Arya Banjar Getas – Memelak, kerajaan / P. Lombok – prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Arya Banjar Getas / Memelak: 1722-1841; terletak di pulau Lombok barat. 

The principality of Arya Banjar Getas / Memelak: 1722-1841; located on west Lombok.
For english, click here

Pulau Lombok, lokasi Arya Banjar Getas

——————

Lokasi pulau Lombok


– Garis kerajaan-kerajaan di Lombok: link


– Video sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok dan NTB: link


* Foto foto intervensi belanda di Lombok, 1894: link
* Foto foto suku Sasak: link
* Foto foto situs kuno di pulau Lombok: link


Tentang Raja

Tentang keturunan tidak diketahui.


Sejarah kerajaan Arya Banjar Getas

NB: ABG = Arya Banjar Getas

Setelah menaklukan Pejanggik,  tahun 1723 pasukan gabungan ABG dan Karang Asem menyerang  Selaparang  takluk  pada 1725.

Sesudah menaklukan Selaparang, ABG dengan anak Agung Ngurah Karang Asem membuat kesepakatan. Dalam kesepakatan itu,  wilayah Timur Juring diserahkan ke ABG dan wilayah Barat Juring menjadi kekuasaan Anak Agung. Kesepakatn ini dikenal dengan Perjanjian Timur dan Barat Juring  dengan batas Sungai Pandan, Sweta penanteng Aik, Pelambik, Ranggagata dan Belongas.

Setelah pembagian wilayah, ABG kembali ke Memelaq, melakukan konsolidasi dengan para penguasa bekas wilayah kerajaan pejanggik. Atas kepiawaiannya, ABG mendapat dukungan dari kerajaan-kerajaan kecil dan  dan membangun kerajaan di Memelaq. Kerajaan yang dibangun ABG dikenal dengan nama kerajaan Memelaq. Belakangan, kerajaan Memelaq  lebih dikenal dengan  kerajaan Arya Banjar Getas.

Selama membangun kerajaan, ABG I (1725 -1740) tidak sepi dari pemberontakan seperti pemberontakan Datu Bayan, Datu Kedinding dan lainnya.

Banyaknya pemberontakan mengakibatkan pembangungan yang dilaksanakan ABG tidak berjalan dengan baik. Namun demikian, ia berhasil menanamkan nilai-nilai yang berpedoman pada agama islam sehingga hidup rakyat dibawah panji Arya Banjar Getas lebih islami.

Sebelum wafatnya pada 1742, ABG I menitipkan pesan kepada penerusnya Raden Ronton (ABG II) agar membangun kerajaannya berdasarkan syariat Islam. Demi lebih tertatanya kerajaan, ABG I pun meminta Raden Ronton memindahlah pusat kerajaan ke tempat  yang lebih strategis.

Raden Ronton (ABG II) yang menggantikan ayahnya pada 1740, memenuhi wasiat ayahnya dengan memindahkan  pusat kerajaan ke hutan Berora (Praya). Setelah dua tahun, pada 1742 istana yang dibangun Raden Ronton di hutan Berora selesai. Pada tahun yang sama, ABG II memindahkan pusat kerajaannya ke Praya.

Walau pusat kerajaan sudah pindah ke Praya, kerajaan Banjar Getas tidak sepi dari pemberontakan. Hingga  akhir masa pemerintahan ABG II yakni pada  1764, kerajaan selalui diwarnai pemberontakan.

Pada 1764, ABG II digantikan RadenLombok (ABG III). Di masa pemerintah ABG III, keamanan wilayah kerajaan Arya Banjar Getas tidak lepas dari peperangan hingga mengganggu kedaulatan kerajaan. Beberapa wilayah di timur juring mulai lepas dan menjadi wilayah kerajaan Singasari.

Deneq  Bangli naik tahta sebagai ABG IV menggantikan ABG III. Lagi-lagi, kekuasaan ABG IV tidak lepas dari gangguan keamanan dan kaburnya batas-batas wilayah sesuai perjanjian Timur dan Barat Juring.

Bahkan pada masa ABG IV ini timbul pemberontakan Demung Selaparang. Walau pemberontakan Demung Selaparang berhasil dipadamkan, namun wilayah kerajaan ABG semakin banyak yang berpindah ke kekuasaan Singasari.

Pada 1784 Raden Mumbul naik tahta dan menjadi ABG V. Kondisi kerajaan makin memprihatinkan ditambah meletusnya Gunung Rinjani pada 1817. Kondisi ini semakin menyulitkan rakyat kerajaan Aya Banjar Getas.

Sepeninggal Raden Mumbul, roda pemerintahan  kerajaan Arya Banjar Getas dikendalikan Raden Wiratmaja (ABG VI) 1818 -1836.

Pada 1826, kerajaan Purwa (Sakra) menyerang kerajaan Singosari. ABG VI memberikan bantuan penuh kepada kerajaan Purwa.

Begitupun ketika Mataram menyerang Singasari  pada 1838. Praya memberikan bantuan hingga Mataram memperoleh kemenganan atas Singosari.

Selanjutnya, Raden Wiracandra naik tahta pada  1839 hingga 1841 dengan gelar ABG VII.    Pada masa ABG VII inilah terjadi congah (Perang) Praya I.

Adapun sebab-sebab terjadinya perang Praya menurut catatan diantaranya penguasa Bali mulai dari Singasari hingga Mataram mengingkari perjanjian timur dan barat Juring. Akibatnya, wilayah kekuasaan kerajaan Arya Banjar Getas semakin berkurang. Disamping adanya fitnah yang menyebutkan Praya (Raden Wiracandra)  akan melakukan serangan ke Mataram.

Setelah terjadi beberapa kali peperangan antara Praya dengan Mataram yang dibantu para sekutunya, pada pertempuran besar di tahun  1841  Raden Wiracandra (ABG VII) berhasil dibunuh. Kematian Raden Wirancandra memadamkan congah Praya.

Berakhirnya perang Praya menandai akhir kerajaan Arya Banjar Getas.  Walau Praya masih dipimpin oleh keturunan ABG namun menjadi bawahan kerajaan Mataram. (Tamat).
– Sumber: https://mataramradio.com/2020/02/07/akhir-kedatuan-arya-banjar-getas/


Daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

1) Daftar kerajaan-kerajaan di Lombok
Untuk daftar dan garis kerajaan-kerajaan di Lombok, klik di sini

2) Sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok
Video sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok (NTB): https://youtu.be/FKb_JwgbTdE

Cerita di bawah dari beberapa sumber sejarah.

Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di pulau Lombok bernama kerajaan Laeq. Tapi, sumber lain, yaitu Babad Suwung menyatakan bahwa kerajaan tertua di Lombok adalah kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh Raja Betara Indera. Setelah kerajaan Suwung ini surut, baru muncul kerajaan Lombok.

Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu.

Pada awalnya, kerajaan yang berdiri adalah kerajaan Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan, di Aikmel, desa Sembalun sekarang.
Suatu ketika, Gunung Rinjani meletus (abad ke-13), menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.

Setelah Pamatan berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera. Lokasi kerajaan ini terletak di daerah Perigi saat ini. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul kerajaan Lombok. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan Lombok kemudian mengalami kehancuran akibat serangan tentara Majapahit pada tahun 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok melarikan diri ke dalam hutan. Ketika tentara Majapahit kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang. Dalam perkembangannya, kerajaan ini kemudian lebih dikenal dengan nama kerajaan Selaparang.

Menurut Djelenga, ekspedisi Majapahit ini meninggalkan jejak kerajaan Gel Gel di Bali. Sedangkan di Lombok, berdiri empat kerajaan utama yang saling bersaudara, yaitu: kerajaan Bayan di barat, kerajaan Selaparang di Timur, kerajaan Langko di tengah, dan kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat beberapa kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong Samarkaton serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini takluk di bawah Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, kerajaan dan desa-desa ini kemudian menjadi wilayah yang merdeka.

Kerajaan Selaparang terbagi dalam dua periode:
– pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13 M, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357 M;
– dan kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740 M), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.

Pada awal abad ke-18 M, Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Muncul kerajaan Karangasem Lombok (1740-1838) dan kerajaan Mataram (1838-1894). Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat. Lombok berhasil bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan kerajaan Selapang (Lombok Timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.

Intervensi Belanda di Lombok (kerajaan Mataram, 1838-1894) terjadi pada tahun 1894, dan merupakan bagian dari serangkaian intervensi Belanda di Bali dan sekitarnya, yang pada akhirnya menjadikan di Bali dan Lombok terkolonisasi secara penuh sebagai bagian dari Hindia Belanda pada awal abad ke-20.


Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok: klik di sini


Peta kuno Lombok

Untuk peta kuno lokasi pulau Lombok, abad ke-15, 1660, 1683, 1683, 1725, 1800-an, klik di sini

Lokasi Lombok, tahun 1660


Sumber Arya Banjar Getas

– Sejarah kedatuan Aria Banjar Getas:  http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/aria-banjar-getas-abg.html
Sejarah Aria Banjar Getas:  http://sejarahbabadbali.blogspot.co.id/2014/10/arya-getas.html
Kedatuan Aria Banjar Getas:  http://doelmith.blogspot.co.id/2011/12/kedatuan-arya-banjar-getas.html
Sejarah berdirinya kerajaan Aria Banjar Getas: http://rismaa14.blogspot.co.id/2012/10/sejarah-berdirinya-kerajaan-arya-banjar_30.html

Sumber kedatuan / kerajaan kuno di Lombok

– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://suparmanol.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-kedatuan-sasak.html
– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html
– Sejarah kerajaan di Lombok: https://oediku.wordpress.com/2010/12/29/sejarah-dan-asal-usul-lombok/
– Sejarah kerajaan di Lombok: http://www.lomboksociety.web.id/2018/02/sejarah-lombok.html

– Sejarah pulau Lombok di Wiki:  https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Lombok#Sejarah


1 Comment

One thought on “Arya Banjar Getas – Memelak, kerajaan / P. Lombok – prov. Nusa Tenggara Barat

  1. Sorry..never heard of it.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: