Sailolof, kerajaan / Kab. Raja Empat – Prov. Papua Barat

Kerajaan Sailolof adalah kerajaan di kabupaten Raja Empat, prov. Papua Barat.

The kingdom of Sailolof is a kingdom in the region Raja Empat, province of Papua.

Klik foto untuk besar !

Pulau pulau Raja Empat

Provinsi Papua Barat


* Foto situs kuno di Papua: link
* Foto Papua: link


Tentang kerajaan Sailolof

Kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara.
Kerajaan Sailolof sejak abad ke-16 bawahan kerajaan Bacan.

Kerajaan Sailolof bertempat di desa Sailolof, selatan Salawati dan satu dari empat kerajaan di Pulau Raja Ampat. Wilayah Sailolof berada di kawasan Kepala Burung (Pulau Katimin, sepanjang Sele Strain, Seget, Gisim, Kalabar), Pulau Salawati, di barat Pulau Batanta, Pulau Meoskapal dan pulau Kofiau. Saat ini, bekas wilayah Sailolof dipenuhi oleh distrik Seget, di selatan Sorong, Misol dan Berau. II.


Struktur Pemerintahan kerajaan Sailolof

Pusat: Fun Kalana: gelar tradisional yang digunakan monarki Sailolof. Dalam tugasnya, Kalana dibantu beberapa staf istana, yaitu Sawoi (punggawa raja), Kapitin (kepala bidang logistik), Punta (asisten khusus di bidang komunikasi).
Rat adat: lembaga yang memiliki otoritas untuk memutuskan dan mengawasi pelaksanaan kebijakan istana, membentuk peraturan, memberi arahan pada Kolano dan mengurusi hal-hal keagamaan. Lembaga ini dipimpin oleh Kolano dan tersusun atas petugas kerajaan sebagai berikut:
* Jojou: pembantu Kalana yang bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan kerajaan dengan koordinasi dari istana.
* Ukum: petugas kerajaan untuk urusan peraturan.
* Dumlaha: petugas istana untuk mengatur perayaan adat tradisi.
* Mirino: petugas kerajaan untuk mengumpulkan pajak.
* Sudasmoro: petugas kerajaan untuk mengubah beberapa kewajiban khusus terkait hal-hal supranatural.

Sumber: http://rudolphrainer007.blogspot.co.id/2015/02/islam-2.html

Tata pemerintahan kerajaan Sailolof

Untuk tata pemerintahan, klik di sini


Kerajaan kerajaan di Papua

1) Semenanjung Bomberai

Kerajaan Aiduma
Kerajaan Kowiai/kerajaan Namatota

2) Semenanjung Onin

Kerajaan Fatagar (marga Uswanas)
Kerajaan Rumbati (marga Bauw)
Kerajaan Atiati (marga Kerewaindżai)
Kerajaan Patipi
Kerajaan Sekar (marga Rumgesan)
Kerajaan Wertuar (marga Heremba)
Kerajaan Arguni
Kerajaan Kaimana

3) Raja Empat

Kerajaan Waigeo
Kerajaan Misool/Lilinta (marga Dekamboe)
Kerajaan Salawati (marga Arfan)
Kerajaan Sailolof (marga Tafalas)
Kerajaan Waigama


Sejarah Islam di Papua

Syiar Islam di Bumi Papua terjadi terutama terkonsentrasi di wilayah Papua Barat, mulai dari Raja Ampat hingga Fakfak. Ada beberapa versi mengenai masuknya Islam di Papua. Kebanyakan sumber sejarah masuknya Islam di Papua berdasarkan sumber-sumber lisan masyarakat setempat. Versi Papua, misalnya, berdasarkan legenda di masyarakat setempat, khususnya di Fakfak. Versi ini menyebut Islam bukanlah dibawa dari luar seperti Tidore atau pedaganh Muslim, tetapi Papua sudah Islam sejak Pulau Papua diciptakan oleh Allah. Versi ini tentu saja tidak bisa diterima, namun secara tersirat versi ini menandakan Islam di Papua telah menjadi kepercayaan yang menyatu dengan masyarakat setempat.

– Sumber dan sejarah lengkap: http://www.hidayatullah.com/kajian/sejarah/read/2015/07/27/74618/500-tahun-islam-di-papua-dari-raja-ampat-hingga-sultan-papua-1.html


Sejarah Raja Empat

Di Kepulauan Raja Ampat terdapat 5 kerajaan tradisional, masing-masing adalah:
* kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo;
* kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara
* kerajaan Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan, dan
* kerajaan Misool, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol.
* kerajaan Waigama

Tahun 1660, VOC memang sempat menandatangani perjanjian dengan sultan Tidore di mana Tidore mengakui protektorat Belanda atas penduduk Irian barat. Perjanjian ini jelas meliputi penduduk kepulauan antara Maluku dan Irian. Yang jelas juga, Tidore sebenarnya tidak pernah menguasai Irian. Jadi protektorat Belanda hanya merupakan fiksi hukum.
Tidore menganggap dirinya atasan Biak. Pada masa itu, pedagang Melayu mulai mengunjungi pulau Irian. Justru pandangan Tidore ini yang menjadi alasan Belanda menganggap bagian barat pulau ini adalah bagian dari Hindia Belanda.
Sejak abad ke-16, selain di Kepulauan Raja Ampat yang termasuk wilayah kekuasaan Sultan Bacan dan Sultan Ternate, kawasan lain di Papua yaitu daerah pesisir Papua dari pulau Biak (serta daerah sebaran orang Biak) sampai Mimika merupakan bagian dari wilayah mandala Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berdekatan dengan wilayah Papua. Tidore menganut adat Uli-Siwa (Persekutuan Sembilan), sehingga propinsi-propinsi Tidore seperti Biak, Fakfak dan sebagainya juga dibagi dalam sembilan distrik (pertuanan).

Dalam perjalanan sejarah, wilayah Raja Ampat telah lama dihuni oleh masyarakat nelayan dan menerapkan sistem adat Maluku.
Dalam sistem ini, masyarakat merupakan anggota suatu komunitas desa. Tiap desa dipimpin oleh seorang raja. Semenjak berdirinya dua kesultanan muslim di Maluku, Raja Ampat menjadi bagian klaim dari Kesultanan Tidore. Setelah Kesultanan Tidore takluk dari Belanda, Kepulauan Raja Ampat menjadi bagian klaim Hindia-Belanda.

Sumber: http://nadyasabrina01.blogspot.co.id/2013/01/kepulauan-raja-ampat-surga-para.html
– Sumber:
http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html


Sejarah kerajaan di Papua Barat

Tahun 1660, VOC memang sempat menandatangani perjanjian dengan sultan Tidore di mana Tidore mengakui protektorat Belanda atas penduduk Irian barat. Perjanjian ini jelas meliputi penduduk kepulauan antara Maluku dan Irian. Yang jelas juga, Tidore sebenarnya tidak pernah menguasai Irian. Jadi protektorat Belanda hanya merupakan fiksi hukum.
Tidore menganggap dirinya atasan Biak. Pada masa itu, pedagang Melayu mulai mengunjungi pulau Irian. Justru pandangan Tidore ini yang menjadi alasan Belanda menganggap bagian barat pulau ini adalah bagian dari Hindia Belanda.
Sejak abad ke-16, selain di Kepulauan Raja Ampat yang termasuk wilayah kekuasaan Sultan Bacan dan Sultan Ternate, kawasan lain di Papua yaitu daerah pesisir Papua dari pulau Biak (serta daerah sebaran orang Biak) sampai Mimika merupakan bagian dari wilayah mandala Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berdekatan dengan wilayah Papua. Tidore menganut adat Uli-Siwa (Persekutuan Sembilan), sehingga propinsi-propinsi Tidore seperti Biak, Fakfak dan sebagainya juga dibagi dalam sembilan distrik (pertuanan).

Sumber: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html


Peta-peta kuno Papua

Untuk peta-peta kuno Papua tahun 1493, 1600, 1699, 1700-an, 1740, 1857 1857 , klik di sini

Peta tahun 1493


Sumber / Source

Sejarah kerajaan2 Papua Barat: https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_%28wilayah%29
– Kerajaan2 Islam di Papua: http://www.gurusejarah.com/2015/01/kerajaan-kerajaan-islam-di-papua.html
– Kerajaan2 di Semenanjung Onin: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Onin
– Sistem kerajaan2 tradisional di Papua: http://papuaweb.org/dlib/s123/mansoben/05.pdf
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html
– Kerajaan2 di Semenanjung Bomberai: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Bomberai
Kerajaan2 di kepulauan Raja empat: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Raja_Ampat
– Sejarah kepulauan Raja empat: http://www.marikoworld.com/travels/indonesia/raja-ampat/

 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: