Galuh, kerajaan / Jawa Barat

Kerajaan Galuh: 669–1595; terletak di Jawa Barat.
Kerajaan Galuh adalah suatu kerajaan yang berada di Tanah Sunda dan terkait erat dengan Kerajaan Sunda. Kedua kerajaan tersebut merupakan pecahan dari kerajaan Tarumanagara.

Setelah Kerajaan Sunda/Pajajaran berakhir, Galuh berdiri sendiri sebagai ke-rajaan merdeka (1579/1580 – 1595).
Di bawah kekuasaan Mataram, daerah-daerah di Priangan yang semula berstatus kerajaan berubah menjadi kabupaten. Galuh berada di bawah kekuasaan Mataram antara tahun 1595-1705. Kemudian Galuh berada di bawah VOC-belanda.

Kabupaten Galuh: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/galuh-kabupaten-jawa-barat/

The Kingdom of Galuh (669- 1595) was a kingdom on West Java. It was closely connected with the Kingdom of Sunda. Both kingdoms were parts of the kingdom of Tarumanagara.
For english, click here

Lokasi provinsi Jawa Barat


* Foto foto kerajaan Galuh: link
* Foto foto kabupaten Galuh: link
* Foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia (Jakarta): link


Tentang raja sekarang (2019)

23 juli 2018
Rd H Rasich Hanif Radinal (52) dinobatkan sebagai Raja Galuh di Petilasan Pancalikan (peninggalan singasana raja Kerajaan Galuh) situs Karangkamulyan, Senin (23/7/2018) sore.
Prosesi penobatan Raja Galuh tanpa mahkota tanpa kerajaan itu, dilakukan dalam sutau prosesi adat yang sakral.
Hadir di sana, masyarakat ada se-Ciamis, kasepuhan Galuh dari berbagai kabuyutan di Ciamis yang tergabung dalam Galuh Sadulur. Baik itu yang berasal dari Soko Galuh (Panjalu), Tengah Galuh (Imbangara) maupun dari Sirah Galuh (Kawasen).
Ada juga yang berasal dari Sukapura Tasikmalaya, Sumedang, Cirebon, Sancang dan dari beberapa daerah lainnya.

Rd Rasich Hanif Radinal merupakan anak ke-4 dari 5 bersaudara putra dari pasangan suami-isteri Rd Ir H Radinal Muhtar (alm, Menteri PU era orde baru) dan Ny H Oepin.
Dari garis keturunan ibunya, Rd Hanif merupakan keturunan ke-6 dari RAA Kusumadiningrat (Bupati ke-16 Galuh), atau keturunan ke-17 Prabu Haur Koneng.
Prabu Haur Koneng merupakan pelanjut Kerajaan Galuh, generasi ke-4 dari Sri Baduga Maraharaja (Siliwangi) – Raja Galuh yang memindahkan pusat kekuasaan dari Kawali ke Bogor. Dengan itu juga nama kerajaan berubah menjadi Galuh Pakuan Pajajaran.

Rd H Rasich Hanif Radinal Dinobatkan Jadi Raja Galuh, Keturunan Ke-17 Prabu Haur Koneng


Sejarah kerajaan Galuh, abad ke7 – 1595

Kabupaten Galuh: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/galuh-kabupaten-jawa-barat/

Garis sejarah kerajaan di Jawa / Line of history of kingdoms on Java: link

Tahun berdiri: 612 M
Masa : 612-1482 M
Pusat kerajaan: Ciamis
Ibu Kota: Ujung Galuh/Karang Kamulyan dan Kawali
Nama lain: Kerajaan Galuh Purba
Raja pertama: Maharajaresi Wretikandayun
Raja terkenal: Maharaja Sanjaya dan Manarah (Ciung Wanara)
Jumlah Raja: lebih dari 22 raja
Agama kerajaan: Hindu, Budha, Hyang, Islam
Diteruskan oleh: Kerajaan Pajajaran

Situs Pangcalikan, formasi batu bertingkat yang menjadi singgasana Raja Galuh. (Foto: MTVN)

Situs Pangcalikan, formasi batu bertingkat yang menjadi singgasana Raja Galuh. (Foto: MTVN/Surya Perkasa).

Galuh memang pernah menjadi sebuah kerajaan. Akan tetapi ceritera tentang Kerajaan Galuh, terutama pada bagian awal, penuh dengan mitos.
Ceritera tentang Kerajaan Galuh yang dapat dipercaya adalah berita dalam sumber primer berupa prasasti, naskah sejaman (ditulis pada jamannya atau tidak jauh dari peristiwa yang diceriterakannya), dan sumber lain yang akurat.
Raja Wretikandayun adalah Raja pertama di Kerajaan Galuh yang memerintah di Kerajaan Galuh dengan gelar Maharaja Suradarma Jayaprakosa dari tahun 612 sampai 702 sebagai kelanjutan dari Kerajaan Kendan masih bawahan kerajaan Tarumanagara.
Pada tahun 670 wilayah Tarumanagara dipecah menjadi dua kerajaan; yaitu kerajaan Sunda dan kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batasnya.

Setelah Kerajaan Tarumanagara (abad ke-5 s.d. abad ke-7) berakhir, di daerah Jawa Barat berdiri Kerajaan Sunda (abad. ke-8 s.d. abad ke-16). Pusat kerajaan itu berpindah-pindah, dari Galuh pindah ke Pakuan Pajajaran/Bogor (± abad ke-11 s.d abad ke-13), kemudian pindah lagi ke Kawali (abad ke-14). Selanjutnya kerajaan itu kembali berpusat di Pakuan Pajajaran, sehingga lebih dikenal dengan nama Kerajaan Pajajaran.

Nama kerajaan seringkali berubah dengan sebutan nama ibukotanya. Oleh karena itu, tidak heran bila ketika Kerajaan Sunda beribukota di Galuh, kerajaan itu disebut juga Kerajaan Galuh. Diduga pusat/daerah inti Galuh waktu itu adalah Imbanagara sekarang. Raja terkenal yang berkuasa di Galuh adalah Sanjaya. Ketika kerajaan itu berpusat di Kawali (abad ke-14) diperintah oleh Prabu Maharaja (di kalangan masyarakat setempat, raja ini dikenal dengan nama Maharaja Kawali). Pada masa pemerintahan raja itulah agama Islam masuk ke Kawali dari Cirebon antara tahun 1528-1530.

Setelah Kerajaan Sunda/Pajajaran berakhir, Galuh berdiri sendiri sebagai kerajaan merdeka (1579/1580 – 1595).
Di bawah kekuasaan Mataram, daerah-daerah di Priangan yang semula berstatus kerajaan berubah menjadi kabupaten Galuh. Galuh berada di bawah kekuasaan Mataram antara tahun 1595-1705. Oleh penguasa Mataram, Galuh dimasukkan ke dalam wilayah administratif Cirebon.
Kabupaten Galuh: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/galuh-kabupaten-jawa-barat/

Daftar raja kerajaan Galuh

Untuk deskripsi lengkap raja raja Galuh, klik di sini

  1. Wretikandayun (Rahiyangta ri Menir, 612-702)
  2. Mandiminyak atau Prabu Suraghana (702-709)
  3. Sanna atau Séna/Sannaha (709-716)
  4. Purbasora (716-723)
  5. Rakeyan Jambri/Sanjaya, Rakai Mataram/Harisdarma (723-732); Galuh bersatu dengan Sunda
  6. Tamperan Barmawijaya (732-739)
  7. Sang Manarah (739-746)
  8. Rakeyan ri Medang (746-753)
  9. Rakeyan Diwus (753-777)
  10. Rakeyan Wuwus (777-849)
  11. Sang Hujung Carian (849-852)
  12. Rakeyan Gendang (852-875)
  13. Dewa Sanghiyang (875-882)
  14. Prabu Sanghiyang (882-893)
  15. Prabu Ditiya Maharaja (893-900)
  16. Sang Lumahing Winduraja (900-923)
  17. Sang Lumahing Kreta (923-1015)
  18. Sang Lumahing Winduraja (1015-1033)
  19. Rakeyan Darmasiksa (1033-1183)
  20. Sang Lumahing Taman (1183-1189)
  21. Sang Lumahing Tanjung (1189-1197)
  22. Sang Lumahing Kikis (1197-1219)
  23. Sang Lumahing Kiding (1219-1229)
  24. Aki Kolot (1229-1239)
  25. Prabu Maharaja (1239-1246)
  26. Prabu Bunisora (1357-1371)
  27. Mahaprabu Niskala Wastu Kancana (1371-1475)
  28. Dewa Niskala (1475-1483)
  29. Ningratwangi (1483-1502)
  30. Jayaningrat (1502-1528)
  31. maharaja cipta sanghyang di Galuh (1528-1595)

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Galuh
– Sumber: http://sundalawas.blogspot.com/2017/05/kerajaan-galuh.html?m=0

Wilayah kerajaan Galuh dan kerajaan Sunda


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Galuh / Sunda: https://bisnisrumahan2012.wordpress.com/article/kerajaan-hindu-jawa/kerajaan-pajajaran/
– Sejarah kerajaan Galuh: http://galoehsalaka.blogspot.com/p/sejarah-kerajaan-galuh-ciamis.html
– Sejarah kerajaan Galuh di Wiki: Wiki
– Sejarah kerajaan Galuh: https://universitasgaluhfkipsejarah.wordpress.com/2012/04/15/sejarah-kerajaan-galuh/
– Daftar Raja Galuh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Galuh#Raja-raja_Galuh
———————
– Kerajaan Tarumanagara: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/tarumanagara-kerajaan-358-669/
– Kerajaan Sunda: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/java-today/sunda-kerajaan-932-1579/
– Sejarah kerajaan Sunda Galuh: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Sunda_Galuh


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s