Rahampu’u Matano, kerajaan kuno / Sul.Selatan – Kab. Luwu

Kerajaan Rahampu’u adalah kerajaan Suku Matano. Terletak di Sulawesi, Kab. Luwu, prov. Sulawesi Selatan.

Matano

Matano

Prov. Sulawesi Selatan

Prov. Sulawesi Selatan


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Lihat pula: Kerajaan Matano sekarang, klik di sini

Sejarah kerajaan Rahampu’u Matano

Desa Matano di masa lalu diduga adalah pusat kerajaan kuno Rahampu’u.
Padahal kerajaan Rahampu’u adalah sumber utama bahan baku besi mengandung nickel kadar tinggi yang diolah oleh kerajaan luwu untuk kemudian di eksport ke majapahit di abad 12 sebagai senjata.

Kerajaan Rahampu’u tersebut sudah hilang, sudah menjadi sejarah, pusat kerajaan sudah berubah menjadi desa matano yang terpencil dari mana-mana. Matano artinya kekuasaan orang-orang yang dikuburkan, matano dari kata tano artinya kubur. Desa matano juga disebut sebagai pompesi (pohon besi) karena kandungan Fe-nya.

Di masa jayanya, semua manusia yang tinggal di wilayah kekuasaan kerajaan Rahampu’u dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu:
1. Anak Mokole terdiri dari penduduk asli desa Matano sekarang ini, yang tersebar di 5 kampung besar: Rahampu’u, Lembara, Lemogola, Gampusera dan Mata Alu.
2. Ihi Inia adalah anak suku yang datang dari tempat lain dan meminta pemukiman terhadap Raja kerajaan Rahampu’u. Mereka berkampung di Sokoiyo (Nuha), Sobario (Sorowako) dan Pontada.
3. Palili adalah anak suku yang di merdekakan oleh kerajaan Rahampu’u baik yang kalah perang atau yang minta perlindungan.


Tentang Raja kerajaan Rahampu’u

Pada tahun 1672, Putera Mokole Rahampu’u bernama Lamboja menjadi Raja I di Larona (kerajaan Bungku). Setelah itu menyusul Putera Mokole bernama Langginia pindah di Epe menjadi pemimpin I di sana dan Putera Mokole bernama Oheo menjadi pemimpin I di Wiwirano yang daerah pemerintahannya meliputi Laiwoi Utara, Lawali dan Asera.


Penguasa, pemimpin atau pemegang tahta kerajaan Rahampu’u

1. Mokole: adalah penguasa, pemimpin atau pemegang tahta kerajaan Rahampu’u.
2. Mohola: adalah pemimpin dari seluruh PALILI, sekaligus sebagai Panglima Perang, dan juga sebagai wakil dari Mokole untuk menghadiri acara para Palili bila ada acara yang dilakukan. Oleh karena itu yang berhak menjadi Mohola adalah keturunan asli Mokole Rahampu’u yang disebut juga sebagai Mokole Motaha.
3. Pabitara: adalah juru bicara resmi kerajaan dan juga sebagai Wakil Mokole untuk menghadiri bila dari salah satu anak suku mengadakan acara. Secara adat istiadat harus dijabat dari kalangan Mokole Motaha.
4. Bonto: adalah bangsawan pendamping khusus yang siap mendampingi pada setiap aktifitas yang dilakukan oleh Mokole.
5. Papangara: adalah orang yang bertugas menyampaikan dan memberitahukan berita kepada seluruh anak rakyat.
6. Karua: adalah orang yang bertugas menyampaikan berita kepada setiap Mohola Palili.
7. Mia Mota’u: adalah para pemimpin / kepala suku masing-masing PALILI.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

Misteri kerajaan kuno Rahampu’u: http://www.bilikmisteri.web.id/3394/misteri-kerajaan-kuno-rahampuu-di-matano.html
– Tentang kerajaan kuno Rahampu’u: https://mokolematano.com/
– Makam Raja Mokole Lukamandiu ditemukan: http://nasional.kompas.com/read/2008/11/10/13423196/makam.raja.mokole.lukamandiu.ditemukan

– Kerajaan Matano: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kerajaan-matano/

– Makam raja La Makandiu: https://mokolematano.com/2016/01/02/makam-raja-la-makandiu/


Makam raja La Makandiu, kerajaan Rahampu'u

Makam raja La Makandiu, kerajaan Rahampu’u. Sumber: https://mokolematano.com/2016/01/02/makam-raja-la-makandiu/

Barang Galian Sekitar Makam Raja La Makandiu

Barang Galian Sekitar Makam Raja La Makandiu. Sumber: https://mokolematano.com/2016/01/02/barang-galian-sekitar-makam-raja-la-makandiu/


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: