Karang (Tamiang), kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh, kab. Aceh Tamiang

Kerajaan Karang (Tamiang) terletak di Kab. Aceh Tamiang, Sumatera Utara timur. Kerajaan ini muncul tahun 1558 dan bediri sampai 1945.

The Kingdom of Karang was located in Aceh, north Sumatera. 16th Century – 1945.
For english, click here

Kabupaten Aceh Tamiang, prov. Aceh, Sumatera


Kerajaan Karang

* Foto kerajaan Karang: di bawah


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN KARANG

Tentang raja kerajaan Karang

25 februari 2017
Raja ke-8 kerajaan Karang Tamiang diobatkan: Tengku Rahmansyah Fauzi Al-Hajj dinobatkan menjadi raja ke-VIII Kerajaan Karang, dengan gelar Tuanku Yang Mulia Tengku Rahmad Syah Fauzi Al-Hajj bin Tengku Heider bin Tengku Muhammad Arifin bin Tengku Ahmad Syailani yang bergelar Raja Silang.

* Penjelasan penobatan Raja Karang oleh Adi Fa, (FB), klik  di sini 


Sejarah kerajaan Karang

Sejarah kerajaan-kerajaan yang ada di wilayah Tamiang / Aceh

* Kerajaan Bukit Karang, abad ke-10 – 1330,
* Kesultanan Benua (Banua) Tamiang, 1330 – 1558,
* Kerajaan Karang, 1558 – 1945,
* Kerajaan Benua Tunu, 1558 – 1945,
* Kerajaan Seruway, abad ke-19 – 1945,
* Kerajaan Bendahara, abad ke-19 – 1945.

Sejarah kerajaan Karang, 1558 – 1945

Kesultanan Tamiang pada tahun1558 terpecah dua hingga menjadi dua kerajaan yakni:
kerajaan Karang dan
kerajaan Benua Tunu.
Tapi kedua kerajaan itu tetap tunduk pada negeri Karang. Dalam buku Tamiang Dalam Lintas Sejarah yang dikarang Ir Muntasir Wan Diman secara ringkas disebutkan bahwa kerajaan Tamiang dijadikan dua kerajaan otonom.

Pada masa pemerintahan Raja Proomsyah yang kimpoi dengan Puteri Mayang Mengurai anak Raja Pendekar Sri Mengkuta tahun 1558 menjadi Raja Islam kedelapan dengan pusat pemerintahan di Desa Menanggini.

Sementara itu Raja Po Geumpa Alamsyah yang kimpoi dengan Puteri Seri Merun juga anak Raja Pendekar Sri Mengkuta memerintah di Negeri Benua sebagai Raja Muda Negeri Simpang Kiri Raja Benua Tunu.

Diuraikan Muntasir bahwa kerajaan Karang muncul setelah Tan Mudin Syari (Raja Islam Tamiang ke 10) wafat, lalu diganti kemanakannya yang bergelar “Tan Kuala” (Raja Kejuruan Karang I) yaitu putera dari Raja Kejuruan Tamiang Raja Nanjo (Banta Raja Tamiang). Raja Kejuruan Karang Tan Kuala memerintah 1662 -1699 merupakan pengganti turunan Suloh.

Raja muda Karang Tamiang, Muhammad Haris.

Setelah Raja Tan Kuala meninggal dunia digantikan Raja Mercu yang bergelar Raja Kejuruan Mercu yang merupakan Raja Kejuruan Karang II. Pusat pemerintahan Raja Kejuruan Karang II di Pente Tinjo. Raja Kejuruan Karang II berdaulat 1699 – 1753 berlangsung aman dan tenteram.

Penggantinya Raja Kejuruan Banta Muda Tan egia berdaulat 1753 – 1800 merupakan kerajaan Karang III. Selanjutnya Raja Karang III diganti Raja Sua yang bergelar Raja Kejuruan Sua (Raja Karang IV) memerintah 1800 – 1845 . Raja Sua diganti Raja Achmad Banta dengan gelar Raja Ben Raja Tuanku di Karang sebagai Raja Kejuruan Karang V yang memerintah 1845 – 1896.

Pada masa raja ini-lah terjadi peperangan Aceh dengan Belanda 1873-1908 dan melalui peperangan itu, Raja Kejuruan Karang V meninggal dunia dalam tawanan Belanda.

Penggantinya adalah anak dia sendiri bernama Raja Muhammad bergelar Raja Silang sebagai Raja Kejuruan Karang ke VI. Raja Silang memerintah setelah lepas dari tawanan Belanda sejak tahun 1901 – 1925. Setelah Raja Silang meninggal dunia dimakamkan di belakang Masjid Desa Tanjung Karang. Makamnya saat ini dari pantauan Serambi terawat bersih dan sudah dipugar pihak Dinas Kebudayaan Provinsi NAD setahun lalu.

Pengganti Raja Silang adalah Tengku Muhammad Arifin sebagai Raja Kejuruan Karang ke VII yang merupakan Raja Kejuruan Karang terakhir memerintah tahun 1925 – 1946. Pada masa pemerintahan Tengku Muhammad Arifin dia membangun Istana Karang yang saat ini dikuasai pihak Pertamina Rantau karena sebelumnya keluarga Raja Kejuruan Karang telah menjualnya kepada seorang pengusaha yang bernama Azis.Tapi sekitar tahun 1999 terjadi bencana alam menyemburnya gas panas akibat dari pengeboran gas yang dilakukan pihak Pertamina.

Raja Silang; Raja Kerajaan Karang Tamiang


Daftar Raja kerajaan Karang Tamiang

* 1558-1590: Raja Fromsyah,
* 1590-1624: Raja Pesinah,
* 1624-1662: Tan Muddin,
* 1662-1699: Tan Kuala,
* 1699-1753: Tan Mertju,

* 1753-1800: Tan Pesia,
* 1800-1845: Tan Sua,
* 1845-1896: Raja Ben Raja,
* 1901-1925: Raja Silang,
* 1925-1945: Tengku Muhamad Arifin.

Tentang raja Silang (1901-1925)
Ahmad Syailani Bergelar Tuanku Raja Silang, adalah Raja Karang ke-9,Ananda dari Raja Ben Raja (Ahmad Banta) lahir di Tanjung Karang Tamiang, tahun 1853, wafat pada tanggal 12 Feb 1925 di Tanjung Karang, tutup usia 72 tahun. Tercatat oleh sejarah, Tuanku Radja Silang aktif berperang melawan penjajah Belanda sejak usia 25 tahun, (Desember 1878). sepanjang usianya berperang selama 21 tahun memperjuangkan hak Tanah Adat dan Aqidahnya dari Kolonial Belanda (1878  1895) dari sekian banyaknya pertempuran yang terjadi, perang lubuk bathil memiliki catatan sejarah tersendiri, perang yang maha dasyat, menewaskan prajurit dan Panglima Perang dari Pihak Laskar Tamiang dan Kolonial Belanda.

Lokasi Tamiang, 1875

11 Tamiang, 1873


 Istana kerajaan Karang Tamiang

Istana Raja Tamiang ini adalah kediaman dari Kerajaan Karang yang sempat berkuasa di tanah Tamiang. Dalam buku Tamiang Lintas Sejarah karangan Muntasir Wan Diman, disebutkan bahwa dulunya Aceh Tamiang sempat terpecah menjadi dua kerajaan yaitu Kerajaan Karang dan Kerajaan Benua Tunu. Meskipun terpecah, dua kerajaan ini tetap tunduk di bawah Negeri Karang. Dua Kerajaan itu pun menjadi daerah otonom.

Sumber: https://libraaceh.com/


Istana kerajaan Karang


SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI WILAYAH TAMIANG

Untuk sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Tamiang, klik di sini


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber kerajaan-kerajaan di Tamiang

– Kerajaan di Aceh Tamiang: https://kabartamiang.com/
– Kerajaan di Aceh Tamiang: http://visitacehdarussalam.blogspot.com

Sumber kerajaan Benua Tunu / kerajaan Karang

https://www.lentera24.com/
https://atjehpusaka.blogspot.com
– Istana kerajaan Benua Tunu: https://situsbudaya.id/
– Istana kerajaan Karang: https://travel.detik.com/


Foto foto kerajaan Karang Tamiang

z

—————————————
Stamp for official documents of the king of Karang Tamiang in 1891.

Stamp for official documents of the king of Karang Tamiang in 1891. Sumber: Panglima Tibang, FB————————————-
TM. Arifin; Keturunan T.Raja Silang

TM.Arifin ; Keturunan T.Raja Silang


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: