Nama-nama Gelar dan Pangkat Jabatan dalam sistem pemerintahan Kesultanan Bima

Sumber: http://kesultananbima.blogspot.co.id/p/gelar-kesultanan.html

  • Ama Ka’u, gelar anak lelaki dari bangsawan tinggi, bila ayahnya bangsawan tinggi dan ibunya bangsawan tinggi juga atau setingkat lebih rendah dari ayahnya.; lih. Ina Ka’u.
  • Anangguru, pangkat menengah; dicatat disini para anangguru yang menjadi anggota Majelis Adat, atau kepala satu kelompok masyarakat lain dari satu dari (para anangguru  kepala dari dapat di lihat dalam daftar dari)
  • Anangguru Kapitan, Perwira sepasukan lasykar yang khusus memakai senapan.
  • Anangguru Latunang,  perwira sepasukan lasykar bersenapan; pangkatnya setingkat lebih rendah dari anangguru capital.
  • Anangguru Mangaji, kepala dari mangaji ; ada dua : tua dan sampela, kedua-duanya anggota sara hukum
  • Anangguru Mantero (kepala para matros kapal atau para kelasi perahu).
  • Anangguru Mbodane’e (mengepalai semua Anangguru Mboda)
  • Anangguru Mbodasambicarakai, kepala pesuruh raja bicara .
  • Anangguru Mpa’a, petugas yang mengurus tari-tarian istana (pria dan wanita) terutama yang bernilai klasik
  • Anangguru Robo, kepala dari marbot yang memilihara mesjid kerajaan .
  • Anangguru sape, Anggota anggota sara tua.
  • Anangguru Sumpi, perwira yang memimpin lasykar bersumpit ; ada dua, yakni  AS Bolo dan Mbojo; kedua-duanya anggota sara tua.
  • Anangguru Wera, Perwira lasykar dari wera.
  • Bata Dadi, pengurus sawah sultan
  • Bata Jero, angkat ertukangamn ;bawahan bumi jero.
  • Bata Juru, pesuruh di istana; pembantu syahbandar
  • Bata  Kangonga; pengawal rumah Raja Bicara
  • Bata Nggampo, pengawal dan pesuruh di istana .
  • Bilal mesjid raya  Bima, sebanyak 8 orang, anggota sara hokum
  • Bumi Bajangkara, pengawal istana
  • Bumi Baralau, pengawal istanaberpangkat perwira.
  • Bumi Batambani, pengawal Istana
  • Bumi Cendawa, pejabat bertugas di bidang obat bedil dan masalah percampuran obat , ia termasuk dalam dari Ndora.
  • Bumi cenggu, pejabat yang mewakili  masarakat cenggu dan sekitar di dalam Mjelis Adat .
  • Bumi Jara, Bupati pasukan berkuda ;ada tiga, yakni BJ Bolo, Mbojo, dan Nggampo mereka  adalah  anggota sara – sara.
  • Budi Jara Tolotui, pengurus tanah garapan  di seeebelah barat dan timur teluk bima; ada dua, yakni BJT  bolo (yang mengurus tanah di sebelah barat teluk yaitu wilayah bolo dan donggo ) dan BJT Mbojo (mengurus tanah di timur teluk ,yaitu wilayah Wera, wawo, sape,rasana’e, na’e).
  • Bumi Jero, kepala perrtukangan.
  • Bumi Karombi, kepala pertukangan.
  • Bumi Keli, anggota sara sara; di bawahnya Bumi Ncawu keli bertugas dalam masalah tukang kayu dan mengawasi hutan jati di keli dan sekitarnya (termaksud tololai)
  • Bumi Lawiu, anggota sara tua
  • Bumi Luma, pangkat tinggi dalam majelis adat : ada tiga , yakni BL Rasana’e (ketua sara tua).
  • Bumi Nata, anggota sara sara , mewakili daerah Nata dan sekitarnya.
  • Bumi Ncandi, anggota sara sara, mewakili daerah Ncandi dan sekitarnya.
  • Bumi Ncawu Keli, lih. Bumi Keli.
  • Bumindora, mengurus masalah kesejantaan kerajaan bima,di atas bumi cendawa;anggota sara tua
  • Bumi nggampo, mengurus/menyatukan para anggota sara tua yang tak berwilayah di dalam majelis adat
  • Bumi Nggeko, perwira tertinggi bagi para pengawai istana ;anggota sara tua
  • Bumi Ngeko, perwira yang mengurus kelasyaran kerajaan bima; ada Dua, yakni BN Bolo dan mbojo ;mereka anggota sara tua.
  • Bumi Pabise, pengurus kelasykaran laut serta para kelasi dan matros,di bawah perintah bumi renda ; ada dua , yakni BP bolo dan mbojo; mereka anggota  sara tua.
  • Bumi Pajuri, mengurus para prajurit lasykar; anggota sara tua.
  • Bumi Pareka, pembantu bumi rendah dalam mengurus dan mengatur lasykar; ada Dua, yakni BP Bolo dan Mbojo; anggota sara tua.
  • Bumi Parise, penjabat rendah yang mengurus  permainan parise,yaitu permainan ketangkasan dari orang-orang manggarai yang sudah di bebaskan dan biberi tanah pertanian dan kampungf di buncu[kejenelian sape].
  • Bumi Parisi, penjabat tinggi rendah yang bertugas sebagai sekretaris dan juru bicara kerajaan, sebagai bawahan raja bicara; ada tiga Bolo, Mbojo dan Kae; BP Kae jarang di angkat, dan selalu di perbantukan pada bumi parise yang lain, atau bertindak sebagai juru bahasa di pelabuhan; BP Bolo dan Mbojo itulah yang di sebut dalam bo’ sebagai juru tulis bicarakai;mereka pada umumnya berasal dari keturunan melayu {dari paranaka} dan menjadi sara tua.
  • Bumi partiga, petugas di istana; anggota sara tua.
  • Bumi Punti, petugas di istana; anggota sara tua.
  • Bumi Renda, pimpinan tertinggi lasykar kerajaan merangkap jaksa;anggota sara tua.
  • Bumi Roka, anggota sara tua.
  • Bumi Rompo, anggota sara tua;mewakilin masyarakat rompo dan sekitarnya.
  • Bumi sakuru, pangkat pertukangan kayu;anggota sara tua.
  • Bumi sambanta, anggota sara tua.
  • Bumi Sampoi, pimpinan kelompok gendang dan silu kerajaan;dibantu oleh jena sampoi.
  • Bumi Sari, ada, yakni BS mbojo,ntonggu dan sape;mereka adalah anggota sara tua.
  • Bumi Silu, permain silu kerajaan; ada dua,yakni  BS bolo dan mbojo; mereka dibantu oleh dua peringkat adat lagi, yaitu jena silu mbojo dan jena silu bolo.
  • Bumi Tente, pangkat menengah;anggota sara tua.
  • Bumi Tingincai, pangkat rendah di bawah bumi rendah,bertugas mencanangkan berita-berita darurat{menjaga kebakaran,kebanjiran dan bahaya-bahaya lain];juga dengan anak buahnya menjadi algojo.
  • Bumi tonggorisa, pangkat menengah;anggota sara  tua.
  • Bumi waworada,pangkat menengah;anggota sara tua.
  • Cepeweki, pangkat rendah yang bertugas mengawai  tanah pada suatu area.
  • Imam, anggota sara hukum.
  • Ina ka’u, gelar anak perempuan dari bangsawan tinggi,yang terlahir dari ayah bangsawan tinggi dari ibu sederajat atau setidak-setidaknya bangasawan menengah;lih ama ka’u.
  • Ince, nama panggilan [bukan gelar] dari orang keturunan melayu {mly;encik].
  • Jena, pangkat rendah; setiap jena berada di bawah perintah seorang bumi.
  • Jena Jara Otuteru, bintara pasukan berkuda;tugasnya membuat tempat makanan kuda;waktu luangnya bertugas  menjaga  istana.
  • Jena Luma, pembantubumi luma dan kepala dari sajena luma;ada Dua; yakni Jl Bolo dan mbojo; mereka anggota sara tua.
  • Jena Mone Na’e, kepala dari sejumlah nenti mone{pengawai istana};anggota sara tua.
  • Jena Sampoi, pembatu bumi sampoi,anggota rombongan music istana.
  • Jena Silu, pembantu bumi silu;kedua jena silu yang tertinggi ,yakni  js bolo dan mbojo,membawahi  jena silu yang lain,yang banyak jumlahnya.
  • Jena Sumpi, bawahan bumi sumpi  dalam kesatuan kelasykaran kerajaan{suba}.
  • Jena Teke, sultan muda.
  • Jeneli, salah satu pangkat tertinggi dalam pemerintahan  bima;masing-masing  jenelis bertugas memerintah satu wilayah atau Kejenelian [yang di sebut dalam nama pangkatnya]; pada asalnya ada sepuluh jeneli,yakni jeneli  Belo, Bolo, Donggo, Monta, Parado, Rasana’e, Sape, Wawo, Wera dan Woha; satu kejenelian baru,yaitu jeneli kare,tercipta setelah kerajaan sanggar bergabung dengan bima pada tahun  1928.
  • Kadi[Qadli], pimpinan sara hokum.
  • Khatib, ada empat khatib yang  menjadi anggota sara hokum ,yaitu khatib tua , karoto, lawili,dan To’i
  • Lebe, ada delapan belas lebe yang menjadi anggota sara hokum ,yaitu lebe dalam  Talabiu, Sape, Sila, Ngali,Wera, Wawo, Sakuru, Teke, Dena, Sumi, raba keli,Parado, Karumbu, Cenggu, Raba [Raba Ngodu] dan Mbawa.
  • Mboda, pangkat rendah;pesuruh,khususnya pesuruh raja bicara.
  • Ncawu Lati, pejabat rendah di dawah peringkat jena;tetep bertugas di istana.
  • Nenti Mone, pengawai di istana  berpangkat  rendah;banyak jumlahnya; nenti mone Goa  dan menti mone kaluku  berasal dari goa; semua nenti mone di pimpin oleh nenti Mone  Na’e  dan di kepalai oleh Ompu To’i.
  • Nentirasa, kepala dusun.
  • Ompu To’i, kepala urusan dalam istana.
  • Pata Asi, petugas urusan dan istana, bawahan Ompu To’i.
  • Patarasa. Kepala  dusun.
  • Raja Bicara, pangkat perdana menteri;di sebut demikian saja kalau tidak merangkap sebagai tureli nggampo.
  • Sahbanda, penguasa pelabuhan.
  • Tonda, pesuruh,khususnya pesuruh jeneli.
  • Tureli, salah satu pangkat tertinggi dalam pemerintahan Bima. Boleh di samakan dengan menteri;ada tujuan tureli,semuanya menjadi anggota sara sara, yaitu Belo, Bolo, Donggo, Sarado, Sakuru, Woha, serta
  • Tureli Nggampo, yang berjabat sebagai ketua semua tureli, perdana menteri, dan Ketua sara sara.

————————————————————————————————————————-

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: