Rahampu’u (Matano), kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Luwu

Kerajaan Rahampu’u adalah kerajaan Suku Matano. Terletak di Sulawesi, Kab. Luwu, prov. Sulawesi Selatan.
Kerajaan Rahampu’u sudah hilang, sudah menjadi sejarah, pusat kerajaan sudah berubah menjadi desa Matano, di mana ada sekarang kerajaan Matano.

The kingdom of Rahampu’u was a kingdom of the Matano People. Located on Sulawesi, Kab. Luwu, prov. Sulawesi Selatan.
For english, click here

Lokasi kabupaten Luwu


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link

* Foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto suku Bugis: link
* Foto suku Toraja: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Sejarah kerajaan Rahampu’u Matano

Lihat pula: Kerajaan Matano sekarang, klik di sini

Pada masa awal, Matano diperintah oleh seseorang yang bergelar Mokole. Mokole Matano memerintah beberapa anak suku dan mendirikan kerajaan kecil. Tapi ketika kerajaan Luwu berkembang pesat pada abad ke-14, Matano menjadi bagian dari federasi. Kerajaan-kerajaan yang masuk dalam wilayah Luwu dinamakan palili –tugasnya membantu, menaati, dan mendukung penuh aturan dan keputusan-keputusan Luwu.

Matano memiliki sumber daya alamnya yang kaya besi dan nikel dan membuatnya menjadi rebutan.
Orang Matano mengolah besi dengan sederhana. Mereka memilah batu yang dianggap punya kandungan nikel yang baik, biasanya berwarna hitam pekat. Lalu diangkut ke tempat peleburan dan dibakar. Untuk meleburnya, mereka menggunakan tungku tanah dan bambu sebagai pengganti pipa.
Mereka juga memakai bambu yang berfungsi sebagai tabung pompa untuk menghidupkan dan menjaga api tetap menyala dalam tungku. Bagian dalam bambu dihaluskan dengan cermat lalu dimasuki kayu sebagai tuas (mirip pompa zaman sekarang). Pada ujung kayu itu dibuat bulatan dan melapisinya dengan bulu ayam, agar dinding bambu bagian dalam rapat dan menghasilkan dorongan angin yang berhembus cepat.
Pada abad ke-16, perdagangan rempah-rempah yang dilakukan Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) atau Perserikatan Perusahaan Hindia Timur membuat pamor Luwu mulai menurun.

Abad ke-16 pusat kerajaan Luwu pindah ke Palopo (sekarang Kotamadya Palopo) hingga akhirnya Luwu menghilang dan tak terdengar lagi.
Sementara Matano bahkan tak tercatat sebagai situs sejarah yang harus dilindungi pemerintah daerah. Matano akan hilang seperti pandai besinya.

Di masa jayanya, semua manusia yang tinggal di wilayah kekuasaan kerajaan Rahampu’u dibagi menjadi 3 kelompok besar yaitu:
1. Anak Mokole terdiri dari penduduk asli desa Matano sekarang ini, yang tersebar di 5 kampung besar: Rahampu’u, Lembara, Lemogola, Gampusera dan Mata Alu.
2. Ihi Inia adalah anak suku yang datang dari tempat lain dan meminta pemukiman terhadap Raja kerajaan Rahampu’u. Mereka berkampung di Sokoiyo (Nuha), Sobario (Sorowako) dan Pontada.
3. Palili adalah anak suku yang di merdekakan oleh kerajaan Rahampu’u baik yang kalah perang atau yang minta perlindungan.


Makam raja raja kerajaan Rahampu’u

Makam raja La Makandiu, kerajaan Rahampu’u.

———————-

Makam La Mattulia, kerajaan Rahampu’u.


Penguasa, pemimpin atau pemegang tahta kerajaan Rahampu’u

1. Mokole: adalah penguasa, pemimpin atau pemegang tahta kerajaan Rahampu’u.
2. Mohola: adalah pemimpin dari seluruh PALILI, sekaligus sebagai Panglima Perang, dan juga sebagai wakil dari Mokole untuk menghadiri acara para Palili bila ada acara yang dilakukan. Oleh karena itu yang berhak menjadi Mohola adalah keturunan asli Mokole Rahampu’u yang disebut juga sebagai Mokole Motaha.
3. Pabitara: adalah juru bicara resmi kerajaan dan juga sebagai Wakil Mokole untuk menghadiri bila dari salah satu anak suku mengadakan acara. Secara adat istiadat harus dijabat dari kalangan Mokole Motaha.
4. Bonto: adalah bangsawan pendamping khusus yang siap mendampingi pada setiap aktifitas yang dilakukan oleh Mokole.
5. Papangara: adalah orang yang bertugas menyampaikan dan memberitahukan berita kepada seluruh anak rakyat.
6. Karua: adalah orang yang bertugas menyampaikan berita kepada setiap Mohola Palili.
7. Mia Mota’u: adalah para pemimpin / kepala suku masing-masing PALILI.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

– Sejarah lengkap Rahampu`u: http://tabir17.blogspot.com/2016/04/jejak-kerajaan-kuno-rahampuu-di-matano.html
Misteri kerajaan kuno Rahampu’u: http://www.bilikmisteri.web.id/3394/misteri-kerajaan-kuno-rahampuu-di-matano.html
– Tentang kerajaan kuno Rahampu’u: https://mokolematano.com/
– Matano Rahampu’u, sumber daya alamnya yang kaya besi dan nikel: klik di sini
– Makam Raja Mokole Lukamandiu ditemukan: http://nasional.kompas.com/read/2008/11/10/13423196/makam.raja.mokole.lukamandiu.ditemukan

– Kerajaan Matano: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sulawesi/kerajaan-matano/

– Makam raja La Makandiu: https://mokolematano.com/2016/01/02/makam-raja-la-makandiu/


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: