Gunung Sahilan (Kampar Kiri), kerajaan / Sumatera – Prov. Riau, kab. Kampar

Kerajaan Gunung Sahilan, atau Kerajaan Kampar Kiri: 1700 – 1941 (1946 ?), terletak di Sumatera, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, propinsi Riau.

The Kingdom of Gunung Sahilan: 1700 – 1941 (1946 ?). Located in the District of Kampar, province of Riau.
For english, click here

Kab. Kampar, Sumatera, prov. Riau


* Foto kerajaan Gunung Sahilan: link
* Foto istana kerajaan Gunung Sahilan: link
* Video penobatan Raja Gunung Sahilan: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


KERAJAAN  GUNUNG  SAHILAN

Tentang Raja sekarang (2021)

22 jan. 2017
Tengku Muhammad Nizar dinobatkan sebagai Raja Gunung Sahilan yang baru. Kerajaan ini sebelumnya mengalami kekosongan gelar raja sejak 1978. Artinya, Nizar mengakhiri kekosongan itu selama kurang lebih 39 tahun.

Tengku Muhammad Nizar, pewaris kerajaan Gunung Sahilan setelah dinobatkan 22 jan. 2017


Tentang gelar raja

Berdirinya kerajaan Gunung Sahilan tidak dapat dipisahkan dari kerajaan Pagaruyung yang didirikan oleh Adityawarman, seorang penerus Dinasti Mauli penguasa di kerajaan Melayu. Kerajaan Gunung Sahilan pada masa awal berdirinya diperkirakan pada abad ke 16-17 M. Raja yang memerintah di adalah keturunan raja Pagaruyung atau Raja Muda kerajaan Pagaruyung. Kerajaan Gunung Sahilan berdiri sendiri sebagai kerajaan berdaulat setelah runtuhnya kerajaan Pagaruyung pada awal abad ke-18 M akibat perang paderi.

Gelar adat Raja kerajaan Gunung Sahilan adalah “Tengku Yang Dipertuan Besar” dan untuk Raja ibadat adalah “Tengku Yang Dipertuan Sati”. Berdasarkan riwayat raja-raja kerajaan Gunung Sahilan, raja terakhir yang menjadi raja di kerajaan Gunung Sahilan, adalah Tengku Sulung yang Dipertuan Besar (1930-1945, beliau merupakan Raja Adat) dan Tengku Haji Abdullah Yang Dipertuan Sati (1930-1945, beliau merupakan Raja Ibadat). Kedua raja ini selanjutnya akan digantikan oleh Tengku Ghazali, namun ia tidak sempat dinobatkan sebagai Raja karena Indonesia sudah merdeka. Kerajaan Gunung Sahilan bergabung dengan Republik Indonesia. Akibatnya keberadaan kerajaan Gunung Sahilan hilang ditelan bumi.
– Sumber: http://lensawisata.com/penobatan-pewaris-kerajaan-gunung-sahilan/

raja Gunung Sahilan


Sejarah kerajaan Gunung Sahilan (Kampar Kiri), abad ke-16

Raja Ibadat adalah salah satu dari Rajo Tigo Selo, institusi tertinggi kerajaan Pagaruyung yang dalam tambo adat disebut Limbago Rajo.
Rajo Tigo Selo yang terdiri dari Raja Alam, Raja Adat, dan Raja Ibadat.
Raja Ibadat adalah sosok pemegang hukum agama, orang yang dituakan, dan tempat para penghulu dan tuan kadi bertanya atau mendamaikan sengketa dan menyelesaikan konflik dalam masyarakat. Keberadaan Raja Ibadat tidak bisa dipisahkan dari struktur genealoginya sebagai keturunan langsung dari Raja Adityawarman, pendiri Kerajaan Minangkabau. Wilayah kekuasaannya di Sumpur Kudus.

– Sejarah lengkap kerajaan Gunung Sahilan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/kerajaan-gunung-sahilan/65389-2/

Yang di Pertuan Besar Tengku Sulong; raja terakhir Gunung Sahilan

Riau adalah negeri yang kaya akan sejarah dimasa lampau. Tidak hanya kaya akan Sumber Daya Alam tetapi juga kaya akan sejarah. Kerajaan atau Bangsa Melayu pernah mengalami masa jaya pada dahulu.
Propinsi Riau ini merupakan gabungan dari sejumlah kerajaan Melayu yang pernah berdiri, diantaranya ialah Kerajaan Indragiri (1658 – 1838), Kerajaan Siak (1723 – 1858), Kerajaan Pelalawan (1530 – 1879), Kerajaan Riau-Lingga (1824-1913).
Ada banyak lagi kerajaan kecil lainnya, antaranya Gunung Sahilan.
Kerajaan Gunung Sahilan berdiri pada awal abad ke-16 sebagai kerajaan vazal dengan raja pertamanya adalah Raja Bujang Sati yang merupakan anak Raja Pagaruyung. Setelah runtuhnya kerajaan Pagaruyung, akibat perang paderi maka Kerajaan Gunung Sahilan merdeka secara Depakto dan Deyure. Semenjak berdiri sehingga berintegrasi dengan NKRI. Kerajaan Gunung Sahilan diperintah oleh 12 orang Raja/ Sultan dengan gelar Raja: Tengku yang Dipertuan Besar.

Sebagai sebuah kerajaan berdaulat tentunya kerajaan Gunung Sailan memiliki wilayah Negara/territorial yang meliputi seluruh Rantau Kampar Kiri. Secara adat Rantau Kampar Kiri Memiliki dua daerah Besar yaitu di sebut daerah Rantau Daulat dan Rantau Andiko.

Sumber: link

Pada mulanya, Gunung Sahilan bernama Gunung Ibul. Letak perkampungannya, berjarak satu kilometer dari kampung sekarang ini. Di kawasan Gunung Ibul itu, masih terdapat beberapa bekas situs sejarah yang juga tidak terawat dan nyaris hilang sejak perkebunan kelapa sawit menjamur di sepanjang Sungai Kampar. Di masa Gunung Ibul, atau Kerajaan Gunung Sahilan Jilid I, masyarakat masih beragama Budha, dibuktikan dengan bekas-bekas kandang babi dan tapak-tapak benteng.Beberapa keturunan raja terakhir, Tengku Yang Dipertuan (TYD) atau lebih sering disebut Tengku Sulung (1930-1941) seperti Tengku Rahmad Ali dan Utama Warman, kerajaan Gunung Sahilan Jilid I diawali dengan Kerajaan Gunung Ibul yang merupakan kerajaan kecil.

Sumber: link

Kompleks makam Raja-raja Gunung Sahilan

Afbeeldingsresultaat voor kerajaan gunung sahilan


Daftar raja Gunung Sahilan

Sembilan Raja dan satu orang Putra Mahkota itu adalah sebagai berikut :

1) 1700-1730: Tengku yang Dipertuan Bujang Sati bergelar Sutan Pangubayang. Mangkat di Pagaruyung merupakan anak raja yang dijemput ke Pagaruyung.
2) 1730-1760: Tengku Yang dipertuan Nan Elok, mangkat di Mekah.
3) 1760-1800:  Tengku yang Dipertuan Muda I. Mangkat di Pulau Gameran Laut Merah.
4) 1800-1840:  Tengku yang Dipertuan Hitam, mangkat di Gunung Sahilan.
5) 1840-1870:  Tengku yang Dipertuan Abdul Jalil Khalifatullah, mangkat di Jeddah.

6) 1870-1905:  Tengku yang Dipertuan Besar Tengku Daulat.
7) Tengku Abdurrahman yang Dipertuan Muda.
8) 1930-1945:  Tengku Sulung yang Dipertuan Besar,  (Raja Adat)
9) 1930-1945:  Tengku Haji Abdullah Yang Dipertuan Sati, (Raja Ibadat).
10) 1939:  Tengku Ghazali (putra Mahkota) dilantik pada tahun 1939, akan tetapi belum dinobatkan sebagai Sultan/Raja.
11) 22 jan. 2017: Tengku Muhammad Nizar.

– Sumber / Source: link

Lambang kerajaan Gunung Sahilan


Istana kerajaan Gunung Sahilan

Didalam istana ini terdapat beberapa benda peninggalan kerajaan Gunung Sahilan, diantaranya  meriam kecil atau lelo (sebutan masyarakat tempatan), kendi, gong hitam, tombak, pedang, payung kerajaan, yang apabila dibuka diyakini masyarakat sekitar maka daerah Gunung Sahilan akan turun hujan, sebuah guci yang pada musim kemarau terisi penuh, tapi ketika musim hujan gucinya kosong, kata masyarakat setempat yang menyakininya., tempat tidur beserta kasur dan beberapa photo lama yang terpajang didalam istana.
* Foto istana kerajaan Gunung Sahilan: link

Istana setelah dipugar tahun 2014


Sejarah dan daftar kerajaan2 di Riau

Untuk sejarah dan daftar kerajaan2 di Riau, klik di sini.


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah istana kerajaan Gunung Sahilan:  http://gunungsahilan-news.blogspot.co.id/2013/01/istana-gunung-sahilan-penuh-pesona.html
Sejarah kerajaan Gunung  Sahilan: https://suprizaltanjung.wordpress.com/2012/06/11/sekilas-jejak-sejarah-kerajaan-gunung-sahilan/
– Sejarah kerajaan Gunung Sahilan: http://pesisirnews.com/view/Seni—Budaya/4229/Sejarah-Kerajaan-Gunung-Sahilan.html
-Daftar raja Gunung Sahilan: https://suprizaltanjung.wordpress.com/2012/06/11/sekilas-jejak-sejarah-kerajaan-gunung-sahilan/
Sejarah kerajaan dan istana: http://www.riaudailyphoto.com/2011/08/istana-kerajaan-gunung-sahilan.html

– Tentang Raja Ibadat: https://daerah.sindonews.com/read/887762/29/mengingat-kembali-sejarah-raja-ibadat-1407069192

Adat penobatan raja Gunung Sahilan: http://febriyandiys.blogspot.co.id/2013/05/adat-penobatan-raja-gunung-sahilan.html


Peta kerajaan-kerajaan di Riau abad ke-19 (incl. Gunung Sahilan)


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: