Karang Tamiang, Kerajaan / Sumatera – Aceh, Kab. Aceh Tamiang

Kerajaan Karang Tamiang terletak di Kab. Aceh Tamiang, Sumatera Utara timur.

The Kingdom of Karang Tamiang was located in Aceh, north Sumatera.

Kabupaten Aceh Tamiang

Kabupaten Aceh Tamiang

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
*
Foto perang belanda di Aceh (1873-1903): link

* Foto foto situs kuno, suku-suku di Sumatera dan Sumatera dulu: link


Tentang Raja kerajaan Karang Tamiang

25 februari 2017: Raja ke-8 kerajaan Karang Tamiang diobatkan: Tengku Rahmansyah Fauzi Al-Hajj dinobatkan menjadi raja ke-VIII Kerajaan Karang, dengan gelar Tuanku Yang Mulia Tengku Rahmad Syah Fauzi Al-Hajj bin Tengku Heider bin Tengku Muhammad Arifin bin Tengku Ahmad Syailani yang bergelar Raja Silang.
Sumber: http://tamiangnews.com/raja-karang-ke-delapan-dinobatkan/

Kritik pengangkatan Raja Karang ke-8:
http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2017/03/03/286433/keluarga-kerajaan-kritik-pengangkatan-raja-karang-viii/#.WQsiA8b7LIV
http://tamiangnews.com/keluarga-besar-raja-tamiang-menolak-penobatan-tengku-rahmansyah-fauzi-al-haji/

Penjelasan penobatan Raja Karang

Untuk penjelasan (oleh Adi Fa, FB) penobatan Raja Karang tahun 2017, klik  di sini


Sejarah / History kerajaan Karang Tamiang

Kerajaan yang pernah ada di Bumi Tamiang :
* kesultanan (Banua) Tamiang
* kerajaan Benua Tunu,
* kerajaan Bendahara,
* kerajaan Seruway,
* kerajaan Karang Tamiang.

Kilas sejarah, sistem pemerintahan kesultanan (Banua) Tamiang telah tersusun dengan sangat rapi di masa pemerintahan Raja Muda Sedia (1330- 1352 M) Selain berhasil dalam menjalankan roda pemerintahan, Raja Muda Sedia pernah memukul mundur serangan pertama yang dilakukan oleh Kerajaan Majapahit yang di pimpin oleh Patih Gajah Mada di Kuala Tamiang.

Tanpa diketahui oleh Raja Muda Sedia, prajurit Majapahit melakukan penyeranggan kembali terjadi peperangan yang sangat dahsyat di bukit suling, kota Benua di Bumi hanguskan oleh prajurit-prajurit Majapahit. Raja Muda Sedia terpaksa mundur ke daerah Hulu Sungai Simpang Kiri dan menghilang dalam pertapaanya di Gunung Segama. Sedangkan Permaisurinya yang kala itu dalam keadaan hamil tua, kembali ke Negeri Asalnya (Aceh).

Beberapa tahun kemudian, pemerintahan Kerajaan tamiang terlahir kembali di pimpin oleh Mangkubumi yg berpusat di Kuala Simpang Negeri Pagar Alam. Setelah itu terjadi pergantian tahta, Raja Po Lamat, Raja Po Kelabu tunggal, Raja Po Garang, Raja Kandis.

Setelah Raja Kandis mangkat, posisi beliau di gantikan oleh menantunya Raja Pendekar Sri Mangkuta dalam masa pemerintahanya pusat kerajaan di pindahkan ke Pantai Tinjau (1523 – 1558 M). Pada awal pemerintahannya beliau pernah melakukan kunjungan ke Kerajaan Aceh yang pada kala itu di pimpin oleh Sultan Muqayat Shah (1511–1530 M) dan pada saat kunjungan itu pula lah, Sri Sultan memberi pengakuan atas Kerajaan Tamiang.

Pada masa pemerintahannya, Kerajaan Tamiang di pecah menjadi dua kerajaan kecil yaitu: Negeri Karang dan Benua Tunu. Dua kerajaan ini masing-masing di pimpin oleh anak keturunan Raja Muda Sedia dan Muda Sedinu. Benua Tunu di bangun di atas puing-puing Kota Benua Raja, yang dipimpin oleh Raja Gempa Alamsyah (1558–1588) dan Negeri Karang di pimpin oleh Raja Fromsyah (1588–1590) berpusat di Negeri Menanggini. Kedua kerajaan kecil ini tunduk kepada kerajaan Tamiang di Pantai Tinjau (Raja Pendekar Sri Mangkuta).

Setelah Raja Sri Mangkuta wafat, di masa pemerintahan Raja Penita (1699–1700) turunan dari Raja Gempa Alamsyah yang memerintah Benua Tunu dan Raja Tan Kuala (1662–1699) turunan dari Raja Fromsyah memerintah Negeri Karang, untuk menghindari terjadinya Silang pendapat dan mencegah agar tidak terjadi perang saudara karena memperebutkan kekuasaan kerajaan Tamiang, maka kedua Raja bersaudara itupun bersepakat (Benua Tunu dan Negeri Karang) bersama–sama, memohon kepada Sultan Taj Alam Syaifuddin Mukayatsyah (1641–1676). Dan pada masa pemerintahan Ratu Kemalat Syah (1688–1699) Kerajaan Benua Tunu dan Negeri Karang di Syahkan menjadi suatu kerajaan yang berdaulat penuh dan mendapat Cap Sikureung.

Seiring Perjalanan waktu dari dua kerajaan kecil dahulu, terlahir pula kerajaan-kerajaan baru yaitu Negeri Bendahara di bawah pemerintahan Potjcut Achmad Gelar Raja Bendahara I (1883–1871) yang juga mendapatkan Cap Sikureung dari sultan Aceh.

– Sumber: http://visitacehdarussalam.blogspot.co.id/2012/11/kerajaan-kerajaan-di-tamiang.html

—————–
Kingdoms that ever existed in Bumi (Land) Tamiang:
* kingdom of Benua Tunu,

* kingdom of Bendahara,
* kingdom of Seruway,
* kingdom of Karang Tamiang.

In the past Tamiang was split up into two kingdoms, namely the Kingdom of Karang and the Kingdom of Benua Tunu. But these kingdoms were still subject to the Karang country. In the book “Tamiang In History Cross”- Ir Muntasir Wan Diman mentioned, that the Kingdom of Tamiang became two autonomous kingdoms.
King Proomsyah, who had a relation with Puteri Mayang Mengurai, child of King Pendekar Sri Mengkuta, became King of Islam the 8th in 1558, with the centre of the government in the village Menanggini.
Meanwhile, King Po Geumpa Alamsyah, who had a relation with daughter Seri Merun, also a child of King Pendekar Sri Mengkuta, ruled in Negeri Benua as Raja Muda (vice-roy) Negeri Simpang Kiri Raja Benua Tunu.


Peta Aceh sekarang


Istana Karang Tamiang

Sumber: http://travel.detik.com/read/2015/10/06/112000/3036660/1025/aceh-punya-istana-karang-yang-bergaya-belanda


Daftar Raja / List of kings

* 1558-1590: Raja Fromsyah
* 1590-1624: Raja Pesinah
* 1624-1662: Tan Muddin
* 1662-1699: Tan Kuala
* 1699-1753: Tan Mertju
.
* 1753-1800: Tan Pesia
* 1800-1845: Tan Sua
* 1845-1896: Raja Ben Raja
* 1901-1925: Raja Silang
* 1925-1945: Tengku Muhamad Arifin

– Sumber: link


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Tamiang: http://acehdalamsejarah.blogspot.co.id/2009/10/sejarah-kerajaan-tamiang.html
Sejarah kerajaan Tamiang:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/
Sejarah kerajaan Tamiang:  http://www.mehrir.kawunganten.com/2012/12/sejarah-kerajaan-tamiang.html
– Sejarah kerjaan-kerajaan di Tamiang: http://www.suara-tamiang.com/2011/06/kerajaan-kerajaan-di-tamiang.html
Daftar Raja Karang Tamiang:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/
—————————
– Sejarah kerajaan kerajaan di  Tamiang:  http://kerajaan-karangtamiang.blogspot.co.id/
Sejarah kerajaan kerajaan di Tamiang:  http://visitacehdarussalam.blogspot.co.id/2012/11/kerajaan-kerajaan-di-tamiang.html
– Sejarah kerajaan Tamiang: http://acehdalamsejarah.blogspot.co.id/2009/10/sejarah-kerajaan-tamiang.html
—————————-
Suku Tamiang: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/989/suku-tamiang-aceh
– Suku Tamiang: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/02/sejarah-suku-tamiang.html

– Suku Tamiang: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/989/suku-tamiang-aceh


Foto

Permaisuri Hj. Helmi Mahera Almujahid dari Kerajaan Karang Tamiang, Aceh Tamiang.

Permaisuri Hj. Helmi Mahera Almujahid; main representative of the raja Dynasty of Karang and granddaughter of the last ruling Raja.

in the middle is Permaisuri Hj. Helmi Mahera Almujahid; main representative of the raja Dynasty of Karang and granddaughter of the lasrt ruling Raja.

In the middle is Permaisuri Hj. Helmi Mahera Almujahid; main representative of the raja Dynasty of Karang and granddaughter of the last ruling Raja.

z

Pada saat ini bangunan Istana Karang telah dijadikan situs cagar budaya oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang.

Pada saat ini bangunan Istana Karang telah dijadikan situs cagar budaya oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Aceh Tamiang.

Stamp for official documents of the king of Karang Tamiang in 1891. Sumber: Panglima Tibang, FB

Stamp for official documents of the king of Karang Tamiang in 1891.
Sumber: Panglima Tibang, FB

Raja Silang ; Raja Kerajaan Karang tamiang

Raja Silang; Raja Kerajaan Karang Tamiang

Complex Makam Raja-raja Karang Tamiang

Complex Makam Raja-raja Karang Tamiang

TM.Arifin ; Keturunan T.Raja Silang

TM. Arifin; Keturunan T.Raja Silang


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: