Bedahulu (Bali), kerajaan / Bali

Kerajaan Bedahulu, 880 – 1350.
Kerajaan Bedahulu atau Bedulu, juga disebut kerajaan Bali, adalah kerajaan kuno di pulau Bali pada abad ke-8 sampai abad ke-14, yang memiliki pusat kerajaan di sekitar Pejeng (baca: pèjèng) atau Bedulu, Kabupaten Gianyar, Bali. Diperkirakan kerajaan ini diperintah oleh raja-raja keturunan dinasti Warmadewa. Penguasa terakhir kerajaan Bedulu (Dalem Bedahulu) menentang ekspansi kerajaan Majapahit pada tahun 1343.

The kingdom of Bedahulu, 880 – 1350. Located on the province of Bali. Centered in Pejeng, district of Gianyar.
For english, click here

Lokasi kab. Gianyar

Lokasi pulau Bali


* Foto kerajaan kuno Bedahulu: di bawah


* Foto raja-raja Bali, yang masih ada: link
* Foto raja-raja Bali masa dulu: link
* Foto Bali dulu: link
* Foto situs kuno di Bali: link
* Foto puputan Denpasar, 1906: link
* Foto puputan Klungkung, 1908: link


* Video sejarah kerajaan-kerajaan di Bali, 45.000 SM – sekarang: klik


* Garis kerajaan-kerajaan di Bali: klik


KERAJAAN BEDAHULU

Sejarah kerajaan Bedahulu, 880 – 1350

Kerajaan Bedahulu (kerajaan Bali) di Bali muncul sekitar abad ke-8 sampai abad ke-14 pusat pemerintahan berada di Pejeng atau Bedahulu Kabupaten Gianyar . Dimasa kerajaan Bedahulu di perintah oleh dinasti Warmadewa, Sri Kesariwarmadewa, kemudian dilanjutkan oleh Gunaprya Dharmaptani dan Udayana Warmadewa.
Pengganti Udaya adalah Marakata dan dilanjutkan oleh Anak Wungsu, putera Raja Udayana adik Erlangga. Di tahun 915 M raja Bali berhasil mengembangkan kerajaan nya untuk menjalin kerjasama persahabatan dengan Mataram Kuno ditandai dengan pernikahan Udayana Warmadewa pada tahun 956-1022 dengan puteri Makutawangsa Whardana yang bernama Mahendradatta atau Gunapraya Dharmapdni, hubungan berlanjut setelah putera Udayana yang bernama Airlangga menikah dengan puteri Dharmawangsa Tguh bernama Dewi Laksmi.
Masa pemerintahan Anak Wungsu tahun 1049-1077 berhasil membangun candi Tampak Siring. Pengganti Anak Wungsu, Jaya Sakti, Jayapangus.

Pada sekitar abad ke-14 Kerajaan Bedahulu berhasil ditaklukkan oleh Majapahit dan dijadikan sebagai negara bawahan. Setelah Bedahulu dikuasai Majapahit, Gajah Mada menempatkan Sri Kresna Kapakisan sebagai raja di Pulau Bali.
Puncaknya pada tahun 1347 Gajah Mada dapat menaklukan kerajaan Bedahulu, sementara dalam tragedi penaklukan itu Raja Makambika, Raja ke-28 sekaligus Raja terakhir kerajaan Bedahulu tewas terbunuh. Sisa-sisa prajurit dan pejabat penting kerajaan Bedahulu kemudian melarikan diri keberbagai tempat di pulau Bali diantaranya ke Desa Trunyan, Bangli, Desa Tenganan, Karangasem; serta di desa-desa Sembiran, Cempaga Sidatapa, Pedawa, Tiga Was, Padangbulia di Buleleng.

Raja kerajaan Bali yang terkenal

Setelah kepemimpinan Sri Kesari Warmadewa sebagai pendiri dan raja pertama kerajaan Bali berakhir, takhta kerajaan jatuh ke tangan Ugrasena. Kekuasaan Ugrasena berakhir pada 942 M, tetapi setelah itu tidak diketahui siapa yang menggantikannya.
Barulah pada 955 M, muncul seorang raja bernama Aji Tabenendra Warmadewa yang berkuasa hingga 967 M. Setelah itu, raja yang berkuasa secara berturut-turut adalah Candrabhaya Singha Warmadewa, Janashadu Warmadewa (975-983 M), kemudian Wijaya Mahadewi (983-989 M).
Selain itu, berikut beberapa nama raja kerajaan Bali yang terkenal:

* Raja Udayana (989-1011 M)
Raja Udayana yang bergelar Sri Dharmodayana Warmadewa mempimpin kerajaan Bali bersama istrinya Gunapriya Dharmapatni. Mereka dikaruniai tiga orang putra, yaitu Airlangga, Marakata Pangkaja, dan Anak Wungsu. Airlangga yang menjadi putra mahkota justru tidak pernah memimpin kerajaan Bali, karena ia pergi ke tanah Jawa dan menikah dengan putri Raja Medang Kamulan. Setelah Udayana turun takhta, kekuasaan jatuh kepada Marakata Pangkaja.

* Marakata Pangkaja (1011-1022 M)
Selama berkuasa, Marakata Pangkaja dikenal sebagai raja yang melindungi dan memerhatikan rakyatnya. Setelah kepemimpinannya berakhir, tidak ada catatan tentang siapa yang berkuasa di Bali sampai dengan 1049 M.

* Anak Wungsu (1049-1077 M)
Anak Wungsu dikenal sebagai raja yang penuh belas kasih kepada rakyatnya. Karena Anak Wungsu tidak meninggalkan ahli waris, kepemimpinan kerajaan Bali diteruskan oleh Sri Maharaja Walaprabhu.

* Paduka Sri Maharaja Sri Jayasakti (1133-1150 M)
Paduka Sri Maharaja Sri Jayasakti adalah raja pertama dari Dinasti Jaya. Ketika berkuasa, ia juga dikenal sebagai raja yang bijaksana, melindungi, dan memerhatikan kesejahteraan rakyat.

* Sri Astasura Ratnabhumibanten (1337-1343 M)
Penguasa terakhir yang terkenal dalam sejarah kerajaan Bali adalah Sri Astasura Ratnabhumibanten atau Dalem Bedahulu.
Sri Astasura Ratnabhumibanten berkuasa setelah Singasari runtuh dan Bali kembali menjadi kerajaan mandiri. Sebagai raja, ia terkenal karena keberaniannya menentang ekspansi kerajaan Majapahit pada 1343 yang dipimpin oleh Mahapatih Gajah Mada. Sayangnya, pertempuran berakhir dengan kekalahan Bedahulu dan sejak itu, Gajah Mada menempatkan seorang keturunan brahmana dari Jawa bernama Sri Kresna Kepakisan sebagai raja di Bali. Keturunan Dinasti Kepakisan inilah yang kemudian hari menjadi raja-raja pada beberapa kerajaan kecil di Pulau Bali.

Kehidupan ekonomi kerajaan Bali

Untuk mencukupi kebutuhan rakyatnya, raja-raja kerajaan Bali memusatkan perhatiannya pada sektor pertanian. Berdasarkan sumber informasi berupa prasasti-prasasti, diketahui bahwa rakyatnya hidup dengan mengolah sawah, sawah kering, ladang, kebun, dan membuka ladang.
Sistem pertanian subak yang dikenal sekarang sudah dikembangkan masyarakat Bali sejak abad ke-11. Selain itu, para petani juga mengembangkan peternakan dan perburuan. Sementara golongan lainnya mengerjakan kerajinan seperti perhiasan emas, dan perak, serta alat-alat rumah tangga dan senjata.

Kehidupan sosial kerajaan Bali

Struktur masyarakat pada masa kerajaan Bali didasarkan atas empat hal, yaitu pembagian golongan dalam masyarakat, pembagian warisan, kesenian, serta agama dan kepercayaan.
Golongan masyarakat dibagi dua, yaitu caturwarna (empat kasta dalam agama Hindu) dan golongan luar kasta yang disebut jaba.
Pembagian hak waris, anak laki-laki memiliki hak lebih besar dari perempuan. Kesenian, dibedakan antara seni keraton dan seni rakyat. Agama dan kepercayaan, masyarakat menyembah banyak dewa yang bukan hanya berasal dari dewa Hindu dan Buddha, tetap dari kepercayaan animisme. Disamping itu, raja memberi kebebasan kepada rakyatnya untuk mengeluarkan pendapat mengenai kehidupan kerajaan. Demikian juga dengan peraturan-peraturan lainnya, seperti perkawinan, kematian, warisan, budak, peternakan, dan perpindahan penduduk.


Peninggalan kerajaan Bali

Prasasti Blanjong
Prasasti Panglapuan
Prasasti Gunung Panulisan
Prasasti-prasasti peninggalan Anak Wungsu
Pura Agung Besakih
Candi Padas
Candi Mengening
Candi Wasan

Candi Gunung Kawi. Candi Tebing Gunung Kawi diperkirakan telah dibangun sejak pertengahan abad ke-11 Masehi, pada masa dinasti Udayana (Warmadewa). Pembangunan candi ini diperkirakan dimulai pada masa pemerintahan Raja Sri Haji Paduka Dharmawangsa Marakata Pangkaja Stanattunggadewa (1025-1049) dan berakhir pada pemerintahan Raja Anak Wungsu (1049-1077). Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Gunung_Kawi


Daftar raja kerajaan Bedahulu (Bali)

I   Warmadewa Dinasti

* 882-913: Sri Kesari Warmadewa / Sri Wira Dalem Kesari
* 915-939: Sri Ugrasena
* Agni
* Tabanendra Warmadewa
* 960-975: Candrabhaya Singa Warmadewa
* Janasadhu Warmadewa
* Sri Wijayamahadewi
* 988 -1011: Udayana/Dharmodayana Warmadewa
* 989-1001: Mahendradatta /Gunapriya Dharmapatni (bersama Udayana) (engl.: Wiki)
* Sri Ajnadewi
* 1022-1025: Sri Marakata
* 1049-1077: Anak Wungsu
* 1079-1088: Sri Maharaja Sri Walaprabu
* 1088-1098: Sri Maharaja Sri Sakalendukirana
* 1115-1119: Sri Suradhipa

* 1133-1150: Sri Jayasakti
* Ragajaya
* 1178-1181: Sri Maharaja Aji Jayapangus
* Arjayadengjayaketana
* Aji Ekajayalancana
* Bhatara Guru Sri Adikuntiketana
* Parameswara
* Adidewalancana
* 1204: Sri Jayakasunu
* Sri Mahaguru Dharmottungga Warmadewa / Walajayakertaningrat (Sri Masula Masuli / Dalem Buncing)
* 1332-1343: Sri Astasura Ratna Bumi Banten (Sri Tapa Ulung / Dalem Bedahulu)
* 1343-1345: Dalem Tokawa
* 1345-1347: Dalem Makambika
* Dalem Madura

– Sumber: Wiki

Goa Garba diperkirakan dibangun sekitar abad ke-12 pada masa pemerintahan Raja Jayapangus.


Peta kuno Bali

Klik di sini untuk peta kuno Bali1618, 1683, 1700-an, 1750, 1800-an, 1856, abad ke-19.

 Bali abad ke-16 ?


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Bedahulu di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Bedahulu
Sejarah kerajaan Bedahulu: http://sejarah-puri-pemecutan.blogspot.co.id/2010/01/sejarah-kerajaan-bedulu.html
Sejarah kerajaan Bedahulu: http://www.bimbie.com/sejarah-kerajaan-bedahulu.htm
Daftar raja Bedahulu: Wiki
Dinasti Warmadewa: Wiki
———————–
– Tempat kuno Yeh Pulu: http://www.rentalmobilbali.net/yeh-pulu/
– Tempat kuno Gunung Kawi: https://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Gunung_Kawi
– Tempat kuno Goa Garba: http://bali.panduanwisata.id/spot-wisata/menapaktilasi-ceruk-pertapaan-goa-garba/


Foto kerajaan kuno Bedahulu

Pura Gunung Kawi adalah kompleks candi yang berasal dari abad ke sebelas, lokasinya berada di Tampaksiring berdekatan dengan pura Tirta Empul

———————————-

Goa Garba berada di sekitar pura agung Pengukur-ukuran ini dibangun pada zaman pemerintahan Raja Jayapangus sekitar abad ke-12 Masehi. Lokasi: terletak di Banjar Sawegunung, Desa Pejeng Kaja

———————————-

Goa Gajah. Dari abad ke-11;

———————————-

Yeh Pulu. The sculpted relief in the monument was found back in 1925 and is believed to narrate the life of the people in the 14th century.

———————————-

Copper plate inscriptions of king Jayapangus (1178-81) regarding the village border in Kintamani Bangli, 12th century.


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: