Keraton bekas kesultanan Mataram: Plered / Jawa Tengah – D. I. Yogyakarta

Keraton Plered terletak di Dusun Kedaton Wetan, Pleret, Bantul, D.I. Yogyakarta.
Keraton Plered adalah bekas keraton ke-3 dan ibu kota kesultanan Mataram pada tahun 1646–1680, setelah Keraton Karta.
Status ibu kota Plered berakhir pada tahun 1677, tetapi baru ditinggalkan sepenuhnya pada tahun 1680. Kemudian ada Keraton Kartasura sebagai ibu kota kesultanan Mataram pada tahun 1680–1755.

Lokasi D.I. Yogyakarta


Foto Keraton Plered: di bawah


Kesultanan dan Kadipaten sekarang di Jawa Tengah

* Kesultanan Yogyakarta: link
* Kesultanan Surakarta: link
* Kadipaten Mangkunegaran: link
* Kadipaten Paku Alaman: link


Kesultanan Mataram, 1586 – 1755

Kesultanan Mataram: link


Keraton bekas kesultanan Mataram

– Keraton Kota Gede: link
Keraton Karta: link
Keraton Plered: link
Keraton Kartasura: link


Keraton sekarang di Surakarta dan Yogyakarta

– Keraton kesultanan Yogyakarta: link
– Keraton kesultanan Surakarta: link
– Keraton kadipaten Mangkunegaran: link
– Keraton kadipaten Paku Alaman: link


KERATON PLERED, 1646–1680

Umum

Keraton Plered adalah keraton ke-3 kesultanan Mataram, yang berdiri 1646-1680.

Kesultanan Mataram resmi berdiri pada tahun 1586.
Ibu kota kesultanan Mataram kemudian berpindah beberapa kali:
* Keraton Kotagede: 1587–1613
* Keraton Karta: 1613–1645
* Keraton Plered: 1646–1680
* Keraton Kartasura: 1680–1755.

1755: Kesultanan Mataram lalu terbagi menjadi dua melalui Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, yakni:
– Kesultanan Surakarta dan
– Kesultanan Ngayogyakarta.


Sejarah keraton Plered

Keraton Plered adalah bekas keraton ke-3 dan ibu kota kesultanan Mataram pada tahun 1646–1680, setelah Keraton Karta. Sebenarnya Plered sudah direncanakan sebagai ibu kota sejak masa pemerintahan Sultan Agung, tetapi pemindahannya baru dilakukan pada tahun 1647. Akibat dari pemberontakan Trunajaya, status ibu kota Plered berakhir pada tahun 1677, tetapi baru ditinggalkan sepenuhnya pada tahun 1680.

Tidak seperti Keraton Karta yang bangunannya didominasi oleh kayu, bangunan Keraton Plered didominasi oleh batu bata. Keraton Plered dikelilingi dengan tembok-tembok setinggi 18-20 kaki dengan kedalaman 8-12 kaki. Plered memiliki keraton seluas 3 hektar, dua masjid, dan alun-alun yang memiliki pohon beringin, yang setidaknya masih ada pada tahun 1989. Sementara bangunan-bangunan lainnya masih harus diidentifikasi.

Karena keraton Plered telah hancur, tata letaknya hanya bisa diperkirakan dari catatan masa lalu, seperti deskripsi Rijcklof van Goens saat mengunjungi Plered tahun 1648, kunjungan Gerret Pieter Rouffaer tahun 1889, sebuah peta Plered yang dibuat oleh P. J. F. Louw tahun 1897, dan analisis dari babad yang diketahui mencatat Plered.

Setelah Keraton Plered ada keraton Kartasura, yang didirikan oleh Amangkurat II pada tahun 1680, karena Keraton Plered saat itu telah diduduki Pangeran Puger yang ditugasi mempertahankan Plered oleh Amangkurat I, ketika terjadi pemberontakan Trunajaya. Pangeran Puger akhirnya dapat dibujuk untuk bergabung ke Kartasura dan mengakui kedaulatan kakaknya sebagai Amangkurat II.


Foto keraton Plered

Kotak ekskavasi dasar benteng sisi timur bekas Keraton Pleret di Dusun Kedaton Wetan, Pleret, Bantul, DIY

————————–
Masjid Agung Kraton Pleret. Struktur bangunan yang terletak di bagian tenggara dari Mihrab masjid Agung Kraton Pleret.

——————————

Kotak-kotak hasil ekskavasi selama beberapa periode di situs Masjid Agung Pleret menampakkan pondasi dinding pojok barat daya. Dari arah ini ruang mihrab yang masih asli terlihat di sebelah kiri.

—————————

Merupakan sumur kuno peninggalan kerajaan Mataram di Plered


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: