Togean, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah, Kab. Tojo Una-una

Kerajaan Togean, berdiri 1762;  terletak di pulau Togian, Kabupaten Tojo Una-una, prov. Sulawesi Tengah.

The kingdom of Togean, founded 1762;  was located on the island of Togian, central Sulawesi.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Tojo Una-una

Kabupaten Tojo Una-una

Provinsi Sulawesi Tengah

Provinsi Sulawesi Tengah (hijau)


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Sejarah / History kerajaan Togean

Kerajaan Togean adalah suatu kerajaan yang berdaulat dan otonom serta mempunyai kekuasaan yang besar dan kuat sebagai tanda kebesaran kerajaan. Adanya kedudukan raja dan kebendaan (benda pusaka kerajaan) menjadi sumber dari kerajaan ini, hal ini terlihat dari bendera kuning berukuran panjang 3 M dan lebar 1,5 M dan mempunyai lambang sebagai mahkota yaitu gunung sebagai simbol pertahanan kerajaan dan rumpun bambu kuning.
Raja pertama kerajaan Togean bernama Sari Buah yang memerintah sejak tahun 1762 – 1791. kerajaan Togean berdiri tahun 1762 dengan   ibukota di Benteng, raja di kerajaan Togean digelar dengan nama Kolongian. Pada masa raja ketujuh yang bernama Zakariah 1896-1899 memerintah datang para kompeni Belanda untuk melakukan persahabatan dan kerja sama, namun di balik itu raja Zakariah dipaksa untuk menandatangani pernyataan tunduk dan takluk terhadap kolonial dan bersedia pusat kerajaan Togean di pindahkan di wilayah Una-Una.

Dengan perpindahan pusat kerajaan tersebut maka raja Zakariah digantikan oleh Muhammad Marudjeng Dg. Materru sebagai raja pertama di kerajaan Una-Una (1899 – 1926), kemudian Muhammad Marudjeng Dg. Materru digantikan oleh Lapalege Laborahima dan akhirnya raja terakhir di Kerajaan Una-Una adalah Sainudin Lasahido (1946-1950). Pada tahun 1951 kerajaan Una-Una di lebur menjadi kepala Swapraja dengan demikian maka sistim kerajaan berakhir diwilayah Una-Una.
Dengan berakhirnya masa raja-raja baik di kerajaan Tojo dan kerajaan Una-Una dibentuklah kewedanaan Tojo Una-Una yang merupakan bekas wilayah swapraja Tojo yang berkedudukan di Ampana dan swapraja    Una-Una  yang berkedudukan di Una-Una, dengan instruksi Bupati KDH Poso No. 1 tahun 1960 tanggal 9 Februari 1960 untuk mempersiapkan kewedanaan Tojo Una-Una.

– Sumber: http://wisataampana.blogspot.co.id/2015/03/kabupaten-tojo-una-una.html

Peta Sulawesi abad ke-19
klik peta untuk besar

————————-

With the displacement of the center of the kingdom, the king was replaced by Mohammed Marudjeng Zachariah Dg. Materru as the first king of the kingdom of Una-Una (1899 – 1926), then Muhammad Marudjeng Dg. Materru was replaced by Lapalege Laborahima and finally the last king of the kingdom of Una-Una was Sainudin Lasahido (1946-1950). In 1951 the kingdom of Una Una became an autonomous kingdom thus ending the system of the region Una-Una.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Togean: https://blacktivy.wordpress.com/2010/06/06/kerajaan-togean/
Sejarah kerajaan Togean: http://wisataampana.blogspot.co.id/2015/03/kabupaten-tojo-una-una.html
Sejarah kerajaan Togean: http://moslemwiki.com/Kabupaten_Tojo_Una_Una#Kerajaan_Togean


Foto

Foto yang menggambarkan keterkaitan Antara Kerajaan Una-una, Todjo dan Banggai.
Dari kiri ke kanan: Lapalege Laborahima (Togean Una Una), Tandjumbulu (Tojo), Amir (Banggai Luwuk).
Sumber foto: Fachmee dan Isone Laborahima.

Togean, 1930

Togean - 1930


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: