Amanuban, kerajaan / P. Timor – prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Amanuban. Terletak di pulau Timor, Kab. Timor Tengah Selatan, prov. Nusa Tenggara Timor. Berdiri sejak abad ke-17 sampai 1959.

The kingdom of Amanuban; located on the island of Timor, district South Central Timor.
Amanuban was already mentioned in dutch sources in 1613.

For english, click here

kab. Timor Tengah Selatan

———————–

Lokasi pulau Timor


* Foto kerajaan Amanuban: link

* Foto raja-raja sekarang di Timor: link
* Foto raja-raja dulu di Timor: link

* Foto situs kuno pulau Timor: link
* Foto suku Timor: link


1 Tentang Raja / About the king
2 Sejarah / History
3 Daftar Raja / list of kings
4 Istana / Palace
5 Sejarah Timor

6 Peta-peta kuno Timor
7 Sumber / Source


1) Tentang Raja sekarang (2020)

Raja kerajaan Amanuban: Luis Nope (foto 2015).


2) Sejarah kerajaan Amanuban

Nenek moyang dari garis kerajaan dikatakan telah datang dari pulau Roti, barat Timor. Amanuban disebutkan dalam sumber-sumber Belanda pada awal 1613, ketika Vereenigde Oost Indische Compagnie-atau VOC pertama mendekati Timor.
Belanda menyimpulkan kontrak dengan Raja Amanuban pada tahun 1616, namun kepangeranan yang berada di bawah pengaruh Portugis, rival politik dan komersial Belanda. Pengaruh ini bertahan hingga 1748.
Setelah 1770 sengketa dinasti menyebabkan perpecahan. Semakin besar bagian dari Amanuban bergabung dengan pangeran Tobani yang memerintah secara independen dari Belanda. Anaknya Louis (c. 1807-c. 1824) memimpin kebijakan keras anti-Belanda dan dilatih korps dipasang besar prajurit dengan senjata api. Belanda (dan Inggris selama 1812-1816 peralihan) mengirim sejumlah ekspedisi bersenjata terhadap Louis, tanpa banyak keberhasilan. Dalam tradisi kemudian Louis ditunjukkan sebagai pendiri kursi kerajaan (sonaf) Niki-Niki.
Raja independen terakhir, Bil Nggak alias Hau Sufa Leu (c. 1870-1910) berteman pemerintah melanggar kolonial Belanda di tahun-tahun awal abad kedua puluh. Namun, sikap arogan petugas lokal Belanda menyebabkan resistensi anti-kolonial. Akhirnya Bil Nggak meninggal dalam api kediamannya di Niki-Niki di Oktober 1910.
Cabang lain dari dinasti dinobatkan, dan Amanuban terus sebagai ‘landschap zelfbesturende’ (self-berkuasa wilayah) di bawah pengawasan kolonial sampai kepergian Belanda (1942 dan 1949).
– Sumber: Wiki

Raja Petrus Pae Nope dari Amanuban 1920-1945.

Perpindahan ke Niki Niki

Raja Don Louis III (memerintah 1808-1824) memindahkan pusat kerajaan Amanuban dari Pili Besabnao ke Niki Niki hingga sekarang. Raja Don Louis III dikenal sebagai pendiri kota Niki Niki dan menetapkan nama Nope (awan) sebagai marga dinasti Nope selanjutnya.
Adik dari Raja Don Louis III yakni Tanelab di Babuindan Taifadi Mei. Raja Baki Nope Baki Kluus mempunyai saudari bi Bia Nope (Oenino) dan bi Nino Telnoni(Ofu). (Baki Klus).Raja Don Louis III wafat di Niki Niki tahun 1824 dan dimakamkan diNiki Niki, sekarang pemakaman Cina- Son Leu. Bi Lese Nenosae adalah istri dari Raja Don Louis III. (Regeeringsalmanak van Belanda)
Latar belakang perpindahan ke Niki Niki karena tempat ini sangat strategis untuk pertahanan terhadap serangan musuh dan layak sebagai istana raja. Perkataan Niki-niki berasal dari kata Nik Nik yang berarti menjilat-jilat dan melihat ke belakang.

Raja Amanuban, Johan Paulus Nope, 1946 – 1949


3) Daftar Raja kerajaan Amanuban

1. Olak Mali.
2. Ol Banu.
3. Bil Banu.
4. Tu Banu.
5. Louis I ( Tunbes).
6. Bill ( Pili).
7. Don Louis II, dimakamkan di Boti.
8. 1786-1808: Tubani
9. 1808-1824: Don Louis III; pusat kerajaan ke Niki-niki, dimakamkan di Pekuburan Cina Niki-niki.
10. 1824-1862: Baki Nope / Baki Klus. Makam Son Nain
11. 1862-1910: Sanu Nope, dimakamkan di Son Nain.
12. 1870-1910: Bil Nope – Sufa Leu
13. 1911-1920: Noni Nope
14. 1920-1946: Pae Nope
15. 1946-1949: Leu – Johan Paulus Nope
16. 1950-1958: Kusa Nope
– Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/List_of_rulers_of_Timor#Kings_of_Amanuban.5B7.5D

Ganealogi Amanuban dan Amanatun

Amanuban - Amanatun——————–

Usif Thoedorus Lorenzo Taolin dari Insana, Usif Don K Banunaek dari Amanatun dan Usif Louis Nope dari Amanuban.


4) Istana kerajaan Amanuban

Nama istana: Sonaf Sonbesi

Sonaf Sonbesi - Kerajaan Amanuban


5) Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Timor

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Catatan sejarah paling awal tentang pulau Timor adalah Nagarakretagama abad ke-14, Canto 14, yang mengidentifikasi Timur sebagai pulau di dalam wilayah Majapahit. Timor dimasukkan ke dalam jaringan perdagangan Jawa, Cina, dan India kuno pada abad ke-14 sebagai pengekspor cendana aromatik, budak, madu dan lilin, dan diselesaikan oleh Portugis, pada akhir abad ke-16, dan Belanda, yang berbasis di Kupang, pada pertengahan abad ke-17.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah. Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.

Amanuban Usi Pina, raja Amanuban. Paling kanan Raja Loprencius Taolinj. Paling kiri Raja Johannis Paulus Nope.

Zaman kebangkitan nasional (1900-1942)

Pada masa sesudah tahun 1900, kerajaan-kerajaan yang ada di Nusa Tenggara Timur pada umumnya telah berubah status menjadi status menjadi Swapraja. Swapraja-swapraja tersebut, 10 berada di Pulau Timor (Kupang, Amarasi, Fatuleu, Amfoang, Molo, Amanuban, Amanatun, Mio mafo, Biboki, Insana). Swapraja-swapraja tersebut terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang wilayahnya lebih kecil. Wilayah-wilayah kecil itu disebut Kafetoran-kafetoran.

Zaman pemerintahan Hindia Belanda

Wilayah Nusa Tenggara Timur pada waktu itu merupakan wilayah hukum dari keresidenan Timor dan daerah takluknya. Keresidenan Timor dan daerah bagian barat (Timor Indonesia pada waktu itu, Flores, Sumba, Sumbawa serta pulau-pulau kecil sekitarnya seperti Rote, Sabu, Alor, Pantar, Lomblen, Adonara, Solor).

Keresidenan Timor dan daerah takluknya berpusat di Kupang, yang memiliki wilayah terdiri dari tiga afdeling (Timor, Flores, Sumba dan Sumbawa), 15 onderafdeeling dan 48 Swapraja. Afdeeling Timor dan pulau-pulau terdiri dari 6 onderafdeeling dengan ibukotanya di Kupang. Afdeeling Flores terdiri dari 5 onder afdeeling dengan ibukotanya di Ende. Yang ketiga adalah Afdeeling Sumbawa dan Sumba dengan ibukota di Raba (Bima). Afdeeling Sumbawa dan Sumba ini tediri dari 4 oder afdeeling.

Keresidenan Timor dan daerah takluknya dipimpin oleh seorang residen, sedangkan afdeeling di pimpin oleh seorang asisten residen. Asisten residen ini membawahi Kontrolir atau Controleur dan Gezaghebber sebagai pemimpin Onder afdeeling. Asisten residen, kontrolir dan gezaghebber adalah pamong praja Kolonial Belanda. Para kepala onder afdeling yakni kontrolir dibantu oleh pamong praja bumi putra ber pangkat Bestuurs assistant. (Ch. Kana, 1969,hal . 49-51).

Zaman kemerdekaan (1945-1975).

Setelah Jepang menyerah, Kepala Pemerintahan Jepang (Ken Kanrikan) di Kupang memutuskan untuk menyerahkan pemerintahan atas Kota Kupang kepada tiga orang yakni Dr.A.Gakeler sebagai walikota, Tom Pello dan I.H.Doko. Namun hal ini tidak berlangsung lama, karena pasukan NICA segera mengambil alih pemerintahan sipil di NTT, dimana susunan pemerintahan dan pejabat-pejabatnya sebagian besar adalah pejabat Belanda sebelum perang dunia II.
Dengan demikian NTT menjadi daerah kekuasaan Belanda lagi, sistem pemerintahan sebelum masa perang ditegakkan kembali. Pada tahun 1945 kaum pergerakan secara sembunyi-sembunyi telah mengetahui perjuangan Republik Indonesia melalui radio. Oleh karena itu kaum pegerakan menghidupkan kembali Partai Perserikatan Kebangsaan Timor yang berdiri sejak tahun 1937 dan kemudian berubah menjadi Partai Demokrasi Indonesia (PDI).

Perjuangan politik terus berlanjut, sampai pada tahun 1950 dimulai pase baru dengan dihapusnya dewan raja-raja. Pada bulan Mei 1951 Menteri Dalam Negeri NIT mengangkat Y.S. Amalo menjadi Kepala Daerah Timor dan kepulauannya menggantikan H.A.Koroh yang wafat pada tanggal 30 Maret 1951. Pada waktu itu daerah Nusa Tenggara Timur termasuk dalam wilayah Propinsi Sunda Kecil.


7) Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Amanuban di Wiki: link
Sejarah kerajaan Amanuban:  http://www.bimbie.com/sejarah-kerajaan-amunaban.htm
– Sisa sisa kerajaan Amanuban di Sonaf Niki Niki: https://aklahat.wordpress.com/2011/11/28/sisa-sisa-kerajaan-amnuban-di-sonaf-niki-niki/
Daftar raja: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Amanuban#Raja-raja
– Raja Soefa Leoe: http://daonlontar.blogspot.co.id/2011/11/raja-soefa-leoe-raja-amanuban.html

– Sejarah NTT (incl. Timor): https://pulautimor.wordpress.com/sejarah-ntt/
– Sejarah NTT (incl. Timor): https://id.wikipedia.org/wiki/Nusa_Tenggara_Timur#Sejarah
– Mitologi asal usul Timor: http://daonlontar.blogspot.com/2013/04/mitologi-asal-usul-pulau-timor.html


Kerajaan-kerajaan Timor tahun 1900


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: