* FOTO kerajaan Palu

Tjatjo Idjazah, raja terakhir Palu.

———————

Raja Yotolembah, 1835 – 1850.

———————

Raja Andi Turu Parampasi, 1906 – 1921

———————

Magua Djanggola, Madika Malolo dan residen Manopo di tempat kediaman Magau di Palu`

———————

Magau Yojokodi Tomesiema dari Palu, putera Magau Muhammad Lamakaraka, yang sudah memerintah pada tahun 1842 .

————————–

Pelantikan tjatjo Idjasah sebagai Magau Palu tahun 1949 di Sambote

————————–

Tjatjo Idjasah (Madika bulu bambara ) Magau Palu terakhir bersama permaisuri Tasa Intan (Pua Tasa). Pada saat pelantikan sebagai Magau Palu tahun 1949, pada tahun 1950 sistim Kerajaan Palu resmi dibubarkan

————————–

Magau Janggola of Palu.

———————

Istana Palu

———————

Idjazah Yodjokodi – Pejabat Magau Palu, 1918-1921.

———————

Foto Ratu Paloe

———————

Foto keluarga istri dan anak magau Djanggola di kediaman beliau di Poboya, 1930.

———————

Foto dukun2 Balia di Palu, c1920

———————

Raja Paloe, ca 1905-1908

———————

Palu (Jln. Karanja Lembah sekarang) 16 Oktober 1916.

———————

Tengah- Magau Janggola dari Palu (1921-50), kiri – Magau Caco Ijasa (1945-50), kanan – Magau Andi Parampasi 1950-1955

———————

Magau Djanggola

———————

Idjazah Magau Palu.

———————

Foto Magau Djanggola dan pejabat belanda di Paloe, 1921.

———————

Magau Djanggola. Berdasarkan silsilah dalam buku ” KITA SANTINA” Beliau merupakan anak dari Pariusi (madika Malolo saat pemerintahan Magau Jodjo kodi) dan ibunya bernama Jabasura Tompalili (madika Poboya),dalam Vorklaring yang ditandatangani De Minester van kolonie Hindia belanda De Graff,masa pemerintahan Magau Djanggola dimulai tahun 1921-1945, hal yang menarik dalam struktur pemerintahan beliau adalah dengan diangkatnya seorang penasehat magau yang merupakan paman beliau bernama Palimuri.

———————

  Foto ini memang penganugrahan oom Thatjo I Djasa menjadi Magau Palu pada tahun 1949. Paliuju scr kekeluargaan tidak ada kaitan scr langsung dengan Djanggola. Benar bahwa Paliuju itu adalah adc (ajudan) Djanggola, Ayah bernama Bandjela (=nama cucu HB Paliudju) adalah yang mengasuh Hi Yoto Dg Lando Djanggola (ayah gubernur Sulteng saat ini) waktu kecil.

———————

Keterangan Photo:
– belakang: Lamakarau [Mangge Tasa], Idjasa, Daeng Malindu.
– tengah: Istri Dg.Malindu, Pua Aca, Hj. Sitti Aminah [Ibunda Bpk. Drs. H.Longki Djanggola,Msi. ],Pua Tei ,Pua Ede [Istri Lamakarau], Andi Ratu [Pua ratu],Pua Mayo
– duduk: Tasa Intan [Pua Tasa] merupakan Permaisuri/istri magau Tjatjo Idjasa, Magau Tjatjo Idjasa [Madika Bulu Bambara]
– depan: Nurdin, Ahyar InjteMakka, Ilyas dg. Pawiru.
Sumber: Pict.Foto keluarga Magau Tjatjo Idjasa.. Sumber: Dokumentasi keluarga

———————

 Aksara Lontara Bilang,pada Nisan Salah satu Makam di Kompleks Pemakaman Raja-raja Palu,Tangga Banggo. Bertuliskan: ” Kaanat Wafat (Telah Wafat),Parampasi Magau Palu, 12 Rabiul Awal Sanatan ,1337 Hijriah,(Atau bertepatan dengan 16 Desember 1918 Masehi)”. Dalam Arsip Belanda, Magau Parampasi wafat di Bulan Desember 1918.

———————

 Kiri – Magau Parampasi dan Permaisuri, Andi Tjeni Pettelolo (1909)
Kanan – Magau Parampasi bersama Magau Sigi (Lamakarate), Assistend Besturde (Soenusi)  dan Magau Koelawi (Tomampe),  Maret tahun 1918, atau 7 bulan sebelum beliau Mangkat.

———————

Di Palu, Souraja dijadikan sebagai pusat pemerintahan, semakin menambah kesakralan dan kekeramatan seorang raja. Dalam pemikiran-pemikiran tradisional dikatakan bahwa tempat bersemayamnya seorang raja, baik berupa tempat tinggal atau istana pemerintahannya merupakan tempat suci pilihan penguasa langit. Raja adalah keturunan penguasa langit yang diturunkan ke bumi untuk memerintah rakyat yang terpilih.

———————

Makam Pue Inggari yang terletak di Kelurahan Besusu Barat, Kecamatan Palu Timur. Raja Pue Inggari memerintah 1796-1805.

———————

Makam Raja Maili yang terletak di Kelurahan Siranindi, Kecamatan Palu Barat. Raja Maili memerintah 1868-1888.

———————

Kalau dalam Peta Paloe tahun 1906 masih minim deskripsi desa desa sekitar maka dalam tahun 1916 ini, nampak lebih rame dalam menggambarkan desa desa sekitar Paloe. Peta dibuat oleh Alb. C. Kruyt.


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: