Ati Ati, kerajaan / Prov. Papua Barat – kab. Fak Fak

Kerajaan Ati Ati adalah kerajaan marga Kerewaindzai. Terletak di distrik Wartutin, Kabupaten Fakfak, prov. Papua Barat.

The kingdom of Ati Ati is a kingdom of the Kerewaindzai clan. Located in the district of Fakfak, prov. of West Papua.
For english, click here

Lokasi prov. Papua Barat

—————————–
Lokasi distrik Wartutin, kab. Fak Fak


* Foto raja-raja di Papua yang masih ada: link
* Foto raja-raja di Papua dulu: link
* Foto situs kuno di Papua: link
* Foto suku suku Papua: link


 KERAJAAN ATIATI

Tentang raja sekarang (2018)

14 febr. 2018
Prosesi pengangaktan dan pengukuhah M. Syahril Yusuf Bay sebagai Raja Nadi Baham Sanggaria Atiati, menggantikan raja sebelumnya  (Alm) Yusuf  Bay Mata di kampong Werpigan Distrik Wartuttin, Kab. Fak Fak.
– Sumber: https://papua.antaranews.com/


Sejarah kerajaan Ati Ati

– Sejarah di ambil dari: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Kerajaan Ati Ati terletak di distrik Wartutin, Kabupaten Fakfak, prov. Papua Barat.

Sama halnya dengan asal keturunan raja Namatote, keturunan raja Atiati juga berasal dari Gunung Baik. Orang pertama dari keturunan yang menerima gelar raja dari Sultan Ternate disebut Wainesin. Ketika Wainesin wafat, putranya Jusuf masih kecil, sehingga penjabat raja harus diangkat yakni Sanggil dan Ongga, saudara-saudara menantu, saudari Wainesin yang berasal dari Seram.
Setelah Jusuf menjadi raja, kerajaan Atiati bersama Fatagar pindah ke Pulau Ega dan kemudian pindah ke Atiati Onin, di daratan depan Pulau Ega, sementara Fatagar pindah ke Merapi, di sebelah timur Fakfak.
Dalam laporan dari J.W. van Hille menyebutkan bahwa: ”Kemudian raja Atiati pindah ke Atiati Onin yang terletak di depannya, raja Fatagar pindah ke Merapi bersama istrinya dari Gorom dan lima orang anaknya segera meninggal. Ketika raja Fatagar meninggal di Merapi, dia digantikan oleh putra sulungnya yang bernama Mafa. Mafa menikah di Seram Laut dan kembali ke kampung halamannya di Merapi pada tahun 1899.
Pada tahun 1899 Mafa diangkat sebagai raja untuk menggantikan ayahnya yang telah meninggal. Sementara itu raja Atiati bersengketa dengan kawula Fatagar. Raja Atiati menganggap kawula Fatagar sebagai kawulanya. Pada tahun 1897 Raja Jusuf (raja Atiati) sebaliknya dibawa serta ke Ternate oleh residen. Raja Yusuf wafat di Ternate.
Dia tidak menurunkan tahta kerajaannya kepada putranya.
Kerabat dekat prianya adalah cucu dari kemenakannya. Putra sulungnya memang berangkat ke Mekkah bersama ayahnya. Sang ayah meninggal di Mekkah dan sejak itu putra-putranya tinggal di Kitai (Seram Laut). Menurut keinginan penduduk, kontrolir mengusahakan pengembalian putra putranya yang tinggal di Kitai dan Haji Haruna pada bulan April 1899 diakui sebagai raja Atiati.
Seorang saudara muda Haruna, Jusuf namanya, selanjutnya diangkat menjadi raja muda, dan setelah diberhentikan, digantikan oleh saudara mudanya, Ibrahim. Ibrahim meninggal pada tahun 1927 di Mekkah. Setelah itu tidak ada lagi pengganti yang diangkat.
Raja Jusuf meninggal dan hanya meninggalkan seorang putri yang bernama Wainesin. Putrinya menikah dengan seseorang bernama Taib, yang berasal dari Patipi.Taib menurut kata orang adalah “anak mas”, menurut pandangan yang berlaku tentang itu, anak-anaknya yang berasal dari Wainesin tidak bisa dipertimbangkan bagi pengganti raja. Haruna yang diakui sebagai raja pada tahun 1899, wafat pada tanggal 26 Pebruari 1932. Tentang calon pengganti raja Haruna, yang ditetapkan adalah putra rajamuda Jusuf yang bernama Mohamad.
Para kepala daerah Patimun menghendaki seorang pengganti dari garis pria, karena pada tahun 189 garis wanita dari leluhur raja bersama Haruna telah berkuasa. Kesepakatan tercapai antara para kepala adat dan penduduk kerajaan Atiati tentang masalah pergantian tahta ini. Kedua pihak menyatakan cukup puas dengan penunjukkan seorang pengganti oleh raja Namatotte, dari kerabatnya sampai generasi ketiga.
Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa keturunan raja-raja Namatote danalasan keuangan, yang berkaitan dengan posisi kas daerah yang buruk, raja Namatote diangkat menjadi penjabat raja Berikut silsilah raja Atiati berdasarkan van de (Onder)Afdeeling West Nieuw Guinea, sampai generasi ketiga. Hal ini didasarkan atas pertimbangan bahwa keturunan raja Namatote dan Atiati pada garis pria masih saling bersaudara.alasan keuangan, yang berkaitan dengan posisi kas daerah yang buruk, raja Namatote diangkat menjadi penjabat raja Atiati.

M. Syahril Yusuf Bay, Raja Nadi Baham Sanggaria Atiati, sejak 14 febr. 2018


Daftar Raja kerajaan Ati Ati.

Penguasa (title from c. 1851, Raja)

* …. – ….:                   .Ulan Tui [1st ruler]
* …. – ….:                   .Lamarora
* …. – ….:                   .Menau Bauw
* 18.. – c.1851:           .Kakabusan Bauw
* c.1851:                     .Wainesin Kakabusan Bauw
* c.1851 – c.1860:      .Mampati Bauw
* c.1860 – 18..:           .Sangil Bauw -Regent

* 18.. – 1871:              .Ongga Bauw -Regent
* c.1860 – 1897:         .Yusuf Kerewainja Bauw
* 1897 – 1899:  ….
* 1899 -1932:             .Haji Haruna
* 1932 – 1935:            .Nurma (Njora Latin)(f)
* 1935 – 1942:            .Mafa
* 1942 – 1953/63:       .Muhammad Bai
* 1953/63:                   .Wakil-Raja J.A. Bai
* 19.. – c.1999:            .Nataniel Talla
* c.1999 – :                  .Onim Bai

– Sumber / Source: http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html

M. Syahril Yusuf Bay, Raja Nadi Baham Sanggaria Atiati, sejak 14 febr. 2018


Silsilah raja Atiati

Sumber: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/

Berikut silsilah raja Atiati berdasarkan Memorie-(Vervolg) van Overgave van de (Onder)Afdeeling West Nieuw Guinea,L.L.A.Maurenbrecher, 1953.

———————————

Silsilah Raja-Raja Atiati Sumber: Miedema, J dan W.A.L. Stokhof (eds.). 1992. Irian Jaya Source Materials No. 3 Series A-No.2: Memories van Overgave van de Afdeeling West Nieuw Guinea. Leiden: DSALCUL/IRIS


Fort Belanda, du Bus

Fort Du Bus merupakan benteng pertama yang dibangun pemerintah kolonial Hindia Belanda pada tanggal 24 Agustus 1828, yang terletak di Teluk Triton di pantai barat daya Nugini (sekarang di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Indonesia). Awalnya benteng ini didirikan untuk menghambat gangguan dari pasukan kolonial Inggris dari selatan (Australia). Selanjutnya benteng ini menandai dimulainya secara fisik/teknis kehadiran kekuasaan kolonial Belanda di Papua, meskipun daerah tersebut sudah sejak tahun 1823 dianggap oleh pemerintah Belanda sebagai bagian dari tanah jajahan (koloni) Belanda di Kepulauan Nusantara.

Léonard Pierre Joseph du Bus de Gisignies (Gubernur Jenderal Hindia Belanda sejak 4 Februari 1826 sampai dengan 16 Januari 1830).
Nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies.

Fort Belanda, du Bus tahun 1828

Papua - Fort du Bus in 1828


DAFTAR DAN SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI PAPUA

Untuk daftar kerajaan-kerajaan di Papua Barat, sejarah kerajaan-kerajaan di Fak Fak dan sejarah kerajaan-kerajaan di Raja Empat, klik di sini

Papua, 1620 M

Papua, 1620 M


Peta-peta kuno Papua

Klik di sini untuk peta-peta kuno Papua tahun, 1493, abad ke-16, 1600, 1699, 1700-an, 1740, 1857 1857.

Peta tahun 1493


Sumber kerajaan Ati Ati

Daftar raja Ati Ati: http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html
Sejarah kerajaan Ati Ati: http://tarikhislamicwayangkomputer.blogspot.com/

Sumber kerajaan-kerajaan di Papua

Sejarah kerajaan2 Papua Barat: https://id.wikipedia.org/
– Sejarah kerajaan2 di Semenanjung Onin: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Onin
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/
– Kerajaan2 di Semenanjung Bomberai: https://id.wikipedia.org/
Kerajaan2 di kepulauan Raja empat: https://id.wikipedia.org/

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: