Suku Astalin / P. Timor – kab. Belu

Suku Astalin adalah suku di P. Timor, berdiam di desa Maneikun, kabupaten Belu.

Lokasi kab. Belu, P.Timor


Sejarah Suku Astalin

Suku Astalin Uma Ka’ik merupakan suku terbesar di desa Maneikun.Suku Astalin dipimpin oleh Fidalis Tes, suku Astalin merupakan bangsawan dari kerjaan Fialaran.

Suku Astalin merupakan suku panglima atau suku bangsawan dari kerajaan Fialaran, sejarah terbentuknya suku Astalin terjadi diawali dengan cerita nenek moyang/leluhur dari suku Astalin tentang persaingan antara dua suku besar dari kerajaan Fialaran yaitu Suku Astalin dan Suku Leowes. Persaingan antara suku Astalin dan suku Leowes untuk memperebutkan status ”bangsawan” dari kerajaan Fialaran.

Rumah Adat suku Astalin

Rumah adat suku astalin dikenal dengan Uma adat atau rumah besar.

Hakikatnya untuk membangun sebuah rumah adat diperlukan beberapa syarat yang harus diperhatikan agar rumah tersebut menjadi sebuah rumah yang suci dan mempunyai nilai khusus bagi sebuah suku. Sama halnya ketika suku Astalin membangun rumah adat suku tersebut.
Mereka harus memperhatikan beberapa hal yaitu persiapan pembangunan, proses pembangunan, perilaku atau tata karma dalam rumah adat, serta benda-benda sakral atau pemali yang akan dimasukan kedalam rumah adat.

Barang-barang Pemali atau Sakral dari suku Astalin

Barang-barang pemali dari suku Astalin berupa Hamar (kenutuk), dimantara kait(tombak yang memiliki mata), surik(keris), Kelewang (Parang), serta barang antik yang sudah ada secara turun temurun, barang-barang tersebut disebut dalam bahasa tetun yaitu murak tomak (barang Pemali). Barang pemali ini hanya dapat dipegang atau disentuh oleh matas atau kepala suku, dan tidak bisa dilihat oleh sembarang orang bahkan anggota suku sekalipun.


Sumber

– Tentang suku Astalin (lengkap): http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/13326/3/T2_752015001_BAB%20III.pdf
– Tentang rumah adat Astalin: http://repository.uksw.edu/bitstream/123456789/13326/4/T2_752015001_BAB%20IV.pdf