Landak, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

Kerajaan Ismahayana Landak, 1275 – 1945. Terletak di Kalimantan, Kab. Landak, prov. Kalimantan Barat.
Keraton Ismahayana Landak memiliki kronik sejarah yang relatif panjang, meskipun sumber-sumber tertulis yang membuktikan sejarah kerajaan ini bisa dikatakan sangat terbatas. Sama halnya dengan sumber dari cerita-cerita rakyat yang muncul di Ngabang, Kalimantan Barat, tempat di mana kerajaan ini berada.
Gelar raja Landak: Pangeran Ratu, jadi Raja tahun 2015.

The Kingom of Ismahayana Landak, 1275 – 1945. Located on west Kalimantan, in the district of Landak.
The title of the king: Pangeran Ratu, in 2015 the title became king.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Landak


Kerajaan Landak

* Foto kerajaan Landak: link
* Foto Istana Ismahayana Landak: link
* Video pergantian gelar pemimpin kerajaan, dari gelar pangeran ratu, menjadi raja (2015): link


Garis kerajaan-kerajaan di Kalimantan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Kalimantan

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan

– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan, 45.000 SM – 2017: link
Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Barat, 45.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Tengah / Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Timur / Utara, 1M – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Banjar: link


KERAJAAN LANDAK, 1275 – 1945

1 Raja sekarang (2021)
2 Sejarah kerajaan Landak
3 Daftar raja 
4 Istana
5 Singgasana kerajaan Landak
6 Peta Kalimantan (Borneo) kuno
7 Sumber / Source


1) Raja kerajaan Landak sekarang (2019)

* 3 april 2021
Pangeran Ratu, Gusti Fiqri Azizurrahmansyah mendapat restu untuk ditabalkan jadi Raja Ismayana Landak dengan membawa gelar Raja Iswarahmahayana Dipati Karang Sari, di Mempawah.
Perestuan untuk menabalkan dipimpin langsung Ratu Suri Setia Ismahayana, Ibunda Thaufikiah Amiruddin Hamid.

* 24 jan. 2000
Kebangkitan kerajaan Landak pada zaman modern ditandai dengan pengukuhan pewaris Kerajaan Landak, sebagai pemangku tahta kerajaan bergelar: Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah.

* Oktober 2016
Kepemimpinan keraton yang diserahkan kepada putra mahkota almarhum yakni Gusti Fiqri Azizurahmansyah bergelar Pangeran Ratu Setia Iswaramahayana.

* 14 oktober 2016
Raja kerajaan Landak, Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah, wafat.
Raja Landak wafat (2016): http://www.sorotpost.com/2016/10/raja-landak-gusti-suryansyah.html
– Video: Raja Landak tutup usia (2016): https://www.youtube.com/watch?v=hbUUfJuMp8o

* 2015
Gelar raja Landak: Pangeran Ratu, jadi Raja tahun 2015.
Dari 11 kerajaan yang ada di Kalimatan Barat, salah satunya Kerajaan Keraton Ismahayana Landak, melakukan pergantian gelar pemimpin kerajaan, dari gelar pangeran ratu, menjadi raja. Pergantian gelar dilakukan oleh Sultan Istana Kadriah Pontianak, atas raja ke-39, Gusti Suryansyah.
sumber: http://www.antarakalbar.com/berita/333619/pangeran-keraton-landak-dinobatkan-jadi-raja

Pangeran Ratu Setia Ismahayana Gusti Fiqry Azizurahmansyah, sejak 2021 raja.

——————

Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah, wafat 14 oktober 2016


2) Sejarah kerajaan Landak, 1275 – 1945

– Sumber: https://www.kompas.com/stori/read/2021/12/27/110000079/kerajaan-landak–sejarah-pendiri-raja-raja-dan-keruntuhan?page=2

Sejarah awal

Periode pemerintahan kerajaan ini di bagi ke dalam empat periode dari dua fase, yaitu:

Fase Hindu

  • 1292–1472: Kerajaan Landak di Ningrat Batur

Fase Islam

  • 1472–1703: Kerajaan Landak di Mungguk Ayu
  • 1703–1768: Kerajaan Landak di Bandong
  • 1768–sekarang: Kerajaan Landak di Ngabang

Pendiri kerajaan Landak adalah bangsawan Singasari yang pindah ke Kalimantan. Namun, tidak diketahui siapa namanya. Raja pertamanya bergelar Sang Nata Pulang Pali, tetapi raja pertama hingga ketujuh masih tidak diketahui nama aslinya. Baru Raja Sang Nata Pulang Pali VII yang ditemukan riwayatnya. Berdasarkan cerita, sang raja bermimpi jatuh cinta kepada seorang gadis. Kemudian, ia memerintahkan prajuritnya untuk mencari gadis yang ada dalam mimpinya.
Setelah sekian lama, pencarian para prajurit membuahkan hasil. Gadis yang dimaksud bernama Dara Itam dan berada di Desa Salimpat. Namun, Dara Itam yang mahir dalam pengobatan menolak Raja Pali VII, karena sudah memiliki kekasih yang bernama Ria Sinir. Dengan berbagai cara, akhirnya Raja Pali VII berhasil membawa Dara Itam ke istana dan menikahinya.

Setelah itu, di wilayah kerajaan terdapat kekacauan yang disebabkan orang Banjer Massin yang membunuh penduduk Landak dan mengambil kepalanya sebagai tradisi saat itu yang masih primitif.

Mendengar hal itu, Raja Pali VII marah dan mengadakan sayembara. Bagi siapa pun yang sanggup membunuh dan membawa kepala pengacau itu akan dipenuhi kemauannya. Ternyata, Ria Sinir yang berhasil memenangkan sayembara itu. Sebagai hadiah, ia meminta Dara Itam.
Dengan berat hati, Raja Pali VII pun memberikannya. Saat kembali bersama Ria Sinir, Dara Itam sedang mengandung hasil pernikahannya dengan raja. Dara Itam kemudian melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Raden Ismahayana. Setelah dewasa, Raden Ismahayana diangkat sebagai Raja Landak, menggantikan Raja Pali VII dengan gelar Raja Dipati Karang Tanjung Tua. Raden Ismahayana memerintah dari tahun 1472 hingga 1542.

Perkembangan

Semasa pemerintahan Raden Ismahayana, agama Islam masuk dan berkembang di kerajaan Landak. Setelah masuk Islam, Raden Ismahayana mendapat gelar Raja Abdul Kahar, dan memindahkan ibu kota kerajaan ke kaki bukit yang berhadapan dengan Sungai Menyuke. Lokasi baru itu kemudian diberi nama Kota Ayu atau Munggu (Mungguk Ayu). Namun, setelah itu, terjadi perselisihan dengan kerajaan Sukadana. Penyebabnya adalah masalah Danau Raja, yang menghasilkan Intan. Kerajaan Sukadana kemudian menyerang Landak pada 1698 hingga mampu menguasai ibu kota Mungguk Ayu dan membakarnya.

Kerajaan Landak lantas meminta bantuan Banten untuk membalaskan dendam atas serangan yang dilakukan Sukadana. Namun, saat itu Banten telah bergantung dengan VOC. Akibatnya, VOC pun ikut terlibat di kerajaan Landak, terlebih lagi sata mereka mengetahui potensi Danau Raja. Akhirnya pada 1699, gabungan Banten, Landak, dan VOC, yang saat itu dipimpin oleh Roelof Goens, berhasil mengalahkan Sukadana. Akibat kekalahan itu, Sukadana diwajibkan membayar ganti rugi peperangan kepada Banten.

Selanjutnya, kerajaan Landak berhasil pulih dan memindahkan pemerintahannya ke Bandong. Namun, perang kembali terjadi dengan Sukadana. Sukadana pun kembali memenangkan pertempuran. Setelah itu, ibu kota kerajaan Landak dipindahkan ke Ngabang. Setelah pertempuran dengan Sukadana, Landak menjadi bagian dari Banten, yang selanjutnya diserahkan kepada VOC. Hadirnya VOC di Landak semakin merugikan, karena wilayah-wilayahnya menjadi berkurang, terlebih setelah berdirinya Pontianak. VOC juga sering melakukan kontrak politik kepada para Raja Landak yang sangat merugikan pihak kerajaan. Hal itu membuat kesal para punggawa Landak. Hingga akhirnya, pada abad ke-19 terjadi perlawanan yang dipimpin oleh Gusti Andut.
Perlawanan itu terus dilakukan hingga tahun 1940-an.

Dikuasai Jepang

Ketika Belanda menyerah kepada Jepang pada 1942, Kalimantan otomatis menjadi kekuasaan Jepang. Pemerintahan Jepang dilakukan dengan sangat kejam, hal itu dibuktikan dengan ditangkapnya Gusti Abdul Hamid, yang diduga akan melakukan pemberontakan. Setelah itu, kerajaan Landak dipimpin oleh Gusti Sotol, kemudian Gusti Mohammad Appandi Ranie. Gusti Mohammad Appandi Ranie pun turut serta bergerilya mempertahankan kemerdekaan Indonesia bersama dengan rakyat Landak dan Kalimantan. Pada akhirnya, Landak menjadi Kabupaten di Provinsi Kalimantan Barat dan sekaligus mengakhiri kedaulatan kerajaan.

24 jan. 2000: Kebangkitan kerajaan Landak pada zaman modern ditandai dengan pengukuhan pewaris kerajaan Landak, sebagai pemangku tahta kerajaan bergelar: Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah.

3 april 2021
Pangeran Ratu, Gusti Fiqri Azizurrahmansyah mendapat restu untuk ditabalkan jadi Raja Ismayana Landak dengan membawa gelar Raja Iswarahmahayana Dipati Karang Sari


3) Daftar Raja

Fase Hindu

Kerajaan Landak di Ningrat Batur (1292 – 1472)

  1. Ratu Sang Nata Pulang Pali I
  2. Ratu Sang Nata Pulang Pali II
  3. Ratu Sang Nata Pulang Pali III
  4. Ratu Sang Nata Pulang Pali IV
  5. Ratu Sang Nata Pulang Pali V
  6. Ratu Sang Nata Pulang Pali VI
  7. Ratu Sang Nata Pulang Pali VII

Fase Islam

  • Kerajaan Landak di Mungguk Ayu (1472–1703)
  1. 1472–1542: Raden Iswaramahayan Raja Adipati Karang Tanjung Tua atau Raden Abdul Kahar (Islam masuk pada periode ini di Kerajaan Landak)
  2. 1542–1584: Raden Pati Karang Raja Adipati Karang Tanjung Muda
  3. 1584–1614: Raden Cili (Tjili) Pahang Tua Raja Adipati Karang Sari Tua
  4. 1614–1644: Raden Karang Tedung Tua (wakil raja) Raja Adipati Karang Tedung Tua
  5. 1644–1653: Raden Cili (Tjili) Pahang Muda Raja Adipati Karang Sari Muda
  6. 1679–1689: Raden Karang Tedung Muda (wakil raja) Raja Adipati Karang Tedung Muda
  7. 1679–1689: Raden Mangku Tua (wakil raja) Raja Mangku Bumi Tua
  8. 1689–1693: Raden Kusuma Agung Tua
  9. 1693–1703: Raden Mangku Muda (wakil Raja) Pangeran Mangku Bumi Muda
  • Kerajaan Landak di Bandong (1703–1768)
  1. 1703–1709: Raden Kusuma Agung Muda
  2. 1709–1714: Raden Purba Kusuma (wakil raja) Pangeran Purba Kusuma
  3. 1714–1764: Raden Nata Tua Pangeran Sanca Nata Kusuma Tua
  4. 1764–1768: Raden Anom Jaya Kusuma (wakil raja) Pangeran Anom Jaya Kusuma
  • Kerajaan Landak di Ngabang (1768–sekarang), dengan kepala negara bergelar Paduka Panembahan dan kepala pemerintahan bergelar Paduka Pangeran
  1. 1768–1798: Raden Nata Muda Pangeran Sanca Nata Kusuma
  2. 1798–1802: Raden Bagus Nata Kusuma (wakil raja) Ratu Bagus Nata Kusuma
  3. 1802–1807: Gusti Husin (wakil raja) Gusti Husin Suta Wijaya
  4. 1807–1833: Panembahan Gusti Muhammad Aliuddin
  5. 1833–1835: Haji Gusti Ismail (wakil panembahan) Pangeran Mangkubumi Haji Gusti Ismail
  6. 1835–1838: Panembahan Gusti Mahmud Akamuddin
  7. 1838–1843: Ya Mochtar Unus (wakil panembahan) Pangeran Temenggung Kusuma
  8. 1843–1868: Panembahan Gusti Muhammad Amaruddin Ratu Bagus Adi Muhammad Kusuma
  9. 1868–1872: Gusti Doha (wakil panembahan)
  10. 1872–1875: Panembahan Gusti Abdulmajid Kusuma Adiningrat
  11. 1875–1890: Haji Gusti Andut Muhammad Tabri (wakil panembahan) Pangeran Wira Nata Kusuma
  12. 1890–1895: Gusti Ahmad (wakil panembahan) Pangeran Mangkubumi Gusti Ahmad
  13. 1895–1899: Panembahan Gusti Abdulazis Kusuma Akamuddin
  14. 1899–1922: Gusti Bujang Isman Tajuddin (wakil panembahan) Pangeran Mangkubumi Gusti Bujang
  15. 1922–1943: Panembahan Gusti Abdul Hamid
  16. 1943–1945: Gusti Sotol (wakil panembahan)
  17. Haji Gusti Mohammad Appandi Ranie (wakil panembahan) Pangeran Mangkubumi Gusti Mohammad Appandi Ranie Setia Negara (1946, hanya sekitar 4 bulan berkuasa)
  18. Pangeran Ratu Haji Gusti Amiruddin Hamid (?)
  19. 2000–2016: Drs. Gusti Suryansyah Amiruddin, M.Si. Pangeran Ratu Keraton Landak.
    Raja kerajaan Landak, Pangeran Ratu Drs. Gusti Suryansah, wafat pada tanggal 14 oktober 2016.
  20. 2016 – …… Gusti Fiqri Azizurahmansyah bergelar Pangeran Ratu Setia Iswaramahayana.

– Sumber / Source: link

Keluarga besar istana Ismahyana Landak tempoe doloe.


4) Istana

Nama Istana: Keraton Ismahayana.
Kompleks bangunan tersebut berwarna hijau dan kuning, terdiri dari beberapa bangunan berarsitektur serupa. Tak ada penjaga, hanya ada gerbang yang terbuka. Di bagian depan bangunan terdapat tulisan ‘Keraton Ismahayana’.
– Sumber / Source:  travel.detik.com

Foto foto Istana Ismahayana Landak: link

Keraton Ismahayana Landak


5) Singgasana kerajaan Landak

Singgasana kerajaan Landak ada di Keraton Ismahayana.

Afbeeldingsresultaat voor singgasana kerajaan landak


6) Peta Kalimantan (Borneo) kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


7) Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Landak di Wiki: link
Sejarah kerajaan Landak: http://sejarahkerajaanlandak.blogspot.com/
– Sejarah kerajaan Landak: http://www.pontianakonline.com/ngabang/equatopedia/sejarah/kerajaan.htm
Awal berdirinya kerajaan Landak: http://sekeratpudi.blogspot.co.id/
Tentang istana:  http://travel.detik.com/read/2013/04/10/171952/2216851/1383/inilah-istana-raja-tertua-di-kalimantan-barat
Daftar Raja:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Landak#Silsilah

Raja Landak wafat (2016): http://www.sorotpost.com/2016/10/raja-landak-gusti-suryansyah.html
– Video: Raja Landak tutup usia (2016): https://www.youtube.com/watch?v=hbUUfJuMp8o


 Kerajaan-kerajaan di Kalimantan Barat, tahun 1800

———————

Kerajaan-kerajaan di Kalimantan barat, abad ke-19 dan awal abad ke-20


1 Comment

One thought on “Landak, kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

  1. Only Sintang,Sambas andPontianak use the title sultan.Rest are panembahan.To be carefull politically they not use the title panembahan now,but only pangeran ratu,which means crownprince.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: