Bukit, kerajaan / Sumatera – prov. Aceh, kab. Aceh Tengah

Kerjaan Bukit berdiri pada abad ke-15, berkedudukan diatas sebuah bukit yang datar, jauhnya 2 kilometer dari kota Takengon. sekarang dinamakan dengan Kampong Bebesen, kab. Aceh Tengah.

Lokasi kab. Aceh Tengah


Sejarah kerajaan Bukit

– Sumber: http://kampung-bukit.blogspot.com/2015/04/kerajaan-reje-bukit.html

Kerjaan Bukit berdiri pada abad ke-15 berkedudukan diatas sebuah bukit yang datar, jauhnya 2 kilometer dari kota Takengon. sekarang dinamakan dengan Kampong Bebesen. Rajanya yang pertama yang bernama “Sengeda” ( w. 1610 M ). Menurut versi John R. Bowen dalam bukunya “Sumatran Politics and Poetis, Gayo History 1900-1989” bahwa pendiri kerajaan Bukit adalah “Saeda” The founder of Bukit, Saeda ( sengeda in other versions ) came into being in the vilange of Serule. Pendiri kerajaan Bukit adalah bernama Saeda (Sengeda dalam versi yang lain ), datang dari Kampong Serule.

Selanjutnya John R. Bowen, juga mengatakan bahwa “ the Sultan of Aceh Showed favored on Saeda, named him ruler of Bukit, and gave him five royal daggers. Saeda married two women from Aceh. The first bore him two sons who became lesser rulers in Bukit. The second bore him two sons: Menet, who became the of Edge Bukit, and Mpus Kolaq, who was the first person in gunung line. She then bore him to sons: Merah Lama, dan Panglima Perang Dagang.
Kalimat diatas, dapat dipahami bahwa Sultan Aceh memperhatikan kecakapan Saeda dalam memimpin kerajaan Bukit, dia diberikan lima kerajaan yang besar. Saeda menyunting dua orang gadis dari Aceh. Istri yang pertama mempunyai dua orang anak yang kemudian menjadi urursan pemerintahan di Bukit. Istri kedua membawa dua orang anak, Menet yang kemudian menjadi Reje di Bukit, dan Mpus Kolaq sebagai Raja Gunung. Dua orang anak dari istrinya yang pertama adalah Merah Lama dan Panglima Perang Dagang.

Istana Reje Bukit dan raja Ampon Zainuddin

Dalam sumber yang lain dijelaskan bahwa Sengeda ini menyunting Janda yang bernama Cut Meurah Ati Putri T. Cik Ahmad dari kerajaan Meureudu Aceh Pidie, yang mempunyai dua orang putra yaitu Empus Kolaq dan Panglima Perang Dagang. Sebelum iy menikah Reje Sengeda berjanji kepada istrinnya kedua dan anak tirinya, kelak akan dijadikan Raja Bukit “Lah” dan Menet diangkat menjadi Raja Bukit “ Iwih. Tetapi raja-raja kecil ini tunduk dibawah kekuasaan Raja Bukit “Sengeda”.

Pada waktu itu, wilayah lingkungan kekuasaan raja-raja kecil, ruang lingkungannya masih terbatas, penduduknya masi sedikit, sedangkan wilayah sangat luas, sehingga terjadi pembauran diantara mereka, maka terdapatlah belah-belah (clan) di bawah pimpinan seorang penghulu dan wakil atau Bedel Raja Bukit. Kendatipun mereka berbaur antara satu belah dengan belah yang lainnya, penduduknya saling asuh dan asih, setiap problema yang terjadi diselesaikan dengan jalan musyawarah lembaga Sarakopat. Pada waktu itu tidak ada satu permasalahanpun yang tidak dapat diselesaikan oleh Sarakopat, Sarakopat benar-benar berfungsi menjalankan amanah yang diberikan Allah swt. demi kepentingan rakyat.

Segala persoalan rakyat, baik berupa pelanggaran, penyimpangan, perkelahian, perbuatan yang melanggar Sumang (sumbang) dapat diselesaikan oleh Sarakopat, berdasarkan syariat Islam dan adat istiadat Gayo. Pada masa Kerajaan Bukit ini Dalam Kampung Kebayakan terdapat Belah-Belah adalah seebagai berikut:

Belah Bukit Lah
Belah Bukit Iwih
Belah Gunung
Belah Penghulu Brukhsyah
Belah Kala atau Kuala
Belah Penghulu Mude
Belah Penghulu Jalil
Belah Gading
Belah Cik
Belah Penghulu Sagi
Belah Meulem
Belah Bujang
Belah Timangan
Belah Batin
Belah Serule
Belah Lot
Belah Asir-Asir
Belah One-One
Belah Demun
Belah Kenawat
Belah Angkup
Belah Toweren
Belah Rawe
Belah Bewang
Belah Bintang
Belah Dedamar

Belah Meuye
Belah Kelitu
Belah Telong
Belah Genting Samin
Belah Keloang
Belah Tembolon
Belah Badak
Belah Kute Lintang
Belah Rosep
Belah Tunyang
Belah Jalong, dan Lain-lain


Silsilah-Silsilah kerajaan Bukit

Silsilah-Silsilah kerajaan Bukit ini dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

NAMA KERAJAAN  NO. URUT NAMA RAJA
Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Raja Bukit

Ke I

Ke II

Ke III

Ke IV

Ke V

Ke VI

Ke VII

Ke VIII

Ke IX

Ke X

Ke XI

Ke XII

Ke XIII

Sangeda

Panglima Perang Dagang

Menet

Empun Raja

Empun Bar

Empun Tinggi

Tengku Pakeh

Mamat

Aman Husein Bintara

Kadir

Ma’mun

Raja Ilang

Zainuddin

Silsilah-silsilah raja-raja kecil yang tunduk dibawah kekuasaan Raja Bukit

Demikian silsilah-silsilah raja-raja kecil yang tunduk dibawah kekuasaan Raja Bukit seperti Raja Gunung, Raja Bukit Lah dan Raja Bukit Iwih dapat dilihat dalam tabel berikut:

NO RAJA GUNUNG RAJA BUKIT LAH RAJA BUKIT IWIH
01 Raja Empu Kolak Panglima Perang Dagang Reje Menet
02 Panglima Keleton Empun Bal Empun Reje
03 Empun Bertih Datuk Dio Empun Bar
04 T. Garut Sabah Empun Tri Empun Tinggi
05 T. Zainal Mamat T. Pakeh
06 T. Johan Ma’mun Kadir
07 R. wahab Zainuddin Kasah

Sumber: H. AR Latief, Pelangi Kehidupan Gayo dan Alas

Menurut versi yang disampaikan oleh putra raja Wahab yang bernama Syarifuddin bahwa setelah raja Sengeda mangkat, untuk menghindari peperangan satu daerah keturanan, maka Sultan Aceh menetapkan bahwa Raja Gunung, Raja Bukit Lah, dan Raja Bukit Iwih, sebagai raja otonom atau yang berdiri sendiri, tunduk langsung dibawah Kerajaan Aceh Darussalam dan masing-masing mendapat Bawar dari Sultan.


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: