Rantau Prapat, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Labuhanbatu

Kerajaan Rantau Prapat terletak di Kab. Labuhanbatu, prov. Sumatera Utara.

Lokasi Kab. Labuhanbatu, prov. Sumatera Utara


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KERAJAAN RANTAU PRAPAT

Sejarah kerajaan Rantau Prapat

Kedatangan Belanda ke Labuhan Batu telah membawa dampak negatif. Sekitar tahun 1860-an terjadi perselisihan dan perpecahan antara Raja-raja di Labuhan Batu. Dengan demikian di Labuhan Batu yang pada zaman  pemerintahan Belanda dibagi menjadi 3 Onder Afdeeling seperti:
1. Onder Afdeeling Batu Bara ibukotanya Labuhan Ruku,
2. Onder Afdeeling Asahan ibukotanya Tanjung Balai,
3. Onder Afdeeling Labuhan Batu, Ibukotanya Labuhan Batu.
Belanda membagi tiap-tiap kerajaan yang ada di Labuhan Batu dan dikepalai oleh seorang Districhoefd yang  memerintah daerah seluas sekecamatan sekarang. Selain Labuhan Batu kerajaan Bilah juga takluk kepada Belanda, Labuhan Batu yang terdiri dari banyak kerajaan-kerajaan kecil juga takluk kepada Belanda seperti kerajaan kerajaan Rantau Prapat, kerajaan Siringo-ringo, kerajaan Janji, kerajaan Marbau, kerajaan Sipare-pare, dll.
Salah satu kerajaan yang ditaklukkan oleh Belanda adalah kerajaan Rantau Prapat.

Kerajaan Rantau Prapat tidak terlepas dari cerita para Raja pada masa itu walau kerajaan ini kecil tetapi memili daya tarik sendri bagi Belanda. Sekitar tahun 1870-an kawasan Rantau Prapat terkenal dengan kawasan pintu 10 yang pada masa itu yang sudah menjadi pusat pemerintahan kerajaan Rantau Prapat yang dipimpin oleh seorang raja bernama Mangaraja Lela Setia MudaI.
Tetapi semenjak tahun 1902, sesudah raja Rantau Prapat I mangkat dari singasanah nya dan digantikan oleh anaknya raja Putoro yang bergelar Mangaraja Lela Setia muda II, kondisi kawasan itu semakin ramai. Pada umumnya Rantau Prapat terkenal dengan tatanan Kota tua atau belasan jejeran ruko tua di kawasan jalan veteran atau jalan Martinus Lubis Rantau Prapat. Yang merupakan awal bermulanya dikenal Kota Rantau Prapat adalah di Kampung Tempel. Ruko-ruko berasiktektur tua itu memiliki Histori tersendiri dalam pembentukan Kota Rantau Prapat. Kawasan pintu 10 itu dikenal dengan istilah sepuluh rumah took (ruko).

– Sumber: http://digilib.unimed.ac.id/5330/7/7.%20BAB%20I.pdf


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: