Galuh, kerajaan / Jawa Barat

Kerajaan Galuh: 669–1482; terletak di Jawa Barat.
Kerajaan Sunda Galuh adalah suatu kerajaan yang merupakan penyatuan dua kerajaan besar di Tanah Sunda yang saling terkait erat, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Kedua kerajaan tersebut merupakan pecahan dari kerajaan Tarumanagara.

The kingdom of Galuh: 669–1482; located on west Jawa.

Provinsi Jawa Barat

Provinsi Jawa Barat


* Foto kerajaan Galuh: link

* Foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link


Sejarah / History

I   Garis sejarah kerajaan di Jawa / Line of history of kingdoms on Java: link

II   Sejarah / History kerajaan Galuh

Kerajaan Galuh adalah suatu kerajaan Sunda di pulau Jawa, yang wilayahnya terletak antara Sungai Citarum di sebelah barat dan Sungai Ci Serayu juga Cipamali (Kali Brebes) di sebelah timur. Kerajaan ini adalah penerus dari kerajaan Kendan, bawahan kerajaan Tarumanagara.

Sejarah mengenai Kerajaan Galuh ada pada naskah kuno Carita Parahiyangan, suatu naskah berbahasa Sunda yang ditulis pada awal abad ke-16. Dalam naskah tersebut, cerita mengenai Kerajaan Galuh dimulai waktu Rahiyangta ri Medangjati yang menjadi raja resi selama lima belas tahun. Selanjutnya, kekuasaan ini diwariskan kepada putranya di Galuh yaitu Sang Wretikandayun.

Saat Linggawarman, raja Tarumanagara yang berkuasa dari tahun 666 meninggal dunia pada tahun 669, kekuasaan Tarumanagara jatuh ke Sri Maharaja Tarusbawa, menantunya dari Sundapura, salah satu wilayah di bawah Tarumanagara. Karena Tarubawa memindahkan kekuasaan Tarumanagara ke Sundapura, pihak Galuh, dipimpin oleh Wretikandayun (berkuasa dari tahun 612), memilih untuk berdiri sebagai kerajaan mandiri. Adapun untuk berbagi wilayah, Galuh dan Sunda sepakat menjadikan Sungai Citarum sebagai batasnya.

Pada tahun 1595, Kerajaan Galuh jatuh ke tangan Senapati dari Mataram. Invasi Mataram ke Galuh semakin diperkuat pada masa Sultan Agung. Penguasa Galuh, Adipati Panaekan, diangkat menjadi Wedana Mataram dan cacah sebanyak 960 orang. Ketika Mataram merencanakan serangan terhadap VOC di Batavia pada tahun 1628, massa Mataram di Priangan bersilang pendapat. Rangga Gempol I dari Sumedang misalnya, menginginkan pertahanan diperkuat dahulu, sedangkan Dipati Ukur dari Tatar Ukur, menginginkan serangan segera dilakukan. Pertentangan terjadi juga di Galuh antara Adipati Panaekan dengan adik iparnya Dipati Kertabumi, Bupati di Bojonglopang, anak Prabu Dimuntur keturunan Geusan Ulun dari Sumedang. Dalam perselisihan tersebut Adipati Panaekan terbunuh tahun 1625. Ia kemudian diganti puteranya Mas Dipati Imbanagara yang berkedudukan di Garatengah (Cineam sekarang).

Prabu Cipta Permana (1595-1618) raja Kerajaan Galuh terakhir. Dapat pula dilihat dalam Daftar Bupati Ciamis dimana Adipati Panaekan (1618 – 1625) sebagai bupati Galuh pertama (Kerajaan Galuh jadi Kabupaten Galuh sampai tahun 1914) atau Ciamis (nama Kabupaten Ciamis sejak 1916 zaman bupati Aria Sastrawinata yang menjabat tahun 1914 – 1935).

Sejarah Galuh terkait erat dengan sejarah kerajaan Sunda; adalah kerajaan kembar: kerajaan Sunda
.

– Kerajaan Sunda Galuh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda_Galuh

Wilayah kerajaan Galuh

———————-

Before standing as an independent kingdom, Galuh was subordinate to the kingdom of Tarumanagara. The Tarumanagara kingdom consisted of several regional kingdoms, more than 48, among them Sunda and Galuh. The last king of Tarumanagara was Raja Tarusbawa,  from the Kingdom of Sunda Sambawa In 670 Tarusbawa changed the name of Tarumanagara into the Kingdom of Sunda.
The Galuh ruler, Wretikandayun (612-702) escaped from Tarumanagara, and established an independent Galuh Kingdom.
Galuh history is closely linked with the Sunda history; they are kingdom- twins: kingdom of Sunda

Source: link

Click to enlarge --- klik untuk memperbesar

Click to enlarge — klik untuk memperbesar


Daftar raja / list of kings Sunda -Galuh

I Daftar raja-raja Galuh, Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Galuh#Raja-raja_Galuh

  1. Wretikandayun (Rahiyangta ri Menir, 612-702)
  2. Mandiminyak atau Prabu Suraghana (702-709)
  3. Sanna atau Séna/Sannaha (709-716)
  4. Purbasora (716-723)
  5. Rakeyan Jambri/Sanjaya, Rakai Mataram/Harisdarma (723-732); Galuh bersatu dengan Sunda
  6. Tamperan Barmawijaya (732-739)
  7. Sang Manarah (739-746)
  8. Rakeyan ri Medang (746-753)
  9. Rakeyan Diwus (753-777)
  10. Rakeyan Wuwus (777-849)
  11. Sang Hujung Carian (849-852)
  12. Rakeyan Gendang (852-875)
  13. Dewa Sanghiyang (875-882)
  14. Prabu Sanghiyang (882-893)
  15. Prabu Ditiya Maharaja (893-900)
  16. Sang Lumahing Winduraja (900-923)
  17. Sang Lumahing Kreta (923-1015)
  18. Sang Lumahing Winduraja (1015-1033)
  19. Rakeyan Darmasiksa (1033-1183)
  20. Sang Lumahing Taman (1183-1189)
  21. Sang Lumahing Tanjung (1189-1197)
  22. Sang Lumahing Kikis (1197-1219)
  23. Sang Lumahing Kiding (1219-1229)
  24. Aki Kolot (1229-1239)
  25. Prabu Maharaja (1239-1246)
  26. Prabu Bunisora (1357-1371)
  27. Mahaprabu Niskala Wastu Kancana (1371-1475)
  28. Dewa Niskala (1475-1483)
  29. Ningratwangi (1483-1502)
  30. Jayaningrat (1502-1528)
  31. Maharaja Cipta Sanghyang di Galuh ( 1528-1595 )
  32. Prabu Cipta Permana (1595-1618).

Prabu Cipta Permana (1595-1618) M raja Kerajaan Galuh terakhir. Dapat pula dilihat dalam Daftar Bupati Ciamis dimana Adipati Panaekan (1618 – 1625) M sebagai bupati Galuh pertama (Kerajaan Galuh jadi Kabupaten Galuh sampai tahun 1914) atau Ciamis (nama Kabupaten Ciamis sejak 1916 zaman bupati Aria Sastrawinata yang menjabat tahun 1914 – 1935).

II Daftar raja-raja Galuh menurut Naskah Wangsakerta daftar lengkap raja-raja yang bertahta di Kerajaan Galuh antara lain:

  • Sang Wretikandayun, 612-702 sebagai Raja Galuh,
  • Sang Mandiminyak/ Suraghana, 702-709
  • Sang Senna atau Sanna, 631-638 Saka/ (709/10-716/7) M.
  • Sang Purbasura, 716-723,
  • Sang Sanjaya, Rakai Mataram, 723 -732, sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  • Sang Tamperan, 732-739 sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  • Sang Manarah, 740-784, sebagai penguasa Galuh.
  • Sang Manisri, 783/4-799/800, sebagai raja Galuh.
  • Sang Tariwulan,799/800-806 sebagai raja Galuh.
  • Sang Welengsa, 806-813 sebagai raja Galuh.
  • Prabhu Linggabhumi, 813-852 sebagai raja Galuh.
  • Danghyang Guru Wisuddha, 852-920 sebagai ratu Galuh.
  • Prabhu Jayadrata 921-949/50, sebagai ratu Galuh.
  • Prabhu Harimurtti, 949/50-966,
  • Prabhu Yuddhanagara, 966-988 sebagai ratu Galuh.
  • Prabhu Linggasakti, 988-1012 sebagai ratu Galuh.
  • Resiguru Dharmmasatyadewa, 1012-1027 sebagai raja Galuh.
  • Prabhu Arya Tunggalningrat,1065-1091 sebagai raja wilayah Galuh.
  • Resiguru Bhatara Hyang Purnawijaya, 1091-1111 sebagai ratu Galuh.
  • Bhatari Hyang Janawati 1111-1152 sebagai ratu Galuh dengan ibukota Galunggung.
  • Prabhu Dharmmakusuma, 1152-1157 sebagai maharaja Galuh dan Sunda.
  • Prabu Guru Darmasiksa, 11578-1297 sebagai maharaja Galuh dan Sunda.
  • Rakeyan Saunggalah, 1167-1297 sebagai ratu Galuh, 1297-1303  menjadi Maharaja Galuh dan Sunda.
  • Maharaja, 1303¬-1311 sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  • Maharaja Linggadewata, 1311-1333 sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  • Maharaja Ajiguna, 1333-1340 sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  • Maharaja Ragamulya, 1340¬-1350 sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  • Maharaja Linggabhuwana, 1350-1357 sebagai Maharaja Galuh dan Sunda.
  • Mangkubhumi Suradhipati, 1357-1371, Maharaja Galuh dan Sunda .
  • Mahaprabu Niskala Wastu Kancana, 1371¬-1475), penguasa Galuh dan Sunda.
  • Dewa Niskala atau Ningrat Kancana, 1475-1482, sebagai raja Galuh.
  • Prabhu Ningratwangi, 1482-1501, sebagai ratu Galuh mewakili kakaknya, Sri Baduga Maharaja penguasa Galuh dan Sunda.
  • Prabhu Jayaningrat, 1501-1528 Prabhu Jayaningrat bukan ratu Galuh terakhir, dan kerajaan Galuh tidak ditaklukkan oleh Kerajaan Cirebon namun Kawali tidak jadi pusat Kerajaan Galuh tetapi berpindah ke Galuh Salawe Pangauban di Cimaragas, Ciamis.
  • Maharaja Cipta Sanghyang di Galuh Salawe (1528-1595) di Cimaragas, Ciamis. Masa Kerajaan Galuh berakhir di jaman Mataram 1595 saat itulah raja raja di seluruh pulau Jawa termasuk galuh di turunkan statusnya menjadi kebupatian oleh Mataram.
  • Prabu Cipta Permana (1595-1618) raja Kerajaan Galuh terakhir. Dapat pula dilihat dalam Daftar Bupati Ciamis dimana Adipati Panaekan (1618 – 1625) sebagai bupati Galuh pertama (Kerajaan Galuh jadi Kabupaten Galuh sampai tahun 1914) atau Ciamis (nama Kabupaten Ciamis sejak 1916 zaman bupati Aria Sastrawinata yang menjabat tahun 1914 – 1935).

Peta-peta kuno Jawa

Untuk peta kuno Jawa (1598,  1612, 1614, 1650, 1660, 1800-an, abad ke-18, 1840) klik di sini

Jawa, tahun 1650


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Galuh di Wiki: Wiki
– Sejarah kerajaan Galuh: https://universitasgaluhfkipsejarah.wordpress.com/2012/04/15/sejarah-kerajaan-galuh/
– Daftar Raja Galuh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Galuh#Raja-raja_Galuh
———————
– Kerajaan Tarumanagara: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/tarumanagara-kerajaan-358-669/
– Kerajaan Sunda: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/sunda-kerajaan-932-1579/
– Sejarah kerajaan Sunda Galuh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda_Galuh

English

– History of Galuh kingdom: Wiki
History of Sunda kingdom: Wiki


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: