Cirebon, Keraton Kasepuhan / Prov. Jawa Barat – Kab. Cirebon

Keraton Kasepuhan berdiri sejak perpecahan  kesultanan Cirebon tahun 1662. Terletak di Kab. Cirebon, prov. Jawa Barat.

Keraton Kasepuhan exists since 1662.

Klik foto untuk besar!

Kabupaten Cirebon

Kabupaten Cirebon

Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat


* Foto Sultan Kasepuhan: link
* Foto keraton Kasepuhan (komplek bangunan): link


Adalah 4 Keraton di Cirebon / There are 4 Keratons in Cirebon.

* Keraton Kasepuhan, present Sultan Kasepuhan: Sultan Sepuh XIV.
* Keraton Kanoman, present Sultan: Sultan Kanoman Cirebon 12 Kanjeng Gusti Muhammad Emirrudin
* Keraton Kacirebonan, present Pangeran: Pangeran Kacirebonan Pangeran Abdul-gani Natadiningrat
* Keraton Kaprabonan, present Pangeran: Pangeran Kaprabonan Cirebon X Pangeran Hempi Raja Kaprabon


1) Tentang Raja / About the king

Present Sultan: Sultan Sepuh XIV, Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat.
Sejak / since 2010.


2) Sejarah / History Keraton Kasepuhan

Pendirian kesultanan Cirebon sangat berkaitan erat dengan keberadaan Kesultanan Demak.
Kesultanan Cirebon didirikan pada tahun 1552 oleh panglima kesultanan Demak, kemudian yang menjadi Sultan Cirebon ini wafat pada tahun 1570 dan digantikan oleh putranya yang masih sangat muda waktu itu. Berdasarkan berita dari klenteng Talang dan Semarang, tokoh utama pendiri Kesultanan Cirebon ini dianggap identik dengan tokoh pendiri Kesultanan Banten yaitu Sunan Gunung Jati.
Sultan kesultanan Cirebon:
* 1479-1568: Sunan Gunung Jati
* 1568-1570: Fatahillah
* 1570-1649: Panembahan Ratu I
* 1649-1677: Panembahan Ratu II

Perpecahan I, 1677
Pembagian pertama terhadap Kesultanan Cirebon, dengan demikian terjadi pada masa penobatan tiga orang putra Panembahan Girilaya, yaitu Sultan Sepuh, Sultan Anom, dan Panembahan Cirebon pada tahun 1677. Ini merupakan babak baru bagi keraton Cirebon, dimana kesultanan terpecah menjadi tiga dan masing-masing berkuasa dan menurunkan para sultan berikutnya. Dengan demikian, para penguasa Kesultanan Cirebon berikutnya adalah:
* Sultan Keraton Kasepuhan, Pangeran Martawijaya, dengan gelar Sultan Sepuh Abil Makarimi Muhammad Samsudin (1677-1703)
* Sultan Keraton Kanoman, Pangeran Kartawijaya, dengan gelar Sultan Anom Abil Makarimi Muhammad Badrudin (1677-1723)
* Pangeran Wangsakerta, sebagai Panembahan Cirebon dengan gelar Pangeran Abdul Kamil Muhammad Nasarudin atau Panembahan Tohpati (1677-1713).
Pangeran Wangsakerta tidak diangkat menjadi sultan melainkan hanya Panembahan. Ia tidak memiliki wilayah kekuasaan atau keraton sendiri, akan tetapi berdiri sebagai Kaprabonan (Paguron) yaitu tempat belajar para intelektual keraton.

Perpecahan II, 1807, berdirian Kacirebonan
Suksesi para sultan Cirebon pada umumnya berjalan lancar, sampai pada masa pemerintahan Sultan Anom IV (1798-1803), dimana terjadi perpecahan karena salah seorang putranya, yaitu Pangeran Raja Kanoman, ingin memisahkan diri membangun kesultanan sendiri dengan nama Kesultanan Kacirebonan.
Kehendak Pangeran Raja Kanoman didukung oleh pemerintah Kolonial Belanda dengan keluarnya besluit (Bahasa Belanda: surat keputusan) Gubernur-Jendral Hindia Belanda yang mengangkat Pangeran Raja Kanoman menjadi Sultan Carbon Kacirebonan tahun 1807 dengan pembatasan bahwa putra dan para penggantinya tidak berhak atas gelar sultan, cukup dengan gelar pangeran. Sejak itu di Kesultanan Cirebon bertambah satu penguasa lagi, yaitu Kesultanan Kacirebonan, pecahan dari Kesultanan Kanoman. Sementara takhta Sultan Kanoman V jatuh pada putra Sultan Anom IV yang lain bernama Sultan Anom Abusoleh Imamuddin (1803-1811).


—————

The first split of the Sultanate of Cirebon occurred during the coronation of three sons Panembahan Girilaya, Sepuh Sultan, Sultan Anom, and Panembahan Cirebon in 1677. This is a new chapter for Cirebon Keraton, the the sultanate was split into three.
The next rulers of the Sultanate of Cirebon were:
* Sultan Keraton Kasepuhan, Prince Martawijaya, with the title of Sultan Muhammad Samsudin Makarimi Sepuh Abil (1677-1703)
* Sultan Keraton Kanoman, Pangeran Kartawijaya, with the title of Sultan Anom Abil Makarimi Mohammed Badruddin (1677-1723)
* Prince Wangsakerta, as Panembahan Cirebon with the title of Prince Abdul Kamil Muhammad Nasarudin or Panembahan Tohpati (1677-1713). Ruled Keraton Kaprabonan.

– Sumber / Source: Wiki


3) Daftar Raja / List of kings

* 1662-1697: Sultan Sepuh I Syamsuddin, son of Pangeran Giri Laya
* 1697-1723: Sultan Sepuh II Jamaluddin, son
* 1723-1753: Sultan Sepuh III Muhammad Zainuddin, son
* 1753-1773: Sultan Sepuh IV Muhammad Zainuddin, son
* 1773-1786: Sultan Sepuh V Sapiuddin, son
* 1786-1791: Sultan Sepuh VI, brother
* 1791-1816: Sultan Sepuh VII Joharuddin, son
* 1816-1819: Sultan Sepuh VIII Syamsuddin, titular sultan 1819-1843, brother

• Titular sultans of Kraton Kasepuhan since 1819

* 1843-1853: Sultan Sepuh IX Raja Syamsuddin, son
* 1853-1875: Sultan Sepuh Raja Dipati Satria, son
* 1875-1880: Pangeran Jayawikarta, regent-sultan, brother
* 1880-1885: Sultan Sepuh X Raja Atmaja, brother
* 1885-1942: Sultan Sepuh XI Raja Aluda Tajularifin, son
* 1942-1969: Sultan Sepuh XII Raja Rajaningrat, son
* 1969-2010: Sultan Sepuh XIII Pangeran Raja Adipati Maulana Pakuningrat, son
* 2010-sekarang : Sultan Sepuh XIV Arif Natiningrat, son.

Silsilah Cirebon.

Silsilah Cirebon.


4) Keraton / Palace

Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan berisi dua komplek bangunan bersejarah yaitu Dalem Agung Pakungwati yang didirikan pada tahun 1430 oleh Pangeran Cakrabuana dan komplek keraton Pakungwati (sekarang disebut keraton Kasepuhan) yang didirikan oleh Pangeran Mas Zainul Arifin pada tahun 1529 M . Pangeran Cakrabuana bersemayam di Dalem Agung Pakungwati, Cirebon. Keraton Kasepuhan dulunya bernama ‘Keraton Pakungwati. Sebutan Pakungwati berasal dari nama Ratu Dewi Pakungwati binti Pangeran Cakrabuana yang menikah dengan Sunan Gunung Jati. Ia wafat pada tahun 1549 dalam Mesjid Agung Sang Cipta Rasa dalam usia yang sangat tua. Nama dia diabadikan dan dimuliakan oleh nasab Sunan Gunung Jati sebagai nama Keraton yaitu Keraton Pakungwati yang sekarang bernama Keraton Kasepuhan.

– Tentang Keraton Kasepuhan di Wiki: link

Foto keraton Kasepuhan (komplek bangunan): link


5) Sumber / Source

– Sejarah Keraton Kasepuhan di Wiki:  https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kasepuhan
– Sejarah Keraton Kasepuhan: http://indahcahayaa.blogspot.co.id/
Silsilah sultan sultan Kasepuhan:  https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Kasepuhan#Silsilah
– Keraton Kasepuhan: http://gotocirebon.com/keraton-kasepuhan-cirebon/

Penobatan Sultan Sepuh XIV (2010): link
.
– Sejarah kesultanan Cirebon (1430-1667) di Wiki: link
– Sejarah kesultanan Cirebon (1430-1667) : http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-islam/sejarah-kejayaan-kesultanan-cirebon-1445%E2%80%931677-kesultanan-pakungwati-cirebon-10026.htm

English

– History on Wiki: link
Video lantikan Sultan, 2010: video


* Foto keraton Kasepuhan: link
* Foto keraton Kasepuhan (komplek bangunan): link

Sultan Kasepuhan-14

Sultan Kasepuhan-14, Sultan Sepuh XIV Arif Natiningrat


 

 

 

 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: