Masapi, katomakaan (kerajaan) / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Luwu Utara

Ketomakaan (kerajaan) Masapi terletak di Desa Sepakat, Kecamatan Masamba, prov. Sulawesi Selatan.
Pemimpin Masapi disebut Tomakaka. Wilayah yang dipimpin Tomakaka, disebut Katomakaan.
Katomakaan Masapi dibawah kerajaan Luwu dan Kemakolean Baebunta.
Sebutan ini asli dari Suku Mandar. Suku Mandar menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah (Luwu Utara).

Suku Mandar menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah (Luwu Utara).
Peta: Prov. Sulawesi Barat

Prov. Sulawesi Barat


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


KATOMAKAAN MASAPI

Tentang pelantikan tomakaka Masapi, 9 febr. 2020

Warga Kampung Adat Kombong Masapi, kabupaten Luwu Utara, resmi mendapat tetua adat yang baru setelah Amiruddin resmi dikukuhkan sebagai Tomakaka Kombong Pitu Masapi ke-25.

Pengukuhan Tomakaka Masapi ditandai dengan penyerahan benda pusaka milik kampung adat desa setempat yang disaksikan oleh Perwakilan Datu Luwu, Makole Baebunta, Sekretaris Daerah Armiady dan Kapolres Luwu Utara.

Kampung Adat Kombong Pitu Masapi berada di Desa Sepakat, Kecamatan Masamba dimana Kombong Pitu diartikan sebagai 7 wilayah kekuasaan yang nantinya akan dipimpin oleh tomakaka yang baru. Sementara, Tomakaka secara harfiah diartikan sebagai orang yang dituakan, dan memiliki gelar kepemimpinan yang bersifat non formal serta predikat pemangku adat yang dituakan untuk menjadi tempat bertanya tentang tradisi budaya agar tak hilang ditelan jaman.
– Sumber: https://setda.luwuutarakab.go.id/

9 febr. 2020: Pengukuhan Tomakaka Pitu Masapi


Tentang katomakaan Masapi

Komunitas Masyarakat Adat Masapi adalah merupakan hasil dari perkawinan seorang laki-laki yang berasal dari Kamiri atau anak datu dari Palopo yang bernama Mangirang dan seorang perempuan yang berasal dari Baluli yang sekarang bernama Balebo. Perkawinan tersebut menghasilkan 3 orang anak masing-masing bernama; Pese, Mo’ne dan Rangkei. Ketiga anak ini diberi kekuasaan untuk menempati wilayah yang masing-masing;

1. Pese diberi kekuasaan untuk menempati wilayah Masapi.
2. Mo’ne diberi kekuasaan untuk tinggal di Bone yang sekarang bernama Masamba
3. Rangkei diberi kekuasaan untuk tinggal di Uraso

Selain pemberian kekuasaan tersebut diatas, Pese diberi kuasa untuk membawahi kombongan pitu yaitu;

Masapi atau kombongan pitu yang terdiri atas Salu Bomba, Salu Tolambu, Manuk, Salu Lindu, Salu Balombong, Latang Tallang, Bala Kala. Nama Masapi memberi makna yang terkait dengan sumber kekayaan alamnya terutama sungai. Masapi adalah satu lembar daun tarra’ di sungai jika dibuka banyak ikan belut didalamnya.
• Maipi atau kombongan karua dan memiliki Tomakaka tersendiri,
• Mo’ne yang sekarang dibernama Masamba. Nama Mo’ne bermakna sebagai penghasil beras di tana rata
• Kombongan Kasera. Nama ini bermakna ada 9 kampung yaitu; Bone, KurriKurri, Baliase, Panda, Tondok Tuwara, Indo Koro, Po’do, Kappuna, Sa’pe (Tonduk Tua).


TENTANG TOMAKAKA DAN KATOMAKAAN

Tomakaka dan Katomakaan adalah sebutan untuk pemimpin dan wilayah adat di Tanah Mandar.
Tomakaka: pemimpin.
Katomakaan: wilayah adat yang di pimpin Tomakaka.
Untuk penjelasan sebutan Tomakaka dan Katomakaan, klik di sini.

Suku Mandar menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.Peta: kerajaan-kerajaan di Sulawesi, 1600 M

Poso, 1600 M


Sumber Tomakaka / Katomakaan

https://simposiumjai.ui.ac.id
https://www.indonesiana.id/read/
https://galerikopicoqboq.blogspot.com/


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: