Sagi XXVI Mukim, Federasi / Sumatera – Prov. Aceh

Federasi Sagi Mukim XXVI terletak di Sumatera, prov. Aceh, Kabupaten Aceh Besar. Sagi Mukim adalah federasi dari 26 Mukim.

The federation of Sagi Mukim XXVI was located on Sumatera, prov. Aceh, District Aceh Besar. Sagi Mukim was a federation of 26 Mukim.
For english, click here

Kabupaten Aceh Besar


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


FEDERASI SAGI MUKIM XXVI

Tentang Federasi Sagi Mukim XXVI

Pada waktu Kerajaan Aceh sudah ada beberapa kerajaan seperti Peureulak, Pasée, Pidie, Teunom, Daya, dan lain-lain yang sudah berdiri. Disamping kerajaan ini terdapat daerah bebas lain yang diperintah oleh raja-raja kecil.
Pada masa Sultan Iskandar Muda semua daerah ini diintegrasikan dengan Kesultanan Aceh dan diberi nama Nanggroe, disamakan dengan tiga daerah inti Kesultanan yang disebut Aceh Besar. Tiap daerah ini dipimpin oleh Ulèëbalang.
Pada masa Sultanah Zakiatuddin Inayat Syah (1678 – 1688 M) dengan Kadi Malikul Adil (Mufti Agung) Tgk. Syaikh Abdurrauf As-Sinkily dilakukan reformasi pembagian wilayah. Kerajaan Aceh dibagi tiga federasi dan daerah otonom. Bentuk federasi dinamakan Sagoe dan kepalanya disebut Panglima Sagoe.

Berikut pembagian tiga segi (Lhée Sagoe):
Sagoe XXII Mukim, yang Kepala Sagoenya bergelar Sri Muda Perkasa Panglima Polem Wazirul Azmi. Kecuali menjadi kepala wilayahnya, juga diangkat menjadi Wazirud Daulah (Menteri Negara). Dibentuk dari 22 Mukim.
– Sagoe XXV Mukim, yang Kepala Sagoenya bergelar Sri Setia Ulama Kadli Malikul ‘Alam. Kecuali menjadi Kepala Wilayahnya, juga diangkat menjadi Ketua Majelis Ulama Kerajaan. Dibentuk dari 25 Mukim.
Sagoe XXVI Mukim, yang Kepala Sagoenya bergelar Sri Imeum Muda Panglima Wazirul Uzza. Kecuali menjadi Kepala Wilayahnya, juga diangkat menjadi Wazirul Harb (Menteri Urusan Peperangan). Dibentuk dari 26 Mukim.
Dalam setiap Sagoe terdapat Gampong. Setiap gampong memiliki sebuah Meunasah. Kemudian gampong itu membentuk Mukim yang terdapat satu Mesjid untuk melakukan shalat jumat sesuai mazhab Syafi’ie. Kecuali dari 3 wilayah Sagoe ini, semua daerah memiliki hak otonom yang luas

Teuku Nya Banta, panglima sagoe XXVI mukim

Sagi Mukim XXVI Mukims Teuku Nyak Arief.


KERAJAAN-KERAJAAN KECIL DI BAWAH KESULTANAN ACEH

– Untuk sistem pemerintahan Uleebalang dll. lengkap: klik di sini

Kesultanan Aceh Darussalam dipimpin oleh sultan bergelar Sultan Imam Adil.
Bentuk pemerintahan kesultanan Aceh adalah federasi. Disebut federasi karena kesultanan Aceh menganut prinsip desentralisasi dengan memberikan otonomi yang tinggi bagi daerah bawahannya yaitu nanggroe dan mukim, apalagi untuk daerah taklukan.

Peta Uleebalang Aceh 1917


Sumber Sagi

– Tentang Sagi: https://id.wikipedia.org/wiki/Mukim_(Aceh)
– Tentang Sagi: https://p2k.unkris.ac.id/

Sumber struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di bawah kesultanan Aceh

– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://helmiyymailcom.blogspot.co.id
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://syahrureza.blogspot.com/
Kesultanan Aceh, Ulèëbalang dan pembagian wilayah: https://id.wikipedia.org/
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: https://www.facebook.com/
Uleebalang, raja kecil dalam kesultanan Aceh: https://id.wikipedia.org/
Sistem pemerintahan kesultanan Aceh lokal: https://id.wikipedia.org/wiki/

Kesultanan Aceh: klik di sini


Kesultanan Aceh dan Uleebalang Aceh tahun 1875

11 Aceh, 1873


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: