Kambera, kerajaan / P. Sumba – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Kambera terletak di Pulau Sumba, Kab. Sumba Timur, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Kambera is located on the island of Sumba, Kab. Sumba Timur, Prov. Nusa Tenggara Timur.
For english, click here

Lokasi pulau Sumba

————————-

Lokasi Kambera di P. Sumba. Wilayah tradisional di Sumba


Kerajaan-kerajaan di P. Sumba

* Foto raja-raja di P. Sumba yang masih ada: link
* Foto raja-raja dulu di P. Sumba: link
* Foto situs kuno / megalitik di pulau Sumba: link


KERAJAAN KAMBERA

Sejarah kerajaan Kambera

Ada:
kerajaan Kambera,
kerajaan Lewa dan
kerajaan Lewa Kambera.
Kapan saja muncul kerajaan Lewa Kambera. Tentang kemunculan kerajaan Lewa Kambera tidak ada data.

—————————-

Kerajaan Kambera merupakaan kerajaan terluas di antara semua kerajaan yang berada di Sumba timur maupun di Sumba tengah dengan rajanya Umbu Tunggu. Umbu Tunggu adalah seorang raja yang berkuasa di Sumba timur dan Sumba tengah. (injil dan marapu, hal 154).

Raja Laramessa dari Kerajaan Kambera di Sumba sekitar tahun 1912. Foto ini diambil dari koleksi G.S. Vrijburg, dan H.M. Hogestijn-Vrijburg. Sumber- KILTV Leiden.)

Raja Laramessa dari Kerajaan Kambera di Sumba sekitar tahun 1912. Foto ini diambil dari koleksi G.S. Vrijburg, dan H.M. Hogestijn-Vrijburg. Sumber- KILTV Leiden.) 


Sejarah raja kerajaan Kambera dan kerajaan Lewa

Pada zaman dulu masyarakat Sumba sangat menghormati para raja (Maramba) atau Bangsawan. Orang Kambera pada saat itu mempunyai raja namun tidak memiliki wibawa atau pengaruh sehingga kabihu (suku) yang berada di Paraing Lambanapu minta raja dari Lewa untuk mendampingi raja Kambera untuk memimpin masyarakat Kambera dan menempati Paraing Lambanapu. Karena mendengar permintaan dari kabihu tersebut maka raja Mbatakapidu, yaitu Umbu Nggau Nday Liti Ata merasa tersinggung karena masyarakat Kambera meminta raja dari tempat lain, yaitu Lewa.
Untuk melampiaskan kemarahan atau kejengkelannya maka Umbu Nggau Nday Liti Ata memperalat keponakannya yaitu Umbu Tunggu Namupraing alias Pindingara untuk memerangi raja Lewa Kambera dan membakar Paraing Lambanapu serta mengambil panglima perangnya dari orang Kambera itu sendiri dan panglima perangnya terdiri dari 3 orang yaitu:
Ruangga Yina,
Patimuluk dan
Huangawai.
Yang berasal dari Kabihu (Suku) Kokur Pandak, mereka diperalat Umbu Tunggu Namupraing untuk mencuri hewan orang Kambera yang berada di Paraing Lambanapu dan hewan-hewan curian tersebut dibawa ke gunung Uttamanu (Tanundang) tempat kediaman Umbu Tunggu Namupraing dan Panglima perangnya.
Setelah dua kali Paraing Lambanapu dibakar oleh Ruangga Yina maka raja Lewa Kambera menyuruh kabihu Kokur Pandak untuk memberikan wanita (istri) yaitu: Rambu Mbati Mbana, beserta hambanya yaitu: Kalamak kepada Ruangga Yina dengan harapan Ruangga Yina tidak lagi membakar Paraing Lambanapu tetapi hal tersebut tidak membuat Ruangga Yina berhenti membakar Paraing Lambanapu yang ke tiga kalinya.
Akhirnya raja Lewa Kambera merasa berang (marah) kemudian menggundang kabihu-kabihu untuk bersama-sama melakukan penyerangan di gunung Uttamanu atau Tanundang. Pada saat penyerangan Umbu Tunggu Namupraing dan panglima-panglimanya tidak berada ditempat karena sedang bepergian ke Tabundung (Paraingkareha) dalam rangka mengikuti acara kebaktian, maka yang ditemui di Uttamanu atau Tanundang adalah istri dari Umbu Tunggu Namupraing, yaitu Rambu Konda Ngguna dan istri dari Ruangga Yina, yaitu Rambu Mbati Mbana, kedua anaknya dan Hambanya Kalamak.
Mereka mau dibunuh dan disiksa tetapi tidak mampan oleh siksaan karena mereka cape dan merasa letih maka Istri dari Ruangga Yina, anaknya dan hambanya memberitahukan kelemahan mereka agar terbunuh yaitu dengan cara mengikat ibu jari kaki dengan tali dari kedua arah kemudian menusuk dengan pisau maka mereka akhirnya meninggal.
Tetapi istri dari Umbu Tunggu Namupraing tidak dibunuh namun dibawa pulang ke Paraing Lambanapu untuk dijadikan istri oleh raja Lewa Kambera tetapi Rambu Konda Ngguna menolak untuk dijadikan istri maka akhirnya dibunuh dengan cara diikatkan tali pada lehernya dari dua arah dan ditarik secara serentak atau biasa disebut: Habattal.
Berita kematian Rambu Konda Ngguna terdengar oleh suaminya Umbu Tunggu Namupraing maka marahlah Umbu Tunggu Namupraing lalu mengumpulkan panglima-panglima perangnya untuk menyusun kekuatan menyerang raja Lewa Kambera dan khususnya Umbu Tunggu Namupraing dan Ratu Maikit mengumpulkan pemuda-pemuda untuk ikut serta dalam perang dengan cara menjanjikan pada para pemuda bahwa dengan memukul tambur kecil (Katitik) akan mengeluarkan percikan api sampai kelangit maka kemenangan berada dipihak mereka dan para pemuda bebas untuk memilih wanita untuk dijadikan istrinya.


DAFTAR DAN SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI P. SUMBA

Untuk daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sumba, klik di sini

P. Sumba dan Nusa Tenggara Timur, 1650 M

Nusa Tenggara Timur, 1650 M


Peta kuno pulau Sumba

Klik di sini untuk peta kuno pulau Sumba.

Peta anonim yang diserahkan oleh Arnold de Vlamingh van Oudtshoorn pada tahun 1656 memetakan Pulau Sumba sebagai Nomba dan Sandalenbos.


2 Comments

2 thoughts on “Kambera, kerajaan / P. Sumba – prov. Nusa Tenggara Timur

  1. ada foto-foto raja kapunduk?

    • Sultans in Indonesia

      Kami belum dapat foto raja Kapunduk. Tidak tahu apakah ada.
      Dengan hormat,
      Paul, penerbit website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: