Gantarang (Bulukumba), kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Gowa

Kerajaan Gantarang (Bulukumba) terletak di provini Sulawesi Selatan, Kab. Gowa.

The kingdom of Gantarang was located on Sulawesi, provini Sulawesi Selatan, Kab. Gowa.
For english, click here

Lokasi kabupaten Gowa


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Kerajaan Gantarang (Bulukumba) sekarang (2021)

Tidak ada info tentang keberadaan kerajaan ini sekarang dan keturunan.


Sejarah kerajaan Gantarang (Bulukumba)

Sejarah 1

Awal mula terbentuknya system pemerintahan di Gantarang, menurut Paruru Daeng Rani, salah seorang tokoh masyarkat Gantarang, di awali pada masah pemerintahan Tumanurung. Ketika itu masyarakat Gantarang dilanda kelaparan, karena tanaman merka tidak mau tumbuh, juga ternak banyak yang mati, dan negeri pada kekeringan. Melihat kondisi tersebut dewata telah menurunkan seorang putri yang cantik jelita dari kayangan untuk mengatasi krisis pangan yang dialamih oleh warga Gantarang.

Warga Gantarang kemudian mengadukan nasibnya pada putri Tumanurung, bahwa di negrinya saat itu dilanda kekeringan, tanaman petani tak mau tumbuh, ternak mati, sumber air pada kekeringan, sehingga rakyat kelaparan. Mendengar keluhan rakyat gantarang, maka putri Tumanurung memohon kepada dewata, agar diturunkan hujan untuk menyuburkan tanah, tanaman penduduk bias tumbuh subur.

Dalam wilayah Gantarang, terdapat sebuah daerah perkampungan, namanya Garassi. Garassi dulunya merupakan sebuah daerah kerajaan, sebelum muncul nama Gantarang. Munculnya nama Garassi di daerah pegunungan bawa karaeng itu jelas ada hubungannya dengan salah satu nama kasuwiang diwilayah kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Tumanurunga ri Gowa pada tahun 1320, yakni kasuwiang garassi.

Ketika beberapa daerah di kerajaan di wilayah pegunungan bergabung dengan kerajaan Gowa, maka raja Gowa berupaya untuk menasionalisasi beberapa daerah kerajaan dengan menempatkan beberapa pejabatnya di daerah kerajaan kecil itu, seperti halnya di buluttana pernah ditempati oleh karaenta data yakni putra raja Gowa ke-26 batara Gowa II.  Demikian halnya digantarang, karaengta Garassi juga pernah berkunjung ke daerah itu. Sebagai tanda kenang-kenangan, maka rakyat setempat memberikan nama kampong Garassi.

Sejarah 2

Nama Gantarang telah banyak dipakai di beberapa daerah di wilayah Sulawesi selatan, seperti di Selayar, terdapat juga sebuah desa yang bernama Gantarang sebagai pusat penyebaran islam di daerah itu. Di Bulukumba juga berdirih sebuah daerah kerajaan yang berpusat di kota Bulukumba kini berubah menjadi kecamatan Gantarang, di Bantaeng juga terdapat nama Gantarang Keke sebagai salah satu desa di kecamatan Tompobulu.

Dalam wilayah Gantarang, terdapat sebuah daerah perkampungan, namanya Garassi. Garassi dulunya merupakan sebuah daerah kerajaan, sebelum muncul nama Gantarang. Munculnya nama Garassi di daerah pegunungan bawa karaeng itu jelas ada hubungannya dengan salah satu nama Kasuwiang diwilayah kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Tumanurunga ri Gowa pada tahun 1320, yakni Kasuwiang Garassi.

Menurut cerita masyarakat setempat, ada seorang raja yang pernah memerintah di kampung Luara. Raja itu memerintah dengan bijaksana dan iya sangat di sukai oleh rakyatnya. Menurut cerita ini, muncul nama Garassi, berasal dari kata “gang” dan “rassi”. Gang berarti ukuran atau aturan dan rassi berarti penuh. Gang rassi berarti raja itu memerintah dengan penuh kebijaksanaan membuat masyarakatnya sejahtera. Raja ini kemudian kawin dengan warga setempat dan melahirkan seorang putra bernama Sulaeman daeng Matutu. Putra karaeng Garassi inilah kemudian meneruskan pemerintahan ayahnya sebagai karaeng Garassi.

Lanjut cerita, karaeng Garassi mempunyai sebuah benda kebesaran berupa mahkota, namanya Salolokati. Karena wilayah Garassi ini merupakan bagian dari kerajaan Gowa, maka raja Gowa kemudian minta meminjam mahkota tersebut, tapi sayangnya setelah di pinjam, raja Gowa tidak mengembalikan mahkota itu.

Mahkota merupakan lambing kebesaaran kerajaan di Garassi, sehingga karaeng Garassi Sulaeman daeng Mattula mengutus 3 orang tubarani (jowa):
– Garancing Dg. ma’lala’
– Tanralili Dg. Sibali
– Rantusang Dg. Mangassana

Dari keberhasilan tiga orang Tubarani utuk mendapatkan mahkota dari kerajaan Gowa tersebut. Sehingga, raja Garassi Sulaeman daeng Mattula ingin mengabadikan nama ketiaga pemberani tersebut di wilayah kerajaannya. Supaya adil, ketiga nama tubarani itu masing-masing di ambil huruf nama awalnya yakni Gantarang (garancing, tanralili, rantusang). Sejak itulah nama Gantarang menjadi sebuah kerajaan, dimana raja pertama gantarang adalah Sulaeman daeng Mattula.

Keterangan Gambar:
Berdiri di depan dari kiri ke kanan : – Andi Pangeran Petta Rani Arung Bulo-Bulo (Ex. Gubernur Sulawesi, Putera Andi Mappanyukki ArumponE), – Andi Soji KaraEng KanjEnnE Datu Suppa (Menantu Andi Mappanyukki ArumponE, Permaisuri Andi Abdullah Bau MassEpE Datu Suppa Lolo), – Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim Mangkau ri BonE,- – Ir. Soekarno (Presiden RI), ……., – I Padjongan DaEng NgallE KaraEng PolombangkEng – Andi Sultan DaEng Raja KaraEng Gantarang (Bulukumba). Sumber: http://andioddang.blogspot.co.id/2011_10_01_archive.html


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683