Batanghio, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Simalungun

Kerajaan Batanghio adalah kerajaan Suku Simalungun, marga Saragih; terletak di Sumatera, Kab. Simalungun, prov. Sumatera Utara.
Kerajaan Batangiou berdiri sekitar abad ke-12, rajanya bermarga Sinaga mengambil isteri puteri bangsawan Nagur marga Damanik Simargolang dari Bandar Pulou, Asahan. Setelah Nagur mengalami kemunduran, Batangiou menjemput isteri dari Kerajaan Bandar marga Damanik Bariba.

The Kingdom of Batanghio is a kingdom of the Simalungun people, located in Kabupaten Simalungun, prov. of north Sumatera.
For english, click here

Kab. Simalungun, prov. Sumatera Utara


* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto perang Aceh – Belanda, 1873-1904: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Tentang raja sekarang (2020)

Tidak ada info tentang raja atau keturunan sekarang.


Sejarah kerajaan Batanghio

Umum

Kerajaan Nagur, 500-1400, (marga Damanik) merupakan cikal bakal kerajaan di Simalungun berikutnya.
Nagur kemudian pecah menjadi dua:
* kerajaan Si Tonggang; kerajaan ini beralih menjadi kerajaan Siantar.
* kerajaan Batanghio (marga Saragih). Kerajaan Batangio menjadi: kerajaan Tanah Jawa.
* Belakangan Nagur pecah lagi menjadi Silau, 1300-1400.
Adapun Silau pecah lagi menjadi Panei dan Dolok Silau. Belakangan setelah masuknya Belanda vasal Silau yakni Purba, Raya dan Silimakuta diakui swapraja oleh Belanda.

Kerajaan Batangiou berdiri sekitar abad ke-12, rajanya bermarga Sinaga mengambil isteri puteri bangsawan Nagur marga Damanik Simargolang dari Bandar Pulou, Asahan. Setelah Nagur mengalami kemunduran, Batangiou menjemput isteri dari kerajaan Bandar marga Damanik Bariba.

Mengenai kerajaan Batanghio, Tideman (1922) ada menulis dalam laporannya mengenai Simalungun. Kerajaan ini terletak di Tanah Jawauri (Tanoh Jawa) (Tideman, 1922, Kroesen 1904 : 557). Batanghio pada awalnya dipercaya sebagai partuanon Nagur, tetapi kemudian status Batanghio diangkat menjadi kerajaan dari marga Saragih. Kerajaan Nagur dan kerajaan Batanghio di atas itulah kemudian yang biasa disebut dengan kerajaan yang dua (harajaon na dua) sebagai fase pertama. Sekitar tahun 1293-1295, kerajaan Nagur dan Batanghio diinvasi kerajaan Singasari pada masa pemerintahan raja Kertanegara. Ekspedisi yang dikenal dengan ekspedisi Pamalayu ini kemudian mendirikan kerajaan (Dolog) Silou pada akhir abad ke-14.

Parade Raja-raja Simalungun pada Harungguan Bolon di Pamatang Siantar, 1930.
Dari kiri ke kanan:
Raja Tanoh Jawa – Sang Majadi (morga Sinaga), Partuanon Silou Kahean – Tuan Gaib (morga Purba), Raja Raya – Tuan Gomok (morga Saragih Garingging), Raja Siantar – Tuan Sawadim (morga Damanik), Raja Panei – Tuan Bosar Sumalam (morga Purba), Raja Dolog Silou – Tuan Ragaim (morga Purba) , Raja Purba – Tuan Mogang (morga Purba), Partuanon Bandar – Tuan Desta Bulan (morga Damanik) dan Raja Silimakuta – Tuan Padiraja (morga Girsang)


Marga Saragih

Saragih adalah marga atau morga dari suku Simalungun yang aslinya berasal dari daerah yang bernama Simalungun di provinsi Sumatera Utara.

Beberapa versi sumber sejarah menyatakan bahwa leluhur marga saragih berasal dari Selatan India, yang melakukan perjalanan ke Sumatera Timur ke daerah Aceh, Langkat, daerah Bangun Purba, hingga ke Bandar Kalifah sampai Batubara.

Keluarga Raja Batanghio


Akibat desakan suku setempat, mereka kemudian bergerak ke daerah pinggiran Toba dan Samosir.
Marga Saragih pertama (Hasusuran-1) itu sendiri muncul saat salah seorang Puanglima (Panglima) dari kerajaan Nagur dijadikan menantu oleh Raja Nagur dan selanjutnya mendirikan satu kerajaan baru di Raya (di sekitar daerah yang kini disebut Pematang Raya, Simalungun).
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Saragih


Sejarah kerajaan-kerajaan di Simalungun

Batak Simalungun adalah salah sub Suku Bangsa Batak yang berada di provinsi Sumatera Utara,  yang menetap di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah India Selatan tapi ini hal yang sedang diperdebatkan. Sepanjang sejarah suku ini terbagi ke dalam beberapa kerajaan. Marga asli penduduk Simalungun adalah Damanik, dan 3 marga pendatang yaitu, Saragih, Sinaga, dan Purba. Kemudian marga marga (nama keluarga) tersebut menjadi 4 marga besar di Simalungun.

Dalam sejarahnya Simalunun ada 3 (tiga) fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun.

1) Fase pertama adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua), yaitu:

* kerajaan Nagur, 500-1400 (marga Damanik). Kerajaan ini merupakan cikal bakal kerajaan di Simalungun berikutnya.
Nagur kemudian pecah menjadi dua:
* kerajaan Si Tonggang; kerajaan ini beralih menjadi kerajaan Siantar.
* kerajaan Batanghio (marga Saragih). Kerajaan Batangio menjadi: kerajaan Tanah Jawa.
* Belakangan Nagur pecah lagi menjadi Silau, 1300-1400.
Adapun Silau pecah lagi menjadi Panei dan Dolok Silau. Belakangan setelah masuknya Belanda vasal Silau yakni Purba, Raya dan Silimakuta diakui swapraja oleh Belanda.

2) Fase kedua: pada masa setelah abad ke-14, muncullah empat raja utama di Simalungun; di mana Nagur masih tetap ada, tetapi peranannya sudah semakin menghilang. Keempat raja itu adalah:

* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Dolok Silou (marga Purba Tambak), dan
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga).

3) Fase ketiga: fase ini berkaitan dengan kolonial Belanda di Simalungun.
Tahun 1865 kolonialisme Belanda mulai memasuki wilayah  Simalungun. Sejak   masuk intervensi Pemerintahan Kolonial banyak terjadi perubahan –perubahan yang signifikan di Simalungunadalah kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu), yaitu:

* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Dolok Silou (marga Purba Tambak),
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga),
* kerajaan Raya (marga Saragih Garingging),
* kerajaan Purba (marga Purba Pakpak) dan
* kerajaan Silimakuta (marga Purba Girsang).

Keadaan seperti ini berlanjut hingga memasuki tahun 1946 sehingga mendorong kebencian masyarakat terhadap golongan elit. Sejalan dengan itu, berkembangnya pemahaman politik pada waktu itu, turut pula menyulut keprihatinan terhadap perbedaan kelas yang didorong oleh keinginan untuk menghapuskan sistem feodalisme di Sumatera Timur.
Demikianlah hingga akhirnya terjadi peristiwa berdarah yang meluluhlantakkan feodalisme di Sumatera Timur terutama pada rakyat Simalungun dan Melayu. Pada peristiwa tersebut empat dari tujuh kerajaan Simalungun yaitu Tanoh Jawa, Panai, Raya dan Silimakuta pada periode ketiga ini musnah dibakar. Sementara Silau, Purba dan Siantar luput dari serangan kebringasan massa. Raja dan kerabatnya banyak dibunuh. Peristiwa ini menelan banyak korban nyawa, harta dan benda.

Tiga fase kerajaan2 di Simalungun

Fase Nama Kerajaan Marga Pemerintah
I Kerajaan yang dua Nagur Damanik
Batanghoiu Saragih
II Kerajaan yang empat Siantar Damanik
Tanoh Jawa Sinaga
Dolog Silau Tambak
Panai Dasuha
III Kerajaan yang tujuh Siantar Damanik
Tanoh Jawa Sinaga
Dolog Silau Tambak
Panai Dasuha
Raya Garingging
Purba Pakpak
Silimakuta Girsang

Daftar kerajaan-kerajaan dan negeri-negeri di wilayah Simalungun

* Aji Sinombah
* Bandar
* Batanghio
* Dolog Silou
* Maligas
* Marompat
* Marpitu
* Marubun
* Nagori Bayu
* Nagur
* Panei
* Purba
* Raya
* Siantar
* Sidabutar
* Sidamanik
* Silimakuta
* Silou Kahean
* Silou
* Sipolha
* Tanoh Jawa

Parade Raja raja Simalungun

  1. Tn Gomok Saragih Garingging I Pematang Raya Radja Raya
  2. Tn Bosar Sumalam Purba Dasuha I Pematang Panei,. Radja Panei
  3. Tn Sang Madjadi Sinaga Dadihoyong I Pematang Tanah Djawa, Radja Tanah Djawa
  4. Tn Ragaim Purba Tambak I Pematang Dologsilou, Radja Dologsilou
  5. Tn Padiraja Purba Girsang I Naga Saribu, Radja Silimakuta
  6. Tn Sawadin Damanik I Pematang Siantar , Radja Siantar
  7. Tn Karel Tanjung ( Parjabayak ) Purba PakPak I Pematang Purba. Radja Purba


Sumber

– Kerajaan Batanghio: http://sopopanisioan.blogspot.co.id/2014/04/kerajaan-kerajaan-di-simalungun.html
——————–

– Sejarah kerajaan Simalungun:  http://uun-halimah.blogspot.co.id/2007/12/raja-dan-kerajaan-di-simalungun.html
Sejarah kerajaan Simalungun:  http://awisaragih.blogspot.co.id/2011/03/kerajaan-simalungun-dan-siantar.html
– Sejarah kerajaan Simalungun: http://tondangmargana.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-singkat-kerajaan-kerajaan.html
———————
– Suku Simalungun di Wiki: Wiki
Marga marga Simalungun:   https://batakculture.wordpress.com/2012/02/27/marga-marga-di-simalungun/
Sejarah marga Purba di Wiki: Wiki
Sejarah marga Saragih di Wiki: Wiki
Sejarah marga Sinaga di Wiki:  Wiki
Sejarah marga Damanik di Wiki: Wiki
Asal usul bangsa Simalungun: link


Kabupaten Simalungun, wilayah kerajaan2 di Simalungun


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: