Jongkong, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

Kerajaan Jongkong: 1823 – 1925.
Kerajaan Jongkong terletak di Kalimantan, Kab. Kapuas Hulu, prov. Kalimantan Barat.
Raja bergelar Panembahan.
Dihapus oleh Belanda pada 1917, kerajaan Jongkong dihapuskan dan pemerintahannya berada di bawah kekuasaan Belanda langsung.

The Kingdom of Jongkong: 1823 – 1925.
Jongkong was located in the region Kapuas Hulu, west Kalimantan.
Abolished by the Dutch in 1917, the Jongkong kingdom and its government came under direct Dutch rule.
The title of the king is Panembahan.

For english, click here

Lokasi Kab. Kapuas Hulu


Garis kerajaan-kerajaan di Kalimantan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Kalimantan

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan

– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan, 45.000 SM – 2017: link
Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Barat, 45.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Tengah / Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Timur / Utara, 1M – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Banjar: link


KERAJAAN  JONGKONG

Sejarah kerajaan Jongkong, 1823 – 1925

Kerajaan Jongkong adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri di Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Kapuas Hulu. Kerajaan yang terletak di Kecamatan Jongkong ini didirikan oleh seseorang dari keturunan Suku Dayak Palin atau Embaloh.
Kerajaan Jongkong didirikan pada awal tahun 1800-an dan berkuasa selama kurang lebih satu abad, sebelum akhirnya dihapuskan oleh Belanda.

Sejarah dan perkembangannya kerajaan Jongkong didirikan oleh Abang Jembu atau Abang Jumbo yang bergelar Kyai Patih Uda pada sekitar awal tahun 1800-an. Kyai Patih Uda adalah anak seorang bangsawan Dayak Embaluh atau Embaloh yang berasal dari sekitar Sungai Palin.
Pada 1823, di masa pimpinan Kyai Patih Uda, Jongkong tercatat sudah menandatangai kontrak politik dengan pemerintah Belanda.

Setelah itu, Kyai Patih Uda digantikan putranya yang bernama Abang Abdullah, untuk memerintah di Jongkong. Abang Abdullah tidak memiliki anak laki-laki, tetapi memiliki putri yang bernama Dayang Mesinto. Oleh karena itu, takhta kerajaan Jongkong jatuh ke tangan cucunya, Raden Abdul Arab, yang merupakan putra Dayang Mesinto dengan Abang Buja dari Dayak Palin Muslim. Kemudian pada 1864, Raden Abdul Arab digantikan oleh Abang Unang, yang merupakan putra tertuanya.

Adapun Abang Unang bergelar Pangeran Suriya Negara saat menggantikan ayahnya.
Pada 1881, Jongkong dijadikan landschap atau daerah swapraja oleh pemerintah Belanda. Lima tahun setelah itu, Abang Unang meninggal dan kerajaan Jongkong diserahkan kepada anaknya yang bernama Abang Alam. Meski demikian, Abang Alam belum cukup dewasa untuk memimpin.
Oleh karena itu, ia digantikan untuk sementara oleh tiga wali yang memerintah di Jongkong. Wali tersebut adalah Raden Suma, Abang Ali, dan Abang Kiyung.
Baru pada 1899, Abang Alam resmi menggantikan ayahnya menjadi raja dengan gelar Pangeran Muda Gusti Alam. Dihapus oleh Belanda pada 1917, kerajaan Jongkong dihapuskan dan pemerintahannya berada di bawah kekuasaan Belanda langsung. Dengan kebijakan itu, Abang Alam diberhentikan sebagai pemimpin Jongkong dan mendapatkan ganti rugi sebanyak 1.000 gulden. Kemudian, Jongkong disatukan dengan kepala distrik atau Districtshoofd Embau dan hanya dipimpin oleh Kepala Kampung yang bernama Raden Nata. Raden Nata merupakan bekas menteri di Jongkong, sebelum kerajaan dihapus oleh pemerintah Belanda. Dengan kebijakan tersebut, pemerintahan Jongkong sebagai kerajaan yang berdaulat pun resmi berakhir.

– Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/22/080000979/kerajaan-jongkong–sejarah-raja-raja-dan-keruntuhan?page=all

Pangeran Muda Gusti Alam,  pangeran terakhir Jongokong(1886-1925) saat pernikahan sama puteri raja Selimbau. Foto tahun 1905. Sumber foto: Donald Tick, Facebook


Daftar Raja

Dalam catatan “ jongkong State Founded Tahun 1890-1917” tercatat bahwa raja-raja yang pernah memerintah kerajaan jongkong adalah :

  1. 1800-1864: Abang Jombu bin Abang tedung bergelar kiyai pati uda
  2. 1850-1864: Abang Abdurlah bergelar Raden Nata
  3. 1864-1866: Abang Abdul Arab bergelar Pangeran Muda Suria Negara
  4. 1886-1917 : Abang Abdurllah  bin Abang Unang bergelar Pangeran Haji muda Gusti Alam yang disahkan melalui akte van verban tanggal 11 desember 1899 yang disahkan oleh yang mulia seri paduka government general van naderland indie pada tanggal 19 februari 1900, sebagai raja pertama yang bergelar pangeran muda, gusti alam.

1925 Kerajaan dihapus.

1) Buku perjanjian belanda dengan Kerajaan Jongkong. 2) Komplek pemakaman kerajaan Jongkong. 3) Makam Abang Abdullah gelar Pangeran Muda Gusti Alam (Raja terakhir).


Peta Kalimantan (Borneo) kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Jongkong:  http://fereymailani.blogspot.co.id/2014/01/sejarah-kerajaan-jongkong.html
– Sejarah kerajaan Jongkong: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Jongkong
– Sejarah kerajaan Jongkong:
https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/22/080000979/kerajaan-jongkong–sejarah-raja-raja-dan-keruntuhan?page=all
Daftar Raja:  http://fereymailani.blogspot.co.id/2014/01/sejarah-kerajaan-jongkong.html


Cap kerajaan Jongkong

Cap kerajaan Jongkong


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: