Meureudu, Uleebalang / Sumatera – Aceh, Kab. Pidie Jaya

Uleebalang Meureudu terletak di Sumatera, Kab. Pidie Jaya, prov. Aceh.

Kabupaten Pidie Jaya

Kabupaten Pidie Jaya

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link
*
Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera:
link


Sejarah Uleebalang Meureudu

Negeri Meureudu sudah terbentuk dan diakui sejak zaman Kerajaan Aceh. Ketika Sultan Iskandar Muda berkuasa (1607-1636) Meureudu semakin diistimewakan. Menjadi daerah bebas dari aturan kerajaan. Hanya satu kewajiban Meureudu saat itu, menyediakan persediaan logistik (beras) untuk kebutuhan kerajaan Aceh. Sampai Kerajaan Aceh runtuh, Meureudu masih sebuah negeri bebas.

Keistimewaan Negeri Meureudu terus berlangsung sampai Sultan Iskandar Muda diganti oleh Sultan Iskandar Tsani. Pada tahun 1640, Iskandar Tsani mengangkat Teuku Chik Meureudu sebagai penguasa definitif yang ditunjuk oleh kerajaan. Ia merupakan putra sulung dari Meurah Ali Husein, yang bermana Meurah Johan Mahmud, yang digelar Teuku Pahlawan Raja Negeri Meureudu.

Sejak Meurah Johan Mahmud hingga kedatangan kolonial Belanda, negeri Meureudu telah diperintah oleh sembilan Teuku Chik, dan selama penjajahan Belanda, Landschap Meureudu telah diperintah oleh tiga orang Teuku Chik (Zelfbeestuurders).

Kemudian pada zaman penjajahan Belanda, Negeri Meureudu diubah satus menjadi Kewedanan (Orderafdeeling) yang diperintah oleh seorang Controlleur. Selama zaman penjajahan Belanda, Kewedanan Meureudu telah diperintah oleh empat belas orang Controlleur, yang wilayah kekuasaannya meliputi dari Ulee Glee sampai ke Panteraja.

Pada masa penjajahan Jepang, masyarakat Meureudu dipimpin oleh seorang Suntyo Meureudu Sun dan Seorang Guntyo Meureudu Gun.

Sesudah melewati zaman penjajahan, sejak tahun 1967, Meureudu berubah menjadi Pusat Kawedanan sekaligus pusat kecamatan. Selama Meureudu berstatus sebagai kawedanan, telah diperintah oleh tujuh orang Wedana. Pada tahun 1967, Kewedanan Meureudu dipecah menjadi empat kecamatan.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pidie_Jaya#Sejarah


Peta Aceh sekarang


Tentang Uleebalang di Aceh

Kebanyakan orang hanya pernah mendengar mengenai Kesultanan Aceh, namun jarang yang mengetahui bahwa di Aceh pernah berdiri sekitar 100 kerajaan.
Masing-masing kerajaan itu merupakan vasal atau bawahan sultan Aceh dan dipimpin oleh raja yang bergelar Uleebalang.
Ulèëbalang (Melayu: hulubalang) adalah golongan bangsawan dalam masyarakat Aceh yang memimpin sebuah kenegerian atau nanggroë, yaitu wilayah setingkat kabupaten dalam struktur pemerintahan Indonesia sekarang. Ulee balang digelari dengan gelar Teuku untuk laki-laki atau Cut untuk perempuan.
Uleebalang, ditetapkan oleh adat secara turun-temurun. Mereka menerima kekuasaan langsung dari Sultan Aceh. Uleebalang ini merupakan penguasa nanggroe atau raja-raja kecil yang sangat berkuasa di daerah mereka masing-masing.
Setelah berakhirnya Perang Aceh, negeri-negeri para uleebalang ini memperoleh status swapraja (zelfbestuur landschappen).  Antara lain Meureudu, dalam Onderafdeling Meureudu.

Sumber: Wiki


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

Sejarah Meureudu: http://www.mukhlisuddin.com/2012/02/mereudue-kota-penuh-sejarah.html
Sejarah Meureudu: http://www.pidiejayakab.go.id/profil-daerah/sejarah.html
Sejarah Meureudu (Wiki): https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Pidie_Jaya#Sejarah

– Tentang Uleebalang: http://melayuonline.com/ind/encyclopedia/detail/310/uleebalang
– Tentang Uleebalang: Wiki
– Gelar-gelar dalam kerajaan Aceh: http://uleelheu.blogspot.nl/2014/06/gelar-gelar-dalam-kerajaan-aceh.html

– Daftar 100 Uleebalang: http://sejarahastrologimetafisika.blogspot.nl/2010/06/aceh-negeri-100-kerajaan.html


Foto foto

Meureudu - Tropenmuseum

Meureudu dulu. Sumber foto: Tropenmuseum, Netherlands

Bivak Belanda Di meureudu

Bivak Belanda di Meureudu

Meureudu pada masa Hindia Belanda (1892-1922). Sumber foto: Coll. Tropenmuseum Netherlands


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: