Landak, Ismahayana Landak, kerajaan / Kal. Barat – Kab. Landak

Kerajaan Ismahayana Landak, 1275 – 1945. Terletak di Kalimantan, Kab. Landak, prov. Kalimantan Barat.
Gelar raja Landak: Pangeran Ratu.

The Kingom of Ismahayana Landak, 1275 – 1945. Located on west Kalimantan, in the district of Landak.
The title of the king: Pangeran Ratu.

Klik peta untuk besar !

Kabupaten Landak

Prov. Kalimantan Barat, Kabupaten Landak

Provinsi Kalimantan Barat

Provinsi Kalimantan Barat


* Foto kerajaan / kingdom Landak:  link
* Foto Istana Ismahayana Landak: link
* Video pergantian gelar pemimpin kerajaan, dari gelar pangeran ratu, menjadi raja (2015): link

* Foto kerajaan2, situs kuno dan suku di Kalimantan:  link


1 Kebangkitan kerajaan / revival of the kingdom, 2000
2 Sejarah / History
3 Daftar Raja / List of kings
4 Istana / Palace
5 Peta Kalimantan (Borneo) kuno
6 Sumber / Source


1) Kebangkitan kerajaan / revival of the kingdom, 2000.

Dari 11 kerajaan yang ada di Kalimatan Barat, salah satunya Kerajaan Keraton Ismahayana Landak, melakukan pergantian gelar pemimpin kerajaan, dari gelar pangeran ratu, menjadi raja. Pergantian gelar dilakukan oleh Sultan Istana Kadriah Pontianak, atas raja ke-39, Gusti Suryansyah.

24 jan. 2000: Kebangkitan Kerajaan Landak pada zaman modern ditandai dengan pengukuhan pewaris Kerajaan Landak, sebagai pemangku tahta kerajaan bergelar: Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah.

14 oktober 2016: Raja kerajaan Landak, Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah, wafat.

Raja Landak wafat (2016): http://www.sorotpost.com/2016/10/raja-landak-gusti-suryansyah.html
– Video: Raja Landak tutup usia (2016): https://www.youtube.com/watch?v=hbUUfJuMp8o
———————–

24 jan. 2000: Revival of the kingdom, marked by the inauguration of the heir to the kingdom of Landak:
Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryan sah.

The king died on 14 oktober 2016.


2) Sejarah / History kerajaan Landak

Kerajaan Ismahayana Landak adalah sebuah kerajaan yang saat ini berlokasi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Keraton Ismahayana Landak memiliki kronik sejarah yang relatif panjang, meskipun sumber-sumber tertulis yang membuktikan sejarah kerajaan ini bisa dikatakan sangat terbatas. Sama halnya dengan sumber dari cerita-cerita rakyat yang muncul di Ngabang, Kalimantan Barat, tempat di mana kerajaan ini berada.
Kendati demikian, bukti-bukti arkeologis berupa bangunan istana kerajaan (keraton) hingga atribut-atribut kerajaan yang masih dapat kita saksikan hingga kini dan juga buku Indoek Lontar Keradjaan Landak yang ditulis oleh Gusti Soeloeng Lelanang (raja ke-19) pada tahun 1942, sesungguhnya cukup memadai untuk membuktikan perjalanan panjang kerajaan ini yang secara garis besar terbagi ke dalam dua fase, yakni fase Hindu dan fase Islam, ini telah dimulai sejak tahun 1275 M.
Dalam tahun 1962 sebagaimana juga swapraja lainnya di Kalbar, pemerintahan Swapraja Landak ikut dihapus dan mulai saat itu bekas wilayah kekuasaan administratifnya dihimpun ke dalam Kabupaten Pontianak.

24 jan. 2000: Kebangkitan Kerajaan Landak pada zaman modern ditandai dengan pengukuhan pewaris Kerajaan Landak, sebagai pemangku tahta kerajaan bergelar: Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah.
———————

Periode pemerintahan kerajaan ini di bagi ke dalam empat periode dari dua fase, yaitu:

Fase Hindu

  • 1292–1472: Kerajaan Landak di Ningrat Batur

Fase Islam

  • 1472–1703: Kerajaan Landak di Mungguk Ayu
  • 1703–1768: Kerajaan Landak di Bandong
  • 1768–sekarang: Kerajaan Landak di Ngabang

– Sumber: Wiki
Sumber Kerajaan Kalbar: link


Peta kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat dulu

klik peta untuk besar

 Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat, tahun 1800

Kerajaan-kerajaan Kalimantan Barat, tahun 1800.

Kerajaan-kerajaan di Kalimantan barat, abad ke-19 dan awal abad ke-20

Keraajaan di Kalimantan barat, abad ke-19 dan awal abad ke-20

—————————–

The kingdom of Ismahayana Landak is a kingdom, which is located in Kab. Landak, West Kalimantan. Landak kingdom was founded by the eldest son of Brawijaya, the first ruler (1294-1309 AD) of the great Hindu-Javanese kingdom Majapahit (1294-1478). The kingdom then had seven Hindu rulers, the last of which married a local woman, Putri Dara Hitam. Her son, Raden Ismahayana, ruled from 1472 until 1542. It was he who converted to Islam and became the first sultan of Landak under the new name Raden Abdul Kahar. His seat of governance was Mungguk, a later sultan moved to Bandong near Mungguk, and finally Pangeran Sanca Nata Kesuma had his palace built in Ngabang on the present site of Keraton Ismahayana.
The last sultan, Pangeran Raden Gusti Abdul Hamid, was killed by the Japanese and buried in Mandor. A caretaker then governed until the kingdom of Landak was abolished through Indonesia’s independence.
However, archaeological evidence in the form of building of the palace and royal attributes, we can still see up to now.  The book
Indoek Lontar Keradjaan Landak, written by Gusti Soeloeng Lelanang (king the 19th) in 1942 offers sufficient evidence to prove the long history of this kingdom. There are 2 phases in this history, which started in 1275: namely the Hindu period and the Islamic period, started in 1472 until today.

The history of the kingdom can be divided into four periods of two phases, namely:

Fase Hindu

  • 1292–1472: Kingdom Landak di Ningrat Batur

Fase Islam

  • 1472–1703: Kingdom Landak at Mungguk Ayu
  • 1703–1768: Kingdom Landak at Bandong
  • 1768–today: Kingdom Landak at Ngabang

3) Daftar Raja / List of Kings

Fase Hindu

Kerajaan Landak di Ningrat Batur (1292 – 1472)

  1. Ratu Sang Nata Pulang Pali I
  2. Ratu Sang Nata Pulang Pali II
  3. Ratu Sang Nata Pulang Pali III
  4. Ratu Sang Nata Pulang Pali IV
  5. Ratu Sang Nata Pulang Pali V
  6. Ratu Sang Nata Pulang Pali VI
  7. Ratu Sang Nata Pulang Pali VII

Fase Islam

  • Kerajaan Landak di Mungguk Ayu (1472–1703)
  1. 1472–1542: Raden Iswaramahayan Raja Adipati Karang Tanjung Tua atau Raden Abdul Kahar (Islam masuk pada periode ini di Kerajaan Landak)
  2. 1542–1584: Raden Pati Karang Raja Adipati Karang Tanjung Muda
  3. 1584–1614: Raden Cili (Tjili) Pahang Tua Raja Adipati Karang Sari Tua
  4. 1614–1644: Raden Karang Tedung Tua (wakil raja) Raja Adipati Karang Tedung Tua
  5. 1644–1653: Raden Cili (Tjili) Pahang Muda Raja Adipati Karang Sari Muda
  6. 1679–1689: Raden Karang Tedung Muda (wakil raja) Raja Adipati Karang Tedung Muda
  7. 1679–1689: Raden Mangku Tua (wakil raja) Raja Mangku Bumi Tua
  8. 1689–1693: Raden Kusuma Agung Tua
  9. 1693–1703: Raden Mangku Muda (wakil Raja) Pangeran Mangku Bumi Muda
  • Kerajaan Landak di Bandong (1703–1768)
  1. 1703–1709: Raden Kusuma Agung Muda
  2. 1709–1714: Raden Purba Kusuma (wakil raja) Pangeran Purba Kusuma
  3. 1714–1764: Raden Nata Tua Pangeran Sanca Nata Kusuma Tua
  4. 1764–1768: Raden Anom Jaya Kusuma (wakil raja) Pangeran Anom Jaya Kusuma
  • Kerajaan Landak di Ngabang (1768–sekarang), dengan kepala negara bergelar Paduka Panembahan dan kepala pemerintahan bergelar Paduka Pangeran
  1. 1768–1798: Raden Nata Muda Pangeran Sanca Nata Kusuma
  2. 1798–1802: Raden Bagus Nata Kusuma (wakil raja) Ratu Bagus Nata Kusuma
  3. 1802–1807: Gusti Husin (wakil raja) Gusti Husin Suta Wijaya
  4. 1807–1833: Panembahan Gusti Muhammad Aliuddin
  5. 1833–1835: Haji Gusti Ismail (wakil panembahan) Pangeran Mangkubumi Haji Gusti Ismail
  6. 1835–1838: Panembahan Gusti Mahmud Akamuddin
  7. 1838–1843: Ya Mochtar Unus (wakil panembahan) Pangeran Temenggung Kusuma
  8. 1843–1868: Panembahan Gusti Muhammad Amaruddin Ratu Bagus Adi Muhammad Kusuma
  9. 1868–1872: Gusti Doha (wakil panembahan)
  10. 1872–1875: Panembahan Gusti Abdulmajid Kusuma Adiningrat
  11. 1875–1890: Haji Gusti Andut Muhammad Tabri (wakil panembahan) Pangeran Wira Nata Kusuma
  12. 1890–1895: Gusti Ahmad (wakil panembahan) Pangeran Mangkubumi Gusti Ahmad
  13. 1895–1899: Panembahan Gusti Abdulazis Kusuma Akamuddin
  14. 1899–1922: Gusti Bujang Isman Tajuddin (wakil panembahan) Pangeran Mangkubumi Gusti Bujang
  15. 1922–1943: Panembahan Gusti Abdul Hamid
  16. 1943–1945: Gusti Sotol (wakil panembahan)
  17. Haji Gusti Mohammad Appandi Ranie (wakil panembahan) Pangeran Mangkubumi Gusti Mohammad Appandi Ranie Setia Negara (1946, hanya sekitar 4 bulan berkuasa)
  18. Pangeran Ratu Haji Gusti Amiruddin Hamid (?)
  19. 2000–2016: Drs. Gusti Suryansyah Amiruddin, M.Si. Pangeran Ratu Keraton Landak.
    Raja kerajaan Landak, Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah, wafat pada tanggal 14 oktober 2016.

– Sumber / Source: link


4) Istana / Palace

Nama Istana: Keraton Ismahayana

Kompleks bangunan tersebut berwarna hijau dan kuning, terdiri dari beberapa bangunan berarsitektur serupa. Tak ada penjaga, hanya ada gerbang yang terbuka. Di bagian depan bangunan terdapat tulisan ‘Keraton Ismahayana’.

The building complex is green and yellow, consists of several buildings of similar architecture. No guards, there are only open gates. At the front of the building there is the word ‘palace Ismahayana‘.

– Sumber / Source:  http://travel.detik.com/read/2013/04/10/171952/2216851/1383/inilah-istana-raja-tertua-di-kalimantan-barat

Foto foto Istana Ismahayana Landak: link

Keraton Ismahayana Landak.

Keraton Ismahayana Landak.


5) Peta Kalimantan (Borneo) kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


6) Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Landak di Wiki: link
Sejarah kerajaan Landak di Melayuonline: link
– Sejarah kerajaan Landak: http://www.pontianakonline.com/ngabang/equatopedia/sejarah/kerajaan.htm
Awal berdirinya kerajaan Landak: http://sekeratpudi.blogspot.co.id/
Tentang istana:  http://travel.detik.com/read/2013/04/10/171952/2216851/1383/inilah-istana-raja-tertua-di-kalimantan-barat
Daftar Raja:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Landak#Silsilah

Raja Landak wafat (2016): http://www.sorotpost.com/2016/10/raja-landak-gusti-suryansyah.html
– Video: Raja Landak tutup usia (2016): https://www.youtube.com/watch?v=hbUUfJuMp8o

English

– History of Landak: link


Foto – Video

* Foto kerajaan / kingdom Landak:  link
* Foto Istana Ismahayana Landak: link
* Video pergantian gelar pemimpin kerajaan, dari gelar pangeran ratu, menjadi raja (2015): link

14 oktober 2016: (kiri) Raja kerajaan Landak, Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah, wafat.

Flag Sultan

Flag Sultan


 

1 Comment

One thought on “Landak, Ismahayana Landak, kerajaan / Kal. Barat – Kab. Landak

  1. Only Sintang,Sambas andPontianak use the title sultan.Rest are panembahan.To be carefull politically they not use the title panembahan now,but only pangeran ratu,which means crownprince.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: