Adonara, kerajaan / P. Adonara – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Adonara terletak di pulau Adonara, Kab. Flores Timur, Prov. Nusa Tenggara Timur. Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1650.
Sejarah lokal Adonara terdokumentasikan dari abad ke-16, ketika para pedagang dan misionaris Portugis mendirikan pos di dekat Pulau Solor.

The kingdom of Adonara is situated on the island of Adonara, prov. of Nusa Tenggara Timur. It was founded in 1650.
For english, click here

Lokasi pulau Adonara

————————-
Lokasi Pulau Adonara


* Foto kerajaan Adonara: di bawah

* Foto kerajaan-kerajaan di pulau Adonara: link


Tentang Raja sekarang

Perwakilan adalah (2014): Muhammad Banjir Eke.
Info dari Muhammad Banjir Eke (dikirim / sent to us augustus 2014):
* perwakilan dari turunan raja terakhir Adonara adalah ayah saya, Muhammad Banjir Eke.
* Arifin Nueng Ape adalah salah satu turunan raja Adonara, tetapi bukan raja terakhir yaitu dari turunan Raja Muhammad Nur yang memerintah sebelum raja Bapa Kaya dan raja terakhir Muhammad Eke.

Putera Raja Adonara (augustus 2014)


Sejarah kerajaan Adonara

Umum

Sejarah lokal Adonara terdokumentasikan dari abad keenam belas, ketika para pedagang dan misionaris Portugis mendirikan pos di dekat Pulau Solor. Pada saat itu Pulau Adonara dan pulau-pulau di sekitarnya dibagi di antara penduduk pesisir yang dikenal sebagai Paji, dan penduduk pegunungan yang disebut Demon. Para Paji mudah menerima Islam, sementara Demon cenderung di bawah pengaruh Portugis. Wilayah Adonara milik Paji mencakup tiga kerajaan, yaitu Adonara (berpusat di pantai utara pulau), Terong dan Lamahala (di pantai selatan). Bersama dengan dua kerajaan di Pulau Solor, Lohayong dan Lamakera, mereka membentuk sebuah persekutuan yang disebut Watan Lema (“lima pantai”). Watan Lema bekerja sama dengan VOC pada 1613 dan ditegaskan pada 1646. Kerajaan Adonara sendiri sering permusuhan dengan Portugis di Larantuka, Flores, dan tidak selalu taat kepada Belanda.

Pada abad ke-19, penguasa Adonara di utara memperkuat posisinya di Kepulauan Solor; saat itu, ia juga menjadi penguasa bagian timur Flores dan Lembata. Wilayah Demon berdiri di bawah kekuasaan kerajaan Larantuka, yang berada di bawah kekuasaan Portugis sampai tahun 1859, ketika wilayah tersebut diserahkan pada Belanda. Kerajaan Larantuka dan Adonara dihapuskan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1962.

Ditutur oleh Imron Sadewo

– Sumber: https://www.facebook.com/notes/pemuda-adonara-bangkit/sejarah-raja-adonara/909786562379012

Turunan raja Adonara adalah kaum pendatang yang terakhir memasuki Adonara. Mereka turunan Sultan Hamerskoro dari kesultanan Goram di pulau Seram. Karena terjadi perdebatan mahkota, mereka meninggalkan Goram, dengan rombongan besar di pimpin oleh tiga orang saudara yaitu Lama Ata Wadan, Sili Sengaji, La Asan. Mereka berlayar tiba di Lewotolok. Lama Ata Wadan dan La Asan menetap di Lewotolok dan Sili Sengaji terus berlayar.

Perpisahan mereka ini dapat dibuktikan dalam sastra klasik “kaka tolok lamadike arin tadon adonara”, yang artinya “kakaknya di daerah indah Lewotolok, adiknya di pulau indah Adonara.

Dalam perjalanan mengarungi laut Flores menuju pulau Adonara maka mereka berteduh di Koliwutun daerah Utaneban yang waktu itu diduduki oleh suku Korebima. Maka terjadilah peperangan antara rombongan Sili Sengaji dan suku Korebima. Suku Korebima kalah dan meninggalkan Utaneban. Rombongan Sili Sengaji melajutkan perjalanan sampai ke Lewo Uwun tetapi cuma sebentar karena Ola Lakunara dari kerjaan Lian Lolon datang meminta Sili Sengaji rela tinggal bersama mereka dan di beri kedudukan di Lian Lolon. Mereka namakan sukunya Adonara dan kampung Lian Lolon dirubah namanya menjadi kampung Adonara dan kerajaan dirubah namanya menjadi kerajaan Adonara.

Adapun perjanjian antara Sili Sengaji dan Ola Lakunara yaitu:
1. Sili Sengaji jadi raja Lian Lolon;
2. Turunan Enga jadi Kapitan;
3. Turunan Ola Lakunara jadi ba’an lewo pehen suku.

Dalam pemerintahan Sili Sengaji terjadilah perubahan besar, ketika La Asan sendiri memimpin ekspansi penaklukan terhadap kerajaan Molungang dan Libu Kliha. Dua kerajan itu ditaklukan oleh La Asan. Hal itu menyebapkan Botun, Boleng, Tengadei, Kwela, Kedang mengakui yang dipertuan raja Lian Lolon dengan tidak melalui penaklukan.

Raja Arakian Kamba. Beliau adalah salah satu raja Kerajaan Adonara yg berpusat di Sagu Atumatan.


Daftar Raja / List of Kings

Menurut sejarah lokal, keturunan dari raja-raja Adonara ini adalah termasuk:

* c. 1650: Foramma,
* 1671-1684: Boli saya,
* 1684-1688: Eke (dibunuh oleh orang gunung)
* c. 1702: Gogok,
* 1688-1719: Wuring (saudara Eke),
* 1719-1756: Boli II (anak dari Wuring), 1719-setelah 1756 diketahui penguasa
* c. 1815: Jou,
* c. 1832: Lakabella Jou (anak dari Jou),
* 1850 (28 juli): Begu,
* 1850-1857: Pela (ng) (anak Begu),
* 1857-1868: Jou (saudara Pela),
* 1868-1893: Kamba Begu (saudara Lakabella),
* 1893: Bapa Tuan (anak dari Kamba Begu), sementara Raja pada tahun 1893 selama 6 bulan
* 1893 (atau 1894)-1930 (18 desember) : Arkiang Kamba (Arakang; saudara Bapa Tuan, b 1866.),
* 1930-1935: Bapa Ana (anak dari saudara perempuan dari Kamba Begu), Bupati dengan gelar Kapitan, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tahun 1935 dan dikirim ke Kupang
* 1941-1947: Bapa Nuhur, (anak Gela, putra Bapa Tuan, b. 1915),
* 1947-1951: Bupati, Bapa Kaya, (anak dari Bapa Ana, d. 1954/12/01),
* 1951-1962: Mohamad Eke (cicit Raja Jo, 1929 -. C 1985), pertama disebut Pemerintah Asst selama pemerintahan Bapa Kaya dan juga dari Kapitan Adonara. Wafat 1979.

Daftar raja:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Adonara#Raja_Adonara

Makam Raja Adonara


Kerajaan-kerajaan di P. Adonara

* kerajaan Adonara
* kerajaan Lamahala
* kerajaan Lian Lolon
* kerajaan Libu Kliha
* kerajaan Molugang
* kerajaan Terong.


Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Adonara

Sejarah lokal Adonara terdokumentasikan dari abad ke-16, ketika para pedagang dan misionaris Portugis mendirikan pos di dekat Pulau Solor. Pada saat itu Pulau Adonara dan pulau-pulau di sekitarnya dibagi di antara penduduk pesisir yang dikenal sebagai Paji, dan penduduk pegunungan yang disebut Demon.
Para Paji mudah menerima Islam, sementara Demon cenderung di bawah pengaruh Portugis. Wilayah Adonara milik Paji mencakup tiga kerajaan, yaitu Adonara (berpusat di pantai utara pulau), Terong dan Lamahala (di pantai selatan). Bersama dengan dua kerajaan di Pulau Solor, Loyahong dan Lamakera, mereka membentuk sebuah persekutuan yang disebut Watan Lema (“lima pantai”). Watan Lema bekerja sama dengan VOC pada 1613 dan ditegaskan pada 1646.
Kerajaan Adonara sendiri sering permusuhan dengan Portugis di Larantuka, Flores, dan tidak selalu taat kepada Belanda. Pada abad ke-19, penguasa Adonara di utara memperkuat posisinya di Kepulauan Solor; saat itu, ia juga menjadi penguasa bagian timur Flores dan Lembata. Wilayah Demon berdiri di bawah kekuasaan kerajaan Larantuka, yang berada di bawah kekuasaan Portugis sampai tahun 1859, ketika wilayah tersebut diserahkan pada Belanda. Kerajaan Larantuka dan Adonara dihapuskan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1962.

Persekutuan Solor Watan Lema atau Negeri Lima Pantai

Lima kerajaan kecil yang dibangun masyarakat Muslim membuat persekutuan untuk melawan Portugis di Pulau Solor, NTT. Selanjutnya mereka disebut persekutuan Solor Watan Lema atau Negeri Lima Pantai.

Kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam persekutuan Watan Lema:
* Lohayong,
* Lamakera,
* Lamahala,
* Terong, dan
* Labala.

Latar belakang terbentuknya persekutuan Solor Watan Lema dijelaskan dalam jurnal berjudul Situs Menanga Solor Flores Timur, Jejak Islam di NTT yang ditulis Muhamad Murtadlo. Diterbitkan Jurnal Lektur Keagamaan Kementerian Agama tahun 2017.
Murtadlo menceritakan, Sultan Menanga bernama Shahbudin bin Ali bin Salman Al Farisi yang datang ke Pulau Solor berhasil memimpin persekutuan Solor Watan Lema antara tahun 1613-1645. Kemudian Shahbudin menyebut dirinya Sultan Menanga karena berkuasa di wilayah Menanga.

Persekutuan lima kerajaan kecil sendiri bertujuan untuk melawan bangsa Portugis yang telah membangun benteng di Lohayong. Benteng tersebut kini dikenal dengan nama Benteng Lohayong atau Benteng Fort Henricus.
“Karena ada momen itu, lima kerajaan pantai yang semuanya hampir bisa dikatakan Kerajaan Islam bersatu, mereka menyusun kekuatan bersama untuk menaklukkan Benteng Portugis,” kata Murtadlo belum lama ini.
Sebelumnya diceritakan dalam jurnalnya, bangsa Portugis datang ke Solor sekitar 1561. Kemudian mereka membangun Benteng Lohayong pada 1566. Pada saat itu masyarakat Solor dan sekitarnya meminta Sultan Menanga untuk memimpin perlawanan terhadap Portugis.

Perlawanan Sultan Menanga bersama Negeri Lima Pantai terhadap Portugis didukung oleh Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC). Diketahui VOC sendiri memiliki keinginan menggeser kekuasaan Portugis di daerah Lohayong.
Sebagai imbalan untuk Sultan Menanga, VOC akan mengakui kedaulatan persekutuan Solor Watan Lema. Terkait tujuan VOC menggeser Portugis tidak lepas dari kepentingan mereka untuk mendapatkan keuntungan dari kepergian Portugis.

Peta kerajaan Adonara, Lohayong, Lamakera, Terong, Lamahala, Labata

 ——————————-

Peta pulau Adonara, tahun 1910


Sumber

– Sejarah kerajaan Adonara di Wiki: link
Sejarah kerajaan Adonara: https://www.facebook.com/notes/pemuda-adonara-bangkit/sejarah-raja-adonara/909786562379012
Sejarah kerajaan Adonara: https://ikrampoetra.wordpress.com/2012/08/04/sejarah-kerajaan-adonara/
Sejarah kerajaan Adonara: http://lewobahan.blogspot.co.id/2014/08/sejarah-kerajaan-adonara-sejarah-lokal.html
Daftar raja:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Adonara#Raja_Adonara
Daftar raja:  http://lewobahan.blogspot.co.id/2014/08/sejarah-kerajaan-adonara-sejarah-lokal.html
———–
Asal usul pulau Adonara: http://santipelu888.blogspot.co.id/2013/05/asal-usul-adonara.html
– Sejarah pulau Adonara: http://bolengatumatan.blogspot.co.id/
– Sejarah pulau Adonara: http://ferdiboro93.blogspot.co.id/2014/10/sejarah-adonara.html


Foto foto

Rumah tua bekas peninggalan kerajaan Adonara dengan meriam kuno di depannya yang berada dalam areal perkampungan Adonara yang dibangun di atas perbukitan. Foto: Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia

——————————-

Pagar batu yang mengelilingi istana raja Adonara di desa Sagu dan didalamnya terdapat sebuah sumur tua serta puing kolam pemandian raja. Foto : Ebed de Rosary/Mongabay Indonesia

——————————-

Meja peninggalan Kerajaan Adonara

——————————-

Raja Adonara hadir sebagai mediator atau pendamai perang antara Sukutokan-Witihama

——————————-

Raja Adonara pada tahun 1973 menyambut tamu dari Vatikan.

——————————-

Raja kerajaan Adonara Ara Kian Kamba.

——————————-

Raja Adonara Kamba Begu bersama Sultan Lampung (1889)

——————————-

Raja Arkian Kamba di atas geladak kapal miliknya (1907)


 

4 Comments

4 thoughts on “Adonara, kerajaan / P. Adonara – Prov. Nusa Tenggara Timur

  1. MOH FAISAL DIFINUBUN

    Assalamu’alaikum…
    Saya dari maluku tenggara ingin mencari tau asal nenek moyang saya dari adonara yang merupakan anak dari sultan adonara apakah ada yang nernama DIDSAT??

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Info tentang keturunan raja adonara tidak ada. Semua info sudah di website kita. Dengan hormat, paul, penerbit website

  2. Andriansyah

    Assalamualaikum saya andriansyah anak dari bapak Hamzah cory bima kake saya Machmud cory bima.jadi rencana saya kehilangan kontak silsilah kake saya pernah saya dengar kalau di pulau adonara ada satu wilayah yang nama nya cory bima.adakah yang bisa membantu info untuk saya terimakasih

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda. Tidak ada info tambahan tentang Adonara. Semua info yang kami punya, ada di website. Paul, penerbit website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s