuhom Daya

Sejarah lengkap kerajaan Daya, klik di sini

Berdirinya Kerajaan  Daya:
Kerajaan Negeri Daya didirikan pada tahun 1480 M dengan raja pertama “Sultan Salathin Alaidin Syah”, atau lebih dikenal dengan julukan “Po Teumeureuhom”, atau “Cik Po Kandang”, yang membawahi empat kerajaan yang di persatukannya, yaitu:
* Kerajaan Negeri Keuluang.
* Kerajaan Negeri Lamno.
* Kerajaan Negeri Kuala Unga, dan
* Kerajaan Negeri Kuala Daya.

Kerajaan Daya didirikan para pengungsi dari Kerajaan Indra Jaya, sebuah Kerajaan yang berpusat di Bandar Panton Bie (Seudu). Alasan mereka mengungsi ialah untuk menghindari serangan tentara angkatan laut Negeri China yang menyerang negeri mereka. Raja Indra Jaya turut mengungsi ke suatu tanah datar yang subur di sebelah Gunung Geurutee. Melihat lokasi tersebut, Raja Indra Jaya beserta rombongan menetap di daerah tersebut sehingga dinamai Indra Jaya.
Kemudian serombongan mubaligh pimpinan Meurah Pupok (Teungku Sagop) datang ke Kerajaan Indra Jaya. Mereka berhasil mengembangkan Islam dan rajanya pun ikut menganut agama Islam. Akhirnya, Meurah Pupok diangkat menjadi raja dan kerajaannya bernama Kerajaan Daya.
Diantara raja yang terkenal namanya dari keturunan Meurah Pupok adalah Meureuhom Onga (Almarhum Onga). Setelah Onga mangkat, Kerajaan Daya mengalami kemunduran dan kekacauan. Akhirnya datanglah Raja Inayat Syah dan puteranya Riayat Syah dari Kerajaan Aceh Darussalam. Putera mahkota Riayat Syah diangkat menjadi Raja Kerajaan Daya dengan gelar Sultan Salathin Riayat Syah, sedangkan ayahnya, Sultan Inayat Syah tetap memerintah Kerajaan Aceh Darussalam, 1480-1490 M.
Ketika Kerajaan Aceh Darussalam diperintah oleh Syamsu Syah, 1497-1511 M terjadi sengketa dengan Kerajaan Daya, bahwa Kerajaan Daya telah terpengaruh oleh hasutan Portugis. Akhirnya mereka kembali berdamai setelah Sultan Syamsu Syah (Raja Muda Ali Mughayat Syah) mengawini Puteri Raja Daya (Puteri Hur). Pada 12 November 1508, Sultan Salathin Riayat Syah mangkat. Kerajaan ini, kemudian terkenal dengan Meureuhom Daya.

Sumber: http://blogger-yapuna.blogspot.co.id/2011/07/berdirinya-kerajaan-negeri-daya.html

Sejarah lengkap kerajaan Daya, klik di sini


Tentang kerajaan-kerajaan kecil di bawah Sultan Aceh

Topik penting:

* Struktur pemerintahan kerajaan kecil di Aceh (Mukim, Sagi, Nangroe, Uleebalang), lengkap: link
* Daftar Uleebalang, 1914: link
* Daftar Uleebalang, 1940: link
* Gelar orang  kesultanan Aceh: link

Wilayah bagian barat Kerajaan Aceh Darussalam mulai dibuka dan dibangun pada abad ke-16 atas prakarsa Sultan Saidil Mukamil (Sultan Aceh yang hidup antara tahun 1588-1604), kemudian dilanjutkan oleh Sultan Iskandar Muda (Sultan Aceh yang hidup tahun 1607-1636) dengan mendatangkan orang-orang Aceh Rayeuk dan Pidie.

Daerah ramai pertama adalah di teluk Meulaboh (Pasi Karam) yang diperintah oleh seorang raja yang bergelar Teuku Keujruen Meulaboh, dan Negeri Daya (Kecamatan Jaya) yang pada akhir abad ke-15 telah berdiri sebuah kerajaan dengan rajanya adalah Sultan Salatin Alaidin Riayat Syah dengan gelar Poteu Meureuhom Daya.

Dari perkembangan selanjutnya, wilayah Aceh Barat diakhir abad ke-17 telah berkembang menjadi beberapa kerajaan kecil yang dipimpin oleh Uleebalang, yaitu : Kluang; Lamno; Kuala Lambeusoe; Kuala Daya; Kuala Unga; Babah Awe; Krueng No; Cara’ Mon; Lhok Kruet; Babah Nipah; Lageun; Lhok Geulumpang; Rameue; Lhok Rigaih; Krueng Sabee; Teunom; Panga; Woyla; Bubon; Lhok Bubon; Meulaboh; Seunagan; Tripa; Seuneu’am; Tungkop; Beutong; Pameue; Teupah (Tapah); Simeulue; Salang; Leukon; Sigulai.

Struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan Aceh

Untuk lengkap: Struktur pemerintahan kerajaan kecil di Aceh (Mukim, Sagi, Nangroe, Uleebalang): link

1) Gampong, pimpinan disebut Geucik atau Keuchik. Teritorial yang terkecil dari susunan pemerintahan di Aceh adalah yang disebut dalam istilah Aceh Gampong. Sebuah Gampong terdiri atas kelompok-kelompok rumah yang letaknya berdekatan satu dengan yang lain.
Pimpinan gampong disebut Geucik atau Keuchik, yang dibantu oleh seorang yang mahir dalam masalah keagamaan, dengan sebutan Teungku Meunasah
2) Mukim, pimpinan disebut Imum Mukim. Bentuk teritorial yang lebih besar lagi dari gampong yaitu Mukim. Mukim ini merupakan gabungan dari beberapa buah gampong, yang letaknya berdekatan dan para penduduknya.
Pimpinan Mukim disebut sebagai Imum Mukim. Dialah yang mengkoordinir kepala-kepala kampung atau Keuchik-Keuchik.
3) Sago atau Sagoe, pimpinan disebut Panglima Sagoe atau Panglima Sagi. Di wilayah Aceh Rayeuk (Kabupaten Aceh Besar sekarang), terdapat suatu bentuk pemerintahan yang disebut dengan nama Sagoe atau Sagi. Keseluruhan wilayah Aceh Rayeuk tergabung ke dalam tiga buah Sagi ini, yang dapat dikatakan sebagai tiga buah federasi. Ketiga buah Sagoe atau Sagi tersebut masing-masing dinamakan:
1. Sagi XXII Mukim, dibentuk dari 22 mukim,
2. Sagi XXV Mukim, dibentuk dari 25 mukim,
3. Sagi XXVI Mukim, dibentuk dari 26 mukim.
Pemimpin disebut dengan Panglima Sagoe atau Panglima Sagi, secara turun-temurun, juga diberi gelar Uleebalang.
Mereka pengangkatannya sebagai Panglima Sagi disyahkan oleh Sultan Aceh dengan pemberian suatu sarakata yang dibubuhi cap stempel Kerajaan Aceh yang dikenal dengan nama Cap Sikureung.
4) Nangroe, pimpinan disebut Uleebalang. Bentuk wilayah kerajaan lainnya yang terdapat di Aceh yaitu yang disebut Nangroe atau Negeri. Nangroe ini sebenarnya merupakan daerah takluk Kerajaan Aceh dan berlokasi di luar Aceh Inti atau Aceh Rayeuk.
Pimpinan Nangroe disebut Uleebalang, yang ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka harus disyahkan pengangkatannya oleh Sultan Aceh. Surat Pengangkatan ini dinamakan Sarakata yang dibubuhi stempel Kerajaan Aceh, Cap Sikureung.
5) Sultan. Tingkat tertinggi dalam struktur pemerintahan Kerajaan Aceh adalah pemerintah pusat yang berkedudukan di ibukota kerajaan, yang dahulunya bernama Bandar Aceh Dar as Salam.  Kepala pemerintahan pusat adalah Sultan yang para kelompoknya bergelar Tuanku.

Uleebalang di Aceh tahun 1917


Peta Aceh dulu

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

—————————————

Peta Aceh 1873.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

Sejarah kerajaan Daya:  http://leser-aceh.blogspot.co.id/2013/01/kerajaan-daya.html
– Sejarah kerajaan Daya: http://www.mudhiatulfata.net/2016/08/raja-meureuhom-daya-dan-tradisi-di-aceh.html
– Sejarah kerajaan Daya:  https://www.facebook.com/SejarahAceh/posts/10150622667631791
Bedirinya Nanggroe Daya:  http://blogger-yapuna.blogspot.co.id/2011/07/berdirinya-kerajaan-negeri-daya.html

– Uleebalang di Aceh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Aceh#Ul.C3.A8.C3.ABbalang_.26_Pembagian_Wilayah
– Uleebalang di kesultanan Aceh: https://www.kompasiana.com/ruslan./siapakah-uleebalang_552c324c6ea83444128b4580
– Sejarah Uleebalang: https://www.facebook.com/boy.adityamawardi/posts/771874096190147
– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://febasfi.blogspot.co.id/2012/11/struktur-atau-lembaga-pemerintahan.html
– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://helmiyymailcom.blogspot.co.id/2012/10/struktur-pemerintahaan-kerajaan-aceh.html
– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://wartasejarah.blogspot.co.id/2013/07/kerajaan-aceh.html
– Tentang uleebalang: https://id.wikipedia.org/wiki/Ul%C3%A8%C3%ABbalang


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s