Bawean, kerajaan / Prov. Jawa Timur – kab. Gresik, P. Bawean

Kerajaan Bawean adalah kerajaan di P. Bawean, Kab. Gresik, Jawa Timur. Awal abad ke-16 kerajaan ini sudah berdiri. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-17.

The kingdom of Bawean was located on Jawa, on the island of Bawean, Kab. Gresik, province of East Jawa. Existed in the 17th century.
For english, click here

Lokasi pulau Bawean, kab. Gresik, Jawa


Garis kerajaan-kerajaan di Jawa: link


Foto sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link
* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link
* Foto situs kuno di Jawa: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Jawa

* Untuk video-video sejarah Jawa, klik di sini


KERAJAAN BAWEAN

Tentang Raja

Foto (2013): YM Raden Abdul Wahib, anggota keluarga dinasti kerajaan Bawean.


Sejarah kerajaan Bawean, abad ke-17

Nama BAWEAN muncul pada abad ke-13, nama ini di berikan oleh Prajurit Majapahit (salah satu kerajaan terbesar di nusantara) yang berlabuh di bawean setelah kapalnya terkena badai dan menyebutnya BAWEAN yang di bahasa sansakerta berarti matahari terbit. Berdasarkan manuskrip yang ada di Sangkapura, pulau Bawean ini sebelumnya dikenal dengan sebutan Pulau Majdi karena bentuknya bundar seperti uang logam.

Awal abad ke-16 tepatnya pada tahun 1501 agama Islam masuk ke Bawean yang dibawa oleh Sayyid Maulana Ahmad Sidik atau yang dikenal dengan nama Maulana Umar Mas’ud atau Pangeran Perigi sekaligus menjalankan tata pemerintahan di Pulau Bawean selanjutnya Pulau Bawean di pimpin oleh keturunan Umar Masud seperti Purbonegoro, Cokrokusumo dan seterusnya hingga yang terakhir Raden Ahmad Pashai.

Berdasarkan catatan histografi menyebutkan bahwa di Pulau Bawean telah berdiri kerajaan Islam di bawah penguasaan Sayyid Maulana Umar Mas’ud pada tahun 1601-1630, hingga generasih ketuju penerusnya yakni Raden Panji Prabunegoro atau Raden Tumenggung Pandji Tjokrokusumo pada tahun 1747-1789.
Sampai pada tahun 1743 pulau ini berada di bawah kekuasaan Madura. Raja Madura terakhir adalah Tjakraningrat IV dari Bangkalan. Apda tahun itu, VOC menduduki pulau ini dan memerintahnya melalui seorang  prefect (kepala deprtemen). Kemudian sesudah pulihnya pemerintahan sementara oleh Inggris, pulau Bawean menjadi ke-asistenresiden-an yang terpisah di bawah Surabaya, kemudian digabungkan dengan afdeling Gresik di bawah seorang kontrolir, dan sejak tahun 1920 sampai 1965 menjadi kawedanan.

Lokasi kepulauan Bawean, 1620

Kepulauan Bawean, 1620.


Daftar penguasa Bawean

1601 – 1630: Syeikh Maulana Umar Mas’ud ( Maulana Siddik),
1630 – 1661: Raden Achmad Ilyas-Pangeran Agung,
1661 – 1690: Pangeran Adipati Tjokronegoro,
1690 – 1719: Pangeran Notonegoro,
1719 – 1720: Pangeran Tjokroningrat,
1720 – 1747: Pangeran Purbonegoro,
1747 – 1789: Raden Pandji Prabunegoro-Raden Tumenggung Pandji Tjokrokusumo.


Peta P. Bawean (tahun 1780)

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Bawean


Sumber

– Sejarah pulau Bawean: http://wiyonggoputih.blogspot.co.id/
– Sejarah pulau Bawean: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Bawean
– Antara Surakarta dan Bawean: http://piratesboyan.blogspot.co.id


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: